Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
30. Takeshi Mengetahui Identitas Delia


__ADS_3

Setelah koma selama dua hari. Akhirnya Delia pun siuman. Kenshi Yamada dan Takeshi merasa senang dengan perkembangan itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Delia ke Jepang, karena pekerjaan mereka di sana sudah menunggu. Mereka akan memantau kesehatan Delia di rumah sakit milik keluarga mereka.


"Walaupun wanita ini sudah sadar, tetapi dia belum bisa banyak berbicara, kita kesulitan untuk mengetahui identitas dirinya. Semoga setelah mendapatkan perawatan intensif di Jepang, keadaan dia lebih baik!" ucap Kenshi ketika mereka sudah ada dalam pesawat pribadi milik mereka. Takeshi sebenarnya ingin pergi ke Amsterdam untuk menyusul Sofia, tetapi dia undur dulu, dia tidak tega melihat ayahnya menghadapi masalah tabrakan tersebut sendiri. Kalau ada apa-apa, ayahnya bisa saja dituntut pihak keluarga korban.


"Iya, Pah! Takeshi juga berharap, semoga perempuan itu dan bayinya bisa baik-baik saja. Sehingga kita bisa mengantarkan mereka ke keluarganya. Dan, Ya, setidaknya kita bisa mengurangi hukuman tersebut. Ya, syukur-syukur kita bisa mengajukan perjanjian damai, sehingga Papa tidak perlu menghadapi tuntutan hukum!" ucap Takeshi.


"Iya, Papa juga harap eperti itu, tapi Papa merasa heran, loh, Papa merasa seperti punya ikatan dengan bayi itu. Entahlah, hati Papa rasanya merasakan kesedihan yang tak biasa, ketika bayi tersebut dalam keadaan bahaya. Papa juga tidak mengerti perasaan macam apa ini?" ujar Kenshi sambil menatap Delia yang menatap dirinya dalam diam. Keadaan Delia memang masih belum terlalu stabil.


"Takeshi berharap semoga semuanya baik-baik saja. Oh ya, Pah! Papa menabrak wanita ini di mana? Kok bisa sih kejadian seperti itu terjadi kepada Papa? Setahuku sih, sopir kita itu termasuk orang yang hati-hati dalam bekerja, tidak sembrono dan juga tidak sembarangan!" tanya Takeshi keheranan.


"Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Kenshi.


"Dengan Papa mengatakan lokasi kejadian, Takeshi bisa menyelidiki, kira-kira siapa keluarga perempun ini. Jadi kita bisa bertindak lebih bijaksana, ketika perempuan ini sudah mulai sehat seperti sedia kala!" ucap Takeshi.


"Papa menabrak dia di sekitar Perumahan Kemang, perumahan elit, perumahan para konglomerat. Perempuan itu, dia tiba-tiba keluar dari sebuah rumah besar dan kejadiannya begitu cepat. Papa sendiri tidak terlalu ingat, di mana rumah perempuan itu. Karena kejadiannya begitu cepat dan keadaan sekitar juga gelap. Kami berdua dalam keadaan panik tidak ada kesempatan ataupun waktu untuk mengingat lokasi itu secara tepat. Yang papa ingat, rumah itu sangat besar dan mewah!" Takeshi mencoba mengingat kembali kejadian malam itu.


"Baiklah, Takeshi akan berusaha untuk mengirim seorang detektif swasta, untuk menyelidiki sekitar tempat kejadian itu. Mungkin, kita bisa mendapatkan beberapa informasi mengenai identitas perempuan ini!" setelah melakukan penerbangan beberapa jam, akhirnya mereka pun mendarat di bandara pribadi milik mereka. Mereka segera membawa Delia ke rumah sakit milik keluarga mereka.

__ADS_1


"Semoga setelah mendapatkan perawatan yang lebih baik, kamu segera membaik, ya? Dan kami bisa mengantarkan kamu ke keluarga kamu!" ujar Takeshi sambil menatap mata Delia yang kini berkaca-kaca.


"Na.. na..namaku Delia!" hanya itu yang berhasil diucapkan oleh Delia, tetapi Takeshi merasa bahagia, setidaknya, dia bisa memulai penyelidikan mengenai identitasnya dengan nama tersebut. Takashi langsung menelpon detektif swasta, untuk menyelidiki mengenai perempuan yang bernama Delia di tempat kejadian yang pernah disebutkan oleh ayahnya.


Setelah mereka kembali ke Jepang, aktivitas harian mereka kembali normal. Sesekali Takeshi dan Kenshi menengok Delia di rumah sakit. Keadaaan Delia pun semakin membaik, perkembangan janinnya pun kini semakin baik pula. Takeshi dan Kenshi merasa senang dengan perkembangan semacam itu, mereka sudah bersiap akan mengantarkan Delia kepada keluarganya.


Tiba-tiba, siang itu telepon Takeshi berdering dan ternyata itu adalah panggilan dari detektif swasta yang sudah dia kirim untuk menyelidiki siapa Delia sesungguhnya.


" Yah! Apakah kau sudah berhasil menemukan identitas perempuan tersebut?" tanya Takeshi to the point.


"Maksudnya? Kenapa saya tidak mengerti dengan apa yang kau laporkan?" tanya Takeshi tampak bingung.


"Berdasarkan penyelidikan yang sudah saya lakukan, selama satu minggu ini. Saya menemukan bahwa Tuan Kaisar itu adalah kakak tiri Anda. Dahulu, Mamanya Tuan Kaisar adalah istri pertama dari Ayah anda!" ucapnya.


Bagaikan mendapatkan sambaran petir, Takeshi merasa terkejut dengan berita yang dibawa oleh detektif yang telah dia sewa. Tidak disangka, ternyata perempuan yang ditabrak oleh ayahnya adalah menantunya sendiri. Istri dari Kakak tirinya. Kaisar!


"Baiklah! Terima kasih atas informasi yang sudah anda berikan kepada saya. Saya akan segera mentransfer bonus untuk Anda. Senang bekerja sama dengan anda!" Takeshi kemudian menutup panggilan telepon tersebut.

__ADS_1


"Pantas saja, waktu itu Papah mengatakan, bahwa dia merasa memiliki ikatan dengan bayi tersebut. Ternyata, bayi tersebut adalah cucunya sendiri! Darah memang tidak akan pernah berbohong! Ikatan darah memang lebih kental daripada air!" Takeshi bergumam sendiri.


Hal itu membuat Kenshi merasa terheran-heran melihat wajah putranya yang tampak begitu serius ketika berpikir.


"Apakah ada masalah yang beratnya sedang kau pikirkan Takeshi?" tanya Kenshi sambil duduk di sofa dalam ruangan Takeshi yang tampak sangat mewah.


'Apakah aku harus memberitahukan Papa tentang identitas Delia? Tampaknya ini akan sangat berbahaya. Apa yang akan Papa lakukan, kalau mengetahui perempuan itu adalah menantunya sendiri? Dan bayi yang dia kandung adalah cucunya Sendiri!' Takeshi benar-benar berada dalam Dilema.


"Takeshi, ditanya kok malahan tambah melamun, bukannya menjawab pertanyaan Papah! Apa yang sedang mengganggu pikiranmu? Coba ceritakan sama Papa! Siapa tahu Papa bisa membantumu!" tanya Kenshi lagi.


"Takeshi mau tanya sama Papa, apa yang akan Papa lakukan, kalau Papa bisa menemukan keluarga dari istri pertama Papa?" tanya Takeshi berhati-hati takut Papanya merasa curiga dengan dirinya.


"Yang Papah dengar, Kaisar sudah menikah! Tetapi Papa tidak tahu, siapa istrinya. Mamanya Kaisar sudah meninggal lama sekali. Kemarin, sewaktu kita di Indonesia, Papa sempat mengunjungi makamnya. Disana Papa bertemu dengan Kaisar. Tetapi Kaisar tampaknya masih marah dan tidak mau menerima kehadiran Lala dalam kehidupan dia! Dia langsung lari, begitu tahu Papa menemui dia!" ucap Kenshi dengan berat, ya, Kenshi merasa menyesal karena sudah menelantarkan Kaisar.


"Papa sudah bertemu dengan Kaisar? Kenapa Takeshi tidak tahu hal itu, Pah?" tanya Takeshi terkejut.


"Papa bertemu dengan Kaisar hanya sekitar 10 menit tidak lebih! Setelah itu Papa merasa sangat sedih dan juga merasa bersalah. Karena Papa sudah begitu tega kepadanya, meninggalkan dia selama 30 tahun lamanya. Pantas kalau Kaisar membenci Papa saat ini!" ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2