Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 114


__ADS_3

Kemudian Isabella melihat putrinya itu kembali, "Ada apa Lucas? apa dia tamu kakek kamu?".


"Mmmm, kakek lagi-lagi menjodohkan aku dengan cucu teman lamanya. Kalau gitu aku pergi dulu ma".


"Lucas tunggu. Kamu ikut mama sebentar kesana" Isabella langsung membawanya pergi dari hadapan Kirana yang masih berdiri disana dengan tatapan bingung. Setelah itu ia Isabella menatapnya dengan tatapan serius membuat Lucas merasa sesuatu hal penting ingin sang ibu katakan.


"Kenapa ma? tidak seperti biasanya mama bersikap seperti ini? apa sesuatu terjadi kepada mama?".


Dengan nafas berat Isabella melihat samping kiri kanan mereka berdua, "Lucas kamu jawab mama jujur yah. Sebenarnya apa yang terjadi kepada mu? kemarin mama tidak sengaja melihat mu jalan berdua bersama dengan seorang wanita hamil dan seperti yang mama lihat wanita itu..


"Kapan ma?" potong Lucas terkejut mendengar perkataan sang ibu.


"Kemarin, sekarang jawab mama Lucas ada hubungan apa kamu dengan wanita itu? mama harap, jangan bilang kamu menghamili wanita itu".


"Maaf ma. Kalau mama penasaran soal hubungan ku dengan dia, aku tidak bisa memberitahu mama disini".


"Jadi!".


"Sekali lagi aku minta maaf ma, aku harus pergi dia sedang menunggu ku" begitu Lucas pergi dari hadapannya, dengan tubuh lemas Isabella menyandarkan tubuhnya dia balik tembok sembari mengusap wajahnya kembali dengan kasar.


"Harry, lihatlah kelakuan putra mu. Bagaimana bisa dia menghamili putri orang lain tampa menikahinya hiks? Lucas yang dulu sudah berubah Harry, sekarang Lucas berkelakuan menjadi pria yang bejat Harry hiks.. Apa yang harus aku lakukan? apa yang harus aku lakukan Harry?".


Lalu Mateo ya keluar dari dalam ruangannya, ia melihat sang menantu sedang menangis di balik tembok dengan tubuh bergetar, ia pun berjalan menghampirinya. "Ada apa dengan mu menantu ku? kenapa kamu menangis? apa kamu barusan bertemu dengan Lucas anak bandel itu" tanyanya perduli.


Isabella langsung menyeka air mata, "Tidak pa, aku menangis karena tiba-tiba rindu saja dengan papanya Lucas".


"Benarkah?".


"Iya pa".


"Oh, terus kemana perginya anak itu? dia benar-benar tidak punya sopan santun pergi begitu saja disaat orang tua sedang berbicara".


"Papa kedatangan tamu?".


"Mmmm, papa kedatangan teman kuliah papa yang ada di Prancis bersama dengan cucunya. Kamu bertemu dengan ya tadi?".


"Siapa pa?"

__ADS_1


"Adelia cucunya Burhan?".


"Tadi aku bertemu dengan seorang wanita, apa dia yang bernama Adelia pa?".


"Mmmmm, Kamu menyukai wanita itu? papa berencana menjodohkan Lucas dengannya dan sepertinya Adelia sangat menyukai Lucas meskipun Lucas tadinya bersikap kurang ajar".


"Lalu bagaimana dengan papa? papa menyukai wanita itu? maaf pa kalau boleh aku berkata, berhenti menjodohkan Lucas dengan wanita pilihan papa..


"Apa?" Mateo meninggikan suara.


"Aku sebagai ibunya tidak rela jika Lucas harus menikah dengan keadaan terpaksa pa dan aku yakin Harry juga tidak akan pernah setuju dengan permintaan papa. Sekali lagi aku minta maaf pa, stop mulai dari sekarang mencampuri urusan pribadi Lucas dan biarkan Lucas menikahi wanita pilihan dia kelak nan.. ti. Pa, pa.. Pa tolong dengarkan aku pa" tidak ingin mendengar perkataan sang menantu lagi, Mateo langsung pergi begitu saja dari hadapannya.


Kemudian Kirana menghampirinya, "Ada apa tante ah.." ia malah tiba-tiba merasa kram di bagian perutnya membuat Isabella segera menolongnya.


"Ada apa Kirana? kamu baik-baik saja?".


"Tante, sepertinya aku ingin melahirkan, bayi dalam perut ku aakkkhhh.. Tante, rasanya sakit sekali".


"Baiklah, kita kerumah sakit sekarang juga" lalu Isabella memanggil salah satu pelayan disana untuk segera memanggilkan Dilan suami ya Kirana. Setelah itu ia membantu membawanya ke dalam mobil, namun Dilan yang belum kunjung datang membuat ia tidak tega melihat Kirana yang semakin kesakitan. "Tante, sebaiknya kita pergi saja. Aku tidak tahan lagi, rasanya sakit sekali Aarrkkhhh aarrkkhh".


"Baik-baiklah kita pergi sekarang juga".


Sesampainya Lucas dirumah, ia tau kalau istrinya itu pasti sedang berada di dalam kamar, namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan. "Kemana dia pergi?" ia lalu menghubungi nomor Marisa.


DDDRRRTTTT... DDDRRRTTTT...


"Tuan mencari nona Marisa?" Mendengar suara Rehan dari belakang, Lucas langsung melihat kearahnya. "Tadi nona Marisa pergi sekitar 20 menit yang lalu tuan, tapi..


"Tapi apa Rehan?".


"Sebelum nona Marisa meninggalkan rumah, nona Risa masih sempat berpesan kepada ibu kalau tuan Lucas mengalami kecelakaan di jalan xx. Tapi kenapa tuan bisa berada disini? apa saya benar-benar melihat tuan saya yang sebenarnya?".


"Kurang ajar" dengan marah Lucas langsung berlari. "Tunggu, dia pergi dengan siapa?".


"Saya tidak mengenal ya tuan, tapi nona Marisa pergi bersama dengan seorang wanita dan wanita itu berpakaian baju dokter".


"Bagaimana bisa kamu tau?".

__ADS_1


"Saat itu saya berada di taman depan tuan, namun saya tidak sempat bertanya kemana nona Marisa akan pergi karna saya melihatnya posisi sangat buru-buru sekali. Setelah mobil itu melaju, saya langsung mendatangi ibu dan bertanya kemana nona Marisa pergi".


Lucas mengernyitkan dahi, "Pakaian dokter?".


"Iya tuan".


Lalu Lucas pergi dari sana sambil menghubungi nomor ponsel Jose, tetapi mengingat Jose yang kini berada di bandara membuat ia beralih menghubungi nomor Reza. "Maaf, nomor yang anda tujuh sedang berada di luar jangkauan".


"Sial, kenapa ponselnya Reza sedang tidak aktif?" kemudian Lucas masuki mobilnya, namun sebelum ia meninggalkan rumah, Lucas sedikit berpikir. "Kalau Marisa di jemput oleh seorang wanita dan wanita itu berpakaian jas dokter.. Apa wanita itu..


DDDDRRRTTTT... DDDRRRTTTT...


"Raniya?" kagetnya.


DDDDRRRTTTT... DDDRRRTTTT...


"Ada apa?" tanyanya mendengar suara Raniya sedang tertawa.


"Lucas, coba tebak aku sedang bersama dengan siapa?".


"Siapa? apa kamu sedang bersama..


"Iya, sekarang aku bersama dengan wanita murahan ini. Kamu ingin melihatnya? baiklah aku akan mengirim gambarnya untuk mu".


"Raniya, jangan pernah coba bermain-main dengan ku, kalau sampai kamu kelewatan batas, aku tidak akan segan-segan membunuh mu meskipun kamu pernah menjadi..


"Aku tidak akan perduli Lucas. Karna wanita sialan ini sudah berani merebut mu dari ku, maka aku akan membunuhnya dan juga bayi yang ada dalam kandungannya ini hahahhahah... Dan kamu harus menjadi milik ku Lucas, kamu harus menjadi milik ku".


"Aku sudah memperingatkan kamu Raniya, seujung kuku saja kamu berani menyentuhnya, semua keluarga mu akan mati di tangan ku".


"Hahahhaha.. Silahkan Lucas, aku tidak akan perduli dengan mereka yang sudah memaksa ku menikahi pria sialan itu. Atau kalau pun aku benar-benar tidak bisa memiliki mu Lucas, aku bersumpah setiap wanita yang dekat dengan mu akan aku bunuh... Ingat itu Lucas".


"Sekarang katakan dimana kamu menyembunyikan istri ku Raniya?".


"Kamu pikir aku bodoh Lucas? hahhh.. Aku tidak sudih melihat wanita ini bahagia bersama dengan mu. Aku akan membunuhnya Lucas.. Aku akan membunuhnya Lucas...." mendengar suara teriakan Raniya, Marisa yang berada disebelahnya hanya bisa menangis senggugukan kalau Raniya akan benar-benar membunuhnya. "Kamu juga diam!!" bukannya berhenti, Marisa malah semakin meninggikan suara tangisannya membuat Raniya hilang kesabaran dengan menamparnya.


PPPLLLAAKKK...

__ADS_1


"Raniya apa yang kamu lakukan dengan istri ku?" sangat marah Lucas berteriak dari sebrang sana begitu ia mendengar suara jeritan sang istri. "Sekarang katakan kepadaku Raniya kamu dimana? jangan coba-coba untuk menyakitinya" namun bukannya takut, Raniya malah tertawa mengejeknya.


__ADS_2