Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 74


__ADS_3

Setelah selesai menganti pakaian, Lucas segera keluar dari dalam sana dengan setelan pakaian pantai. "Wah, bagus juga di tubuh mu. Ayo".


"Apa kamu sudah membayarnya?".


"Sudah. Ayo buruan aku sangat lapar sekali atau enggak sekalian ajak kita ngajak mereka berdua? siapa tau mereka juga lapar".


"Terserah kamu saja".


"Kalau gitu aku akan menanya Flora apa di lapar juga atau tidak" ucap Marisa mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Lalu menghubungi nomor ponsel sang sahabat yang sedang berada di atas perahu, "Hallo Ra. Kami mau mencari makanan, kalian berdua mau ikut apa enggak?".


Begitu Marisa mematikan ponselnya, Lucas melihatnya. "Bagaimana?".


"Kita tunggu saja. Mereka juga mau".


"Mmmmm" gumam Lucas langsung keluar disusul oleh Marisa. Tidak menunggu beberapa lama kemudian, Flora dan Jose pun telah berada di hadapan mereka. "Ayo".


Kemudian Marisa mendekati Flora sambil merangkul lengannya, "Bagaimana? apa hari ini kamu merasa bahagia setelah kamu berada di dalam perahu itu bersama dengan Jose?".


Flora tersenyum, "Mmmm, sepertinya bayi ku sangat menyukai dia. Gimana yah, rasanya sangat menyenangkan sekali hehehe".


"Benarkah Ra?".


"Sshhueett.. Suara mu dikecilkan Sa, aku tidak mau dia mendengar percakapan kita".


"Wah.. Selamat Ra, aku bahagia sekali mendengarnya. Terus apa yang tadi kalian bicarakan saat berdiri di bibir pantai?".


"Entahlah.. Aku jadi pusing. Dia meminta ku menunggu".


"Maksudnya?".


"Dia berencana menikahi ku Sa".


"Hey.. Bagus dong kalau dia mau menikahi mu. Itu artinya kamu akan hidup bahagia bersama dengan buah cinta kalian. Bukankah begitu?".


"Aku masih waras ya Risa. Siapa juga yang mau jadi bahan makian keluarganya? sorry Sa, cukup keluarga Reza saja yang pernah memakiku sampai ke ubun-ubun. Ais, mengingatnya saja membuat ku benci dengan keluarga itu lagi".


"Terus, mau kamu apa sekarang kalau kamu enggak mau di nikahi oleh Jose? jarang-jarang loh ada pria yang mau bertanggung jawab seperti dia. Sebaiknya kamu pikirkan lagi, nanti kamu menyesal telah menyia-nyiakan perjuangan dia untuk menikahi mu".

__ADS_1


"Ck, aku juga enggak tau harus bagaimana Sa. Lalu bagaimana dengan mu?".


"Kenapa dengan ku?".


"Bagaimana dengan keluarga besar tuan Lucas, apa yang akan kamu lakukan kalau sampai mereka tau kalian berdua sudah menikah? apa kamu akan pergi meninggalkannya atau tuan Lucas yang akan pergi meninggalkan mu?".


"Kami berdua akan sama-sama berjuang untuk mempertahankan pernikahan ini. Jadi aku tidak perlu merasa khawatir kalau sampai mereka tau, kamu tau sendiri atas restu siapa kami menikah".


"Iya sih. Terus apa kamu sudah tau kalau tuan Lucas sudah mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO?".


"Apa?" kaget Marisa menghentikan langkahnya melihat kearah Lucas dan Jose yang sudah menjauh dari hadapan mereka berdua. "Ra, kamu serius kalau dia sudah mengundurkan diri dari jabatannya?".


"Mmmmm, emang dia tidak memberitahu mu Sa? aku juga baru tau tadi dari Jose".


"Dia tidak memberitahu ku Ra, makanya aku tidak tau kalau dia sudah mengundurkan diri. Lalu apa yang akan dia lakukan?".


"Kamu tanya sendiri nanti, lebih baik kamu tau dari dia dari pada kamu tau dari ku".


"Maksud kamu?".


"Disana" jawab Marisa.


.


Ceklek!


"Selamat da-tang!" kaget si pelayan restoran tersebut melihat Lucas dan Jose membuka pintu restoran mereka dengan mata berbinar-binar. "Selamat datang di restoran kami tuan, silahkan masuk" ucapnya dengan sangat ramah mengikuti mereka dari belakang. "Menunya silahkan di pilih tuan".


"Mmmmmm" gumam Jose menerima dari tangannya. Sedangkan Lucas yang tidak melihat Marisa dan Flora bersama dengan mereka membuat ia keluar dari dalam restoran. Setelah itu Jose memberitahu si pelayan untuk segera menyiapkan semua jenis makanan laut yang ada di daftar restoran mereka.


"Kalau gitu tunggu sebentar ya tuan. Kami akan segera membawanya. Bdw tuan yang satu lagi mau kemana?" namun melihat tatapan Jose yang sedang melihatnya dengan mata memicing membuat ia tersenyum sungkan langsung pergi. "Maaf, permisi" tunduknya.


Setelah itu Jose melihat mereka bertiga telah masuk kedalam restoran tersebut, dengan senyum mengembang di wajahnya ia melihat Flora tiba-tiba memalingkan wajahnya saat tatapan mata mereka berdua bertemu. "Dia cantik sekali di saat seperti ini" gumam Jose menyuruh Marisa membiarkan Flora duduk di sampingnya. Lalu ia bertanya, "Kenapa kalian bisa ketinggalan?".


"Langkah kaki mu terlalu panjang sampai kami tertinggal di belakang".


"Jadi, harus aku mengurangi kecepatan langkah kaki ku?" senyum Jose menggodanya.

__ADS_1


"Tidak perlu. Apa kamu sudah memesannya? sepertinya aku lapar".


"Mmmmm, aku sudah memesannya. Sebentar lagi mereka akan mengantarnya. Atau kamu haus? aku akan membeli botol minum".


"Boleh".


"Tunggu sebentar, aku akan mengambilnya" ucap Jose membuat Lucas melihatnya dengan kening mengerut. Setelah Jose berhasil mendapatkannya, ia memberikan di tangan Flora, tapi sebelumnya ia sudah membuka penutup botol minum tersebut. "Minumlah".


Flora tersenyum, "Terima kasih".


"Mmmmm" senang Jose duduk kembali diatas kursinya melihat Lucas yang sedang melihatnya dengan wajah keheranan. "Kenapa kamu melihat ku seperti itu Lucas?" lalu Lucas tertawa kecil kepada Marisa yang berada di sebelahnya.


"Sayang...


"Uhuk.. uhuk.. uhuk..." batuk Marisa yang ketepatan meminum botol minum yang Flora berikan kepadanya.


Dengan khawatir Lucas pun langsung menepuk punggungnya, "Kamu baik-baik saja?".


"Hhmmsss.. Aku baik-baik saja" jawab Marisa melap bibirnya. Kemudian melihat Jose dan Flora yang sedang tersenyum kepada mereka berdua, "Kenapa kamu memanggil ku sayang? sajak kapan kata-kata itu tiba-tiba terlintas di pikiran mu?".


Lucas mengernyitkan dahi, "Maksud kamu?".


"Tidak usah. Lupakan saja" jawab Marisa melihat beberapa pelayan disana membawakan pesanan mereka. "Terima kasih Mbak".


"Sama-sama nona".


Lalu Flora melihatnya dengan mata berbinar-binar, "Wah Risa.. Kamu ingat enggak terakhir kali kita makan ini bareng Reza? Astaga, aku enggak nyangka kalau kita akan memakan ini lag.." gantung Flora begitu ketiga orang itu menatapnya dengan tatapan tidak suka. "Hahahah, maaf. Aku tidak bermaksud membua..


"Hahahha.. Lebih baik kita makan saja. Aku sudah sangat lapar sekali" tawa Marisa menghentikan Flora. Namun Lucas dan Jose yang masih menunjukkan ekspresi tidak suka membuat Marisa dan Flora menghela nafas sambil geleng kepala. "Kalau gitu, bagaimana kalau aku mengajaknya saja kemari?".


"Yah..!" bentak Lucas seketika membuat mereka berdua terkejut.


"Astaga" kaget Marisa menyentuh dada. "Ada apa dengan mu sampai kamu marah seperti itu kepada ku? jantung ku hampir mau copot. Padahal aku hanya ingin mengajak dia saja berkumpul dengan kita. Bukankah dia sahabat kalian juga?".


"Hentikan Risa" balas Jose. "Jangan membuatnya marah. Sebaiknya kita makan saja tampa harus menyebut namanya".


"Oo, ya sudah" angguk Marisa mengalah.

__ADS_1


__ADS_2