
Marisa membulatkan mata, ia melihat Lucas benar-benar sudah diambang kenafsuan begitu Lucas berhasil menanggalkan satu persatu pakaiannya. Kemudian Lucas menyentuhnya dengan lembut memberikan sebuah kecupan yang membuat Marisa mengeluarkan suara des*han itu kembali. "Lagi.." senyum Lucas mencium leher Marisa.
"Aaahh... Aakkhhhh... He-hentikan Lucas, aku belum mandi" tahan Marisa melihat Lucas. "Aku belum mandi, biarkan aku mandi dulu mmmmm" Lucas menggeleng tanda ia tidak setuju menggigit kuping Marisa yang sedari tadi bermerah menahan rasa malu yang dari tadi ia tahan membuat Marisa mengeluarkan suara erangannya lagi.
Kemudian Lucas menciumnya sambil menggigiti bibir Marisa yang sangat ranum hingga kini tubuh Marisa terlihat jelas dikedua mata Lucas tampa dibaluti sehelai benang apa pun. Lalu Lucas tersenyum, ia mengulurkan tangan kenannya mulai dari kewanitaan Marisa sampai buah dada leher bibir, "Kamu begitu menggoda ku, aku akan memulainya sampai mata hari terbenam" bisik Lucas menimpah tubuh Marisa. Namun sebelum ia memulai, Lucas terlebih dahulu menciumi ****** buah d*da Marisa yang sedari tadi menegang membuat Marisa lagi-lagi mengeluarkan suara erangannya sambil meneriaki namanya.
"Lagi.. Ayo lagi sayang" ujar Lucas semakin melum*tnya dengan rakus melebihi seorang ibu menyusui anaknya. Begitu juga dengan tangan kanan Lucas yang tidak mau tinggal diam berada di kewanitaan Marisa semakin membuat tubuh Marisa bergejola menikmati setiap sentuhan tangan Lucas. Lalu Lucas menanggal boxer yang tadi ia pakai, kejantanan Lucas yang sedari tadi menegang begitu sempurna dimata Marisa membuat ia menelan ludah dengan pipi merona.
"OMG, kenapa dia perkasa sekali?" teriak Marisa dalam hati.
"Kenapa?".
"Hhhmmm? apa?".
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?".
"Hahh.. Hahahhaha.. Emang aku melihat apa?" tawa Marisa menarik selimut mencoba menutupi tubuhnya, tetapi Lucas dengan cepat langsung menahan kedua tangan Marisa sambil merentangkan kedua kakinya hingga Marisa dapat merasakan kejantanan Lucas yang mengeras. Lalu Marisa tersenyum, ia mencoba memberanikan diri menyentuh kedua pipi Lucas dengan lembut, "Boleh tidak aku bertanya?".
"Nanti saja begitu aku selesai".
"Hhhmmm?" Lucas mencium bibirnya kembali, dengan lembut Lucas mulai mengesek-gesekkan kejantanannya hingga secara perlahan ia mulai menancapkan di kewanitaan Marisa membuat ia merasa sakit. "Ah, sakit" ringis Marisa manahan dada Lucas.
Lucas berhenti, ia melihat Marisa menutup mata menahan dadanya. "Sakit, rasanya sangat sakit. Aku mohon tolong lakukan dengan lembut".
"Aku akan melakukannya dengan lembut" jawab Lucas mencium lehernya. Setelah itu ia melanjutkannya.
.
Hingga kini matahari sudah terbenam, Marisa melirik ke arah Lucas yang masih terlalap dalam tidurnya akibat kelelahan. Ia menuruni tempat tidur, dengan rasa sakit yang masih ia rasakan Marisa mencoba melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kemudian Marisa melihat bekas noda merah di selangkangannya membuat ia merasa ngilu. "Astaga, kenapa sampai sekarang setiap kali aku melihat darah, rasanya sangat ngilu" gumam Marisa memasuki bathup yang sudah terisi dengan air hangat. "Hhhmmsss.. Ini sangat nikmat" tampa ia sadari ia malah terlelap dalam kamar mandi.
Lalu Lucas membuka mata, ia melihat kesamping tidak menemukan Marisa. Dengan tubuh yang masih lelah, Lucas memanggil Marisa, namun tidak ada jawaban dari yang empunya nama. "Dia kemana?" setelah itu Lucas memasuki kamar mandi dan ia langsung melihat Marisa sedang terlelap di dalam bathup. "Marisa?" kaget Lucas berjalan mendekatinya. "Risa" panggilnya sedikit khawatir kalau sesuatu terjadi kepadanya. "Risa" panggilnya lagi.
"Haahh?" kaget Marisa membuka mata.
Lucas menariknya, ia langsung menyentuh wajah Marisa, "Kamu baik-baik saja?".
"Astaga kenapa aku malah tertidur disini? aku baik-baik saja hahaha.. Maaf sudah membuat mu khawatir" jawab Marisa malah tertawa menunjukkan gigi ratanya. "Ah, bisakah kamu mengambilkan handuk itu untukku atau tidak bolehkah kamu keluar sebentar?" Lucas melihatnya dengan kening mengerut. "Ya sudah, kalau gitu bisakah kamu melihat kesana?".
__ADS_1
"Kenapa? apa kamu malu?".
"Tidak, ya sudah kalau kamu tidak mau" Marisa segera keluar dari dalam bathut dengan tubuh polos membuat Lucas tersenyum menahan tubuhnya. "A-ada apa?" kaget Marisa terjatuh kembali kedalam air.
"Apa kamu sudah menggosok tubuh mu? kalau belum aku akan membantu mu".
"Tidak usah, tadi aku sudah menggos..
"Jangan banyak melawan" potong Lucas ikut masuk kedalam bathup tersebut.
.
Di gedung Hanju group.
Tek.. Tek... Tek...
"Ooo, hujan turun" gumam Flora yang baru keluar dari dalam lift melihat ke luar loby. Kemudian seseorang memanggilnya dari belakang yang tidak lain adalah team satu kerjanya. "Kenapa?".
"Kamu mau pulang?".
"Mmmm, tapi hujan diluar sangat lebat membuat aku tidak bisa berlari ke parkiran".
"Tidak, tapi tadi teman ku meminjamkan mobilnya kepada ku".
"Yah.. Tadi aku ingin mengajak mu makan malam bersama dengan yang lainnya. Tapi mereka lagi ada di toilet, tidak bisakah kamu ikut dengan kami?".
Flora tersenyum, "Maaf sepertinya aku tidak bisa. Lain kali saja yah".
"Oh ya sudah".
"Mmmmm.. Kalau gitu aku duluan".
"Mmmmm" angguknya melihat punggung Flora keluar dari dalam loby. Setelah itu ia pergi menghampiri teamnya yang lainnya, "Flora tidak bisa ikut, katanya lain kali saja".
"Kenapa?".
"Tidak tau. Ya sudah kita pergi saja. Kita masih ada 6 orang".
"Ayo" angguk yang lainnya.
__ADS_1
Begitu Flora berada di dalam mobil, pakaian dan juga rambut panjang Flora tampak basah kuyup karna ia tidak memakai payung. "Huf.. Dingin sekali" lalu Flora mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.
DDDRRRTTTTT... DDDRRRTTTTTT...
"Hallo Sa, aku baru pulang kerja. Apa kamu masih dirumah?".
"Kamu pulang saja Ra. Besok aku akan menjemput mobilnya kekantor".
"Oh ya sudah".
"Mmmmm".
"Siapa?" tanya Lucas mendudukan diri di atas sofa sambil membuka laptop.
"Itu Flora. Tadi pagi aku menyuruhnya membawa mobil ku ke kantor karna dia hampir saja terlambat masuk kerja".
"Mmmmm" gumam Lucas.
"Iya" senyum Marisa melihat Lucas sibuk dengan pekerjaannya. Lalu ia berjalan keluar dari dalam kamar, ia berencana membuatkan sebuah cemilan untuk Lucas. "Oo, kamu belum pulang Rehan? dimana ibu mu? ini sudah jam 8 malam".
"Iya nona, karna diluar hujan sangat lebat. Jadi kami menunggu hujan sampai reda dulu dan ibu lagi pergi ke toilet".
"Oh.. Kamu naik apa nanti pulang kerumah?".
"Seperti biasa naik motor nona".
"Gini saja Rehan, karna ini sudah malam lebih baik kamu dan ibu pulang saja. Saya akan memesan taksi online kemari, ok".
"Tidak usah nona, saya tidak mau merepotkan nona. Paling sebentar lagi hujan akan segera redah, tidak apa-apa".
"Hey, saya tidak merasa di repotkan hanya karna cuman memesan taksi online itu saja Rehan".
"Iya nona, tapi saya tidak enak. Lagian besok kami harus kembali lagi kemari, tidak mungkin kami naik taksi besok nona, sedangkan jarak dari rumah kemari sangat jauh".
"Oh, ya sudah. Semoga hujannya segera reda. Kalau gitu aku tinggal dulu mau mengambil cemilan untuk tuan Lucas".
"Iya nona, tadi saya menaruh buah di dalam kulkas".
"Mmmm, terima kasih" angguk Marisa.
__ADS_1