Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
126. Kedatangan Satria dan Zahra ke Indonesia


__ADS_3

Demi bisa berdekatan dengan istrinya kembali. Akhirnya Kaisar mengalah. Dia membuang semua krim cukur miliknya dan menggantinya yang baru yang lebih soft dan membuat Delia tidak muntah karenanya.


" Tidak apa-apa lah. Aku sekarang tampak lebih maskulin. Daripada aku tidak bisa berdekatan dengan istriku lagi. Oh Tuhanku! Itu jauh lebih mengerikan!" ucap Kaisar bergidig ngeri membayangkan katika Delia selalu berlari ke kamar mandi setiap kali berdekatan dengannya.


" Anak itu betul-betul sudah memutuskan ingin menjadi musuh Daddynya!" ucap Kaisar merasa jengkel ketika dia sedang mencukur jenggotnya yang sudah mulai tumbuh lagi.


Kaisar memang tidak senang kalau membiarkan jenggot dan kumisnya tumbuh di wajahnya yang mulus. Jadi secara rutin dia selalu mencukurnya seminggu sekali.


Setelah selesai melakukan aktivitas paginya Kaisar pun langsung mendekati Delia yang masih meringkuk di kasur.


Entah kenapa kehamilan Delia kali ini benar-benar merepotkannya. Tubuh Delia selalu merasa lemas dan tak bertenaga. Sehingga membuat Kaisar tidak tega untuk mengganggu sang istri.


" Sayang apakah kau ingin aku mengambilkan makanan untukmu dan juga obatmu?" tanya Kaisar berbisik di telinga istrinya.


" Tadi Mamah menelpon dari Amerika dia mengatakan akan segera datang ke Indonesia bersama dengan Deka!" ucap Delia dengan lemah sehingga membuat Kaisar merasa kasihan terhadapnya.


" Kapan kedatangan orang tuamu aku akan menjemputnya langsung di bandara!" ucap Kaisar sambil mencium kening istrinya.


" Sekitar jam 10.00 ini. Mereka sudah ada di bandara. Lebih baik kau berangkat sekarang sayang dan mintalah kepada pelayan untuk membawakan makanan dan obat untukku karena aku tidak kuat untuk turun ke bawah!" ucap Delia dengan suara pelan.


" Maafkan aku ya sayang! Karena aku sudah membuatmu jadi seperti ini!" ucap Kaisar merasa bersalah karena sudah membuat istrinya menjadi seperti sekarang ini.


" Dulu ketika kehamilan Deka, aku hanya seorang diri dan di temani oleh Takeshi. Keluargamu, mereka begitu pengertian kepadaku. Deka juga, dia tidak pernah berulah ketika di dalam kandunganku. Entah kenapa saat ini ada kau disampingku, tubuhku rasanya lemas sekali. Apakah mungkin aku sedang mengharapkan kau untuk memanjakanku untuk membayar hutangmu di masa lalu ketika aku mengandung Deka?" tanya Delia sambil menyusupkan wajahnya dalam pelukan kaisar yang saat ini duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Aku akan membayar hutangku ketika kehamilan Deka. Percayalah aku akan memanjakanmu dengan segala cinta kasih yang kumiliki!" ucap Kaisar dengan suara serak. Terasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ketika Delia mengatakan tentang masa lalu mereka berdua yang pernah berpisah karena kesalahpahaman istrinya.


Tampak Kaisar meneteskan air matanya dan memeluk Delia semakin erat.


" Maafkan kelakuanku di masa lalu yang sudah membuatmu menderita dan harus berjuang sendiri untuk melahirkan Putra kita." ucap Kaisar diantara Isak tangisnya yang membuat Delia merasa terenyuh.


" Pergilah ke bandara. Jangan sampai orang tuaku menunggumu terlalu lama. Tolong sampaikan maaf kepada mereka karena aku tidak bisa menjemput di bandara." ucap Delia menahan Isak tangisnya.


" Kalau aku meminta sopir untuk menjemput mereka bagaimana sayang? Rasanya aku tidak tega meninggal kamu sendirian di rumah sayang!" ucap Kaisar sambil memeluk tubuh Delia semakin erat.


" Pergilah sekarang sayang. Itu sangat tidak sopan kalau membiarkan mereka dijemput oleh sopir. Aku tidak apa-apa kok. Bukankah di sini banyak pelayan yang menjagaku?" ucap Delia sambil mengulas senyum di antara mata yang berderai air mata.


Kaisar mencium kening Delia kemudian dia berpamitan kepada istrinya untuk menjemput mertuanya bersama dengan putranya.


" Jangan lupa kau harus memperhatikan semuanya dengan seksama jangan sampai ada seseorang yang ingin mencelakai istriku!" ucap Kaisar berpesan kepada kepala pelayan sebelum dia meninggalkan kediamannya.


Kaisar mengendarai mobilnya sendiri untuk menghargai mertuanya yang datang jauh dari Amerika bersama dengan putranya yang telah tinggal bersama dengan mereka lebih dari empat bulan lamanya.


" Rasanya aku merindukan Deka. Ya ampun, tidak terasa sudah 4 bulan Deka tinggal bersama mertuaku dan sekarang akan ada lagi anak yang hadir dalam kehidupanku bersama Delia!" ucap Kaisar bermonolog dengan dirinya sendiri.


Begitu sampai di Bandara. Kaisar langsung menghubungi nomor telepon Satria.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! kalian sudah ada di mana?" tanya Kaisar kepada ayah mertuanya.

__ADS_1


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah kami sudah sampai di Bandara. Kamu sekarang di mana Kaisar?" tanya Satria.


Zahra yang sedang bermain dengan Deka tampak sangat bahagia. Sejak Deka tinggal bersama dengan mereka di Amerika. Kehidupan mereka terasa begitu bahagia. Kesunyian dan kesepian yang dirasakan oleh mereka berdua seakan terobati dengan kehadiran Deka bersama mereka.


" Saya sudah ada di bandara kalian menunggu di mana?" Kaisar langsung Melambaikan tangannya ketika dia melihat ayah mertuanya ternyata sudah ada di dekat kantor security.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jagoannya papa!" ucap Kaisar begitu bahagia ketika dia melihat Deka yang sekarang tambah besar dan tambah lucu.


Pertemuannya bersama Deka sangat dia rindukan. Setelah mereka berpisah selama 4 bulan lamanya. Karena Satria dan Zahra yang tidak rela melepaskan cucu kesayangannya dalam pengasuhan mereka berdua.


setelah melepaskan kerinduannya kepada DK Kaisar langsung mencium telapak tangan kedua mertuanya.


Tampak raut wajah kebahagiaan yang terlihat oleh Kaisar di wajah mereka berdua.


" Bagaimana kabar Delia? Kenapa dia tidak ikut menjemput kami?" tanya Zahra sambil menatap Kaisar yang masih asik mencium wajah Deka yang sangat dia rindukan.


" Delia menyampaikan permohon maafnya kepada Papa dan Mama. Karena dia tidak bisa menjemput kalian berdua. Kebetulan saat ini Delia sedang tidak enak badan dan sangat lemas badannya. Karena pengaruh kehamilannya yang kedua!" ucap Kaisar menyampaikan kabar bahagia itu kepada Satria dan Zahra.


" Alhamdulillah ya Allah. Pah, kita berdua akan kembali punya cucu. Sungguh ini adalah berita yang sangat membahagiakan!" ucap Zahra sangat senang mendengarkan kabar tentang kehamilan Delia.


" Baguslah kalau begitu. Deka nanti akan ikut kami kembali ke Amerika. Bukankah kalian sudah mempunyai anak lagi? Kalian bisa mempercayakan Deka dalam pengasuhan kami berdua. Agar kami tidak terlalu kesepian dalam menghadapi masa tua!" ucap Satria kepada Kaisar.


" Ayo kita langsung ke kediaman saja Pah. Bukankah Kalian kelelahan setelah perjalanan yang begitu panjang. Kalau untuk masalah Deka, kita bisa bicarakan itu di lain waktu. Karena hal ini juga berkaitan dengan Delia. Biarkan dia yang memutuskan segalanya nanti!" ucap Kaisar sambil mengulas senyum kepada Satria yang saat ini sedang menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Kami sangat bahagia sekali dengan kehadiran Deka. Rasanya seperti sebuah oase di padang pasir yang mengobati segala kerinduan kami karena kehilangan Delia sejak bayi." ucap Zahra dengan berlinang air mata karena mengingat kembali masa-masa tersulit dalam hidupnya ketika Adrian menculik Delia dari pangkuan mereka.


__ADS_2