
"Coba kau lihatlah! Apa yang aku katakan dan buktikan! Apakah aku berbohong padamu atau tidak!" perintah Kaisar sambil menyerahkan pakaian yang tadi dilepaskan oleh Delia dan memperlihatkan bandrol harga yang masih menempel di sana.
'5 juta? Ya Tuhan! hanya untuk pakaian seperti itu dia bahkan rela mengeluarkan uang sebesar itu benar-benar pria gila!' bathin Delia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Kau sudah melihat bukan? Kalau ini pakaian baru dan aku memang membelinya khusus dari perancang yang aku pesan khusus untuk kamu!" ucap Kaisar dengan wajah kesal.
Gara-gara Delia, hilang sudah selera makan Kaisar. Padahal tadi dia sangat lapar, setelah bergulat dengan sang istri di ranjangnya. Tapi, sekarang dia hanya duduk lemas di atas sofa sambil menatap Delia dengan tajam.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Delia salah tingkah.
"Aku hanya bingung dengan pemikiranmu tentangku. Sebenarnya apa yang ada di kepalamu, tentang aku, huh?" tanya Kaisar dengan nada dingin dan datar. Sehingga membuat Delia merasa serba salah.
"Emangnya apa lagi yang melekat di dalam dirimu, huh? Playboy dan suka tebar pesona di manapun kau berada!" sengit Delia.
Delia kemudian berusaha untuk keluar dari kamar itu, tetapi lagi-lagi, Delia mendapatkan kekecewaan. Karena ternyata kamar itu masih terkunci. Delia menggeram frustasi.
"Mau berapa lama kau mengurungku di sini, huh? Apa kau tahu? Bahwa kau saat ini sedang melakukan tindak penculikan kepadaku dan perkosaan kepadaku? Aku bisa melaporkan kamu ke polisi!" ucap Delia dengan kesal.
Kaisar tertawa terbahak-bahak ketika dia mendengarkan apa yang diucapkan oleh istrinya.
"Laporkanlah kita lihat apa yang akan terjadi!" Kaisar kemudian memberikan ponselnya kepada Delia.
"Ayo, katanya kau mau menghubungi polisi? Cepatlah! Nih aku sudah pencetkan untuk kamu nomornya, sayang! Kau hanya tinggal memanggil saja!" ucap Kaisar sambil menatap Delia yang saat ini masih mendelik kepadanya.
"Cepatlah sini makan! Kalau sudah dingin nanti tidak enak lagi!" Kaisar kemudian menarik Delia untuk duduk di sampingnya.
Kaisar memberikan piring dan sendok serta mengambilkan apa yang akan dimakan oleh Delia, lalu memberikan kepada Delia.
Delia yang saat ini sedang kesal dan ingin segera pulang ke rumahnya. Delia ingat kepada putranya, yang saat ini di asuh oleh pegawainya di restoran.
__ADS_1
Delia kemudian langsung melemparkan piring yang tadi diserahkan oleh Kaisar kepadanya.
"Aku tidak butuh makananmu! Cepat lepaskan aku!" ucap Delia dengan histeris sambil menatap tajam kepada Kaisar. Yang saat ini menatap nyalang kepada dirinya.
"Aku nggak tahu, apa yang membuatmu membenciku. Tapi yang harus kamu tahu, bahwa aku hanya mencintaimu dan aku selalu mencintai kamu!" ucap Kaisar dengan lirih tampak matanya berkaca-kaca merasa sedih dengan apa yang dilakukan istrinya terhadap dirinya.
Kaisar kemudian mengambil remote yang ada di atas meja kemudian memencet beberapa tombol dan menatap kepada Delia.
"Pergilah kau dari apartemen ini, kalau itu memang keinginanmu. Aku tidak akan pernah menahanmu lagi berada sisiku!" ucap Kaisar dengan nada penuh kekecewaan.
"Bukan salahku, kalau aku memiliki pesona yang sulit untuk ditolak oleh setiap wanita yang melihatku! Tapi jangan jadikan itu sebagai alasanmu untuk selalu membenciku dan menolakku sebagai suamimu!" Kaisar kemudian meninggalkan Delia yang saat ini sedang menatapnya dengan bingung.
Kaisar pergi ke ruangan kerjanya dan membiarkan Delia melakukan apapun yang dia inginkan. Semalaman Kaisar berada di sana, tanpa memeriksa. Apa yang dilakukan oleh Delia saat ini di kamarnya.
Kini semua pintu sudah dia buka. Terserah Delia mau melakukan apa dia sudah tidak peduli lagi. Hatinya telalu sakit ketika tadi mendengarkan penghinaan Delia terhadap dirinya.Seakan dirinya tidak punya harga diri. Harus mengemis cinta kepada istrinya.
"Apakah dia semarah itu kepadaku? Dia sampai tidak memperdulikanku lagi?" ucap Delia pelan. Hati Delia tiba-tiba saja merasa sakit, melihat suaminya pergi begitu saja, tanpa melirik sedikitpun kepadanya.
Nafsu yang begitu besar tadi, ketika dia menginginkan untuk segera keluar dari apartemen itu. Kini lenyap seketika, hanya gara-gara melihat Kaisar yang kini bahkan tidak mau meliriknya.
Sudah hampir 1 jam Delia berada di kamar itu, tetapi Kaisar belum juga masuk ke dalam kamar mereka.
Hati Delia mulai merasakan was-was. Dia kemudian pergi keluar kamar dan mencari keberadaan Kaisar saat ini.
Semua ruangan di apartemen itu dibuka oleh Delia satu per satu. Hingga Delia akhirnya sampai di ruangan kerja Kaisar, yang pintunya tertutup. Dengan ragu-ragu Delia membuka pintu tersebut.
Mata Delia melotot sempurna ketika dirinya mendapatkan Kaisar yang kini terlelap tidur di sofa di ruangan kerja Kaisar.
"Apakah aku sangat keterlaluan sehingga dia begitu marah padaku?" Delia bermonolog terhadap dirinya sendiri.
__ADS_1
"Apa yang harus kulakukan sekarang? Apakah lebih baik aku pergi dari sini saja? Saat ini, aku khawatir dengan Deka!" tanya Delia kepada dirinya sendiri.
Delia mengambil sebuah selimut yang ada di sandaran sofa. Kemudian Delia menyelimuti tubuh suaminya agar tidak kedinginan.
Kaisar yang sebenarnya masih terjaga. Kini dia merasa terharu dengan apa yang saat ini dilakukan oleh Delia. Tetapi dia tetap harus berpura-pura tidur. Karena dia ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Delia selanjutnya.
Delia kemudian memutuskan untuk pergi dari apartemen itu. Karena dia benar-benar sedang merasa khawatir dengan putranya, yang dia titipkan kepada karyawannya di restoran.
"Aku harus segera pergi dari sini. Aku khawatir dengan Deka. Pasti sekarang para karyawanku sudah bersiap untuk pulang dari restoran. Di sana Deka akan sendirian saja. Aku tidak bisa berlama-lama di sini!" ucap Delia bermonolog kepada dirinya sendiri.
Delia langsung menyetop sebuah taksi yang melintas di hadapannya dan langsung meminta diantarkan ke menuju alamat restorannya.
Kaisar langsung mengikuti istrinya. Begitu melihat Delia pergi dari apartemen miliknya. Karena dia sangat penasaran untuk mengetahui di mana sekarang Delia tinggal bersama putranya.
"Aku harus segera mendapatkan alamat terbaru Delia. Sehingga aku bisa bertemu dengan Putraku. Kalau bisa, aku akan segera mengambilnya dari Delia. Agar Delia tidak berani lagi meninggalkanku!" ucap Kaisar kepada dirinya sendiri.
Kaisar terus mengikuti mobil taksi yang membawa Delia menuju kediamannya dari jarak aman sehingga Delia tidak curiga bahwa dia mengikutinya.
Kaisar kemudian terus memperhatikan ketika Delia turun dari taksi tersebut.
Delia masuk ke sebuah restoran dan di sana, Adelia langsung mengambil Deka yang saat ini sedang digendong oleh seorang pelayan, seorang wanita paruh baya.
"Jadi, Delia tinggal di sini? Kenapa aku tidak tahu bahwa dia ada di sini? Bodohnya Aku! Padahal dia begitu dekat dengan diriku!" ucap Kaisar merututi dirinya sendiri yang selama ini selalu berpikir bahwa Delia pergi jauh meninggalkannya.
Ternyata Delia hanya berjarak sekitar 20 menit saja dari kantor utama Kaisar Corporation.
"Aku sungguh ceroboh! Sehingga aku tidak mengecek tempat sedekat ini. Aku tidak merasa curiga sama sekali, padahal setiap hari aku melaluinya!" ucap Kaisar kesal
Kemudian Kaisar kembali ke apartemennya. Setelah mengetahui tempat tinggal Delia yang baru. Kaisar merasa lega, karena ternyata Delia tinggal dekat dengan dirinya.
__ADS_1