Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
136. Bagaimana mungkin?


__ADS_3

Keesokan paginya Delia menemui dokter yang menangani Kaisar. Delia ingin mengetahui Penyakit apa yang diderita oleh kaisar saat ini.


" Selamat Pagi Dokter saya adalah Delia istri dari pasien bernama Kaisar!" ucap Delia.


" Selamat pagi mari silakan duduk senang sekali dengan kunjungan anda!" ucap dokter itu dengan ramah kepada Delia.


" Dokter Saya ingin bertanya tentang kondisi suami saya. Kenapa dari kemarin saya melihat wajahnya sangat pucat sekali dan dia seperti kehilangan gairah hidup?" tanya Delia kepada dokter.


" Maafkan saya bu Delia. Tuan Kaisar mengidap penyakit ginjal dan kita harus segera mengoperasinya untuk mengganti ginjal yang rusak. Kami akan mengusahakan untuk operasi ginjal secepatnya!" ucap dokter itu dengan raut muka kesedihan.


" Innalillahiwainnailaihirojiun pantas saja suami saya sering mengeluh kesakitan!" ucap Delia sedih.


" Sepertinya karena gaya hidup Tuan Kaisar di masa muda yang suka mengkonsumsi alkohol dan rokok secara berlebihan yang mengakibatkan ginjalnya sekarang bermasalah!" ucap dokter itu menjelaskan kepada Delia.


" Ke mana saya harus mencari donor untuk operasi itu?" tanya Delia dengan wajah khawatirnya.


Sementara itu di luar pintu, terlihat Kensi sedang mendengarkan pembicaraan antara Delia dan dokter mengenai kondisi Kaisar saat ini.


' Ya Tuhan, bagaimana mungkin Putraku yang begitu sehat dan kuat ternyata menderita penyakit ginjal yang sangat menakutkan?' batin Kensi dengan mata berkaca-kaca.


' Nanti aku akan menemui dokter untuk memeriksa, apakah ginjal bisa menjadi donor bagi Kaisar. Sehingga bisa menolong Kaisar untuk hidup secara normal seperti dulu lagi!' Kensi langsung meninggalkan tempat itu. Karena dia melihat Delia yang sudah akan keluar dari ruangan dokter menuju ke ruangan Kaisar.


Setelah Delia meninggalkan ruangan itu. Kenshi langsung masuk ke dalam ruangan dokter yang menangani kesehatan Kaisar.


" Dokter Apakah bisa saya bicara tentang kesehatan Putra saya?" tanya Kenshi ketika dia sudah berhadapan dengan dokter.


" Apa yang ingin anda ketahui tentang kesehatan putra anda?" tanya dokter.


" Saya ingin mengecek Apakah ginjal saya bisa untuk menjadi pendonor bagi Kaisar?" tanya Kensi sambil menatap tajam kepada dokter.


" Usia anda sudah tua Tuan. Akan sangat beresiko. Kalau anda menjadi seorang pendonor ginjal bagi hidup anda kedepannya nanti!" ucap dokter menjelaskan segalanya kepada Kensi.

__ADS_1


" Tapi saya tidak bisa untuk menutup mata. Ketika melihat Putra saya sakit dan sekarat bagaimana saya sanggup melihat itu dokter?" ucap Kenshi dengan berderai air mata.


" Saya mengerti perasaan Anda. Hanya saja saya tidak bisa mengambil resiko untuk mengizinkan anda menjadi pendonor ginjal!" ucap dokter itu sambil menggelengkan kepalanya.


" Saya mohon Dokter! Tolong untuk mengizinkan saya memeriksakan diri saya. Apakah saya bisa menjadi pendonor atau tidak?" ucap Kenshi dengan tegas.


" Baiklah kalau Anda memaksa. Anda boleh memeriksakan diri Anda. Akan tetapi saya benar-benar serius untuk melarang Anda mendonorkan ginjal Anda kepada putra anda!" ucap dokter.


" Baiklah terima kasih atas nasehat anda. Saya sekarang akan memeriksakan diri saya. Apakah layak untuk menjadi pendonor ginjal atau tidak bagi putra saya!" ucap Kenshi sambil meninggalkan ruangan dokter.


Setelah meninggalkan ruangan itu Kenshi langsung pergi untuk menjalani semua prosedur pemeriksaan kesehatan. Apakah dia bisa mendonorkan ginjalnya untuk Kaisar atau tidak.


Setelah selesai diperiksa. Kensi keluar dari ruangan dan Takeshi melihat ayahnya keluar dari sana.


" Papa sedang ngapain?" tanya Takeshi kepada ayahnya.


" Papa ingin mendonorkan ginjal Papa kepada Kaisar saat ini kakakmu sedang sakit parah!" ucapkan sih sambil menatap wajah putranya yang kedua.


" Setidaknya Papa ingin mengetahui. Apakah Papa layak untuk mendonorkan ginjal atau tidak. Apakah ginjal papa cocok dengan Kaisar atau tidak!" ucap Kenshi pelan.


" Biar Takeshi saja Pah yang mendonorkan ginjal untuk Kaisar!" ucap Takeshi menatap ayahnya dengan lekat.


" Kamu sebentar lagi akan menikah Papa tidak bisa membiarkanmu untuk mendonorkan ginjal untuk kakakmu!" ucap Kenshi kepada Takeshi.


" Papa jangan khawatir Takeshi pasti bisa menjaga diri." Ucap Takeshi meyakinkan ayahnya.


" Baiklah saya akan memeriksakan diri dulu. Papa tunggulah di sini!" ucap Takeshi meminta kepada ayahnya untuk menunggu dirinya di depan ruang pemeriksaan.


Setelah selesai diperiksa. Takeshi langsung menemui ayahnya dan mereka pergi menuju ruangan Kaisar.


" Papa hanya ingin melihat Kaisar sehat lagi. Kasihan Deka dan juga bayi yang ada di dalam perut Delia. Mereka masih membutuhkan ayah yang bisa mendukung mereka dan memberikan kasih sayang untuk mereka!" ucap Kenshi sambil berjalan menyusuri lorong menuju ruangan Kaisar.

__ADS_1


" Papa jangan khawatir. Takeshi yakin dan percaya. Bahwa ginjalku bisa digunakan donor ginjal untuk operasi Kaisar." ucap Takeshi sambil menggenggam tangan ayahnya.


Sudah selama beberapa bulan kesehatan Kensi banyak menurun Sehingga membuat Takeshi selalu merasa khawatir dengan keadaan ayahnya dan selalu bersiaga di samping sang ayah.


" Segera percepat pernikahanmu dengan Kyoto agar Papa bisa menyaksikan pernikahan kalian!" ucap Kenshi.


" Tenanglah Pah jangan memperdulikan apapun sekarang yang penting adalah kesehatan papa!" ucap Takeshi sambil memapah ayahnya menuju ruangan Kaisar.


" Bagaimana dengan kesehatan Kaisar sekarang Delia?" tanya Satria kepada Delia.


Tampak kaisar yang sedang berbaring di atas ranjangnya dengan mata tertutup.


" Kaisar saat ini sedang menderita penyakit ginjal dan dia membutuhkan ginjal untuk operasi Pah!" ucap Delia dengan mata Sendu.


Sejak Delia mendengarkan kabar tentang penyakit Kaisar. Dia tidak berhenti menangis di mushola rumah sakit.


" Hapuslah air matamu sayang. Jangan sampai Kaisar melihatnya. Kasihan dia pasti akan menjadi beban berat untuknya!" ucap Satria sambil menghapus air mata Delia yang sejak tadi terus mengalir.


" Papa akan mengerahkan anak buah Papah untuk mencari ginjal yang cocok untuk Kaisar. Kau Tenanglah Jangan khawatir!" Satria berusaha untuk menghibur putrinya.


" Papa kalau sampai terjadi apa-apa dengan Kaisar dia tidak tahu harus berbuat apa!" ucap Delia sambil menangis di pelukan ayahnya.


" Kuatkan hatimu Nak! Bagaimanapun saat ini ada nyawa lain di dalam rahimmu. Kau harus membahagiakan hatimu agar bayi di dalam perut maupun merasakan bahagia!" ucap Satria sambil mengelus rambut putrinya yang masih terisak dalam tangis.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" Ucapkan Kenshi dan Takeshi secara bersamaan.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" jawab Delia dan Satria dan mempersilahkan tensi dan Takeshi untuk duduk di sofa yang ada di hadapan mereka.


" Delia. Apakah Kaisar Belum sadar dari pingsannya?" tanya Takeshi kepada Delia yang saat ini sedang menangis.


" Tadi dia sadar sebentar. Tapi sekarang pingsan lagi. Kita tunggu sampai dia sadar tadi dokter sudah memberikan obat untuknya!" ucap Delia sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


" Berdoalah untuk suamimu agar dia bisa segera sembuh!" ucap Kenshi.


__ADS_2