Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 63


__ADS_3

Namun saat itu juga Marisa mulai bosan menunggu kedatangan Flora yang sampai sekarang belum keluar. "Hey, kenapa dia belum turun juga? inikan sudah jam 12.15 menit. Sedangkan yang lainnya sudah keluar, mana ponselnya enggak aktif lagi. Apa sebaiknya aku naik saja? siapa tau dia sangat sibuk. Mmmm, sebaiknya aku naik saja" gumam Marisa menyambar tasnya berjalan kearah lift.


Ting..!


"Oo, pintu lift ya sudah terbuka" Marisa sedikit mempercepat langkahnya. "Tunggu sebentar" tahan Marisa begitu pintu lift tersebut hampir saja tertutup. Tetapi saat ia begitu berada di depan lift, ia melihat Lucas bersama dengan Tera, "Hhmmm.. Kamu?".


"Kamu tidak masuk?" tanya Lucas.


"Ah iya" angguk Marisa masuk kedalam lift tersebut. Kemudian ia melangkah mundur kebelakang Lucas dan Tera. "Kenapa dia bisa berada disini? jangan bilang di kemari untuk menggoda suami ku. Hey, aku tidak akan bisa membiarkan mu, kamu pikir aku tidak cape mendapatkan dia" gumam Marisa menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Lalu Tera tersenyum, ia melihat kebelakang dimana Marisa yang sedang menatapnya dengan tatapan tidak suka. "Oh iya, aku dengar-dengar kamu dipecat yah jadi sekretaris tuan Lucas. Kasihan sekali".


"Kamu sedang bicara dengan siapa? aku?".


"Mmmmm, aku bicara dengan mu. Lalu alasan apa lagi kamu datang kemari?".


Marisa langsung tertawa kecil seperti sedang mengejek Tera, "Siapa yang mengatakan kepada mu kalau aku dipecat jadi sekretaris tuan Lucas? kalau kamu tidak tau apa-apa, kamu tidak usah sok ikut campur" jawab Marisa dengan sinis.


"Lalu kamu masih merasa sekretaris tuan Lucas?".


"Tentu saja. Ya cuman untuk saat ini aku lagi cuti dan besok aku akan kembali seperti semula. Lagian kamu ngapain datang kemari? bukankah kamu masih kuliah?".


"Aku sudah lulus kuliah. Kamu tidak mau memberiku ucapan selamat?".


"Mmmm.. Selamat, aku turut senang mendengarnya".


"Tidak. Aku merasa kamu tidak senang mendengar ku sudah lulus kuliah".


"Ya sudah kalau kamu tidak percaya. Bodoh amat" sambung Marisa dalam hati melihat pintu lift sudah terbuka. Mereka bertiga segera keluar dari dalam sana, ia melihat Lucas berjalan kearah ruangannya di ikuti oleh Tera dari belakang. "Ikh, anak satu ini enggak bisa apa tenang tampa mengekornya? aku benar-benar tidak menyukainya".


"Risa..!" panggil Flora yang baru keluar dari dalam ruangan Lucas. "Kenapa kamu kemari? maaf sudah membuat mu menunggu terlalu lama".


"Tidak apa-apa. Sedang apa kamu barusan keluar dari ruangan tuan Lucas?".


"Tadi aku menaruh berkas di dalam ruangan beliau. Ayo".


"Tunggu sebentar Ra" tahan Marisa menarik tangannya berjalan mendekati ruangan Lucas.

__ADS_1


"Kenapa Sa?".


"Kamu lihat gadis kecil itu tadi?".


"Siapa?".


"Itu, gadis kecil yang mengikut tuan Lucas dari belakang. Kamu tidak melihatnya?".


"Oh, emang kenapa dengannya? dia menganggu mu?".


"Ck, aku tidak menyukainya. Dia selalu bersikap seoleh-oleh dia itu terlihat sangat cantik dan seksi meskipun nyatanya dia cantik. Aaiisss, menyebalkan sekali".


"Hahahaha.. Yah Risa, sejak kapan kamu cemburu sama bocah seperti dia? kamu ada-ada ajah deh. Jangan khawatir, aku percaya kepada tuan Lucas kalau dia tidak akan tergoda dengan gadis kecil itu. Lagian kamu sejak kapan sesensitif ini? sudah jangan dipikirkan lagi. Ayo, hari ini aku akan mentraktir mu makan sepuasnya. Sudah ayo".


"Mmmmm" angguk Marisa.


Di dalam restoran, Flora memesan menu makanan favorit Marisa begitu juga dengan dirinya, tetapi Marisa yang masih terlihat kesal membuat ia mengernyitkan dahi, "Ada apa lagi Risa? kamu masih memikirkannya?".


"Mmmm, anak itu membuat ku kesal. Menurut kamu Ra, mungkinkah tuan Lucas akan menyukainya? atau tergoda gitu dengannya? kamu tau sendiri, pria mana sih yang tidak akan menyukai gadis mungil seperti dia. Aarrkkhh, aku benar-benar sangat kesal".


"Yah.. Risa suara kamu" kaget Flora menutup mulutnya. "Apa kamu sudah gila? kamu pikir ini di hutan?".


"Hentikan. Aku bilang hentikan, enggak usah lebay deh. Iya kali bocil seperti dia kamu anggap jadi saingan. Sudah, sekarang kamu minum dulu supaya pikiran kamu tenang, ayo di minum".


"Iya. Tapi awas saja kalau mereka berdua ketahuan selingkuh di belakang ku. Aku akan..


"Akan apa?".


"Aku akan menangis sepanjang hari sampai sepanjang masa".


"Ckckck.. Kamu benar-benar sudah stres Risa".


"Aku stres karna dia bersama dengan gadis kecil itu. Bahkan dia berani mengejek ku di depan tuan Lucas, begitu juga dengan ibunya dan saudaranya".


"Kenapa dengan ibunya?".


"Kamu ingat enggak waktu pertama kali aku menjadi sekretarisnya tuan Lucas".

__ADS_1


"Oh yang kemarin kamu pergi keluar kota bersamanya?".


"Iya, kamu ingat kan?".


"Mmmmm".


"Nah.. Disitu, mereka berani sekali mengejek ku. Kalau bukan karna pekerjaan, itu mulut udah aku jahit Ra sampai mereka tidak bisa mengatai orang seenaknya saja. Ikh, aku benar-benar tidak menyukai keluarga itu" ucap Marisa memberitahu melihat Flora tersenyum. "Kenapa?".


"Tidak, aku merasa lucu saja. Jaman sekarang ada-ada saja".


"Mmmm, itulah dunia. Tapi bdw kenapa kamu menyuruh ku datang kemari Ra? apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku".


Flora melihat samping kiri kanannya, jarak diantara mereka dan yang lainnya cukup terbilang sedikit jauh. "Aku ingin memberitahu sesuatu tentang ku Sa, tapi bisakah kamu tidak terkejut atau berteriak seperti tadi?".


"Wah, sepertinya sangat rahasia sekali. Baiklah, aku akan mencoba untuk tidak terkejut. Sekarang ceritakan".


"Aku hamil Sa!".


"Apa? ah, aku melupakannya. Maksud kamu sekarang apa Ra? hamil? kamu enggak lagi bercanda kan Ra? jangan membuat ku khawatir".


"Aku mengatakan yang sebenarnya Ra. Maaf baru mengatakannya sekarang".


"Jadi kamu benar-benar hamil Ra?".


"Mmmmm".


"La-lalu bayi yang ada dalam kandungan kamu itu bayi siapa? Reza?".


"Tidak, tapi Jose".


"OMG, Jose?".


"Iya, kamu ingat terakhir kali kita ke club? malam itu dia membawa ku pergi ke hotel. Tapi dia melakukannya bukan secara terpaksa, saat itu kami berdua sama-sama mau karna keadaan mabuk. Ah, mengingatnya membuat kepala ku pusing. Apa yang harus aku lakukan Risa? aku ingin sekali melahirkan bayi ini ke dunia, tapi aku takut sekali kalau sampai keluarga ku yang di kampung mengetahui kalau aku sedang hamil".


"Apa Jose mengetahui kalau kamu sedang hamil anak dia?".


"Dia tau. Tapi aku meminta dia..

__ADS_1


"Apa kamu sudah gila?" potong Marisa mengerti maksud dari perkataan sang sahabat. "Apapun yang terjadi, Jose harus bertanggung jawab dengan apa yang telah di lakukan. Ini tidak bisa dibiarkan Ra".


"Lalu apa yang harus aku lakukan Sa? apa aku harus menikahi dia? yang benar saja kalau aku minta dia menikahi ku, itu sama saja aku bunuh diri seperti waktu aku bersama dengan Reza".


__ADS_2