
Di malam buta jam 03.00 pagi, seorang Kaisar sekarang melajukan mobilnya. Kaisar tidak memperdulikan angin malam yang begitu dingin dan menusuk kulitnya hingga ke tulang. Saat ini yang ada dalam pikirannya adalah dia harus segera menemui Delia dan mendekapnya dalam pelukannya.
Kaisar seakan tidak sabar lagi, untuk segera bertemu dengan Delia. Kaisar segera melajukan kendaraannya untuk segera sampai ke tempat di mana Delia dan putranya berada saat ini.
Iya benar-benar sudah tidak sabar untuk bisa memeluk istri yang sangat dia cintai dan mencium putra kesayangannya yang benar-benar sangat dia rindui.
Perjalanan yang harusnya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai di sana. Kini hanya 10 menit saja Kaisar sudah turun dari mobilnya dan langsung membunyikan bel yang tersedia di pintu restoran.
Jantung Kaisar saat ini berdebar sangat kencang. Ketika Kaisar menunggu untuk Delia membuka pintu untuknya saat ini. Kaisar rasakan seakan seperti ribuan abad lamanya.
"Ayolah sayang! Bukalah pintunya untukku! Aku datang untukmu, sayang! Aku datang untuk menjemputmu, sayang!" kata-kata itu terus diucapkan berulang oleh kaisar. Seakan sebuah mantra yang menguatkan hati Kaisar saat ini yang gundah gulana.
Beberapa waktu kemudian tampak seseorang menyalakan lampu restoran dan dengan hati yang berdebar-debar Kaisar dengan setia menunggu seseorang untuk membuka pintu.
Nampak bayangan seseorang yang sedang berusaha untuk membuka pintu. Jantung Kaisar seakan berloncatan saat melihat Delia, dengan memicingkan matanya, membuka pintu untuk Kaisar.
"Siapa yang datang? Malam buta begini mengganggu orang lain beristirahat?" ucap Delia tampak kesal bukan main.
Bagaimana Delia tidak kesal? Baru 10 menit dia mulai bisa memejamkan matanya, setelah mengalami kesulitan untuk tidur.
Tiba-tiba terdengar bel yang berbunyi keras dan terus-menerus bersahutan sehingga mengganggu dirinya untuk tidur.
Dengan terpaksa Delia pun kemudian bangkit dan membukakan pintu untuk menegur orang yang tidak sopan itu.
"Sayang, ini aku! Malam ini, Aku datang untuk menjemputmu bersama Putra kita. Aku sangat merindukanmu sayang!" ucap Kaisar dengan nafas yang terengah. Matanya terus lekat menatap Delia yang begitu dia rindukan.
__ADS_1
"Ya Allah Mas! Malam-malam buta begini, kamu ganggu orang?" ucap Delia dengan lemah. Delia tampak akan masuk kembali ke dalam restoran.
Tanpa aba-aba, tiba-tiba saja Kaisar sudah mengecup dan mencium bibir Delia dengan penuh kerinduan. Delia yang masih syock dan kaget. Seketika hanya bisa lemas berdiri menerima serangan dari suaminya yang tiba-tiba. Lama-kelamaan Delia terhanyut juga dalam ciuman seorang Kaisar, yang begitu Mahir menyihirnya dalam pesonanya.
Kaisar mendorong pintu restoran dengan kakinya tersebut hingga tertutup.
Kemudian Kaisar masuk ke dalam restoran dengan mendorong tubuh Delia dengan ciuman panas yang masih dia lancarkan kepada istrinya. Kaisar seketika membawa Delia menuju sebuah meja yang tidak jauh dari posisinya saat ini.
Delia yang terhanyut dalam gairah yang diberikan oleh Kaisar, dia hanya mengikuti keinginan suaminya saat ini.
Dengan penuh perasaan cinta dan rindu dendam yang bersarang dalam hati keduanya, Kaisar terus mencumbu istrinya.
Restoran yang sepi dengan penerangan remang-remang, dua insan yang saling mencintai tetapi hidup berjauhan itu, kini tengah melepaskan segala rindu dendam yang ada di dalam hati mereka.
"Aku sangat mencintaimu Delia! Seandainya kau tahu, bahwa aku sangat mencintaimu dan cintaku ini sanggup menguburkan aku di tengah lautan kerinduan yang ribuan malam aku lalui tanpa kamu berada di sampingku!" ucap Kaisar membisikan kata-kata itu di telinga istrinya. Ketika mereka telah selesai menyelesaikan urusan mereka tadi.🙈🙈
Delia yang saat ini berada dalam pelukan Kaisar hanya mampu meneteskan air matanya. "Aku pun sama, ribuan malam ku lalui dengan merindukanmu!" ucap Delia dengan lirih sambil membenamkan wajahnya di dada sang suami. Yang saat ini tidak terbungkus apapun.
"Sayang, ayolah kembali bersamaku kembali ke rumah milik kita. Kita mulai lagi lembaran baru hidup kita. Dengan saling pengertian dan cinta kasih. Aku percaya, kita berdua pasti bisa melewati segala ujian rumah tangga!" ucap Kaisar sambil mengelus rambut istrinya yang sangat dia rindukan.
"Aku bersedia! Ya, aku bersedia untuk kembali denganmu! Ku penuhi janjiku dalam doaku." ucap Delia dengan terisak dalam pelukan suaminya. Sehingga membuat hati Kaisar begitu sangat bahagia.
Ribuan ciuman dihadiahkan oleh Kaisar di wajah Delia. Kerinduan dan juga cintanya seakan telah membenamkan mereka berdua dalam lautan asmara. Yang bergelora dan membuncah di dalam dada mereka berdua.
"Oh! Lihatlah kekacauan Apa yang kau buat di restoran ini!" ucap Delia sambil terkekeh ketika melihat suaminya yang saat ini sedang menatap kepada dirinya dengan penuh rasa cinta.
__ADS_1
Kaisar yang kini sudah mengenakan kembali pakaiannya dan membantu Delia untuk berpakaian kembali.
"Aku akan membantumu untuk membereskan semua kekacauan ini. Sayang, ayolah! Pergilah untuk kau persiapkan. Apa yang ingin kau bawa ke rumah kita kembali!" Kaisar sambil mengecup bibir Delia sekilas.
Mata Kaisar terus menatap kepada sang istri dengan perasaan penuh cinta. Delia bisa menangkap pancaran cinta itu hanya tertuju untuk dirinya. Delia merasa begitu bahagia mendapatkan cinta yang begitu besar dari sang suami.
"Baiklah kau memang harus membereskan ini semua. Bukankah ini adalah ulahmu? Entah kenapa, kau selalu seperti itu. Setiap bertemu denganku selalu hilang kontrol mu!" ucap Delia sambil berlalu dari hadapan Kaisar.
"Aku seperti ini hanya denganmu sayang! Aku tidak pernah melakukan hal seperti ini dengan wanita manapun. Sayang, Aku bisa bersumpah demi langit dan bumi, bahwa aku hanya melakukan seperti ini denganmu saja!" ucap Kaisar sambil memeluk tubuh Delia dari belakang. Kaisar mencium tengkuk Delia dengan penuh cinta dan kerinduan.
"Iya iya aku percaya padamu! Cepatlah kau bereskan semua kekacauan yang kau buat ini. Karena sebentar lagi waktu shubuh. Para karyawanku pasti sebentar lagi datang untuk bersiap-siap membuka restoran!" ucap Delia mendorong tubuh Kaisar agar menjauh darinya.
Dengan perasaan penuh bahagia, Kaisar kemudian membereskan tempat itu kembali seperti semula. Sama percis, seperti sebelum dia melakukan aksi gilanya bersama dengan Delia malam ini. Rasa rindu dan dendam yang membuncah di dadanya, membuat Kaisar kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Sementara itu, Delia yang sedang sibuk mempersiapkan dirinya untuk kembali bersama Kaisar ke kediaman mereka berdua.
Delia menatap pantulan dirinya sendiri di cermin besar yang ada di dalam kamarnya. Lukisan cinta yang berjejer rapi di leher dan juga bagian tubuh lainnya, buah karya sang suami tercintanya, Delia menatap semua itu dengan bahagia, tanpa terasa, air matanya kini berderai, membasahi pipinya yang mulus.
"Kenapa kamu sedang menangis sayang? Apakah kamu tidak bahagia kalau aku datang untukmu?" tanya Kaisar yang tiba-tiba saja sudah ada di dalam kamar milik Delia bersama Deka.
Kaisar mencium pipi Delia yang terus saja mengalirkan air mata. Hatinya bagai di hiris sembilu, ketika melihat wanita yang dia cintai kini sedang menangis pilu.
Delia menggelengkan kepalanya. Kemudian mencium kedua tangan Kaisar dengan penuh cinta dan rasa syukur.
"Aku menangis bukan karena sedih ataupun marah padamu, sayang. Tetapi aku merasa sangat bahagia karena doaku malam ini, langsung dijawab oleh Allah dengan mendatangkanmu kepadaku. Malam ini aku berterima kasih kepada Allah. Karena doaku telah berhasil membawamu kembali ke sisiku!" ucap Delia dengan suara gemetar.
__ADS_1