
"Kekasih yang mana? Aku tidak punya kekasih. Aku hanya mencintaimu. Bagaimana aku punya kekasih selain kamu, sayang?" ucap Kaisar kebingungan.
"Gak usah bersandiwara! Aku tahu kalau kamu masih berhubungan dengan Sofia." sengit Delia terus berusaha melepaskan diri dari pelukan dan ciuman Kaisar.
"Aku serius. Aku tidak punya hubungan dengan Sofia. Bahkan sekarang Sofia sudah kembali ke Asmsterdam." ucap Kaisar, kini membawa Delia untuk duduk di atas pangkuannya dan terus memeluknya.
"Kamu nggak usah bohong. Waktu itu aku melihat kamu di bandara berdua dengan Sofia!" ucap Delia dengan wajah memerah.
"Aku memang mengantarkan Sofia ke Amsterdam. Tapi hanya sampai bandara saja. Karena dia memohon kepadaku dan meminta hal itu sebagai hadiah terakhir dariku!" ucap Kaisar.
"Tunggu! Bagaimana kau tahu kalau aku mengantarkan Sofia ke bandara?" tanya Kaisar keheranan.
"Waktu itu aku dalam perjalanan ke Turki bersama Takeshi. Dan aku tidak sengaja melihatmu sedang mencium Sofia!" ucap Delia gugup. Sejak.tadi Kaisar selalu menciumi seluruh wajahnya, sehingga membuat Delia gelagapan.
"Ternyata bener kecurigaanku, bawa pria brengsek itu yang menyembunyikan dariku!" geram Kaisar menahan amarahnya.
"Takeshi yang menolongku. Jangan pernah macam-macam kau dengannya!" sengit Delia.
"Bahkan kau sekarang membelanya. Apa kau jatuh cinta kepadanya?" Kaisar tampak cemburu. Delia hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Tidak semua orang itu brengsek seperti kamu. Takeshi itu orang yang baik. Dia yang menolongku tanpa pamrih!" ucap Delia.
"Lepaskan aku dari tanganmu. Cepat aku harus pergi. Banyak pekerjaan yang harus aku harus daripada melayanimu." ucap Delia.
"Tugasmu hanya melayaniku. Aku sudah bilang padamu. Sejak dulu bahwa kamu tidak usah melakukan apapun!" ucap Kaisar.
"Kau belum berubah juga ternyata. Masih egois dan kamu juga suka menang sendiri!" hardik Delia mulai kesal.
__ADS_1
Kaisar melebarkan bola matanya, tidak percaya. Bahwa Delia saat ini telah berubah kembali menjadi seorang wanita yang membangkang dan berani melawan nya. Sama seperti saat awal pernikahan mereka berdua.
"Kamu harus percaya padaku, kalau aku betul-betul tidak memiliki hubungan apapun dari Sofia. Atau pun wanita lain. Kau hanya milikku. Aku hanya sibuk mencarimu. Tiada waktu untuk bertemu dengan perempuan lain." ucap Kaisar berusaha menjelaskan kepada Delia. Tapi Delia tampak acuh saja.
Sekarang Kaisar sudah melepaskan pelukannya. Dan tengah menatap Delia dengan intens. Delia tampak tidak tahan terus diperhatikan oleh kaisar, sehingga dia memalingkan wajahnya.
"Kenapa kamu malu aku melihat kamu? Aku ini suami kamu. Aku mempunyai hak segalanya tentang kamu." ucap Kaisar.
"Sejak Kau tidak setia. Aku sudah melepasmu jadi suamiku!" ucap Delia dengan ketus.
"Setiap hari aku hanya mencarimu dan memikirkanmu. Bagaimana mungkin kau tega sekali berpikir bahwa aku tidak setia padamu?" tanya Kaisar dengan menatap mata Delia. Delia tampak kebingungan.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Delia salah tingkah.
Kaisar menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar. "Harus berapa kali aku katakan kepada kamu? Kenapa kamu gak ngerti juga?" tanya Kaisar frustasi. Sambil menatap istrinya.
"Tolong percayalah padaku. Aku tidak pernah menghianati pernikahan kita!" ucapnya lagi. Kaisar mendekati Delia, tetapi tiba-tiba ada suara ketukan pintu.
"Maaf Nyonya! Tuan muda sepertinya demam. Dia menangis terus dari tadi!" ucap pengaruh tersebut.
"Apakah dia putra kita?" tanya Kaisar sambil mendekati Delia dan putra nya yang kini menangis. Deka langsung berhenti menangis, ketika Kaisar menggengam jemari mungilnya. Tampak asyik memperhatikan pria tampan yang asing di matanya.
"Tampaknya dia tahu, ada ayahnya disini. Jadi dia ingin bertemu denganku!" ucap Kaisar bahagia. Putranya kini tersenyum kepada dirinya. "Apakah aku boleh menggendong dia?" tanya Kaisar dengan senyum bahagia.
"Tidak! Bagaimana kalau nanti kamu membawa kabur putraku?" tanya Delia dengan ketus dan akhirnya membawa masuk Deka ke rumah utama.
Delia memang sengaja mendesain rumahnya menyatu bersama restorannya menjadi satu hanya dipisahkan oleh taman yang mungil saja. Sehingga memudahkan dirinya dalam mengasuh Deka, putranya.
__ADS_1
Kaisar terus mengikuti Delia kemanapun dia pergi. Tidak peduli walaupun Delia protes dan menolak kehadirannya. Tetapi Kaisar tidak peduli sama sekali. Dirinya hanya ingin lebih dekat dengan putranya.
"Bukankah kau datang ke restoran ini untuk makan malam? Kenapa kau malah mengikutiku terus? Pergilah kehadiranmu menggangguku!" ucap Delia mengusir Kaisar.
Tetapi bukannya pergi, Kaisar malah ikut masuk ke dalam kamar Delia. Yang berniat untuk menidurkan Deka dan memberikan ASI untuk putranya tersebut.
"Pergilah! Aku ingin memberikan anakku ASI. Aku malu kalau kau ada di sini" ucap Delia sambil melotot kepada Kaisar.
"Kenapa kau malu? Aku sudah melihat semua tubuhmu dan itu semua adalah milikku!" ucap Kaisar dan duduk di tepi ranjang milik Delia.
Deka kini menangis karena lapar. Sehingga mau tidak mau, Delia pun menyusui putranya tersebut. Dengan dilihat oleh kaisar yang takjub melihat istrinya telah menjadi seorang ibu dan dirinya kini telah menjadi seorang ayah. Kaisar sangat bahagia sekali.
"Akhirnya mimpiku menjadi seorang ayah menjadi nyata. Terima kasih sayang!" ucap Kaisar sambil mencium kening Delia yang masih sibuk menyusui putranya.
" Siapa nama putra kita sayang?" tanya Kaisar pada akhirnya.
"Deka Yamada!" mata Kaisar langsung melotot sempurna. Ketika mendengar nama putranya terdapat nama belakang ayahnya yang sangat dia benci.
"Siapa yang mengizinkanmu memberikan nama Yamada dibelakang nama putraku?" tanya Kaisar dengan amarah di dadanya.
"Kakeknya yang memberikan nama belakang itu. Katanya, ada darahnya yang mengalir di tubuh Putra kita. Dia ingin memberikan nama keluarganya yang tidak mampu dia berikan kepadamu!" ucap Delia.
"Omong kosong! Dia hanyalah seorang ayah yang durhaka terhadap istri dan anaknya. Dan tidak punya hak apapun atas Putraku!" ucap Kaisar dengan amarah bergolak di hatinya.
"Aku tidak tahu kau punya dendam apa terhadap ayahmu. Tapi yang jelas, Putraku kini menyandang nama Yamada. Kamu menerima atau tidak, terserah padamu. Aku tidak peduli!" jawab Delia dengan ketus.
Deka masih asyik menyusu. Setelah merasa kenyang. Dia pun akhirnya tidur dalam pelukan ibunya. Kaisar terus menetap interaksi keduanya dan merasa bangga.
__ADS_1
"Syukurlah kalau kamu bisa menerima peranmu sebagai seorang ibu. Aku ingat dulu kau sangat menolak keras untuk memiliki anak dariku!" ucap Kaisar dengan senyum di bibirnya. Delia merasa jengah dengan senyum tersebut. Merasa risih.
"Kau! Pergilah keluar untuk makan malam. biarkan Putraku tidur dia pasti sangat lelah!" ucap Delia kesal. Kaisar gelengkan kepalanya. Dia malah berbaring di samping Delia dan memeluk istrinya tersebut yang masih memeluk Putra mereka.