
Di depan apertemen, Flora telah menunggunya seorang diri. Begitu ia sampai disana, ia langsung melihat Flora dari atas sampai bawah, "Wah, ada apa dengan mu hari ini Ra? kamu cantik sekali".
"Bagaimana Sa? apa aku masih terlihat langsing?".
"Hahahaha" tawa Marisa. "Lumayan sih, tapi ada baikkan jangan kamu kenakan pakaian ketat itu lagi, kasihan bayi yang ada dalam kandungan kamu. Ayo masuk".
"Mmmmm" angguk Flora. Marisa pun segera menjalankan mobilnya pergi dari sana menuju pantai yang tadi Flora bicarakan. "Oh iya Sa. Apa sebaiknya aku memberitahu keluarga ku kalau aku sedang hamil? tapi aku sangat takut kalau sampai ibu ku jatuh sakit mendengar kabar ini. Kalau ayah paling akan pergi berjudi atau minum, terus adik-adik ku, mereka pasti sangat kecewa kepada ku dan kalau sampai kabar ini ke tetangga, aku enggak tau lagi rasa malu apa yang akan mereka tanggung".
"Tunggu dulu Ra. Sebelum kamu memberitahu mereka, sebaiknya kamu pikirkan matang-matang dulu. Apa kamu tidak berniat meminta kepada Jose untuk bertanggung jawab? dia harus melakukan sesuatu, jangan cuman kamu saja yang menanggungnya".
"Apakah aku harus melakukannya Risa? tapi aku enggak tau cara mengatakan kepadanya. Aku takut dia malah berpikir kalau aku hanya memanfaatkan dia saja".
"Jangan khawatir, aku ada bersama mu. Nanti aku akan coba bicara kepadanya. Terus, bagaimana dengan perasaan mu kepada Jose? apa kamu masih mencintainya?".
"Mmmmm, tapi aku tidak akan meminta dia untuk menikahi ku, aku hanya ingin dia bertanggung jawab dengan bayi ini. Tolong katakan itu saja kepada dia Sa".
"Kamu yakin itu saja?".
"Iya".
"Baiklah, aku mengatakan itu kepadanya" ucap Marisa hingga kini mereka telah tiba dipantai. Dengan senyum mengembang di wajah mereka berdua, Flora berlari kearah bibir pantai sambil berteriak sekencang-kencangnya. "Berteriaklah sampai kamu puas" Marisa berjalan menghampirinya. "Wah, sudah sangat lama sekali aku tidak pernah kemari lagi".
"Aku juga, terakhir kita kemari 8 bulan yang lalu dan sekarang pantai ini terlihat begitu banyak perubahan. Lihat kesana Sa, aku mau ingin naik perahu itu".
"Kamu yakin mau naik itu?".
"Mau, pasti menyenangkan sekali.." gantung Flora mendengar ponsel Marisa berdering. "Siapa Sa?".
"Lucas. Tunggu sebentar yah" jawab Marisa menggeser tombol hijau. "Aku sedang berada di pantai bersama dengan Flora. Kamu dimana?".
__ADS_1
"Sedang apa kamu disana?".
"Tadi Flora mengajak ku kemari karna bosan dirumah terus. Apa kamu tidak berencana datang kemari?".
"Tidak".
"Kemarilah, aku ingin liburan bersama mu. Disini terlalu banyak pria, aku merasa kurang nyaman karna mereka sedari tadi menggoda ku dengan Flora".
"Kalau gitu kalian pulang saja".
"Ck, kamu menyebalkan sekali. Ya sudah kalau kamu enggak mau, setidaknya kamu suruh Jose datang kemari, sepertinya liburan ini akan jauh lebih menyenangkan kalau Jose bisa datang kemari. Aku tutup" kesal Marisa mendekati Flora kembali yang sedang mengambil beberapa gambar yang akan dia kirim ke ponsel keluarganya. "Apa kamu akan mengirimnya?".
"Iya Sa. Aku yakin mereka pasti sangat bahagia sekali melihat aku sedang pergi liburan bersama dengan mu. Kemarilah, aku akan mengambil gambar kita berdua".
"Ooo" angguk Marisa mengangkat tangan kanannya menunjukan✌️dengan jarinya. "Coba lihat Ra. Wah, aku terlihat sangat cantik hehehe.. Sekalian juga kirim ke ponsel ku ok".
"Mmmmm, aku sudah mengirimnya".
"Thank you Ra" senang Marisa membuka ponselnya. "Cantik sekali, aku akan membuatnya pp di w.a ku. Apa mereka sudah melihatnya Ra?".
"Kita tunggu sebentar lagi ya Ra. Seseorang sepertinya sedang menuju kemari".
"Siapa?".
"Nanti kamu tau sendiri. Kita tunggu saja disana. Kamu mau minum es kelapa? aku akan membelinya".
"Boleh. Tapi siapa yang mau datang Sa".
"Aku sudah bilang nanti kamu akan tau sendiri. Aku tinggal sebentar yah".
"Jangan bilang itu Reza atau..
"Tidak" balas Marisa menjauh darinya menemui si penjual es kelapa. "Bg, es kelapanya dua yah".
__ADS_1
"Siap nona. Mau ditunggu, atau nanti di antar?".
"Ditunggu saja bang, teman saya sudah sangat kehausan sekali" jawab Marisa mengatakan dirinya sendiri. Begitu si penjual es kelapa memberikan ditangannya, Marisa tiba-tiba merasakan kalau tangannya sedang di elus oleh si penjual yang malah mengedipkan sebelah mata kepadanya membuat Marisa ketakutan. "Ha-harganya berapa bg?".
"Tidak usah di bayar nona. Untuk nona aku berikan grat..
"Tidak, ini bayarnya. Terima kasih" potong Marisa langsung memberikan uangnya setelah itu ia pergi dari sana menghampiri Flora. "Ra, laki-laki itu kurang ajar sekali".
"Maksud kamu?".
"Mmmmm, bagaimana bisa dia dengan sengaja menyentuh tangan ku saat dia memberikan es kelapa ini. Dan kurang ajarnya dia malah mengedipkan sebelah mata, rasanya aku ingin mencucuk kedua matanya. Hhmmsss".
"Apa? kurang ajar sekali dia" geram Flora melihat kearah si penjual. "Apa aku perlu menegurnya Sa? dia itu harus di beri pelajaran agar dia tidak seperti itu juga kepada pelanggan lainnya".
"Sudahlah Ra, biarkan saja. Sepertinya dia itu sedikit tidak waras".
"Kamu yakin?".
"Mmmmm".
Sedangkan Lucas dan Jose yang baru tiba di pantai, mereka segera keluar dari dalam mobil menggunakan kaca mata hitam sampai membuat para wanita yang berada disana seketika terpesona tampa berkedip melihat ketampanan Lucas dan Jose. Kemudian Lucas menghubungi nomor Marisa, "Kalian dimana? aku dan Jose sudah tiba disini".
"Oo, kamu benar-benar datang?" kaget Marisa tersenyum bahagia memutar tubuhnya kearah belakang. "Kami ada di bibir pantai, dekat penjual es kelapa yang tidak jauh dari parkiran. Apa aku perlu kesana menghampiri kalian?".
"Tidak usah, kami akan kesana".
"Mmmm, kami akan menunggu" lalu Marisa melihat Flora yang sedang mengernyitkan dahi. "Mereka sudah datang Ra".
"Siapa Sa?".
"Lucas datang kemari bersama dengan Jose Ra" jawab Marisa kegirangan. "Ayo kamu.. Aku yakin kamu pasti senang, iya kan?".
"Tidak" jawab Flora tampa ekspresi menyambar es kelapanya itu kembali. "Lagian kenapa kamu menyuruhnya datang kemari? aku sedang tidak ingin melihatnya".
__ADS_1
"Kamu serius enggak ingin melihatnya Ra? Oo, itu mereka sudah datang. Lucas, disini" teriak Marisa melambaikan tangan kepada mereka. Lalu ia merangkul lengan Lucas, "Aku pikir kalian tidak akan datang, tapi nyatanya aku salah. Terima kasih sudah membawa Jose kemari" bisik Marisa tersenyum. "Kalau gitu kami tinggal kalian berdua yah. Ra, semangat. Ayo".
Begitu Lucas dan Marisa pergi dari sana, Jose pun langsung mendudukkan diri diatas kursi yang tadi Marisa duduki. Kemudian melihat Flora yang sedang melihat kearah ombak Laut, lalu Jose tersenyum membuat Flora merasa kalau Jose sedang mengejeknya. "Kamu menyukai pantai? aku juga sangat menyukai pantai sejak aku kecil. Dulu aku sering datang kemari bersama dengan paman ku, tapi karna suatu hari paman ku mengalami kecelakaan yang merengut nyawanya aku jadi jarang datang kemari".