Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
137. Donor Ginjal


__ADS_3

Setelah melakukan berbagai tes akhirnya diputuskan Takeshi yang akan memberikan ginjalnya kepada Kaisar.


Sekarang mereka sudah berada di ruang operasi dan siap mengoperasi Kaisar.


" Terima kasih Takeshi. Budi baikmu ini akan selalu kuingat!" ucap Delia sambil menggenggam tangan Takeshi yang siap berangkat menuju ruang operasi.


Sementara itu Kaisar sudah dibawa ke ruang operasi sejak tadi. Karena banyak hal dalam persiapan yang harus dilakukan oleh mereka.


" Kamu harus kuat ya Takeshi demi kakakmu!" ucap Kenshi memberikan semangat kepada Takeshi yang hanya bisa menganggukkan kepala melihat ayahnya yang kini mulai berlinang air mata.


' Semoga ginjalku ini bisa membuat Kak Kaisar terbuka hatinya untuk bisa menerima papa dan memaafkan kami semua yang sudah menorehkan banyak luka di dalam kehidupannya!' batin Takeshi sambil memejamkan matanya ketika suster membawa dia ke ruangan operasi.


Tampak Kyoto yang saat ini sedang memegang tangan ibunya Takeshi yang terus menangis sejak tadi. Dia merasakan kesedihan yang luar biasa melihat putranya akan memberikan satu ginjalnya untuk Kaisar.


" Bahkan Kaisar tidak pernah menganggapnya sebagai adik. Apakah ini layak Pah? Kehidupan Takeshi pasti nantinya akan banyak terganggu karena dia kehilangan satu ginjalnya!" ucap ibunya Takeshi dengan terus menangis tersedu-sedu.


" Takeshi yang menginginkannya Mah! Papa maupun Kaisar tidak pernah memintanya. Seharusnya Papa yang berada di dalam ruangan operasi itu. Akan tetapi Takeshi melarangnya!" ucap Kenshi sambil memegang tangan sang istri yang langsung menepisnya dengan penuh amarah dan kesedihan.


" Selama puluhan tahun keluarga kita hanya menjadi musuh di mata Kaisar. Tiba-tiba dia datang dan mengundang kita ke rumahnya dan ternyata harus memberikan ginjal Putraku kepadanya!" ucap ibunya tak kasih dengan sengit sampai dengan kepada Delia dengan penuh amarah.


" Saat aku mengundang Takeshi ke rumah kami. Aku tidak tahu kalau Kaisar sedang menderita penyakit ginjal. Dan itu bukan undangan dari Kaisar maupun dariku tetapi dari Deka yang merindukan paman dan juga kakeknya!" ucap Delia dengan berlinang air mata.


Bagaimanapun saat ini Delia merasakan sedih dengan kondisi suaminya dan juga sumpah serapah yang terus dikatakan oleh ibu tiri dari Kaisar yang tidak merelakan putranya menyerahkan ginjalnya untuk sang suami tercinta.


" maafkan kami Kalau kami sudah memberikan luka ke dalam hatimu!" ucap Delia sambil menundukkan kepalanya dengan dalam sebagai permohonan maafnya kepada Ibu Takeshi.

__ADS_1


" Sudahlah Delia ini bukan kesalahanmu sayang. Kaisar adalah anakku dan Takeshi adalah adiknya. Mau tidak mau kami harus terlibat juga di dalam masalah ini karena memang hanya kami berdua yang bisa menolong Kaisar saat ini!" ucap Kenshi sambil mengelus tangan dia lihat yang masih terisak dalam tangisnya.


" Sudahlah Delia. Jangan menangis lagi. Kasihan anaknya ada di dalam perutmu nanti pasti akan merasa sedih!" ucap Satria sambil mengelus punggung putrinya yang masih menangis tersedu.


Zahra tidak mau ikut ke rumah sakit karena dia bertugas untuk menjaga DK tidak baik untuk seorang anak kecil berada di rumah sakit dan itu pasti akan memberikan kelemahan kepada Kaisar saat melihat putranya bersedih karena penyakitnya.


Kaisar sangat terkejut ketika dokter memberikan diagnosis penyakit ginjal kepadanya. Walaupun sedikit banyak dia sudah memiliki gambaran karena mengingat gaya hidupnya di masa muda yang sangat suka mengkonsumsi minuman beralkohol dan juga rokok dalam batas ambang kewajaran.


Flash back on


Kehidupan dunia bisnis yang digelutinya yang telah memaksanya untuk melakukan hal itu. Pertemuan-pertemuan bisnis yang selalu melibatkan alkohol dan wanita yang menjadikan kehidupan Kaisar di masa muda tergolong tidak sehat.


Setelah menikah dengan Delia Kaisar mulai menata kehidupannya menjadi lebih baik. Dia mulai meninggalkan alkohol dan rokok tetapi ternyata penyakit itu datang setelah dia tidak mengkonsumsinya sama sekali.


Cobaan hidup yang terus silih berganti yang menjadikan hidup mereka semakin berwarna. Segala masalah yang semakin mempererat hubungan di antara Delia dan Kaisar. Penyakit itu juga telah memperbaiki hubungan Kaisar dengan ayah dan adiknya.


" Kau jangan gegabah Takeshi. Hidupmu masih panjang dan sebentar lagi kau pun akan menikah dengan Kyoto. Pasti kau nanti akan mengalami banyak kesulitan kalau kau mendonorkan ginjalmu padaku!" ucap Kaisar menolak keinginan Takeshi untuk mendonorkan ginjalnya.


" Kalau aku tidak mendonorkan ginjalku, maka Ayah kita yang akan mendonorkannya. Apakah kau Rela? Saat ini kondisi Papah benar-benar tidak stabil dan dia terus sakit-sakitan. Kondisinya setiap hari terus drop. Kalau dia harus kehilangan satu ginjalnya. Mungkin dia tidak akan bisa bernafas lagi saat keluar dari ruang operasi!" Ucapkan kasih menjelaskan alasannya kenapa dia memilih untuk mendonorkan ginjalnya untuk Kaisar.


" Biarlah apa yang aku lakukan ini. Semoga bisa menjadi penyembuh untuk segala luka hatimu yang diakibatkan oleh masa lalu kedua orang tuaku yang selama ini selalu menyakitimu dan juga almarhum ibumu!" ucap Takeshi kepada Kaisar.


" Dosa yang dilakukan oleh ibumu tidak akan pernah bisa dibayar walaupun kau memberikan 1000 ginjal untukku! Pergi kau dari ruanganku. Aku tidak butuh ginjalmu sama sekali! Aku bisa menghadapi hidupku sendiri tanpa sumbangan ginjalmu!" ucap Kaisar dengan mata berapi-api karena pakai setelah menyinggung sisi terlemah dalam hidupnya yaitu almarhum ibunya.


" Tenanglah Sayang kau jangan seperti ini kau saat ini sedang sakit. Tolonglah untuk kau bisa menahan emosimu!" ucap Delia sambil memegang tubuh Kaisar yang saat itu hendak menghajar Takeshi yang sudah membuatnya merasa marah dan kesal.

__ADS_1


" Baiklah Delia Aku akan pergi aku akan mempersiapkan diriku untuk operasi besok pastikanlah kondisi suamimu baik-baik saja agar operasi besok berjalan dengan lancar!" ucap Takeshi berpamitan kepada Delia dia tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh Kaisar kepadanya.


" Aku akan menolak operasi itu dan aku tidak akan menerima ginjal yang kau donorkan kau dengar itu Takeshi!" teriak Kaisar dengan penuh amarah yang memuncak di dadanya.


" Aku memberikan ginjalku bukan melihat dirimu tetapi aku melihat Delia dan kedua anakmu yang akan menangis ketika kau MATI!" ucap Takeshi dengan mata berapi-api.


Bagaimana sabar pun seorang Takeshi tetap saja hatinya merasakan sakit dan jengkel melihat kekeras kepala antara Kaisar yang tidak berubah walaupun telah dilanda penyakit yang begitu berat.


" Aku memberikan ginjalku untuk menjamin kebahagiaan Delia dan juga kedua anaknya. yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah!" ucap Takeshi sambil meninggalkan kaisar yang saat ini sedang menahan emosinya dan juga rasa sakit di dadanya.


" Tolonglah kau Jagalah dirimu jangan terus marah-marah seperti ini kau harus ingat dengan kondisi dirimu!" pinta Delia kepada suaminya yang saat ini sedang menatapnya dengan beribu pertanyaan.


" Apakah kau akan meninggalkanku kalau aku sakit dan tidak bisa melayanimu maupun membahagiakanmu?" tanya Kaisar sedih.


" Kau itu bicara apa sayang? Kau dengarlah! Apapun kondisimu aku pasti akan tetap menjagamu dan mencintaimu. Kedua anak kita masih kecil dan kau harus ingat untuk terus bertahan hidup dan bersemangat sayang! Tolong jangan pernah menyerah demi aku dan juga anak-anak kita!" ucap Delia dengan penuh ketegaran di dalam hatinya dia berusaha untuk tidak menangis di hadapan Kaisar agar Kaisar tidak semakin lemah Dan juga merasakan kesedihan sang istri.


" Aku pasti akan berjuang sayang! Pasti! Demi kebahagiaanmu dan juga kedua anak kita. Percayalah itu!" ucap Kaisar sambil memeluk tubuh Delia yang saat ini sedang berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis di hadapan sang suami.


" Maka Jadilah anak yang baik dan terimalah kebaikan dari Takeshi untuk menerima ginjal yang dia berikan. Demi aku dan demi kedua anak kita. Apakah kau tidak ingin bertemu dengan anak yang saat ini aku kandung?"tanya Delia.


" Baiklah aku akan menerimanya Demi Kau dan juga anak kita aku pasti akan membalas kebaikan Takeshi bagaimanapun caranya!" ucap Kaisar sambil mencium pipi Delia dengan penuh kasih dan sayang.


Flash back off


Saat ini Delia sedang menatap ibunya Takeshi yang sedang mengamuk yang tidak terima anaknya saat ini sedang dioperasi demi memberikan ginjalnya untuk sang suami.

__ADS_1


Hati Delia benar-benar miris melihat itu bagaimana mungkin ibu tiri Kaisar tidak memikirkan tentang kesehatan Kaisar saat ini dan hanya memikirkan tentang kesehatan putranya saja?


' Kaisar menghabiskan waktunya dengan alkohol dan rokok di masa mudanya. Pasti adalah karena dia harus meredam rasa sakit hatinya terhadap kepergian ayahnya yang diakibatkan oleh ibunya Takeshi yang telah merebut suami ibunya dan ayahnya. Bukankah segala sesuatu itu pasti ada sebab dan akibatnya?' batin Delia sambil terus menatap ibunya Takeshi yang masih mengamuk dan menangis tanpa bisa dikendalikan oleh sang suami.


__ADS_2