
"Baiklah kalau begitu saya menerima tawaran darimu Delia. Aku akan memberikan perusahaan itu kepada kalian. Tapi kita harus melakukan perjanjian hitam di atas putih. Jangan sampai kau membohongiku dengan mengatakan akan memberikan 20% pendapatan dari perusahaan Itu dan juga membebaskan putriku dari penjara!" ucap ibunya Stella.
"Anda tenang saja. Kami tidak akan ingkar janji dengan apa yang sudah kami janjikan. Jangan karena Anda adalah orang yang khianat sehingga Anda menyamaratakan orang lain seperti diri anda!" ucap kaisar melirik kesal kepada ibu angkatnya Delia.
"Cih! Kau dari tadi seakan-akan mengatakan kalau aku ini seorang penjahat saja! Padahal kau sendiri adalah penjahat kelas kakap yang beraninya hanya bisa mengancam seorang perempuan. Coba, apakah kau berani untuk mengancam anakku ataupun suamiku?" ucap ibunya Stella berdecih. Tampak kesal sekali dengan Kaisar yang saat ini menatapnya dengan sangat tajam penuh kebencian kepada dirinya.
'Hilang sudah harapanku untuk menjadi mertua dari orang kaya. Lihatlah Kaisar begitu membenciku. Apa mungkin dia mau menikah dengan putriku suatu saat nanti?' ucap ibunya Stella. Dia mengeluh dalam hati menyesali permusuhannya dengan Kaisar.
'Apa yang akan dilakukan oleh Bima? Kalau sampai dia tahu, bahwa perusahaan itu sudah bukan lagi milik kami dan sudah tidak ada di tangan kami lagi? Padahal selama ini bima selalu mengharapkan dirinya untuk menjadi pewaris dan pengganti ayahnya di perusahaan itu! Semua ini gara-gara Delia! Entah kenapa anak itu sejak dulu selalu memberikan kesialan pada keluargaku!' batin ibunya Stella sambil melirik sinis penuh kebencian kepada Delia.
Delia bisa merasakan Aura membunuh dari tatapan ibu angkatnya yang sejak dulu memang tidak pernah menyayanginya.
"Baiklah kita semua akan menyepakati perjanjian ini dengan perjanjian hitam di atas putih. Sekarang cepat kau serahkan sertifikat itu kepada kami dan saya akan segera menghubungi pengacara kami di Amerika, untuk segera mengantarkan putrimu ke Indonesia!" ucap Kaisar sambil menatap kepada ibuya Stella dengan senyum penuh kemenangan.
'Akhirnya masalah ini selesai juga. Aku bisa kembali memberikan perusahaan itu untuk Delia. Dia tidak perlu lagi membiarkan perusahaan itu ada di tangan mereka. Para manusia khianat yang tidak tahu diri!' batin Kaisar sambil terus menatap Delia yang masih ada di dalam pelukannya.
Kaisar kemudian menghubungi sekretarisnya untuk segera masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, pintu ruangan Kaisar diketuk dari luar.
"Masuk!" ucap Kaisar.
Kemudian sekretarisnya Kaisar masuk dengan senyumnya yang manis.
"Ada apa Tuan Kaisar Anda memanggil saya?" tanya sekretarisnya Kaisar sambil menatap kepada atasannya.
"Segera kau buatkan perjanjian untuk kami bertiga. Perjanjian itu menyatakan bahwa perusahaan yang atas nama Delia akan memberikan 20% keuntungan kepada tuan Adrian dan akan dikirimkan langsung ke rekeningnya dan juga membebaskan Stella dari penjara. Sebagai gantinya mereka harus menyerahkan seluruh manajemen perusahaan milik istriku kembali kepada Delia! Apa kau sudah mengerti perintah ku?" tanya Kaisar sambil menatap tajam kepada sekertaris nya yang pintar itu.
Sekretaris nya Kaisar sejak tadi hanya fokus mencatat perintah yang diberikan oleh atasannya. Dia tampak mangut-manggut sehingga Kaisar bisa mengerti bahwa sekretaris nya sudah mengerti apa yang dia mau dari sekretarisnya.
Selama masa menunggu surat perjanjian siap, suasana ruangan begitu mencekam. Aura membunuh dari tatapan ibunya Stella benar-benar dapat dirasakan oleh kaisar dan Delia. Tetapi mereka berdua tidak memperdulikan hal tersebut sama sekali. Bagi mereka yang penting sekarang adalah perusahaan yang diberikan oleh kaisar kepada istrinya kini sudah berhasil direbut kembali dari tangan Ibu angkatnya Delia.
10 menit kemudian, Sekretarisnya Kaisar sudah berada kembali di ruangan tersebut bersama dengan dua orang Notaris yang siap menjadi saksi dari perjanjian antara mereka bertiga dan melegalkan perjanjian tersebut secara hukum yang berlaku di Indonesia.
Ibunya Stella tampak ngeri-ngeri sedap ketika melihat dua orang Notaris yang menatapnya dengan lekat. Badannya sudah gemetar ketika membayangkan perusahaan yang sudah lebih dari 20 tahun dikelola oleh suaminya. Kini harus berpindah tangan kepada Kaisar.
__ADS_1
"Kau benar-benar seorang Vampir yang tidak memiliki belas kasih sama sekali. Kau sudah memiliki puluhan bahkan ratusan perusahaan di berbagai negara. Tapi kau masih ngiler juga dengan perusahaan kecil yang dikelola oleh suamiku. Kau sungguh manusia yang sangat serakah!" ucap ibunya Stella sambil menatap penuh benci kepada Kaisar.
Kaisar hanya tertawa terbahak-bahak mendengarkan makian sekaligus pujian dari mulut ibunya setelah terhadap dirinya.
"Terima kasih Nyonya atas pujian Anda! Saya benar-benar sangat tersanjung karenanya. Ternyata seperti itu saya di mata Anda? Tidak masalah! Toh semua tahu bahwa perusahaan itu memang milik istri saya!" ucap Kaisar sambil melirik sinis kepada ibunya Stella.
"Coba kau ingat kembali siapa dulu yang menghabiskan uang perusahaan suamimu. Sehingga membuat perusahaan suamimu menjadi bangkrut dan failed!" ucap Kaisar.
"Kalau bukan karena kebaikan hati saya yang memberikan investasi kepada perusahaan suamimu. Tidak mungkin Suamimu masih bisa berdiri tegak dan menyombongkan kepalanya di hadapan rekan-rekan bisnisnya. Tetapi kembali kau dan putrimu bertingkah dan berani menyelewengkan investasiku. Sehingga perusahaan kembali mengalami banyak kerugian. Apakah salah kalau saya mengambil hakku? Kalau anda ingin menyesalinya, sesalilah perbuatan anda sendiri yang selalu ingin tampak mewah di hadapan orang lain tapi tidak melihat kemampuan Anda sendiri!" ucap Kaisar mengingatkan kembali masa lalu ibunya Stella yang begitu glamour sehingga akhirnya menghabiskan dana perusahaan suaminya tak bersisa sehingga bangkrut.
"Kau orang yang kaya tetapi kau sangat perhitungan terhadap keluarga angkat dari istrimu sendiri. Kalau bukan kami yang berbaik hati merawat Delia. Apakah kau pikir Delia bisa hidup hingga hari ini? Dasar manusia tidak tahu terima kasih!" ucap ibunya Stella dengan mata berapi api menatap kaisar tanpa rasa takut sama sekali.
Kaisar tertawa terbahak-bahak ketika dia mendengarkan makian dari ibunya setelah yang terasa seperti semut yang sedang berjalan di telinganya.
"Tolong Anda dengarkan apa yang akan saya katakan kepada Anda! Suami Anda saat ini sedang dalam bahaya. Ada kemungkinan mertua saya akan melaporkan tindakan dia yang sudah menculik istri saya sejak dia masih kecil. Bersiap-siaplah kalian semua untuk menghadapi semua kehancuran keluarga kalian!" ucap Kaisar dengan nada keras dia tidak peduli ketika ibunya Stella tampak limbung dan hampir jatuh ke lantai.
Ibunya stella tampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh Kaisar kepada dirinya.
__ADS_1
"Penculikan? Apa maksudmu mengatakan tentang penculikan, Kaisar? Siapa yang menculik siapa?" tanya ibunya Stella tampak gugup.
Kaisar tertawa terbahak-bahak melihat ibunya Stella sekarang semakin terpojok.