Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
77. Aksi Kejar-kejaran di Jalanan


__ADS_3

Farel terus menatap Delia. Dirinya tidak percaya bahwa Delia sudah menikah dan mempunyai seorang anak.


"Tidak mungkin kamu bisa melupakanku secepat itu Delia! Padahal sampai saat ini, aku masih mengharapkan kamu dan masih mengingat kamu!" ucap Farel dengan suara lirih dan terdengar oleh Kaisar.


Kaisar mengurutkan keningnya. Merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh Farel terhadap istrinya.


"Apa maksud perkataanmu itu? Siapa kau sebenarnya, huh? Sungguh, kau kurang ajar! Berani-beraninya kau mengatakan hal seperti itu kepada istriku!" ucap Kaisar kemudian langsung menarik kerah kemeja Farel.


Farel dan Delia terkejut seketika. Ketika menyaksikan Kaisar yang kini sudah mulai memukuli Farel. Kaisar tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Farel kepada istrinya. Kaisar merasa cemburu karena Farel berani mengatakan hal aneh itu, yang tentu saja, membuat hatinya sakit.


Melihat Kaisar yang kini sedang memukuli Farel. Delia langsung meninggalkan mereka berdua. Delia tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Kaisar terhadap Farel. Karena dua laki-laki itu sudah membuatnya merasa pusing dan kesal.


Melihat Delia yang pergi meninggalkannya dan Farel. Kaisar pun langsung meninggalkan Farel yang sudah tidak berdaya karena habis dipukuli olehnya.


"Awas kau! Sekali lagi kau berani mendekati istriku! Jangan harap kau bisa hidup dengan tenang!" ancam Kaisar sambil menginjak kepala Farel dan kemudian langsung meninggalkan kantor Farel.


Kaisar bergegas untuk mengejar Delia. Kaisar sangat takut kehilangan jejak istrinya lagi.


Delia yang bergerak dengan cepat. Kini sudah berada di mobilnya dan langsung meninggalkan kantor Farel. Delia tidak peduli dengan panggilan Kaisar terhadap dirinya.


"Delia! Tunggu, aku! Kita perlu bicara!" ucap Kaisar sambil berlari mengejar Delia yang kini sudah pergi meninggalkan kantor Farel.


Kaisar langsung menuju mobilnya dan meninggalkan sopirnya yang saat ini sedang pergi ke toilet. Kaisar sama sekali tidak mengingat apapun saat ini. Yang ada di dalam kepalanya adalah mengejar sang istri dan jangan sampai kehilangan jejak lagi.


Sementara itu, Delia yang saat ini sedang fokus menyetir. Dia sama sekali tidak memperdulikan Kaisar yang terlihat sedang mengejarnya.


"Mau apa sebenarnya laki-laki itu? Bukankah seharusnya dia senang, kalau aku pergi dari hidupnya? Dia bisa tebar pesona dengan siapapun yang dia mau!" ucap Delia kesal sekali. Ketika dia melihat Kaisar yang tidak juga mau melepaskannya.

__ADS_1


Sekarang Kaisar malah terlihat sedang mengejarnya. Jarak mereka semakin dekat.


Delia yang memang tidak ahli dalam mengebut. Akhirnya bisa juga dikejar oleh Kaisar. Sekarang mobil Kaisar sudah ada di hadapan mobil Delia. Kaisar telah berhasil menghadangnya!


Dengan perasaan kesal, Delia langsung mengundurkan mobilnya dan kemudian ambil jalur kiri dan langsung meninggalkan Kaisar yang saat ini sedang turun dari mobilnya.


"****!" umpat Kaisar karena sangking jengkelnya. Karena kini dia melihat Delia yang sekarang sudah semakin menjauh dari hadapannya. Kaisar terus berusaha untuk mengejar Delia.


Aksi kejar-kejaran di antara mereka berdua tidak bisa dihindari lagi. Sehingga pada akhirnya mengundang polisi untuk menghentikan keduanya.


"Kalian berdua berhenti! Yang menggunakan mobil warna merah dan hitam! Yang sedang melakukan aksi kejar-kejaran! Cepat berhenti!" ucap petugas polisi di speaker yang dia pegang. Memperingatlan kepada Delia dan Kaisar untuk berhenti.


Mau tidak mau, akhirnya keduanya berhenti di depan petugad polisi yang saat ini sedang mengintrogasi mereka berdua.


"Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan? Kenapa kalian seperti sedang melakukan balapan liar?" tanya petugas polisi tersebut sambil menatap tajam kepada Kaisar dan Delia. Keduanya kini hanya bisa menundukkan kepala mereka. Di hadapan petugas tersebut.


Delia dan Kaisar hanya saling melirik satu sama lain. Kemudian Kaisar mendekati Delia dan memeluk pinggang istrinya tersebut.


"Tidak apa-apa Pak! Ini hanya pertengkaran kecil antara suami dan istri Bapak jangan khawatir tentang kami!" ucap Kaisar sambil berusaha mengeratkan pelukan dirinya pada Delia. Delia hanya melotot saja.


'Kurang akar sekali dia benar-benar pintar memanfaatkan situasi dan kondisi!' bathin Delia dengan kesal.


Delia menatap tajam ke arah Kaisar, yang saat ini sedang tersenyum kepadanya. Senyum kemenangan tentu saja.


"Kalian suami istri, kalau mau bertengkar jangan di jalanan! Pertengkaran kalian bisa membuat orang lain melayang nyawanya! Apa kalian tahu? Bertengkar saja di atas ranjang kalian! Lebih seru dan juga pastinya lebih menyenangkan!" ucap polisi tersebut sambil menatap kedua orang yang saat ini sedang saling pandang satu sama lain.


Demi mendengarkan apa yang dikatakan oleh petugas tersebut. Delia sampai merona pipinya. Karena merasa malu.

__ADS_1


"Sudah cepat pulang sana! Kalian pulang ke rumah kalian berdua! Berjanji kepada saya, jangan diulangi lagi perbuatan kalian yang ngebut di jalanan tadi! Atau kalian akan saya bawa ke kantor Polisi! Atau akan saya masukkan kalian berdua ke dalam penjara. Biar menjadi pelajaran untuk kalian berdua?" ucap polisi itu dengan wajah bijaksananya.


"Baik, Pak! Kami berdua berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sekarang kami permisi Pak!" ucap Delia kemudian menyalami petugas polisi tersebut.


Kemudian dia langsung masuk ke mobilnya.


Kaisar juga melakukan apa yang dilakukan oleh Delia tersebut. Dan dia langsung mengejar Delia agar tidak Kehilangan jejak istrinya lagi.


Petugas polisi tersebut terlihat geleng-geleng kepala. Ketika melihat kelakuan suami istri itu, yang terlihat bahwa mereka tidak mau mengalah satu sama lain.


Tetapi sekarang Delia dan Kaisar sudah menjalankan mobilnya secara normal. Tidak kebut-kebutan lagi seperti tadi.


Tetapi Delia memutar arah perjalanannya. Agar membuat Kaisar tidak tahu di mana keberadaan dia yang sesungguhnya.


Kaisar yang mengikuti mobil Delia merasa kebingungan. Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh istrinya itu? Kenapa sejak tadi hanya berputar-putar saja.


"Sebenarnya, apa yang sudah dilakukan oleh Delia? Kenapa dia begitu membuang-buang waktu di jalan seperti ini?" tanya Kaisar kepada dirinya sendiri.


Karena Kaisar sudah mulai merasa kesal dan jengkel. Karena dari tadi dirinya dipermainkan oleh Delia. Dengan terus berputar-putar di jalanan yang sama.


"Sabar, sabar, sabar! Inilah perjuangan seorang suami, yang harus bersabar menghadapi kemarahan seorang istri. Demi mempertahankan keutuhan rumah tangga kami!" ucap Kaisar terus mensugesti dirinya sendiri. Agar bisa bersabar menghadapi Delia yang saat ini sedang ngambek pada dirinya.


Sementara itu, Delia di mobilnya terus tersenyum bahagia, karena dia sudah berhasil mengerjai Kaisar, suaminya. Dengan terus berputar-putar di jalanan yang sama.


"Ayo kita lihat saja! Berapa lama kau bisa terus mengikutiku! Aku tidak akan pernah membiarkanmu mengetahui keberadaanku di mana saat ini?" ucap Delia dengan tersenyum penuh kemenangan.


Sudah satu jam Delia melakukan hal tersebut. Sehingga membuat Kaisar menjadi kesal dan jengkel. Sehingga pada akhirnya Kaisarpun mengebutkan laju kendaraannya dan langsung menghadang mobil Delia.

__ADS_1


__ADS_2