
Ayumi langsung mendekati meja yang ditempati oleh Kaisar dan Delia saat ini.
"Ya ampun! Bukankah Anda adalah owner dari Kaisar Corporation?" tanya Ayumi sambil dia menggeser satu kursi di samping Kaisar.
Tangan Ayumi dengan begitu lancang langsung menggamit lengan Kaisar yang saat ini sedang fokus untuk menghabiskan makanannya.
Delia mengurutkan keningnya. Ketika dia melihat apa yang dilakukan oleh Ayumi terhadap suaminya saat ini.
Kaisar langsung menghempaskan tangan Ayumi dan menatapnya dengan lekat.
"Siapa Anda huh? Sunggung lancang kau! Datang-datang berani-beraninya menyentuh saya. Apa Anda sudah bosan hidup?" tanya Kaisar dengan suara baritonnya yang menggemparkan seisi restoran itu sehingga membuat manajer restoran langsung tergopoh-gopoh mendekatinya.
"Maafkan saya tuan Kaisar! Ada apa anda marah-marah? Apakah ada masalah?" tanya manajer itu sambil membungkukkan badannya 45° di hadapan Kaisar yang saat ini sedang marah besar terhadap Ayumi.
"Kenapa Kau membiarkan lalat menjijikan ini berada di restoran ini dan mengganggu makanku bersama dengan istriku?" tanya Kaisar dengan menyorot tajam kepada manajer Yang Sekilas kemudian melirik kepada Ayumi yang mulai menciut nyalinya.
"Lalat? Apa di sini ada lalat Tuan?" tanya manajer itu seperti orang bodoh sehingga membuat Kaisar langsung menarik tangan Delia dan mengajaknya keluar dari restoran itu.
"Kau bersiap-siaplah! Karena besok restoran ini sudah tutup!" ucap Kaisar dengan nada marah kepada manajer itu. Sehingga membuat manajer itu langsung gemetar ketakutan mendengar apa yang dikatakan oleh Kaisar tadi.
"Eh kau lalat! Cepat kau minta maaf pada Tuan Kaisar! Jangan sampai gara-gara kamu, restoran ini jadi tutup. Apa kau tahu? Kalau kau sudah menghancurkan dan merugikan kami huh? Ayo cepat kau pergi untuk minta maaf sebelum mereka pergi jauh! Atau kau akan aku blacklist selamanya di restoran ini!" ancam Manager itu menarik tangan Ayumi dan mengejar Kaisar yang saat ini sedang meninggalkan restorannya.
"Tuan Kaisar! Tuan Kaisar! Ya tuhan! Tuan Kaisar tolong tunggu sebentar!" ucap Manager itu sambil terus berlari dengan menggeret tubuh Ayumi untuk terus mengikutinya mengejar Kaisar yang sudah bersiap untuk masuk ke dalam mobilnya bersama Delia.
"Sayang tunggulah sebentar. Kasihan itu manajernya sudah berlari-lari mengejar kita!" ucap Delia sambil menghentikan langkah Kaisar yang hendak melangkahkan kaki masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Biarkan saja sayang seorang manajer seperti dia. Memang layak untuk diberikan pelajaran. Agar dia bisa menjaga ketenangan dan kenyamanan para pelanggan mereka! Tidak hanya mau memberikan harga makanan yang selangit. Tetapi tidak bisa menjamin privasi dari pelanggannya!" ucap Kaisar tampak acuh dengan permintaan Delia untuk menunggu Manager tersebut.
Delia yang merasa kasihan kepada manajer yang saat ini masih berlari-lari tergopoh-gopoh itu akhirnya dia hanya berdiri di samping mobil suaminya dan menunggu Manager itu sampai kepadanya.
"Ayolah sayang cepat! Saya sudah ngantuk. Saya ingin tidur dalam pelukan ku sayang! Gara-gara lalat itu, nafsu makan saya jadi menguap entah ke mana!" ucap Kaisar terus memanggil Delia agar masuk ke dalam mobil tetapi Delia tidak mengacuhkannya.
"Nyonya bisakah saya bicara dengan Tuan Kaisar? Tolong minta pada dia untuk tidak menutup restoran kami. Karena ada sekitar 2000 orang karyawan yang menggantungkan hidupnya di restoran kami tolonglah nyonya!" cap Manager itu sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada kepada Delia.
Delia yang memang mempunyai hati yang lembut dan baik dia pun tersenyum kepada manajer itu.
"Sudahlah Pak jangan khawatir nanti di rumah saya akan membujuk suami saya untuk mengurungkan niatnya tadi. Bapak bisa kembali ke restoran dan melaksanakan tugas bapak kembali!" siap Delia sambil tersenyum begitu manis sehingga menenangkan manajer tersebut dan langsung mencium tangan Delia sangking bahagianya.
Namun siapa yang menyangka tiba-tiba saja Kaisar sudah keluar dari mobilnya dan langsung menghajar manajer itu.
"Ya ampun sayang! Sudah hentikan kau di mana-mana selalu saja membuat malu. Dia hanya merasa berterima kasih padaku karena menjanjikan akan membujukmu. Sudah! Ayo cepat kita pulang! Ya ampun sayang! Kenapa di mana-mana kau selalu saja membuat keributan membuat aku malu saja!" ucap Delia memarahi Kaisar sehingga akhirnya Kaisar pun mengalah dan masuk ke dalam mobilnya dengan patuh tanpa banyak protes.
"Maafkan suami saya ya Pak! Ya udah bapak segera masuk saja ke dalam. Jangan khawatir tentang restoran Bapak. Saya bisa menjamin bahwa restoran itu akan baik-baik saja!" ucap Delia kemudian dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Ayumi dan manajer tersebut dalam kebingungan.
Ayumi tampak takjub melihat Kaisar yang begitu takluk di hadapan Delia sehingga apapun yang dikatakan oleh Delia selalu dituruti oleh Kaisar dengan patuh.
'Wah tampaknya tidak akan ada masa depan untukku maupun Kyoto. Karena hati Kaisar terlihat sangat mencintai istrinya!' batin Ayumi sudah menyerah ketika melihat interaksi antara Delia dan Kaisar yang begitu membuat matanya silau.
Sementara itu Kyoto yang mengawasi mereka dari kejauhan. Kini dia hanya bisa menggeram kesal dan tampak mengepalkan kedua tangannya. Merasa jengkel dengan Ayumi yang gagal total dalam menjalankan misinya. Sehingga dia langsung meninggalkan Ayumi begitu saja tanpa permisi sama sekali.
"Dasar Ayumi artis bodoh! Hanya di suruh melakukan tugas seperti itu saja dia tidak sanggup!" ucap Kyoto terus menggerutu penuh rasa kesal di sepanjang perjalanan Dia menuju apartemennya.
__ADS_1
Kyoto sama sekali tidak memperdulikan ponselnya yang terus berbunyi karena panggilan dari Ayumi yang meminta dia untuk menjemputnya di restoran.
"Siapa sudi menjemput perempuan bodoh dan dungu seperti kau! Dasar artis gadungan! Biarkan saja kau membusuk di sana!" ucap Kyoto sambil melirik kepada ponselnya yang tidak mau berhenti berdering sejak tadi.
Karena rasa jengkel yang luar biasa. Akhirnya Kyoto langsung mematikan ponselnya agar berhenti berdering dan tidak mengganggu fokusnya dalam menyetir.
Sementara itu Ayumi yang saat ini ada di restoran tampak kebingungan karena Kyoto yang sejak tadi ditelepon tetapi tidak juga mau meresponnya.
"Ya ampun dasar Kyoto sialan jangan Katakan padaku, kalau dia sengaja meninggalkanku di sini, hanya karena gara-gara misi ini gagal?" tanya Ayumi kepada dirinya sendiri. Seakan tidak percaya dengan nasibnya yang telah ditelantarkan oleh Kyoto begitu saja.
"Dasar Kyoto kurang ajar! Awas saja akan aku laporkan kelakuannya ini kepada kedua orang tuanya. Mari kita lihat, apa yang akan dia dapatkan dari ayahnya!" ucap Ayumi dengan senyum penuh kemenangan karena dia membayangkan Kyoto akan segera dijemput oleh ayahnya dan kembali terbang ke Jepang.
Ayumi yang paling tahu kalau ayahnya Kyoto paling tidak senang apabila Kyoto mulai mendekati Kaisar lagi.
Dengan perasaan penuh bahagia. Ayumi akhirnya pergi menuju apartemennya dengan menggunakan taksi.
Dengan perasaan yang mendongkol terhadap Kyoto yang sudah tega meninggalkan dia sendirian di restoran. Ayumi kemudian menghubungi ayahnya Kyoto yang ada di Jepang.
"Ada apa Ayumi, kau tiba-tiba menelepon?" tanya ayahnya Kyoto tampak tidak senang mendapatkan panggilan telepon dari Ayumi.
Ayumi selama ini selalu menggodanya agar diberikan iklan-iklan eksklusif di dalam perusahaannya. Tetapi dia tidak pernah menggubrisnya sama sekali.
"Saya punya kabar untuk Om tentang Kyoto!" ucap Ayumi sambil tersenyum licik ketika menelpon ayahnya Kyoto.
'Biarlah Kyoto, aku tidak mendapatkan iklan eksklusif darimu. Tapi aku pastikan akan bisa mendapatkannya dari ayahmu. Hahaha! Aku memang sangat beruntung berurusan dengan mereka!' batin Ayumi merasa bahagia. Dia terus tersenyum dengan penuh kemenangan.
__ADS_1