
Sesampainya di kediaman rumah milik kedua orang tua Marisa. Ketiga orang itu langsung turun dari dalam mobil, "Apa benar ini rumah ku?" tanya Marisa melihat rumahnya itu.
"Iya sayang. Ayo masuk" jawab Lucas hendak menarik tangannya, namun tiba-tiba Marisa merasa pusing di bagian kepalanya. "Ada apa sayang? kamu baik-baik saja?".
"Kepala ku tiba-tiba pusing".
"Pa, mama kenapa?" tanya Argana cemas.
"Mama merasa pusing Arga" jawab Lucas segera membawa Marisa masuk kedalam rumah. Disana, kedua orang tua Marisa tengah asik menonton televisi diruang tamu bersama dengan Zara beserta kedua anaknya yang ketepatan suami Zara sedang berada diluar kota.
"Ooo, Kalian siapa?" kaget putra sulung Zara.
"Siapa sayang?" tanya Zara mendengar suara putranya itu dari ruang tengah.
"Tidak tau ma.." gantung putra sulung Zara begitu Lucas menerobos masuk kedalam rumah membawa Marisa. Kemudian ia melihat Argana, "Kalian siapa menerobos masuk keruang orang dengan sembarangan?".
"Hallo!" balas Argana tidak tahu harus menjawab seperti apa membuat ia langsung masuk begitu saja mengejar Lucas. Lalu ia melihat ibunya itu sedang ditangisi sepasang paruh baya di dalam pelukan Marisa. "Pa" panggilannya.
"Kemarilah" senyum Lucas membawa Argana di hadapan Zara. "Ini bibi kamu kakaknya mama".
"Bibi pa?".
"Mmmmm".
Zara pun menarik tubuh Argana memeluknya dengan sayang sambil mengeluarkan air mata kebahagiaan akhirnya ia melihat keponakannya itu juga berada dihadapannya dengan tumbuh dewasa.
"Siapa nama kamu sayang?".
"Argana bibi".
"Argana. Kemana ajah kamu selama ini sayang? kenapa kamu dan ibu mu lama sekali menghilang hiks.. hiks..".
"Maafkan mama dan Argana bibi telah membuat bibi khawatir" jawab Argana ikutan menangis. "Maafkan kami bibi".
Melihat Argana ikut menangis, Zara yang tidak tega segera melap air matanya, "Tidak apa-apa.. Tidak apa-apa.. Jangan menangis sayang" ucap Zara begitu kedua orang tuanya melihat Argana dengan air mata yang masih berderai. "Ma Pa. Lihatlah putra Marisa, dia sudah tumbuh besar seperti anak ku".
"Aarrrkkhhh... Cucuku! kemana saja kamu selama ini?" tangis Ibunya Marisa langsung memeluk Argana dengan erat. "O Tuhan, apakah ini semua jawaban dari segala doa-doa ku? terima kasih Tuhan telah mengembalikan putri ku kembali kerumah ini. Terima kasih Tuhan hiks.. hiks..".
.
__ADS_1
Keesokan harinya ibunya Marisa dan Zara disibukkan di dapur menyiapkan sarapan pagi sambil bercanda tawa ria. "Risa, dulu kamu sangat menyukai makanan. Ayo di coba dulu, siapa tau kamu masih menyukainya".
"Iya Risa. Ini makanan kesukaan kamu dulu sama Flora" sambung Zara.
"Flora? siapa Flora kak?".
Zara tersenyum, "Siapa lagi kalau bukan teman club kamu setiap malam minggu. Makanya setiap kalian berdua pulang dari sana mama akan selalu memarahi mu dan Flora bahkan sampai menjewer mu hahaha".
"Iya ma?".
"Tidak. Kakak kamu itu berbohong. Mana mungkin mama menjewer putri mama sendiri".
"Terus dimana dia sekarang? kenapa aku tidak melihatnya kak?".
"Siapa? Flora?".
"Mmmmm".
"Oh, sejak kepergian kamu waktu itu. Terakhir kali Flora kemari itu waktu memperingati kematian palsu kamu yang 1 tahun. Sisanya itu Flora tidak pernah lagi kemari".
"Kami juga tidak tahu dan sekarang putra Flora sudah tumbuh dewasa seperti Argana putra kamu".
"Benarkah kak? aku jadi penasaran seperti apa dia? kak Zara memiliki nomor ponselnya?".
"Mmmm, nanti kakak akan memberinya".
"Terima kasih kak".
"Iya. Sarapan sudah berada diatas meja. Aku memanggil mereka dul.. Oo" kaget Zara melihat wanita yang berada di hadapannya itu.
"Selamat pagi" senyum Isabella dengan ramah melihat ketiga orang itu sedang asik berbincang-bincang satu sama lain. "Saya tidak menganggu kan?".
"Akh.. Tidak-tidak. Ayo silahkan duduk Bu. Ketepatan kami ingin sarapan. Risa beri salam, dia adalah ibu mertua kamu".
Marisa kemudian menatap Isabella dengan senyum tipis.
"Hallo ibu. Senang bertemu dengan ibu mertua".
__ADS_1
Lalu Isabella membalasnya dengan senyuman hangat. "Kamu tidak mengenal ku Marisa?".
"Mmmm.. Iya. Maafkan aku ibu".
"Hahaha.. Tidak apa-apa Marisa. Yang penting kamu sehat selalu. Lalu dimana cucu ku? aku ingin sekali melihatnya. Terima kasih sudah kembali ke sisi putra ku lagi, maaf jika selama ini kami tidak tahu kalau sebenarnya kamu masih hidup".
"Itu semua berkat doa keluarga hingga sekarang ini kita bisa berkumpul kembali dirumah ini ibu".
"Panggil mama saja sayang seperti Lucas memanggil mama".
"Akh, iya.. Ma" senyum Marisa dengan lebarnya melihat sang suami, putranya dan juga ayahnya datang secara bersamaan dengan kedua putra Zara. "Mereka sudah datang ma".
Isabella yang ingin sekali melihat putra Lucas yang sudah tumbuh dewasa langsung melihat kearah mereka dengan mata berkaca-kaca.
"Papa. Bibi itu siapa?" tanya Argana yang belum mengenal siapa Isabella.
"Mamanya papa neneknya Argana. Ayo beri salam" jawab Lucas memberitahu putranya itu.
"Oohh.. Hallo nenek!" Argana kemudian mendekati Isabella langsung memeluknya dengan sayang. "Nenek sangat cantik sekali sampai Argana pikir kalau nenek masih muda seperti yang pernah Argana lihat" puji Argana membuat mereka yang berada di sana bukannya terharu merasa sedih melainkan tertawa bahagia mendengar apa yang baru saja Argana ucapkan.
"Benarkah nenek mu ini masih terlihat muda sayang?" tawa Isabella dengan gemasnya mencium kedua pipinya Argana.
"Mmmmm, benar-benar sangat cantik hehehehe".
_
_
_
Terima kasih banyak sudah setiap bersama dengan "Terjerat Cinta Sekretaris Marisa" hingga pada akhir cerita. Maaf jika ada letak kesalahan tulisan dan juga alur cerita yang tidak sesuai dengan hati pembaca. Sekali lagi author ucapkan terima kasih banyak dan teruslah mendukung author menciptakan karya baru karna alur cerita Terjerat Cinta Sekretaris Marisa akan berlanjut ke season 2 menceritakan tumbuh dewasanya Argana putra Lucas bersama dengan Marisa.
_
_
_
***************TAMAT*************
__ADS_1