Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
76. Bersitegang


__ADS_3

Delia benar-benar menghubungi kantor Polisi untuk melaporkan Farel yang benar-benar sudah membuat hatinya sangat kesal hari ini.


"Ya ampun, Delia! Apakah kau benar-benar menghubungi kantor polisi? Apa kau sangat setega itu padaku?" tanya Farel ketika mendengarkan Delia yang sedang melaporkan dirinya ke kantor polisi.


"Makanya segera tinggalkan tempat ini karena saya tidak senang melihat anda. Sekarang juga pergi atau saya melanjutkan laporan ini pada kantor polisi!" ucap Delia sambil menatap tajam kepada Farel.


"Baiklah yang penting aku sudah tahu Keberadaanmu di mana. Kapan-kapan aku bisa datang lagi untuk menemuimu!" ucap Farel sambil tersenyum melihat Delia yang saat ini sedang melotot ke arahnya.


"Percayalah kalau kau berani datang lagi ke sini Saya pasti akan melaporkanmu kembali ke kantor polisi!" ucap Delia dengan suara yang keras. Tampak sekali bahwa Delia sangat membenci Farel.


Farel tampak tertawa terbahak-bahak, ketika melihat Delia yang begitu marah kepada dirinya. Tidak ada sama sekali perasaan tersinggung terhadap sikap Delia yang begitu keras terhadapnya.


Karena jauh di dalam hati Farel. Dia sangat sadar, bahwa dia telah banyak sekali bersalah terhadap Delia dan telah banyak menyakiti hati perempuan itu.


"Baiklah, Delia! Aku pulang dulu. Oh ya, untuk masalah pembayaran makanan yang tadi aku pesan. Aku akan membayarnya sekarang jadi kamu tidak usah khawatir!" kemudian Farel menuliskan sebuah cek bernilai 100 juta dan memberikan kepada Delia.


"Aku membayar di muka, pesanan makanan untuk senilai uang itu. Tolong kau kirimkan lah langsung ke kantorku. Setiap jam makan siang, sebanyak 50 porsi makanan ke kantorku! Adapun untuk menu yang harus kau kirimkan. Kau bisa menghubungiku langsung atau juga menghubungi sekretarisku. Oke? Aku pergi sekarang?" tanpa tunggu jawaban dari Delia, Farel langsung meninggalkan restoran itu.


Tampak Delia matanya mengkilat. Ada kemarahan di dalamnya. Tadi dia hampir saja merobek cek yang diberikan oleh Farel. Tetapi akal sehatnya kemudian bekerja. Bahwa saat ini restoran yang memang sedang membutuhkan banyak biaya.


Setelah kepergian Farel, Delia kemudian memeriksa jumlah tagihan yang seharusnya dibayar oleh Farel kepada restorannya.


Setelah mengetahui jumlah pasti yang harus dibayarkan oleh Farel kepada restorannya, kemudian Delia langsung pergi ke bank untuk mencairkan cek tersebut. Delia langsung mengirimkan sisa pembayaran itu ke kantor Farel. Karena Delia tidak ingin berurusan lagi dengan Farel.

__ADS_1


Begitu sampai di kantor milik Farel, Delia langsung masuk ke ruangannya tanpa permisi. "Kau ambil kembali uang kamu! Karena aku tidak sudi, untuk mempunyai urusan lagi dengan kamu. Dan kamu harus pastikan bahwa kamu menjauh dari hidupku!" Delia sambil menaruh uang sisa dari pembayaran yang diberikan oleh Farel.


Farel yang saat ini sedang melakukan pertemuan bisnis bersama rekannya dia terkejut dengan kedatangan Delia yang begitu tiba-tiba ke kantornya.


Begitupun dengan orang yang saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan Farel. Dia sangat terkejut ketika melihat Delia kini ada di hadapannya.


"Sayang? Benarkah itu kamu? Berbulan-bulan aku mencarimu. Ternyata kau datang sendiri untuk menemuiku!" Kaisar langsung memeluk Delia, yang kini bengong berdiri di depannya.


"Lepaskan aku! Dasar Playboy! Memangnya buat apa kau cari-cari aku? Kau bisa bersenang-senang sesukamu dengan setiap perempuan yang kau temui?" ucap Delia ketus, sambil berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Kaisar yang kini semakin erat.


Farel tampak terkesiap dengan apa yang saat ini ada di hadapannya. Dia merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi.


'Tampaknya Delia memiliki hubungan yang tidak biasa dengan Tuan Kaisar!' bathin Farel sambil menatap interaksi antara mereka berdua. Yang baginya sangat aneh.


"Apa maksud perkataanmu sayang? Aku nggak ngerti. Tiba-tiba saja kau pergi dari pesta kedua orang tua angkatmu. Aku sangat terkejut ketika mendapatkan kamu tidak ada di sana lagi! Aku berusaha untuk mencarimu kemana-mana Tapi tidak berhasil! Bagaimana kabar anak kita? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Kaisar sambil memeluk Delia.


"Untuk apa kau menanyakan dia? Sudahlah? Lebih baik kau lepaskan saja aku, agar kau bisa hidup bebas sesukamu!" ucap Delia dengan menatap tajam kepada kaisar.


"Anak? Apa maksudnya itu Delia?" tiba-tiba saja Farel mengatakan hal itu.


"Ya, anakku bersama dengan Delia. Kenapa Apakah Anda ada masalah?" tanya Kaisar sambil melirik kepada Farel. Farel yang saat ini sedang terkejut, karena menerima sebuah kenyataan yang baru dia ketahui. Bahwa dilihat telah mempunyai seorang anak.


"Kalian suami istri?" tanya Farel seperti orang linglung saja.

__ADS_1


Delia yang melihat kebingungan di wajah Farel menatapnya dengan sinis tidak perduli dengan apa yang ditanyakan oleh Farel saat ini pada dirinya.


"Ya, Kami adalah suami istri dan kami sudah memiliki seorang anak berusia 2 tahun?" Kaisar yang menjawab pertanyaan dari Farel.


Tubuh Farel seketika limbung dan langsung duduk di sofa yang ada di belakangnya. Kini Farel lemas, seakan-akan tubuhnya hilang tenaga dan dia menatap nanar ke arah Delia.


"Bagaimana kau bisa menikahi dia dan melupakan aku dengan begitu cepat, Delia?" ucap Farel sambil menatap Delia yang saat ini malah memalingkan wajah dari tatapannya.


"Apa maksud perkataanm" tanya Kaisar dengan nada keras.


Kaisar sangat tidak suka dengan reaksi Farel dan juga apa yang diucapkan oleh Farel terhadap istrinya. Terlihat bahwa Farel memandangi Delia dengan tatapan yang berbeda dan itu membuat hatinya tidak senang. Kaisar merasa cemburu dengan Farel yang masih menatap lekat kepada Delia.


'Sebenarnya ada hubungan apa antara mereka berdua kenapa Farel sepertinya memiliki sebuah perasaan khusus terhadap istriku?' Kaisar sambil memperhatikan Delia dan Farel yang saat ini saling melotot satu sama lain.


Kaisar kembali mengingat apa yang tadi dikatakan oleh Delia ketika pertama kali masuk ke dalam kantor Farel.


"Kau ambil kembali uang kamu! Karena aku tidak sudi, untuk mempunyai urusan lagi dengan kamu. Dan kamu harus pastikan bahwa kamu menjauh dari hidupku!" ucap Delia sambil menaruh uang sisa dari pembayaran yang diberikan oleh Farel.


'Apa maksudnya Delia mengatakan itu?' Kaisar melirik kepada kantong yang tadi dilemparkan oleh Delia ke atas meja Farel.


Di dalam kresek itu berisi uang yang sangat banyak. Kaisar mengerutkan keningnya. Kaisar merasa bingung dengan hubungan antara Farel dan Delia yang tidak dia ketahui.


"Apa hubungan kalian berdua? Katakan kepadaku! Farel, kenapa kau sampai memberikan uang kepada istriku?" akhirnya Kaisar bertanya juga.

__ADS_1


Kaisar sudah merasa tidak tahan lagi untuk menahan rasa penasaran yang ada di dalam hatinya saat ini. Ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang terus berputar di dalam kepalanya. Dan itu membutuhkan jawaban langsung dari mereka berdua. Farel dan Delia.


__ADS_2