Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
36. Sofia Mengunjungi Kaisar


__ADS_3

Keesokan paginya, Sofia bersiap-siap untuk pergi ke rumah Kaisar. Perasaannya begitu bahagia karena berpikir bahwa Kaisar akan menyambut kedatangannya. Sofia benar-benar berpikir bahwa Kaisar masih mencintainya dan mengharapkan dia untuk kembali.


"Kaisar aku pasti akan buat kamu bahagia dan kembali jatuh cinta lagi padaku. Aku yakin, kalau dihatimu, pasti masih ada aku di sana dan aku akan berjuang untuk mendapatkan kembali cintamu, Sofia. semangat!" Sofia terus memberikan sugesti positif ke dalam dirinya. Menyuntikkan ratusan semangat ke dalam dirinya, agar dirinya tidak kembali goyah untuk kembali merengkuh cinta seorang Kaisar yang dulu selama bertahun-tahun pernah dia miliki.


Sofia menggunakan mobilnya yang selama ini dia simpan, dengan penuh percaya diri dan rasa bahagia, Sofia melangkahkan kakinya melajukan mobilnya ke rumah Kaisar. Sang Pujaan hatinya yang selama beberapa tahun ini telah memberikan warna begitu indah ke dalam kehidupannya yang kesepian tanpa cinta kedua orangtuanya.


Ya! Sofia adalah anak korban broken home. Orang tuanya di Amsterdam bercerai, karena sang ayah yang mencintai sekretarisnya sendiri sehingga rela meninggalkan ibunya. Dan kini, bunya tinggal di Indonesia. Tetapi Sofia tidak pernah ingin menemui ibunya, karena ibunya menjalani kehidupan yang sederhana sebagai seorang karyawan biasa di perusahaan biasa. Sofia lebih memilih mengikuti ayahnya yang seorang kaya dan raya, dan seorang pengusaha sukses di Amsterdam sana.


"Aku akan berusaha dan berjuang untuk mendapatkan Kaisar kembali! Untuk mendapatkan jackpot dalam hidupku lagi!" dengan semangat menggebu dan tanpa rasa malu, Sofia kini turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya Kaisar.


Sofia sudah bertekad akan menjadi seorang pelakor alias perebut laki orang. Karena dia pikir Kaisar masih mencintainya. Sungguh pikiran yang sangat konyol!


"Kaisar! Where is you? Honey! I am coming FOR you! Honey! Where you?" Sofia terus berteriak di rumah Kaisar mencari keberadaan Kaisar dan dengan begitu lancangnya Sofia langsung masuk ke kamar kaisar yang ada di lantai atas.

__ADS_1


Kaisar yang keadaannya tidak fit, masih tergolek lemas di kasurnya.Ya, selama beberapa bulan ini Kaisar memang mendapatkan pukulan keras di dalam batinnya. Sehingga mengakibatkan tubuhnya mengalami kelemahan. Kaisar selama beberapa bulan ini hanya tinggal di rumah dan juga melakukan segala pekerjaan kantor di rumah.


Kaisar memiliki sebuah ruangan meeting virtual yang memang sengaja didesain untuk dirinya sendiri. Apabila dirinya tidak bisa pergi ke kantor. Jadi, walaupun keadaan Kaisar tidak memungkinkan untuk pergi ke kantor, dia tetap bisa menghandle puluhan perusahaan yang berada di bawah pemimpinannya. Walaupun hanya di atas ranjang sekalipun.


"Honey? Are you oke?" melihat Kaisar yang di atas ranjang hanya tergolek lemas, Sofia langsung mendekati Kaisar. Kaisar yang mendengar berisik di luar kamarnya, mau tidak mau membuka matanya. Dengan malas Kaisar membuka matanya. Dan betapa terkejutnya Kaisar, ketika mendapati seorang Sofia, mantan kekasihnya, kini telah berdiri di hadapannya dan berusaha memegang wajahnya untuk memeriksa kondisi keadaannya.


"Apa yang kau lakukan di kamarku? Jangan coba-coba kau berani pegang-pegang aku! Cepat keluar dari kamarku! Lancang sekali kau! Berani-beraninya masuk ke rumahku tanpa izin!" mata Kaisar langsung memerah, karena marah melihat Sofia yang sudah lancang sekali, masuk ke kamarnya di saat dirinya sedang tertidur pulas.


"Honey, i Miss you so much! I am coming FOR you! I am hear, that you is sick! that why, i am come in here, just FOR you, honey!" Sofia masih berusaha untuk memegang tangan Kaisar, tetapi dengan kejamnya Kaisar langsung menepiskan tangan Sofia. Perasaan kebencian di hati Kaisar saat ini lebih mendominasi, daripada perasaan cintanya yang sudah berlalu kepada Sofia. Rasa cinta di hati Kaisar bukan milik Sofia lagi, karena telah berganti oleh seorang Delia. Yang saat ini sedang mengandung keturunannya darah dagingnya sendiri.


Sofia yang mendapatkan penolakan dari sang mantan kekasih, akhirnya hanya bisa menangis tersedu-sedu. Hatinya merasa sedih dan perih karena kedatangannya ternyata sia-sia. Jauh-jauh dia datang dari Amsterdam, demi mendapatkan cinta seorang Kaisar, ternyata dirinya hanya mendapatkan sebuah kebencian.


"Kamu tahu, kalau kejadian itu nggak disengaja! Aku sama sekali nggak berniat untuk membunuh calon anak kamu. Kamu harus percaya, sayang! Kalau aku tuh cinta sama kamu! Aku nggak akan mungkin rela, aku nggak mungkin tega ngelakuin kejahatan sama kamu!" Sofia terus menangis dan mohon dikasih Kaisar agar kembali diterima di sisinya.

__ADS_1


"Stop bicara-bicara masalah cinta denganku! Karena aku tidak tertarik denganmu! Sekarang juga kau keluar dari kamarku! Atau aku akan panggilkan Security untuk mengusirmu dari rumahku seperti seekor anjing!" hati Kaisar sudah mendidih karena marah.


Kaisar masih ingat betul, bahwa Delia sang istri, pergi meninggalkan rumahnya selama beberapa bulan ini adalah karena Sofia. Dan Kaisar tidak akan pernah melupakan hal tersebut. Perasaan benci itu semakin besar ketika melihat Sofia dengan begitu tidak tahu malunya berusaha untuk mencium dirinya.


"Pergi kau! Wanita jal@ng! Berani-beraninya kau menyentuhku!" dengan sikap Kaisar langsung mendorong tubuh Sofia. Kaisar langsung pergi keluar kamarnya, lalu berteriak mencari security yang menjaga kediamannya. Kaisar masuk lagi dan menarik tangan Sofia dengan kasar agar keluar dari kamarnya.


"Kenapa kamu tega sekali, ngelakuin ini sama aku! Aku jauh-jauh datang dari Amsterdam buat kamu! Tapi ini yang aku dapat dari kamu? Kamu jahat sekali!" Sofia menjerit histeris. Hatinya benar-benar sakit, karena mendapatkan penolakan dari laki-laki yang pernah mencintai dia. Selama bertahun-tahun lamanya dan kini kebenciannya melebihi cintanya yang pernah dia berikan kepada dirinya.


"Aku dulu pernah mencintaimu! Tapi kamulah yang sudah menghancurkan itu! Kamu berkhianat di sana! Kau tega kepadaku! Mengkhianati cinta dan kepercayaan yang aku berikan kepada kamu! Selama ini aku diam, aku berpura-pura tidak tahu, dengan kelakuan kamu di Amsterdam! Jangan bermimpi kau bisa membodohiku lagi! Sekarang juga, kau cepat pergi dari rumahku! Sebelum aku menuntutmu ke kantor polisi dengan tindakan tidak menyenangkan!" Kaisar menarik nafas dalam-dalam, berusaha untuk menenangkan pikirannya yang kini sedang diliputi amarah besar terhadap mantan kekasihnya itu.


"Dari mana kamu tahu, kalau aku menghianati kamu selamat tinggal di Amsterdam?" tanya Sofia dengan gugup.


Kaisar tertawa sinis melihat ke arah Sofia yang masih juga tidak tahu malu, berusaha menggenggam tangannya. Tetapi kaisar yang hatinya sedang panas langsung menepis tangan Sofia dengan kasar.

__ADS_1


"Aku menempatkan dua Bodyguard di sisimu! Niatnya untuk melindungi kamu, tapi ternyata aku mendapatkan satu kejutan! Dengan kelakuan kamu yang suka berganti-ganti pasangan di sana. Aku sekarang mengerti, kenapa kamu menjalani operasi Vasektomi! Itu adalah untuk menunjang kehidupan kamu yang bebas di sana. Wanita jal@ng! Kamu menolak untuk mengandung anakku, karena kamu ingin bebas melakukan perbuatan kamu yang tidak baik itu, bukan?" ucap Kaisar dengan sinis. Demi mendengarkan semua yang diucapkan oleh Kaisar, seketika tubuh Sofia rasanya lemas, bagai tak bertenaga. Dirinya seakan dikuliti, karena semua perbuatannya selama hidup di Amsterdam, telah diketahui oleh Kaisar.


__ADS_2