
"Baiklah, Delia. Hati-hati ya? Biar aku bermain bersama keponakan aku dulu, ok, Deka sayang?" tanya Takeshi kepada Deka yang imut dan menggemaskan.
"Apakah nantinya tidak merepotkanmu, Takeshi?" tanya Delia tampak ragu.
"Tidak mungkin! Aku sayang dengan Deka. Aku sengaja datang ke Turki memang untuk bermain bersama Deka, aku merindukannya. Kau rindu sama Daddy, hmmmm, jagoan?" tanya Takeshi mencium pipi gembul milik Deka yang tampan dan menggemaskan.
Visualisasi Deka Yamada, putra Delia dan Kaisar
"Kau yang membiasakan Deka untuk memanggilmu Daddy, bisa-bisa nanti Kaisar mengamuk!" ucap Delia memperingatkan Takeshi. Takeshi tampak mengrutkan keningnya, tampak tidak mengerti.
"Kaisar itu memiliki sifat posesif yang akut. Kalau dia tahu kamu membiasakan Deka dengan manggilmu Daddy dia bisa membunuhmu nanti!" ucap Delia mulai kesal.
"Hahaha, kau sangat lucu!" Takeshi malah tertawa.
"Ayolah Takeshi, ketika Kaisar mengamuk, tidak ada lagi yang lucu. Buasakan Deka untuk memanggilmu Uncle itu juga lebih baik!" ucap Delia, tampak sangat serius.
"Baiklah kalau itu maumu. Sekarang kau cepat sana pulang sebelum nanti restoranmu diratakan oleh kaisar!" ucap Takeshi mengingatkan Delia untuk pulang duluan.
Delia kemudian menepuk keningnya karena telah melupakan hal itu. "Hampir aku lupa! Maniak itu, selalu kerjanya bikin jengkel saja. Sejak dia datang, tidak pernah membiarkan aku bernafas dengan lega!" ucap Delia kesal.
"Sudahlah, cepat kau pulang, sebelum suamimu mengamuk nanti!" ucap Takeshi.
"Baiklah aku pulang dulu ya, aku titip untuk jagain Deka, nanti kau bawa saja dia pulang ke restoran ya?" ucap Delia berpamitan.
"Santailah itu, bisa diatur. Yang penting sekarang, kamu segera pergi dari sini, sebelum suamimu nanti mengamuk!" ucap Takeshi khawatir.
Takeshi sangat mengenal sifat Kaisar yang tidak sabaran dan selalu bersikap frontal apabila tidak menyukai sesuatu.
__ADS_1
Delia pun kemudian meninggalkan Takeshi dan Deka di mall tersebut, dan dia segera pergi menuju restoran miliknya. Dengan menggunakan taksi yang melintas di depan mall.
Begitu sampai di depan restorannya, Delia langsung menatap ke sekeliling. Tampak terlihat para pengunjung berlarian keluar dari restoran miliknya. Delia mengurutkan keningnya, merasa heran dengan apa yang sedang terjadi.
"Ada apa ini? Kenapa para pengunjung pada pelarian seperti ketakutan?" tanya Delia dengan mempercepat langkah kakinya untuk masuk ke dalam restorannya.
Mata Delia membelalak sempurna, ketika melihat kaisar yang sedang membanting meja dan berapa perabotan di sana. Sehingga membuat para pengunjung yang sedang makan di restorannya pada berlarian dengan ketakutan.
" Kenapa kamu?" tanya Delia kepada kaisar yang menatapnya dengan nanar.
Ketika melihat Delia sudah ada di hadapannya, Kaisar pun menghentikan aksi gila yang dia lakukan. Kemudian dia menarik tangan Delia ke dalam bagian rumah yang biasa ditempati oleh Delia apabila restoran tersebut sudah tutup.
"Kenapa kamu? Apa yang kau lakukan di restoranku, huh? Apa kau sengaja ingin membuat bangkrut restoranku dengan cara melakukan hal seperti itu?" tanya Delia dengan mata yang berapi-api.
Kaisar jadi salah tingkah ketika melihat Delia yang sudah menatapnya dengan tajam.
Tetapi Delia terus mundur ke belakang dan tidak mau disentuh oleh kaisar. Karena sekarang perasaannya sedang marah sekali melihat kelakuan Kaisar yang bar-bar dan telah membuatnya merugi dengan kaburnya para pelanggannya saat ini.
"Cepat jelaskan padaku! Apa yang sedang kau lakukan!" ucap Delia meninggikan suaranya.
"Hatiku merasa kesal, membayangkan kamu sedang berduaan dengan Takeshi!" ucap Kaisar dengan mata tertunduk.
"Jadi menurutmu ketika hatimu sedang kesal. Kau boleh menghancurkan semua barang-barang yang ada di hadapanmu, huh? Apakah begitu sikapmu sebagai seorang pimpinan dari sebuah perusahaan terkenal?" ucap Delia sambil menatap tajam ke arah Kaisar yang kini malah duduk lesu di sofa.
”Aku menunggumu dari tadi, tetapi kau tak datang juga. Apakah kau tidak mempedulikan perasaanku?" tanya Kaisar menatap tajam ke arah Delia.
"Aku sedang berada di mall dan jaraknya jauh dari restoran. Tentu saja membutuhkan waktu untuk datang ke sini. Apa kau pikir, saya ini jin, yang bisa langsung berada di sini, ketika kau memerintahkannya, huh? Kau pikir pakai otakmu!" ucap Delia sudah tidak bisa lagi menahan emosi di dalam dadanya.
"Ya sudah. Maafkan aku! Aku akan mengganti semua kerugianmu, kau tidak usah khawatir!" ucap Kaisar, mengalah pada akhirnya. Kemudian Kaisar mendekati Delia, berusaha untuk menggenggam tangan istrinya. Tetapi Delia menepiskanya.
__ADS_1
"Maafkan aku ya sayang? Aku benar-benar cemburu ketika memikirkanmu sedang bersama dengan Takeshi!" ucap Kaisar sambil memanyunkan bibirnya.
Pookoknya sangat lucu sekali! Sehingga Delia sebenarnya dalam hati sedang tertawa melihat kelucuan suaminya saat ini.
Tetapi Delia menahan diri demi menjaga image-nya yang sekarang sedang marah di hadapan Kaisar.
"Paling kau juga akan mengulanginya lagi. Kau itu kan, memang laki-laki yang selalu saja bersikap seenak dirimu sendiri. Tidak pernah kau mau memikirkan perasaan orang lain!" ucap Delia dengan Ketus dan meninggalkan Kaisar begitu saja.
Kaisar mengikuti kemanapun langkah Delia.
" Apa yang kau lakukan kenapa mengikutiku?" tanya Delia sambil melotot ke arah Kaisar.
" Aku ingin tahu ke mana kau akan pergi!" ucap Kaisar dengan salah tingkah.
Delia memutar bola matanya dengan malas, kemudian mendenguskan hidungnya, karena kesal dan jengkel.
"Jangan mengikutiku! Aku mau lihat ke depan sana, apa saja yang sudah kau perbuat di restoranku!" ucap Delia sambil melangkahkan kakinya dengan lebar.
Kaisar yang berniat untuk mengikuti Delia pun, akhirnya menyerah dan lebih memilih duduk di ruang tamu milik Delia.
Sementara itu, Delia yang kini berada di restoran. Tampak geleng-geleng kepala, melihat beberapa meja dan kursi yang hancur dibanding oleh Kaisar.
"Kau cepat bereskan meja-meja dan kusi yang berantakan itu. Dan cepatlah untuk diganti yang baru. Supaya tidak mengganggu aktivitas pelanggan yang akan makan di sini!" ucap Delia memberikan perintah kepada beberapa orang anak buahnya yang tampak sedang berdiri saja di sana.
Dengan cekatan, Mereka pun langsung membereskan, meja-meja dan kursi-kursi yang berantakan dan kemudian mencari pengganti dari meja dan kursi yang hancur itu. Sehingga restoran tampak kembali normal lagi seperti sebelumnya.
"Berikan Pengumuman kepada pengunjung yang masih ada di restoran ini. Bahwa makanan hari ini semuanya gratis. Untuk permohonan maaf kita, karena sudah terjadi keributan di sini!" Ucap Delia dengan suara lantang memberikan perintah kepada manajer yang dia percaya untuk mengelola restoran tersebut.
Setelah semuanya dirasa beres, Delia pun meninggalkan restoran dan kembali ke dalam kediamannya. Delia melihat Kaisar yang kini terduduk lemah di sofa dan menunggu kedatangannya.
__ADS_1