Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 96


__ADS_3

Di dalam kamar Marisa tengah bermanja di dada bidang Lucas sambil menunggunya memberitahu siapa Salsa yang sebenarnya. "Ayo katakan? kenapa kamu belum memberitahu ku?".


"Baiklah. Kemarin aku meminta tolong kepada Reza untuk mencari tahu apa yang tengah Dilan lakukan selama aku mengundurkan diri dari perusahaan Hanju..


"Emang kenapa?" potong Marisa.


Lucas menghela nafas berat, "Aku merasa sesuatu yang tidak diinginkan tengah Dilan lakukan. Karna itu aku menyuruhnya, tapi Reza malah ketahuan oleh Dilan kalau dia sedang di selidiki".


"Terus?".


"Reza di curi oleh mereka".


"Maksud kamu suruhan Dilan gitu?".


"Mmmmm.. Sebab itu kami bertemu dengan dia dan dia juga yang telah memberitahu dimana Reza di kurung saat itu, jadi kalau bukan karna dia kami tidak akan berhasil menyelamatkan Reza, aku tidak tau apa yang akan terjadi kepadanya, atau mungkin saat itu juga Reza bisa kehilangan nyawanya".


"Benarkah?" Marisa membulatkan mata.


"Iya, karna dia sudah menyelamatkan Reza makanya kami membawanya kemari, Jose telah memperkejakan ya di rumah sakit miliknya sebagai upah biaya rumah sakit ibunya".


"Emang kenapa dengan ibunya? sakit?".


"Mmmmm, ibunya sedang sakit".


"Oh, kasihan sekali dia" Lucas tersenyum, lalu mencium kening sang istri dengan sayang. "Siapa nama wanita itu?".


"Salsa. Sekarang kamu tidurlah, aku sudah memberitahu mu siapa dirinya, ini sudah jam 12 malam".


"Mmmmm, tapi kamu harus memeluk ku" Marisa pun langsung memejamkan kedua matanya, dengan sayang Lucas memeluknya sampai Marisa benar-benar terlelap dalam tidurnya.


"Selamat malam sayang ku uummcchh".


.


Sedangkan dirumah sakit Jose Flora dan Salsa yang masih berada disana membuat Flora merasa bosan, ia melirik jam kini telah menunjukkan pukul 12 malam. "Jose, sepertinya aku tidak bisa tidur disini. Sebaiknya aku pulang saja" Flora menyambar tasnya.


"Kamu mau kemana?" Jose menghentikan ponselnya.


"Pulang kerumah, kamu tidak usah mengantar ku, aku naik taksi saja".


"Kenapa tiba-tiba sekali? kamu tidak melihat jam telah menunjukkan pukul berapa? apa kamu tidak takut sesuatu terjadi kepada mu dan bayi kita?".

__ADS_1


"Maaf".


"Kemarilah, kamu bisa tidur disini" Jose menarik tangannya, lalu membaringkan kepala Flora diatas pangkuannya. "Sekarang kamu tidurlah, berhenti memikirkan hal yang lain".


"Tapi aku tidak bisa tidur".


"Jangan banyak melawan Flora!".


"Hhhmmsss.. Baiklah, aku akan tidur disini" namun sebelum ia tidur, ia mencoba melirik kearah Salsa yang berada diatas sofa dekat Reza dengan mata mengantuk. "Tapi kalau di lihat-lihat wanita itu terlihat sangat polos dan menggemaskan dan juga cantik" batin Flora, setelah itu ia pun segera terlelap dalam tidurnya tampa mereka sadari kalau Reza telah membuka kedua matanya.


"Ini dimana?" Reza mencoba mengangkat tangannya sembari mengalihkan seluruh pandangan mata kearah Jose, Flora dan Salsa yang berada di sebelahnya. "Siapa wanita ini? aahh!!".


"Reza?" kaget Jose mendengar suaranya.


"Jose, kenapa aku berada disini?".


Dengan pelan Jose langsung mengangkat kepala Flora dari atas pangkuannya, kemudian menghampiri Reza yang sedang berusaha mendudukan diri. "Kamu baik-baik saja Reza?".


Reza menghela nafas, "Mmmm, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menolongku, dimana Lucas?".


"Dia sudah kembali pulang".


"Lalu siapa wanita ini?".


"Terus kenapa dia berada disini?".


"Kami membawanya kemari karna sudah menyelamatkan nyawa mu, kalau saja kami meninggalkannya disana, dia bisa saja langsung dibunuh saat itu juga".


"Mmmmm, lalu bagaimana dengan Dilan?".


"Aku tidak tau, biar itu urusan Lucas saja. Sekarang istirahatlah kembali, kamu pasti lelah sekali".


"Tidak, apa Flora baik-baik saja? sepertinya dia kedinginan" ucap Reza melihat Flora yang tertidur diatas sofa hanya di baluti jas yang tadi Jose pakai. "Dan sepertinya jas itu sudah bau".


Jose tersenyum, "Maafkan aku tidak memberinya selimut".


"Kalau gitu suruh dia tidur disini saja biar aku yang tidur di sofa itu".


"Kamu ada-ada saja, Flora pun tidak akan mau kalau kamu yang akan tidur disana. Biarkan saja, aku akan memeluknya supaya dia tidak kedinginan".


"Ck, aku tidak menyukainya kalau sampai kamu memeluknya di hadapan ku. Kamu berikan saja selimut ini untuknya, sepertinya Flora benar-benar kedinginan".

__ADS_1


"Kamu yakin? kamu bisa kedinginan".


"Tidak apa-apa, kamu bisa mematikan AC".


"Baiklah, terima kasih" senang Jose segera menaruh selimut milik Reza di tubuh Flora. Kemudian mendekatinya lagi, "Apa yang telah terjadi Za? bagaimana bisa kamu terperangkap olehnya?".


"Hhmmss.. Aku juga tidak tau Jose, saat itu aku hanya mengikuti mobil Dilan dari belakang, namun saat itu juga sebuah mobil besar menghalangi jalan ku dan pada akhirnya aku kehilangan Dilan. Tapi aku kurang yakin kalau Dilan mengetahuinya, cuman aku tidak bisa memastikannya".


"Tempat itu sangat jarang di lewati pengendara lain, aku dan Lucas yakin kalau Dilan mengetahui mu mengikutinya dari belakang".


"Iya sih, dan karna itu juga aku berakhir seperti ini. Lalu apa yang akan Lucas lakukan? aku yakin sesuatu sedang tidak beres dengan Dilan".


"Itulah yang Lucas curigai selama ini, kita lihat saja nanti apa yang akan Lucas lakukan untuk mematahkan orang seperti Dilan".


"Kalau Lucas tidak segera menyelesaikan masalah ini, aku yakin Hanju bisa jatuh bangkrut".


"Mmmmm".


.


Pagi harinya Marisa membuka mata, ia melihat kesamping dimana Lucas yang masih terlelap dalam tidurnya. "Kenapa sih disaat dia tidur seperti ini kamu terlihat mungil sekali, apa aku harus mengigit mu?".


"Jangan lakukan itu kalau kamu tidak ingin aku lahap".


"Oo, kamu sudah bangun?" Lucas melihat kearahnya. Dengan manis Marisa pun menciumnya, "Selamat pagi suami ku hehehe.. Kamu sangat menggemaskan sekali, boleh aku mencium mu lagi?".


Lucas tersenyum, "Jangankan cuman mencium..


"Yah.. Hentikan!" Marisa menahan tubuhnya.


"Kenapa sayang?".


"Apa yang ingin kamu lakukan?".


"Seperti biasa sayang".


"Jangan lakukan itu, kamu enggak tau kalau aku sedang hamil muda?".


"Jangan khawatir sayang, aku akan melakukannya dengan lembut tampa menganggu bayi kita" jawab Lucas mencium bibirnya. "Apa kamu tidak merasakannya kalau..


"Aku tidak merasakannya" potong Marisa mencoba menuruni tempat tidur kalau saja Lucas tidak menarik tubuhnya. Kemudian Lucas menimpahnya hingga ia berada di bawah dengan senyum mengembang di wajah Lucas. "Aaa.. Aku mohon tolong lepaskan aku Lucas, aku sedang tidak ingin bercinta dengan mu.. " gantung Marisa menutup kedua mulutnya.

__ADS_1


Kemudian melirik Lucas yang terdiam diatas tubuhnya, "Astaga, bagaimana ini? aku yakin dia sedang sangat marah kepada ku. Aarrkkhh.. Aaaa kenapa aku bodoh sekali? kenapa aku bodoh sekali sih? harusnya aku tidak mengatakan kata-kata itu" teriak Marisa dalam hati memalingkan wajahnya yang tidak berani lagi menatap kedua mata Lucas yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh dengan kecewa. Lalu Lucas menuruni tempat tidur sambil berkata maaf kepadanya membuat jantung Marisa seketika meledak. "Oh tidak Tuhan, aku tidak sanggup mendengarnya".


__ADS_2