
"Apakah kau tidak apa-apa Kyoto? Kenapa tanganmu begini dingin?" tanya Delia.
Kyoto sontak langsung melirik kepada Delia. Ketika melihat Delia saat ini sudah ada di hadapannya.
"Ohhhhoooo! Aku tidak apa-apa Delia! Aku hanya terkejut saja, karena tiba-tiba saja Takeshi mencium bibirku!" ucap Kyoto dengan gugup dan menundukkan kepalanya karena merasa malu kepada Delia dan Kaisar.
"Sudahlah! Ayo kalian masuk ke dalam restoran saja. Nanti kita bicarakan saja di sana!" ucap Delia sambil menarik tangan Kyoto untuk membawanya masuk ke dalam restoran miliknya.
Tampak Takeshi pun saat ini sedang diadili oleh Kaisar. "Apa kau tidak malu? Karena sudah melakukan hal seperti itu di hadapan publik? Bahkan aku yang sudah menikah dengan Delia saja, tidak pernah melakukan hal seperti itu!" ucap Kaisar sambil menatap tajam kepada Takeshi.
"Bukan urusanmu! Lagi pula aku tidak pernah mengganggumu. Sudah menyingkir kau dari hadapanku!" ucap Takeshi dengan nada sewot karena tidak senang Kaisar mencampuri urusan pribadinya bersama dengan Kyoto.
Sejak pertama kali melihat Kyoto Takeshi memang sudah tertarik dengan pribadinya apalagi wajah Kyoto yang sangat cantik khas wajah wanita Asia.
Perasaan Takeshi merasa bahagia seakan menemukan sebuah obat dari sebuah luka karena cintanya yang kandas bersama dengan Sofia sebelum berkembang.
Karena Takeshi menemukan sebuah fakta bahwa ternyata Sofia adalah seorang perempuan yang selalu berhubungan dengan banyak laki-laki dalam hidupnya.
"Aku melakukan ini karena kau menyandang nama Yamada! Sama dengan Nama belakang yang aku miliki!" ucap Kaisar sambil mentoyor kepala Takeshi yang membuatnya merasa gemes karena perbuatan Takeshi yang sangat luar biasa di hadapan publik tadi.
"Memangnya kenapa kalau kau memiliki nama Yamada huh? Toh kau tidak pernah mengakui kami sebagai saudara maupun keluargamu!" ucap Takeshi sambil cemberut kepada Kaisar kemudian meninggalkan Kaisar sendirian di sana.
__ADS_1
"Dasar adik durhaka! Kau mengacuhkan kakakmu sendiri!" teriak Kaisar tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Takeshi terhadapnya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Kaisar, seketika Takeshi terdiam kemudian dia melihat Kaisar dengan lekat seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan.
"Adik? Kakak?" ulang Takeshi seperti orang linglung dia masih tidak percaya bahwa Kaisar mengucapkan dua kata sakral itu dengan menggunakan mulutnya sendiri.
"Memangnya kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Kaisar sambil menatap tajam kepada Takeshi yang matanya mulai berkaca-kaca.
"Tidak ada yang salah! Kita berdua memang kakak beradik berasal dari ayah yang sama yaitu Kenzi Yamada!" setelah mengatakan itu, Takeshi langsung memeluk tubuh Kaisar dengan erat sekali. Karena dia merasa sangat terharu akhirnya Kaisar menganggap dirinya sebagai seorang adik.
"Lepaskan ih, kamu apa-apaan sih? Dasar anak nakal! Kau main peluk-peluk aku, bikin malu saja!" ucap Kaisar keras dan berusaha memberontak dari pelukan hangat seorang Takeshi yang merasa sangat senang sekali akhirnya dirinya diakui oleh kaisar sebagai seorang adik.
"Tidak mau! Aku sudah menunggu momen ini sangat lama di mana kau mengakuiku sebagai adikmu!" ucap Takeshi sambil terus memeluk kaisar yang akhirnya menyerah dan tidak berontak lagi.
Demi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Delia seketika Kaisar langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan Takeshi.
"Ih kau memang benar-benar ya! Tadi kau main cium-cium anak orang di depan publik. Sekarang kau main peluk-peluk aku di depan publik. Kau betul-betul punya masalah dengan mentalmu huh??" ucap Kaisar kemudian meninggalkan Takeshi yang saat ini masih bengong di tempatnya.
"Aku tidak punya masalah dengan mentalku. Aku hanya merasa sangat bahagia karena kau akhirnya mau mengakuiku sebagai saudaramu!" ucap Takeshi sambil menatap dengan tajam kepada Kaisar yang masih berdiri di hadapannya.
"Sudah cepat kau masuk! Lihatlah, istriku dan kekasih kamu sudah menunggumu dari tadi!" ucap Kaisar sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kalau akan tiba hari ini di mana kakakku mau mengakuiku sebagai saudaranya!" ucapkan Takeshi tetapi Kaisar dapat mendengarnya dan dia pun merasakan hangat di dalam hatinya ketika tadi Takeshi memeluk dirinya dengan erat.
Takeshi langsung mengejar kakaknya yang sudah masuk duluan ke dalam restoran milik Delia. Takeshi merangkul bahu kakaknya dan mencium pipi Kaisar 1 kali, yang sontak membuat Kaisar terkejut dan langsung menyikut dada Takeshi dengan kesal.
"Tidak apa-apa! Aku memeluk dan mencium kakakku sendiri. Siapa yang mau protes sini datang akan ku hajar dia Dan kita lihat apakah dia berani melawanku!" ucap Takeshi dengan senyumnya yang mengembang di wajah tampannya yang memiliki gestur yang mirip-mirip dengan Kaisar.
Mungkin karena mereka kakak beradik. Sehingga Kaisar dan Takeshi tampak 11 12 karena mereka yang memiliki wajah yang hampir mirip tetapi dalam Aura dan pesona yang berbeda.
Kaisar memiliki wajah yang tegas dan juga arogansi yang tingkat tinggi. Sementara Takeshi memiliki wajah yang lembut dan juga tidak sombong. Takeshi yang merupakan orang dengan karakter easy going dan bisa berbaur dengan siapapun. Berbeda dengan Kasar yang introvert dan cenderung menyendiri dari keramaian.
Mungkin karena masa lalu Kaisar yang pahit dan tidak pernah merasakan kasih sayang utuh dari kedua orang tuanya. Sehingga membentuk karakter Kaisar saat ini.
Berbeda dengan Takeshi yang sejak kecil selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya dan memiliki kasih sayang orang tua yang lengkap. Sehingga membuat Takeshi menjadi pribadi yang bahagia dan juga bisa berbaur dengan siapapun dengan mudah.
"Apa kau bersikap seperti itu dimanapun kau berada huh? Kau mencium sembarangan setiap orang dan memeluk sembarangan setiap orang?" tanya Kaisar sambil menatap kepada Takeshi dengan tatapan horor.
Takeshi tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Kaisar. Karena dirinya saat ini sangat bahagia jadi dia membiarkan Kaisar mengatakan apapun yang membuat hatinya senang dan bahagia.
Takeshi bisa memahami karakter Kaisar karena dia tahu sejarah hidup Faisal memang pahit jadi dia bisa bersabar mendengarkan apapun yang dikatakan oleh kaisar terhadapnya.
Begitu mereka berdua kembali ke ruangan VVIP yang tadi mereka gunakan. Tampak Kyoto menatap Takeshi dengan wajah memerah, karena merasa malu ketika dia mengingat kembali tentang kelakuan Takeshi terhadapnya.
__ADS_1
Bagaimana Kyoto tidak merasa malu? Hanya dalam waktu 1 jam sejak mereka bertemu pertana kali bertemu di ruangan itu tapi sudah mencium bibirnya sebanyak dua kali. Apakah ada hal yang lebih membagongkan dari hal itu? Karena seumur hidup Kyoto, baru mengalaminya hari ini. Dia bertemu dengan lagi kaki agresif yang begitu berani terhadap dirinya.