Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
105. Manusia Langka


__ADS_3

Begitu sampai di Jakarta. Takeshi langsung menghubungi Delia untuk mengajak bertemu. Karena dia sudah rindu dengan Deka, keponakannya yang lucu dan tampan.


"Delia! Ayo kita bertemu aku sudah rindu dengan Deka!" Ucapkan kasih di seberang telepon.


"Deka saat ini masih di Amerika bersama dengan kedua orang tuaku. Mungkin sekitar satu minggu lagi baru akan datang!" ucap Delia yang masih berada di atas ranjangnya.


"Baiklah aku akan ke apartemenku dulu. Nanti kita akan bertemu di restoranmu ya?" tanya Takeshi kepada Delia namun tiba-tiba Takeshi terkejut karena mendengarkan teriakan dari Delia. "Aaaaaaaaa!" kemudian telepon tersebut ditutup sepihak oleh Delia.


Takeshi merasa terkejut karena teriakan Delia tadi. Berkali-kali dia mencoba untuk menghubungi Delia. Tetapi tidak diangkat sehingga akhirnya Takeshi merasa khawatir dengan keadaan Delia saat ini.


"Apa yang terjadi dengan Delia? Kenapa dia berteriak seperti itu?" tanya Takeshi kepada dirinya sendiri kemudian dia langsung melarikan mobilnya menuju mansion milik Kaisar yang jaraknya sekitar satu jam setengah dari bandara.


Sementara itu Delia yang masih di atas ranjangnya, kini tengah melihat tubuhnya di pantulan cermin yang ada di hadapannya.


"Ini pasti perbuatannya Kaisar! Dasar emang otak udang!" Delia kemudian melirik ke sampingnya di mana sang Suami masih terpulas dalam tidurnya.


"Bangun!" Delia terus mengguncangkan tubuh Kaisar yang masih terlelap.


"Apasih, sayang? ini masih pagi kau sudah berisik. Aku masih ngantuk tahu!" bukannya bangun Kaisar malah menarik tubuh Delia ke dalam pelukannya sehingga membuat Delia mengamuk seketika.


"Semua ini adalah ulahmu kan? Betul kan?" tanya Delia sambil menunjuk semua di kiss mark yang menempel di sekujur tubuhnya.


"Bukankah indah Sayang, lukisanku?" ucap Kaisar sambil tersenyum tanpa dosa sehingga membuat Delia mengamuk dan memukuli tubuhnya.


"Indah kepalamu? Aih, gara-gara kau aku jadi tidak bisa keluar karena malu diliatin orang!" ucap Delia sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami yang tidak mau mengalah kepadanya.

__ADS_1


"Lepaskan! Kau betul-betul bikin aku jengkel! Ini masih pagi, kau sudah bikin aku naik darah!" ucap Delia mencak-mencak di hadapan suaminya yang masih betah memeluk tubuhnya yang ramping.


"Ayolah sayang ini masih pagi. Jangan marah-marah. Nanti kulitmu jadi cepat keriput loh, ntar nggak cantik lagi!" ucap Kaisar dengan seenaknya langsung mengecup bibir Delia dengan rakus. Membuat Delia kesulitan bernafas dan bergerak.


"Dasar mesum!" ucap Delia begitu dia bisa melepaskan diri dari suaminya dan langsung lari ke kamar mandi.


Kaisar hanya tertawa terbahak-bahak di atas ranjangnya ketika dia melihat ekspresi istrinya yang begitu lucu dan menggemaskan.


"Memang istriku tiada duanya masih pagi saja dia sudah bisa membuatku bahagia!" ucap Kaisar kemudian menarik kembali selimutnya dan bersiap untuk kembali tidur.


Tetapi Kaisar terkejut ketika mendapatkan suara seseorang di luar pintu kamarnya yang seakan tidak sabar terus memanggil Delia.


"Siapa sih ini orang pagi-pagi bertamu ke rumah otang lain, pakai acara berteriak-teriak seperti orang gila, mengganggu saja!" sungut Kaisar dengan malas dia bangkit dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya.


Kaisar mengerutkan keningnya ketika mendapatkan Takeshi sudah berdiri di hadapan pintu kamarnya.


"Eh, apa kau tuli? Apa yang kau lakukan huh? Kenapa kau dari tadi terus melihat ke dalam kamarku? Kau sungguh tidak sopan!" ucap Kaisar sambil mendorong tubuh Takeshi agar menjauh dari depan kamarnya dan dia keluar sambil berkacak pinggang di hadapan Takeshi, adiknya.


"Tadi aku menelpon Delia, tiba-tiba saja dia berteriak dan setelah itu dia langsung menutup teleponnya. Aku khawatir dengan keadaan dia. Oleh karena itu aku langsung datang ke sini!" ucap Takeshi menjelaskan kedatangannya ke Mansion Kaisar di pagi itu.


"Cih, memang apa yang akan terjadi kepada istriku di saat dia ada di sampingku?" tanya Kaisar merasa gemas kepada Takeshi.


"Ya Aku tidak tahu! Makanya aku datang ke sini ingin mengkonfirmasi keadaan Delia. Apakah baik-baik saja!" ucap Takeshi sambil menatap tajam kepada kaisar yang sejak tadi terus menghalangi tubuhnya untuk melihat ke dalam kamar Kaisar.


Tidak lama kemudian, Delia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit sempurna di tubuhnya.

__ADS_1


"Delia! Apakah kau baik-baik saja Kenapa kau tadi berteriak?" tanya Takeshi sambil mencoba melongokkan kepalanya ke dalam kamar Kaisar.


"Pergi! Ih apaan sih Kamu? Pakai lihat-lihatin istriku segala. Udah cepat sana, tamu itu ada di depan, di ruang tamu. Bukan di depan kamar tuan rumah!" usir Kaisar sambil mendorong tubuh Takeshi agar menjauh dari hadapannya. Kemudian dia langsung Mengunci pintu kamarnya.


"Dasar laki-laki nggak ada adab! Pagi-pagi nyelonong ke rumah orang lain. Aih, pakai curi-curi untuk melihat Istriku lagi!" Kaisar terus ngedumel setelah menutup pintu kamarnya.


Delia mengurutkan keningnya ketika melihat suaminya yang dari tadi terus cemberut dan ngedumel terus tanpa henti.


"Kenapa pagi-pagi kau sudah cemberut seperti itu?" tanya Delia merasa keheranan karena melihat Kaisar yang sejak tadi terus cemberut dan menggerutu.


"Kenapa kau pagi-pagi sudah menelpon Takeshi huh? Gara-gara kau Takeshi jadi mendatangi rumahku!" ucap Kaisar sambil mendekati Delia yang saat ini sedang menggunakan pakaiannya.


"Kau harus di hukum! Untuk keberanianmu menjawab telpon dari Takeshi di pagi hari!" Ucap Kaisar sambil menggendong Delia dan membawanya ke ranjang mereka berdua.


Delia yang terkejut hanya bisa pasrah dengan amukan Kaisar yang memang selalu sensitif mengenai Takeshi dan juga keluarga Yamada.


Setelah Kaisar selesai dengan hukumannya yang membuat Delia merem melek, Delia langsung bangun dari tempat tidur, "Kau amat keterlaluan! Masa aku baru mandi, kau suruh mandi lagi?" ucap Delia sambil misuh-misuh dan langsung berlari ke kamar mandi.


Kaisar hanya tertawa melihat istrinya yang sekarang cemberut dan meninggalkannya sendiri di atas ranjang.


"Biar Takeshi tahu kalau kau Itu milikku dan jangan pernah dia berpikir untuk bisa mendapatkanmu dari tanganku!" teriak Kaisar sehingga membuat Delia hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.


"Dasar manusia aneh! Dia selalu saja merasa cemburu kepada Adik kandungnya sendiri! Benar-benar manusia langka!" ucap Delia merasa kesal dengan kelakuan Kaisar yang selalu sewenang-wenang kepadanya.


Setelah selesai mandi, Delia langsung keluar menemui Takeshi yang masih menunggunya di ruang tamu. Delia mengacuhkan panggilan Kaisar yang melarangnya untuk menemui Takeshi.

__ADS_1


Hingga akhirnya Kaisar mengikuti Delia untuk menemui adiknya di ruang tamu. Hanya dengan menggunakan boxernya saja. Sehingga membuat Delia merasa kesal di buatnya dengan kelakuan ke kanak-kanakan suaminya.


__ADS_2