
Takeshi memeriksa keadaan Kaisar yang ternyata jatuh pingsan.
" Dia demam. Keningnya panas sekali. Ayo sekarang kita bawa Kaisar ke rumah sakit saja. Nanti yang lain biar menyusul! Kau hubungi ayahku untuk memberitahukan Delia dan yang lainnya kalau Kaisar berada di rumah sakit.
Kyoto kemudian menghubungi ayah Takeshi mengatakan tentang kabar Kaisar yang sekarang berada di rumah sakit.
"Kita akan membawanya ke mana? Maksudku Rumah Sakit apa?" tanya Kyoto tampak gugup ketika melihat Kaisar yang pingsan tak berdaya.
" Rumah sakit xxxx saja yang dekat dengan rumah kakaku!" ucap Takeshi kepada Kyoto.
Sementara Takeshi fokus dengan menyetir. Kyoto yang memangku kepala Kaisar tampak sangat panik melihat laki-laki yang pernah dia cintai kini terkulai lemas tak berdaya.
' Ya ampun! Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kau sampai pingsan seperti ini dan hanya sendirian di sana?' monolog Kyoto sambil terus menatap wajah Kaisar yang begitu pucat.
" Takeshi sebaiknya kita mampir dulu ke kediaman Kaisar. Kita tanya dulu pendapatnya Delia. Toh ke rumah sakit juga lewat rumah itu kan? Ayo kita mampir saja sebentar!" ucap Kyoto kepada Takeshi yang masih fokus menyetir.
" Baiklah toh rumah Kaisar juga tidak terlalu jauh dari sini!" ucapkan menyetujui pendapat Kyoto.
Setelah mereka sampai di kediaman Kaisar. Takeshi langsung turun untuk menemui Delia dan menyampaikan apa yang terjadi kepada Kaisar.
" Takeshi Kenapa kau pulang sendiri, mana Kakakmu?" tanya Kenshi ketika dia melihat Takeshi yang masuk ke dalam rumah seorang diri tanpa Kyoto maupun Kaisar.
" Kaisar pingsan Pah di taman. Dia demam keningnya panas sekali. Sekarang dia berada di mobil bersama dengan Kyoto. Kami akan membawanya ke rumah sakit yang terdekat dengan kediaman ini. Saya ingin menyampaikan kepada Delia supaya dia tidak khawatir dengan suaminya!" ucap Takeshi menyampaikan tentang keadaan Kaisar kepada Kenshi.
" Kau segeralah ke rumah sakit. Nanti papa yang kan mengabarkan kepada Delia. Jangan sampai kita melewatkan waktu terpenting untuk menyelamatkan orang yang sakit!" ucap Kenshi kepada Takeshi.
__ADS_1
" Ada apa Takeshi? Kenapa Kau tampak khawatir sekali? Hmmm? Di mana suamiku?" tanya Delia dengan kursi roda yang didorong oleh Satria.
" Delia! Kakakku saat ini sedang pingsan di mobil. Tadi kami menemukannya tidak sadarkan diri ketika di taman. Aih, badannya panas sekali. Kami berdua berniat untuk membawanya ke Rumah Sakit. Apakah diperbolehkan?" tanya Takeshi kepada Delia dengan raut wajah penuh khawatir.
" Yah segera kita bawa ke rumah sakit. Tubuh Kaisar memang akhir-akhir ini sangat lemah. Dia sering jatuh pingsan tanpa sebab. Kita harus melakukan medical check up keseluruhan untuk menemukan sesuatu yang salah pada tubuhnya!" ucap Delia dengan rasa khawatir tentang keadaan suaminya.
" Kau akan ikut denganku ke rumah sakit atau menyusul bersama dengan kedua orang tuaku?" tanya Takeshi.
" Kau berangkatlah duluan. Aku akan mengurus Deka dulu. Dia saat ini sangat rewel sekali. Mungkin dia merasakan tentang keadaan ayahnya!" ucap Delia sambil mengelus Deka yang saat ini ada dalam pelukannya.
" Baiklah kalau begitu aku akan segera membawa kakakku ke rumah sakit. Kau cepatlah menyusul ya? Aku khawatir kalau dia sadar dan tidak menemukanmu. Maka dia akan marah kepadaku!" Ucap Takeshi.
" Iya jangan khawatir. Aku hanya akan menidurkan Deka saja. Setelah itu akan langsung pergi ke rumah sakit bersama dengan yang lain!" ucap Delia menenangkan Takeshi.
" Ya Allah badan Kaisar sangat panas sekali. Cepatlah Takeshi Kita harus segera ke rumah sakit dan menyelamatkan Kaisar. Jangan sampai terlambat!" ucap Kenshi merasa khawatir dengan putranya.
" Tenanglah Pah! Kondisimu juga saat ini tidak baik. Kau harus bisa mengontrol emosimu jangan sampai terlalu stress!" ucap ibunya Takeshi menasehati suaminya yang saat ini tidak baik kondisinya.
" Papah nanti sekalian saja dirawat biar kita tenang!" ucap Takeshi.
" Papa baik-baik saja sudahlah sekarang kita sebaiknya fokus dengan Kaisar!" ucap Kenshi sambil terus menatap kepada Kaisar yang masih pingsan.
" Ini adalah pertama kalinya. Pertama dalam hidupku setelah puluhan tahun lamanya. Aku berdekatan dengan Putraku sedekat ini. Sebelumnya kami selalu menjadi musuh dan selalu saling menyakiti satu sama lain. Entah kenapa tiba-tiba saja Kaisar mengundang kita ke rumahnya." ucap Kenshi dengan suara gemetar karena merasakan rasa haru yang teramat sangat di dalam hatinya.
' Maafkan aku ya Allah! Karena aku telah memisahkan ayah dan anak ini selama puluhan tahun lamanya. Sehingga mereka menjadi bermusuhan selama puluhan tahun. Aku yang tidak bisa mengendalikan cintaku sehingga merebut dia dari istrinya dan membuat dia meninggalkan keluarganya! aku tahu bahwa selama ini dia hidup dalam duka karena merindukan putranya!' batin ibunya Takeshi dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Selama perjalanan mereka ke rumah sakit. Tidak ada percakapan sama sekali di antara mereka. Semua orang sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Tampak Kenshi yang terus menggenggam telapak tangan putranya yang selama puluhan tahun selalu dia rindukan.
" Maafkan Papa Kaisar yang sudah bersalah kepadamu. Bertahun-tahun Papa telah menelantarkanmu dan juga ibumu. Papa berharap suatu saat kau bisa memaafkan Papa. Papa sangat berharap kalau kita bisa hidup berdampingan seperti anak dan ayah pada umumnya!" ucap Kenshi dengan berderai air mata. Tampak Kyoto yang terus memperhatikan suasana di dalam mobil yang terasa begitu penuh dengan Aura kesedihan.
' Jadi selama ini Kaisar dan keluarga ayahnya tidak rukun? Oleh karena itu Kaisar memilih meninggalkan pesta dan lebih suka berada di taman sendirian daripada harus berkumpul bersama dengan kami semua?' batin Kyoto sambil terus memperhatikan Kenshi yang sampai saat ini terus menangis sambil menggenggam telapak tangan Kaisar yang terasa begitu dingin.
' Aku tidak tahu ada masalah apa di antara mereka. Tetapi aku bisa melihat bahwa Papa Kenshi sangat menyayangi Kaisar!' batin Kyoto merasakan haru yang sangat besar dari cinta seorang Kenshi terhadap Kaisar.
Begitu mereka sampai di rumah sakit Kaisar langsung masuk ke Icu dan mendapatkan penanganan dari tim dokter.
Mereka semua menunggu Kaisar keluar dari ruang ICU. Tampak Kensi yang terus menggenggam tangan istrinya dan melafalkan banyak doa untuk putranya yang saat ini dalam keadaan kritis.
" Takeshi! Cepatlah kau pergi keluar dulu dan belikanlah air minum untuk ayahmu!" perintah ibunya Takeshi.
" Kyoto. Apakah kau butuh sesuatu biar aku sekalian mencarinya!" tanya Takeshi kepada Kyoto yang tampak masih asyik terus memperhatikan Kenshi sejak tadi.
" Tidak aku tidak butuh apapun. Kau belikan saja kebutuhan Kaisar. Siapa tahu Delia tidak membawanya!" ucap Kyoto.
" Tidak usah. Delia pasti nanti membawa kebutuhan untuk Kaisar. Kau cukup membeli minuman untuk ayahmu saja dan beberapa makanan untuk mengganjal perut barangkali nanti papamu kelaparan di tengah malam." ucap ibunya Takeshi.
" Ya Mah! Aku pergi dulu. Siapa tahu nanti bertemu dengan Delia dan juga kedua orang tuanya. Nanti saya akan mengarahkan mereka untuk kemari!" ucap Takeshi kemudian dia langsung meninggalkan mereka untuk membeli kebutuhan yang dipesan oleh ibunya.
' Tampaknya ibunya Takeshi tidak terlalu menyukai Kaisar. Ya Tuhan! Benar-benar keluarga yang sangat rumit!' jerit hati Kyoto melihat keluarga calon suaminya yang super duper bikin pusing kepalanya.
__ADS_1