Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 76


__ADS_3

Paginya Marisa terbangun dari tidur, ia melihat Lucas tidak berada disampingnya lagi. Kemudian ia mendengar suara air yang sedang mandi dari dalam kamar mandi, "Itu pasti dia. Aku harus menyiapkan pakaian kantornya" Marisa langsung menuju ruang pakaian, disana ia melihat semua pakaian Lucas tersusun dengan rapi. "Cocoknya dia pakai apa yah?".


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Lucas membuat Marisa melonjak kaget.


"Astaga.. Kebiasaan deh kamu buat orang kaget" ucapnya melihat Lucas mengernyitkan dahi. "Hhrrmm, sekarang katakan kepada ku apa yang terjadi. Kemarin aku dengar dari Flora kalau kamu sudah mengundurkan diri dari Hanju. Apa itu benar? terus kamu ingin pergi kemana? kalau kamu pergi aku harus ikut. Sebagai sekretaris mu aku harus selalu berada di samping mu. Bukankah begitu?".


"Sebaiknya kamu dirumah saja. Atau pergi bersama dengan teman-teman mu".


"Eh tidak boleh. Aku akan ikut bersama dengan mu. Iya kali aku akan membiarkan kamu dekat dengan wanita lain disana, itu tidak boleh terjadi".


"Kamu cemburu?".


"Tentu saja. Wanita mana yang tidak akan cemburu kalau suam..


Cup..!


"Aku tidak akan meninggalkan wanita yang sudah aku nikahi. Jadi kamu tidak usah khawatir seperti itu".


Marisa menggerutu, "Tetap saja aku tidak yakin kalau kamu tidak akan tergoda dengan wanita cantik yang akan bisa kapan pun mereka mau menggoda mu. Jadi biarkan aku tetap menjadi sekretaris mu mmmm, aku mohon".


"Kamu yakin?".


"Mmmmm".


"Tapi aku tidak yakin kalau ak.." gantung Lucas begitu Marisa menepis tangannya saat menyentuh leher Marisa. "Kenapa?".


"Kamu ada-ada saja. Iya kali kamu akan bercinta di dalam kantor".


"Karna itu aku tidak ingin kamu ikut bersama dengan ku".


"Ah.. Ayolah tuan Lucas yang terhormat, aku tidak ingin dirumah terus. Aku ingin bekerja dan terus bersama dengan mu. Please, tolong izinkan aku bersama dengan mu mmmm".


Lucas tersenyum, "Terserah kamu saja".


"Benarkah?".


"Mmmmm".


"Wah.. Terima kasih sayang, kalau gitu aku siap-siap dulu uummcchh" senang Marisa mencium bibir Lucas dengan sekilas langsung keluar dari dalam sana menuju kamar mandi.


.


Setibanya Lucas dan Marisa di depan gedung Asian group. Dengan mata membulat Marisa melihat Lucas, "Kenapa kita kemari? apa kamu akan bekerja disini?".


"Ayo" jawab Lucas berjalan duluan melihat beberapa pegawai menunduk kepadanya. Sedangkan Marisa yang belum mengerti, ia hanya bisa mengikuti langkah kaki Lucas tampa banyak bertanya. Kemudian ia melihat di depan pintu aula ada dua pria tegap berjas hitam putih langsung membukakan pintu untuknya dan juga Lucas.

__ADS_1


Lalu ia melihat semua ruangan tersebut telah di penuhi para petinggi-petinggi Asian group.


"OMG" Kaget Marisa begitu kamera tertuju kepada Lucas sambil melihatnya berjalan menaiki anak tangga panggung. "Sedang apa dia kesana?".


"Selamat pagi" ucap Lucas.


"Pagi" Balas mereka dengan serentak.


"Terima kasih untuk hari ini. Mulai dari sekarang dan sampai seterusnya, saya yang akan memimpin perusahaan ini. Saya mohon kerja samanya untuk kalian" setelah itu Lucas turun dilanjut oleh pimpinan yang lainnya. Lalu Lucas keluar dari dalam sana, dengan langkah panjang Marisa segera mengikutinya dari belakang.


"Tunggu, tuan tunggu" tahan Marisa dengan nafas ngos-ngosan. "Maksudnya tadi apa? kenapa mereka..


"Lucas" potong seseorang memanggil namanya dari belakang. "How are you?".


Lucas tersenyum, "Baik. Bagaimana dengan tuan Robert? lama tidak berjumpa".


"Baik Lucas seperti yang kamu lihat sekarang ini. Terima kasih sudah mau bergabung di Asian group. Semoga kamu betah disini".


"Terima kasih tuan".


"Sama-sama. Nanti kita lanjut lagi di jam makan siang. Kami akan menunggu mu".


"Iya tuan" angguk Lucas. Kemudian Lucas melihat Marisa yang berada di belakangnya, "Ayo".


.


Begitu Dilan berhasil menjadi CEO di perusahaan Hanju group. Dengan bangganya ia mendudukkan diri diatas kursi kebesarannya dengan kaki diatas meja. "Dilan, lihatlah perjuangan mu tidak sia-sia selama ini hahahha..


Ceklek!


Dilan melihat ke ambang pintu, dengan kening mengerut ia bertanya, "Kamu siapa?".


Reza tersenyum, "Boleh saya duduk? wah.. Ruangan ini seketika berubah setelah Lucas meninggalkannya. Bagaimana perasaan mu setelah Lucas pergi? sepertinya kamu bahagia sekali".


Dilan mengepal tangan, ia berjalan mendekati Reza dengan tatapan tajam, "Aku bertanya siapa kamu?".


"Hahahah.. Kamu tidak mengingat ku? ck, sayang sekali. Reza, nama ku Reza. Apa kamu masih tidak mengingatnya?".


"Haahhh.. Aku tidak mengenal mu siapa. Sebaiknya kamu pergi saja sebelum aku menyuruh security menyeret mu dari ruangan ini".


"Baiklah kalau kamu tidak mengenal ku lagi. Maaf sudah menganggu waktu mu yang sangat berharga. Permisi" ucap Reza menatapnya dengan senyum menyeringai.


"Sial!" umpat Dilan. Setelah itu ia keluar, ia melihat sekretarisnya sedang sibuk dengan pekerjaannya. "Cari tau siapa pria tadi. Saya tunggu 10 menit".


"Baik tuan".

__ADS_1


Lalu Dilan masuk kembali ke dalam ruangannya, dengan rasa amarah yang masih ia rasakan ia mencoba-coba mengingat siapa Reza sebenarnya. Tetapi ia tidak bisa menemukan jawaban hingga waktu 10 menit telah berlalu.


Tok.. Tok..


"Masuk!" jawabnya.


Ceklek!


"Ini tuan yang tadi tuan minta".


"Mmmmm, kamu boleh pergi".


"Permisi tuan".


Dilan pun segera membukanya, ia melihat semua biodata yang mengenai Reza. Namun halnya masih sama saja, ia tidak bisa menemukan siapa Reza sebenarnya. "Siapa dia? kenapa dengan lancangnya dia berkata seperti itu kepada ku?" gumam Dilan membuka ke lembar berikutnya. Disana ia langsung melihat kalau Reza salah satu investor besar di perusahaannya. "Sial. Sepertinya ini orang terlihat sangat dekat dengan Lucas. Apa dia akan berencana mengembalikan Lucas ke posisinya semula? tidak, ini tidak bisa di biarkan. Aku tidak akan pernah meninggalkan ruangan ini, sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkannya".


DDDDRRRTTTT... DDDRRRTTTTT...


"Ada apa? aku sedang sibuk".


"Kamu kenapa Dilan? apa semuanya tidak berjalan dengan lancar? aku dan mama Vina sedang perjalanan menuju ke kantor mu. Kamu baik-baik saja?" tanya balik Kirana yang sedang berada di sebuah toko kue bersama dengan sang ibu mertua.


"Hhhmmsss.. Aku baik-baik saja" jawab Dilan mematikan ponselnya.


Kemudian Vina bertanya, "Ada apa sayang? kenapa wajah mu terlihat murung seperti itu?".


"Tidak apa-apa ma. Mama sudah membelinya?".


"Sudah ayok".


"Iya ma".


Sesampainya mereka di dalam loby gedung Hanju, para pegawai yang melihat Vina dan Kirana pun langsung menunduk memberi salam kepada mereka. "Selamat pagi nyonya".


"Mmmmmm" gumam Vina dengan sombongnya, lalu mereka memasuki lift.


Kemudian mereka yang berada di dalam loby melihat Vina dan Kirana telah memasuki lift langsung bergosip. "Wah, istri tuan Dilan cantik sekali yah".


"Iya, aku dengar-dengar dia putri seorang pengusaha kaya raya juga".


"Tentu saja dia seorang putri pengusaha kaya raya. Kalau enggak salah dia putri dari tuan Malik pemilik hotel A".


"Iya, aku dengarnya kemarin seperti itu juga. Luas bisa, mereka dipertemukan sama-sama yang sempurna. Terus bagaimana dengan tuan Lucas?".


"Kita juga tidak tau bagaimana nasib tuan Lucas saat ini".

__ADS_1


__ADS_2