Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
48. Kyoto Kabur?


__ADS_3

Ibunya Kyoto benar-benar marah ketika mengetahui bahwa putrinya sedang berusaha untuk merebut suaminya orang lain. Yang jelas-jelas sudah beristri dan juga punya seorang anak. Oleh karena itu, Kyoto sekarang dikurung di dalam kamarnya. Agar tidak melanjutkan rencana gilanya itu. Untuk terbang ke Indonesia dalam rangka merealisasikan niat hatinya.


"Anak kalau sejak kecil dimanjakan tuh, jadinya seperti itu! Jadi tidak punya empati terhadap orang lain. Makanya, Mah! Jadi orang tua itu harus tegas terhadap anak. Jangan sampai nanti anak melangkah ke jalan yang salah dan melakukan hal yang tidak benar. Dan kita nanti yang disalahkan pada akhirnya!" ucap suaminya pada jam makan malam, ketika melihat Kyoto yang masih juga dikurung oleh istrinya di dalam kamarnya.


"Mama sudah memberikan makan malam belum, buat Kyoto? Jangan sampai nanti putri kita kelaparan. Nanti kita juga yang repot!" Tanya suaminya dan istrinya langsung mengangguk.


"Tentu saja, Pah! Apa iya Mama mengurung anak, tanpa memperhatikan kebutuhannya? Mama juga mengurungnya kan, bukan karena benci. Tetapi karena sayang sama dia. Jangan sampai dia salah dalam melangkah yang akhirnya akan dia sesali di kemudian hari!" ucap istrinya.


"Baguslah, Mah! Papa senang dengan apa yang Mama lakukan saat ini. Memang seorang anak tuh harus ditegaskan dan ditujukan perbuatan salah dan benar. Jangan sampai nanti malah membawa aib ke dalam keluarga kita dengan melakukan hal gila semacam itu!" ucap suaminya sambil fokus menonton televisi.


"Sepertinya, ada bagusnya kalau kita menjodohkan Kyoto saja. Carilah seorang pemuda yang baik-baik dari kalangan sahabat-sahabatmu. Jangan sampai Kyoto nanti salah memilih suami yang akhirnya membuat masa depannya hancur berantakan!" pinta istrinya sambil mengupaskan jeruk untuk suaminya.


"Kalau seandainya putrimu itu bisa diatur, sejak dulu Papa, pasti sudah mendapatkan seorang cucu. Kyoto itu kan anak yang sangat keras kepala dan tidak mau diatur sama sekali!" ucapnya lesu.


Kedua suami istri itu tampaknya sudah kebingungan dalam menghadapi seorang Kyoto. Yang selama ini, sebagai anak tunggal memang selalu dimanjakan dan dituruti apapun keinginannya. Sehingga akhirnya menciptakan karakter seorang anak yang manja dan egois dan selalu berbuat sesuka hatinya.


"Ya sudah! Papa mau lihat dulu keadaan Kyoto. Semoga saja dia sudah mulai tenang sekarang pikirannya dan sudah bisa berpikir dengan jernih!" kemudian ayahnya Kyoto pun naik ke lantai atas menuju kamar Sang Putri tersayangnya.

__ADS_1


"Mah! Mama cepat ke sini mah, cepet ke sini!" tiba-tiba saja ayahnya Kyoto sudah berteriak dan berlari ke lantai bawah. Hingga membuat istrinya merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Ada apa sih, Pah? malam-malam begini malah berteriak-teriak seperti orang nggak ada kerjaan saja! Nanti dikira orang, kita lagi ngapain lagi!" protes sang istri.


"Mama itu gimana sih? Katanya Kyoto sudah aman di kamarnya. Mana? Nggak ada Kyoto di dalam sana. Mama ini betul-betul ceroboh sekali. Kenapa tidak mengawasi jendelanya? Papa lihat, dia kabur lewat jendela. Sekarang cepat periksa seluruh CCTV di rumah ini dan pastikan anak itu kembali ke dalam rumah ini!" ucap suaminya dengan nada amarah yang tidak bisa dibantah.


"Bagaimana mungkin Kyoto bisa melarikan diri dari lantai 4? Bagaimana caranya Pah?" tanya istrinya keheranan.


"Apakah Mamah lupa? Kalau Kyoto itu adalah seorang Ninja. Dia itu mempelajari keahlian keluarga kita sejak kecil. Mama ini betul-betul ceroboh sekali! Papa kecewa sama Mama!" ucap suaminya.


"Mama lupa kalau Kyoto itu bukanlah gadis biasa. Aduh Mama betul-betul sudah salah. Ya sudah, ayo kita periksa CCTV di rumah saja. Kita pasti bisa menemukan keberadaan Kyoto!" keduanya kemudian masuk ke dalam ruangan Security dan memeriksa semua CCTV yang ada di dalam rumah mereka. Sehingga mereka bisa menemukan titik keberadaan putrinya.


"Kalian berdua ditugaskan di rumah ini untuk menjaga keamanan. Rumah ini juga telah dipasang CCTV di seluruh penjuru rumah. Itu adalah untuk mendeteksi, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi bagaimana caranya sampai putri saya menghilang kalian tidak tahu, hah? Apa saja yang kalian lakukan? Kalian betul-betul ceroboh! Percuma saya menggaji kalian berdua!" ibunya Kyoto marah juga.


"Maafkan kami Tuan dan Nyonya. Bukankah tadi siang, Tuan memerintahkan kepada kami untuk membereskan gudang yang ada di belakang? Oleh karena itu tadi pos security memang kosong sekitar 4 jam. Karena kami semua sibuk membereskan gudang yang di diperintahkan oleh Tuan besar!" jawab salah seorang security berbadan gempal.


"Pintarmu hanya mencari alasan dan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Saya betul-betul kecewa dengan kinerja kalian!" ayahnya Kyoto kemudian memeriksa semua CCTV yang terdekat dengan kamar putrinya. Sehingga bisa melihat dengan jelas kejadian yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Lihat Pah! Itu, itu Kyoto! Oh! Dia memang betul-betul layak menjadi seorang Ninja dan menjadi seorang atlet Olimpiade. Putrimu betul-betul luar biasa!" ibunya Kyoto malah takjub dengan aksi putrinya yang berloncatan dari lantai ke lantai dalam rangka melarikan diri dari kamarnya.


"Papa rasa Mama ini sudah tidak waras otaknya. Melihat putrinya kabur malah kau bahagia sekali, malah memuji lagi!" ketus sang suami. Merasa jengkel.


"Mama kan, hanya merasa kagum saja dengan kemampuan Kyoto. Lihatlah Pah! Dia memang sangat cantik dan sangat keren!Tidak salah dia menjadi keturunan kita!" ucapnya lagi.


"Kyoto kan memang sudah dididik oleh Papa sejak kecil untuk menjadi penerus keluarga kita. Sudahlah, Mah! Bukan itu fokus kita saat ini. Sekarang kita harus mencari keberadaan Kyoto di mana. Tuh anak betul-betul membuat resah kedua orang tua saja!" ayahnya Kyoto terus mondar-mandir di ruangan security. Sehingga petugas yang sedang berjaga menjadi tidak enak rasanya karena terus diperhatikan oleh berdua majikannya.


"Kenapa kalian malah bengong? Cepat cari putri saya! Dapatkan dia kembali! Kalau kalian masih ingin bekerja di rumah ini. Kalau tidak akan saya pastikan kalian saya pecat! Dia pasti sedang ke bandara sekarang! Cari Kyoto di sana!" perintah ayahnya Kyoto.


"Baik Tuan, kami akan segera mencari Nona muda!" dengan tergopoh dan tergesa-gesa kedua security tersebut langsung kocar-kacir, melarikan diri dari kedua majikannya yang saat ini sedang emosi tingkat dewa karena putrinya yang sudah melarikan diri.


"Lagi pula, Pah! Kyoto memang sudah dewasa sudah tidak bisa lagi kita untuk kekang. Bagaimanapun cara kita, kalau bukan dari hati dia sendiri, rasanya akan sulit. Untuk kita bisa menyadarkan dia. Sudahlah, Pah! Biarkan saja biarkan dia. Biar tahu pengalaman di luar dan hal itu akan mendewasakan dia!" ucap istrinya pada akhirnya.


"Mendewasakan dia? Apa maksudmu? Dia akan mempermalukan keluarga kita dengan berusaha merebut suami dari wanita lain. Apakah Mama bangga kalau seandainya Kyoto melakukan hal seperti itu?" tanya suaminya kesal.


"Bukan seperti itu maksud Mama, Pah! Tetapi, biarkanlah Kyoto tahu sendiri tentang Kaisar yang sudah memiliki istri dan anak itu. Sehingga dia akhirnya sadar sendiri itu loh! Maksudnya Mama! Papa ngerti nggak sih?Kenapa sih apa-apa tuh selalu emosi?" istrinya berusaha menjelaskan kepada suaminya.

__ADS_1


"Oh seperti itu? Baiklah mungkin, apa yang Mama katakan benar. Kemungkinan besar saat ini Kyoto sedang ada di berusah untuk pergi ke Indonesia. Baiklah Ayo kita susul saja Kyoto. Kita awasi gerak-geriknya dari kejauhan. Kalau Kyoto betul-betul melakukan rencananya, maka kita harus mengingatkan dia jangan sampai dia terperosok lebih dalam lagi!" ucap ayahnya Kyoto mantap.


Mereka berdua pun akhirnya bersiap-siap, untuk pergi ke Indonesia menyusul Putri mereka yang kabur demi seorang Kaisar.


__ADS_2