Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
89. Sampai Juga


__ADS_3

"Tuan Kaisar sungguh so sweet! Dia seorang laki-laki yang luar biasa yang memuja istrinya dan juga mencintai istrinya. Di zaman sekarang, laki-laki hebat seperti dia sudah sangat langka!" ucap yang lain.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini, huh? Bukannya bekerja malah ngerumpi majikan kalian! Apa kalian sudah bosan untuk bekerja di Jet pribadi milik saya?" tiba saja Kaisar sudah berdiri di belakang mereka dengan menggendong Deka di dalam pelukannya.


"Papa Aku rindu sama mama!" ucap Deka dengan suara cedalnya. Sehingga membuat semua pramugari yang mendengarnya gemes dan menjadi penggemar Deka yang baru.


"Ya ampun! Dia sangat tampan sekali! Masya Allah! Walaupun Tuan muda masih kecil, tapi dia mempunyai sejuta pesona untuk menaklukkan hati seorang wanita!" ucap seorang pramugari dengan penuh kekaguman menatap Deka dan juga Kaisar yang begitu menyilaukan matanya.


Mendengarkan pujian dari pramugarinya tentang putranya. Hati Kaisar begitu bahagia dan rasa marahnya tadi tiba-tiba menguap entah ke mana. Sehingga dia memaafkan para pramugarinya yang sejak tadi terus merumpi tentang dirinya dan juga istrinya.


"Karena kalian adalah penggemar Putraku. Aku akan memaafkan kesalahan kalian kali ini. Tapi kalau aku sampai mendengarkan kalian merumpi lagi tentangku dan istriku. Aku tidak akan pernah memaafkan kalian dan siap-siaplah kalian untuk hengkang dari jet pribadi milik saya!" Ancam Kaisar dengan sorot mata yang begitu menakutkan bagi para pegawainya. Tetapi setelah dia meninggalkan pramugarinya, senyum bahagia terbit di wajah Kaisar yang begitu tampan dan rupawan.


"Untung saja kau tadi memuji Tuan muda Deka, kalau tidak, nasib kita sungguh sangat sial karena kita pasti akan ditendang Tuan Kaisar dari jet pribadi ini. Kemana lagi kita akan mencari perusahaan yang membayar kita dengan mahal?" ucap salah seorang pramugari yang paling cantik di antara mereka, yang sejak tadi terus melihat ke arah Kaisar dengan mengiler dan mengharapkan Kaisar untuk berada di dalam pelukannya.


'Aku yakin kalau aku diberikan sedikit kesempatan, pasti akan bisa membuat Tuan Kaisar jatuh cinta padaku!' batin pramugari yang bernama Usman Nova itu!


"Sudah yuk kita kembali bekerja! Kalau tidak, kita akan benar-benar ditendang oleh Tuan Kaisar dari jet pribadi ini?" ucap temannya yang lain. Kemudian mereka pun kembali ke pos masing-masing dan menyiapkan diri untuk melakukan pendaratan. Karena lesawat mereka sudah mulai masuk ke bandara tujuan mereka di Amerika.

__ADS_1


Sementara itu, Kaisar dan Delia yang sedang asyik bermain dengan putranya Deka. Mereka sudah diperingatkan oleh pramugari untuk mengencangkan seatbelt. Karena pesawat mereka sudah akan mendarat di Bandara tujuan mereka.


"Tenangkan dirimu sayang! Kau tidak boleh gegabah melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. Percayalah Saya pasti akan selalu berada di sisimu!" ucap Kaisar kepada Delia. Kaisar memperingatkan istrinya untuk tidak bersikap gegabah ketika berhadapan dengan keluarga barunya yang saat ini akan dia konfirmasi.


"Aku pasti akan berusaha untuk menjaga sikap agar tidak sampai emosi ataupun melakukan hal-hal yang bodoh. Percayalah padaku sayang!" ucap Delia sambil tersenyum kepada suaminya. Sehingga Kaisar menjadi yakin bahwa Delia memang sudah siap untuk bertemu dengan keluarganya yang baru diketahui oleh mereka berdua. Hanya melalui cerita Adrian, Ayah angkatnya Delia.


Kaisar menggenggam tangan Delia yang terasa begitu dingin di genggamannya. Ketika mereka melangkahkan kaki ke dalam sebuah Mansion yang begitu mewah, yang merupakan kediaman keluarga Bramantyo yang ada di Amerika.


"Tenanglah sayang! Kita tidak sedang akan bertemu dengan musuh. Tetapi kita akan bertemu dengan orang yang kemungkinan besar memang adalah kedua orang tuamu!" Kaisar terus memberikan semangat dan kekuatan kepada Delia agar tidak gugup maupun takut dalam menghadapi sebuah kenyataan yang sekarang ada di hadapan mereka berdua.


Kaisar menggendong Deka dan memeluknya dengan erat. Sementara Delia menggenggam tangan Kaisar yang lain. Delia berusaha untuk mencari kekuatan kepada Kaisar. Melalui genggaman tangan suaminya yang kokoh dan juga selalu siap untuk melindunginya.


"Ya Allah Bapak! Kenapa Anda harus muncul secara tiba-tiba di hadapan kami? Bagaimana kalau kami tiba-tiba jantungan dan Anfal, huh? Apakah anda akan bertanggung jawab terhadap kami?" protes Delia kepada security tersebut yang sekarang malah menyengir di hadapannya tanpa merasa berdosa sama sekali kepada dirinya.


"Kalian berdua mau menemui siapa? Apa kalian juga mau menghadiri pesta yang ada di Mansion?" tanya security itu sambil tersenyum dengan ramah kepada Kaisar dan Delia tampak keheranan mendengarkan kata pesta d mansion tersebut.


"Emangnya sedang ada pesta apa Pak Mansion ini?" tanya Delia merasa penasaran.

__ADS_1


"Nona muda kami yang sudah hilang lebih dari 20 tahun yang laku, tiba-tiba saja kembali tadi siang. Jadi Tuan besar dan Nyonya besar sedang mengadakan pesta penyambutan untuknya!" security tersebut sambil tersenyum kepada tamu tuannya.


Demi mendengarkan perkataan dari security tersebut Kaisar dan Delia menatap satu sama lain. Mereka merasa bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi disana.


"Apa maksud perkataan dia? Kenapa aku tidak mengerti?" tanya Delia sambil menatap tajam kepada Kaisar yang saat ini menatapnya dengan Sendu.


"Tampaknya tebakanku benar. Kalau sudah ada orang yang mendahului kita. Untuk datang ke rumah ini dan mengaku sebagai putri dari kedua orang tuamu!" ucap Kaisar sambil mengeratkan genggaman tangannya terhadap Delia yang pucat wajahnya.


Kaisar menatap Delia dengan penuh cinta kasih. Dia berusaha menguatkan istrinya yang masih terkejut menerima sebuah kenyataan yang berbeda dari ekspektasinya ketika dia datang ke Amerika demi mencari kebenaran tentang keluarga kandungnya.


"Tenanglah sayang! Kita akan mencari tahu siapa orang yang sudah berani mati dengan mengaku-ngaku sebagai dirimu dan mengaku-ngaku sebagai anak dari kedua orang tuamu. Aku pasti akan selalu mendampingimu, kau jangan khawatir sayangku!" Kaisar sambil mencium telapak tangan Delia yang saat ini terasa begitu dingin di tangannya.


"Kita pulang saja! Mari kita lupakan saja tentang ini. Aku tidak mau mencari perkara untuk hal yang belum pasti kebenarannya!" ucap Delia sambil menatap kepada Kaisar. Tetapi Kaisar menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan pendapat Delia.


"Tidak sayang! Kita akan menghadapi masalah ini bersama. Aku tidak akan membiarkan orang itu menang dan merasa bahagia karena sudah mengambil posisimu di kediaman ini. Tolong percayalah padaku sayang! Aku pasti akan memperjuangkan hakmu di hadapan kedua orang tuamu!" ucap Kaisar dengan penuh keyakinan sehingga membuat Delia merasa terharu dengan kekuatan dan juga cinta yang diberikan oleh suaminya terhadap dirinya.


"Aku tidak suka kalau kita harus ribut dengan orang lain. Biarkan saja mungkin memang bukan Takdirku untuk bertemu dengan kedua orang tuaku Aku ikhlas menerima semuanya!" ucap Delia seakan sudah pasrah dengan kehidupannya sendiri.

__ADS_1


Tetapi Kaisar terus berusaha menguatkan istrinya agar mau maju dan memperjuangkan haknya di hadapan kedua orang tuanya yang sudah 20 tahun lebih tidak dia temui gara-gara Adrian yang menculiknya sejak Delia masih kecil.


__ADS_2