Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
68. Cemburu lagi?


__ADS_3

Malampun tiba, Kaisar dan Delia sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah kedua orang tua angkatnya Delia.


"Sudah siap sayang?" tanya Kaisar di depan pintu kamar mereka berdua. Kaisar bahkan sudah menggendong Deka yang sangat lucu dan menggemaskan dan dia sudah siap untuk berangkat.


Dengan malas-malasan, Delia pun akhirnya mengikuti sang suami, untuk berangkat ke rumah orang tua angkatnya.


"Ayolah, sayang! Kau tersenyum sedikit. Kita tuh mau mengunjungi kedua orang tuamu. Kenapa kau cemberut seperti ini?" Kaisar sambil tersenyum kepada istrinya.


Jauh di lubuk hati Delia saat ini, sedang merasakan Dilema antara rindu dan benci yang bercampur aduk di hatinya.


"Aku hanya takut, kalau akan mengingat kembali semua kejadian buruk, di saat aku tinggal di rumah itu!" ucap Delia dengan suara yang pelan.


Kaisar bisa menangkap ada kesedihan dalam suara sang istri. Tetapi dia berusaha untuk menguatkan hati istrinya, agar Delia bisa menghadapi mereka yang telah menyakitinya selama ini.


"Tenanglah, Sayang! Aku akan selalu ada di sampingmu!" Kaisar sambil menggenggam tangan Delia yang terasa begitu dingin.


Tampak Delia memejamkan kedua matanya, lalu menghembuskan nafasnya dengan begitu berat.


"Bagaimanapun, Deka harus bertemu dengan kakek neneknya bukan?" Kaisar sambil melirik ke arah Delia yang saat ini masih saja belum bisa tersenyum dengan rencana sang suami yang akan mengunjungi kediaman kedua orang tua angkatnya.


Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di kediaman Prabowo. Kedua orang tua angkat Delia. Delia merasa terkejut, ketika dirinya sampai di sana, mendapatkan penyambutan yang begitu meriah dari mereka semua.


Bahkan Bima dan Stella juga tidak ketinggalan, mereka datang menyambutnya di depan pintu gerbang.


"Selamat datang Kak Delia dan Kak Kaisar di kediaman kami!" sapa Stella, yang sok akrab di depan Delia dan Kaisar.


Begitu sampai di sana, Stella langsung menggamit tangan Delia dan mengajaknya masuk ke dalam kediaman keluarga mereka.


Bima tidak terkecuali dia langsung menyalami tangan Kaisar dan menciumnya Delia sampai tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.


'Ya Tuhan, drama apa yang sedang mereka mainkan saat ini?' bisik hati Delia.

__ADS_1


Kaisar yang mendapatkan perlakuan semacam itu dari Bima. Dia hanya bisa mengerutkan keningnya. Tetapi dia tidak mengatakan apa-apa.


Kaisar hanya terus berjalan mengikuti Bima yang membimbingnya untuk masuk ke kediaman mereka.


Saat mereka masuk ke dalam ruang tamu, di sana sudah ada sebuah pesta yang meriah yang sudah dipersiapkan oleh mereka untuk Delia dan Kaisar.


' Ya Tuhan apakah ini tidak terlalu berlebihan?' Tidak ada habis-habisnya, Delia bertanya di dalam hatinya, atas semua perlakuan yang sangat berbeda yang kini diberikan oleh keluarga angkatnya kepada dirinya dan suaminya saat ini.


"Selamat datang Delia dan menantu Papa!" ayahnya Delia mencium pipi Delia, seakan tidak pernah terjadi apa-apa di antara mereka berdua. Delia sampai terbelalak karenanya.


"Nikmati saja semua sandiwara ini, sayang!" bisik Kaisar di telinga istrinya.


Delia hanya tersenyum kecut, ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya kepada dirinya.


"Ya ampun, Delia! Kamu sekarang sangat cantik sekali, sayang! Mama sabfat rindu denganmu, sayang!" ucap Ibu angkatnya Delia sambil mencium pipi Delia dan memeluknya.


Seketika mata Delia berkaca-kaca, ketika dia menerima semua perlakuan yang menurutnya aneh dan terasa canggung saat ini.


Sementara itu, di dalam rumah, Stella tampak terus mendekati Kaisar. Bahkan Kini dia telah berani menggamit lengan Kaisar dengan begitu mesra, seakan Kaisar adalah miliknya.


Ketika Delia masuk kembali ke dalam ruangan tempat pesta di adakan dan melihat suaminya mendapatkan perlakuan semacam itu dari Stella, hati Delia benar-benar sangat geram.


Delia langsung mendekati Kaisar dan mengambil Deka yang ada di dalam pelukannya, kemudian pergi meninggalkan pesta tersebut menggunakan taksi.


Kaisar mengejar istrinya yang tiba-tiba saja telah meninggalkannya seorang diri di sana.


"Udah Kak, Biarin aja Delia pergi! Ayo kita lanjutkan pestanya di dalam!" menggamit lengan Kaisar kemudian menariknya ke dalam rumah mereka.


Kaisar menghempaskan tangan Stella, tanpa pikir panjang, Kaisar kemudian berlari menuju mobilnya dan mengejar taksi yang tadi membawa Delia pergi.


"Kamu ke mana, Sayang? Ya Tuhanku! jangan bilang kalau dia marah lagi kepadaku!" ucap Kaisar dengan nada frustasi.

__ADS_1


"Ah, sial! Semuanya gara-gara Stella! Kenapa sih dia pakai acara pegang-pegang tangan saya segala? Lihatlah! Delua jadinya salah paham lagi deh, kepadaku!" Kaisar terus mengikuti mobil yang ada di depannya yang entah akan pergi ke mana.


Kaisar mulai was-was hatinya, ketika mulai kehilangan jejak dari mobil yang membawa istrinya pergi. Itu semua, gara-gara lampu merah yang tiba-tiba saja menyala di hadapannya.


"Ah, ****!" maki Kaisar dengan perasaan yang sangat gundah gulana saat ini.


Beberapa kali Kaisar mencoba untuk menghubungi Delia, tetapi tetap tidak diangkat juga.


"Baru juga akur sebentar, eh, sudah datang lagi bencana dalam kehidupan rumah tanggaku!" geram Kaisar menahan kekesalan di hatinya.


Sementara itu, Delia yang saat ini sedang melarikan diri bersama sebuah taksi yang tadi kebetulan melintas di depan kediaman ayah angkatnya, kini hanya bisa meratapi nasibnya.


Entah apa yang membuat Delia merasakan rasa sakit saat ini. Apakah karena melihat Kaisar yang diam saja tadi? Ketika Stella menggenggam tangannya?


"Dasar pria playboy! Di mana-mana selalu sama saja. Tebar Pesona!" Delia sangat marah, sambil terus mengelus kepala putranya yang saat ini mulai terlelap di dalam pangkuannya.


Sopir kemudian menghentikan mobilnya, ketika mereka sudah sampai di tempat tujuan yang tadi dipesan oleh Delia pertama kali, saat dirinya mengambil pesanan dari Kaisar.


Setelah sampai di tempat tujuannya, Deliapun kemudian membayar sopir tersebut dan langsung masuk ke rumah sederhana itu.


Rumah yang dimasuki oleh Delia saat ini, adalah rumah yang dia beli ketika dirinya dulu rajin bekerja di sebuah restoran. Rumah rahasia yang telah menjadi kepemilikannya.


"Aku akan memulai kehidupanku baru di sini!" ucap Delia sambil menidurkan Deka di ranjang yang sudah lama tidak pernah digunakan olehnya.


Delia kemudian melihat ke sekeliling rumah itu. Ruangan itu hanya rumah sederhana berbentuk kotak 6 x 6 sebuah kamar yang disekat oleh triplek dan ada sebuah kamar mandi yang lumayan bersih bagi dirinya.


"Maafkan Mama Deka! Karena sekali lagi, Mama telah menjauhkanmu dengan ayahmu!" air mata kesedihan mulai mengalir di pipi Delia. Ketika Delia mengingat legi, Kaisar yang digandeng mesra oleh Stella.


Dirinya hanya pergi sebentar, meninggalkan suaminya itu, untuk menenangkan diri di bangku taman keluarga ayah anggkatnya, hanya untuk menenangkan diri di sana.


Ketika kembali, Delia melihat suaminya sudah digandeng oleh Stella dengan begitu mesra. Bagaimana hati Delia tidak panas seketika? apalagi melihat tawa di bibir kaisar yang sepertinya menikmati gandengan tangan Stella terhadap dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah memaafkan pria playboy itu lagi!" ucap Delia penuh dengan amarah terhadap suaminya dan juga adik tirinya, Stella.


__ADS_2