Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 80


__ADS_3

Kemudian Jose berusaha bangkit berdiri sambil menyentuh sudut bibirnya yang terluka dengan darah yang menempel disana. "Apa ini ulah Raniya?".


PPPLLAAKKK...


"Laki-laki bodoh" tamparnya kembali di wajah Jose. "Papa tidak mau tau, kamu harus meninggalkan wanita itu dan segera menikahi Raniya. Besok kami akan membicarakan pernikahan kalian" setelah itu ia pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Lalu Jose tertawa sumbang sembari mengepal tangan meluapkan rasa amarah yang berada dalam hatinya. "Sial, bagaimana bisa dia mempermainkan ku? aku pikir dia wanita baik.. Ternyata.. Aarrkkhhhh. Lihat saja, kamu sendiri yang memulai, maka aku akan mengikuti semua keinginan mu".


DDDRRRRTTTTT... DDDRRRRTTTTT...


"Hallo!" jawab Jose.


"Kamu dimana?".


Mendengar suara tersebut membuat Jose langsung melihat layar ponselnya. "Flora. Iya, ada apa?".


"Kamu dimana? bisakah kamu datang kemari? Marisa sedang berada di dalam rumah ku, aku takut tuan Lucas mencarinya".


"Baiklah, aku akan kesana".


"Mmmmm" sambil menunggu Jose tiba di apartemennya. Ia melihat wajah lelah Marisa yang kini sudah tertidur diatas sofa. "Risa, kamu baik-baik saja?".


"Aku baik-baik saja Ra. Kenapa kamu menelpon Jose? aku sudah katakan kepada mu kalau aku akan tidur di rumah mu malam ini. Aku tidak akan pulang".


"Kalau pun dia marah, harusnya kamu jangan balik marah kepadanya. Ya aku sebagai teman kamu akan selalu membela mu, tapi kalau dipikir-pikir kamu juga salah sudah mengambil alih pekerjaannya meskipun kamu tidak ada niat yang lain-lain. Sekarang pulanglah, aku yakin tuan Lucas pasti sangat mengkhawatirkan kamu".


"Hiks.. Kamu sama saja jahatnya dengan dia hiks.. Kamu bukannya membela ku, kamu malah membelanya hiks..".


"Astaga Risa.. Ada apa dengan mu? aku tidak membelanya, aku hanya tidak mau kalau dia sampai mengkhawatirkan mu. Kamu mau tuan Lucas mendatangi rumah mu? terus itu dia akan memberitahu om sama tante kalau..


Tok.. Tok..


"Sepertinya Jose sudah datang. Tunggu sebentar".


Ceklek!

__ADS_1


"Astaga!" kaget Flora melihat pria yang sedang berdiri dihadapannya itu. "Tuan Lucas?" kemudian Jose muncul di hadapannya. "Loh, wajah kamu kenapa seperti itu. Kamu baik-baik saja?".


Jose tersenyum, "Aku baik-baik saja".


"Benarkah? silahkan masuk tuan. Marisa ada disana" tunjuk Flora membawa mereka kearah Marisa yang kini malah tidur di atas lantai. "Astaga Risa..


"Biar aku saja" ujar Lucas menahan tangan Flora. Kemudian Lucas berjalan mendekatinya, ia melihat wajah Marisa yang sudah memerah akibat mabuk. lalu ia membawa tubuh Marisa kedalam pelukannya. "Risa.. Risa... Risa..!" panggilnya sampai tiga kali. Namun bukannya menjawab Lucas, Marisa malah tersenyum mengulurkan tangannya di wajah Lucas.


"Heheheh.. Kamu sudah datang Jose?".


"Ini aku" jawab Lucas.


"Aku tau itu kamu, tadi Flora memberitahu ku kalau kamu datang kemari. Tapi maaf Jose, aku tidak akan pulang, aku akan tidur disini, karna saat ini aku sedang marah kepada dia".


"Dia siapa?".


"Siapa lagi kalau bukan teman kamu itu. Aku ingin sekali menggigitnya sampai di menjerit kesakitan. Bajingan".


"Astaga Risa" kaget Flora.


"Ck, Risa" gumam Flora mencari cara untuk menghentikan Marisa, hingga akhirnya Lucas membawanya pergi dari sana. "Tuan".


"Terima kasih. Aku akan membawanya pulang".


"Ah-iya tuan" angguk Flora mengantar sampai pintu. Kemudian Jose menaikkan semua botol yang berada di atas lantai ke meja. Flora melihatnya sambil mengambil sebuah kota obat di dalam lemarinya. "Lihat kemari".


"Kenapa?".


"Luka kamu harus di obati" jawab Flora menyentuh wajahnya. "Apa rasanya sangat sakit?".


"Mmmmm, rasanya sangat sakit sampai aku tidak tahan menahan rasa sakitnya".


Flora tersenyum geleng kepala, "Kamu terlalu banyak mengarang cerita" Flora menuang alkohol di dalam kapas. "Rasanya akan sangat perih, kamu bisa menahannya?".


"Aku akan menahannya demi kam.. Ah" kaget Jose begitu Flora menekannya sedikit cukup kuat. "Itu sangat sakit Ra".

__ADS_1


"Maaf, aku sudah mengatakan kepada mu kalau rasanya akan sangat sakit. Jadi bertahanlah" setelah ia selesai, ia tersenyum tulus melihat Jose yang kini menatapnya dengan tatapan sendu. "Kenapa kamu sampai terluka seperti ini?".


Jose terdiam selama lima menit, lalu ia mencoba menyentuh wajah Flora, "Sepertinya aku benar-benar sangat mencintai mu".


"Hentikan. Jangan sampai kamu mencintai ku, kamu akan terluka dengan keputusan itu. Jose, sebenarnya aku tau kamu terluka karna apa. Sebaiknya kamu berhenti, jangan memaksakan kehendak mu sendiri. Itu sama saja kamu melukai aku dan bayi kita. Jadi aku mohon berhentilah memikirkan aku apalagi mencoba memiliki aku".


"Demi kamu dan bayi kita aku akan melakukan segala cara untuk memiliki kalian berdua".


"Terima kasih. Tapi itu akan lebih menyakiti kami Jose".


"Lalu apa yang harus aku lakukan? seandainya aku menikahi wanita lain. Apa yang akan terjadi dengan mu dan bayi kita? aku tidak mau kamu di miliki orang lain".


"Mungkin sekarang kamu mengatakan itu benar-benar dari sini. Tapi, aku juga tidak mau kamu menderita hanya karna aku, jika kamu benar-benar sudah menikah nanti dengan dokter itu, sedikit demi sedikit kamu akan melupakan aku".


"Tidak semudah itu Flora".


"Akan mudah kalau kamu mau berusaha".


"Itu tidak akan pernah terjadi dan wanita itu juga tidak mencintai ku, dia mencintai pria lain yang tidak aku tau siapa pria itu. Tetapi dia saat ini sedang berusaha untuk menjatuhkan ku dan melibatkan semua kesalahan itu kepada ku".


"Hhmmsss.. Aku tidak tau harus berkata apa lagi. Tapi sebaiknya kamu pikirkan lagi sebelum kamu menyesal. Aku juga tidak mau kejadian yang sudah pernah terjadi terulang lagi kepada ku".


"Maksud kamu?".


"Dulu waktu aku berpacaran dengan Reza, pihak keluarganya sangat menentang hubungan kami berdua sampai-sampai keluarga ku yang berada di kampung terkena makian. Karna itu aku tidak mau kamu melakukan hal yang sama yang dulu pernah Reza lakukan".


Jose menutup mata, dengan nafas berat ia menarik Flora kedalam pelukannya. "Jika akhirnya seperti ini. Kenapa aku harus bertemu dengan mu? dan kenapa aku harus mencintai mu? apa yang harus aku lakukan? aku tidak ingin meninggalkan mu. Aku hanya ingin memiliki mu".


"Aku juga merasakan apa yang kamu rasakan, tapi demi aku dan bayi kita kamu harus mengalah. Jangan sampai keluarga mu mengusik aku dan bayi ini".


"Lalu bagaimana dengan mu?" Jose melepaskan pelukannya menatap manik mata Flora. "Wanita yang pernah di cintai seorang pria tidak akan rela kalau ia melihat wanita itu bersama dengan pria lain. Jadi itulah alasan aku tidak bisa melepaskan mu".


"Sebelumnya, apa kamu sudah pernah merasakan hal ini? jika kamu berkata sedemikian, lihatlah Reza yang kini sudah.." gantung Flora begitu Jose mencium bibirnya.


Setelah itu Jose mencium keningnya, "Aku berjanji akan melakukan segala cara, aku mohon percayalah kalau aku tidak akan pernah meninggalkan mu".

__ADS_1


__ADS_2