
Setelah mengobrak-abrik kediaman Yamada, tetapi Kaisar tidak mendapatkan keterangan tentang keberadaan Delia saat ini. Kaisar benar-benar kehilangan kesabarannya. Kaisar memerintahkan anak buahnya untuk menghajar habis para pengawal yang ada di rumah kediaman Yamada. Emosi sudah menggelapkan perasaannya saat ini. Sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.
"Sudah! Ayo kita tinggalkan rumah orang ini! Biar kita cari keberadaan istriku di tempat lain!" ucap Kaisar pada akhirnya memberikan perintah kepada anak buahnya.
Kaisar benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk melihat kemesraan ayahnya bersama istrinya tersebut.
Ada rasa cemburu di hatinya, melihat sang ayah yang begitu cinta dan juga melindungi istrinya tersebut.
Dahulu, ayahnya meninggalkan ibunya begitu saja. Demi perempuan itu! Sebenarnya hatinya ingin sekali menghajar mereka berdua. Tetapi hati nuraninya mengatakan untuk tidak pernah melakukan hal tersebut.
Bagaimanapun mereka masih termasuk keluarganya saat ini. Di akui atau tidak, darah tidak akan pernah berbohong.
Setelah melampiaskan semua kemarahan yang ada di dalam hatinya. Kaisar pun kemudian pergi meninggalkan kediaman Yamada dan menelusuri jalanan Tokyo. Untuk menemukan sang istri.
Kaisar bahkan mengarahkan semua tim IT di perusahaannya yang ada di Jepang, untuk bisa menghack semua CCTV yang berada di kota tersebut.
Semua tim IT pun bergerak memenuhi perintah sang pimpinan. Untuk mendapatkan keberadaan Nyonya Besar mereka yang telah menghilang selama beberapa bulan terakhir.
Kaisar benar-benar sudah hilang kesabaran, untuk bisa menemukan sang istri yang tadi sudah benar-benar berada di depan matanya. Namum lolos karena kecerobohan dirinya yang terlalu lelet.
"Aku pasti akan menemukan kamu, sayang!" ucap Kaisar dengan suara lemah. Kelelahan yang sangat tampak si wajah tampannya.
"Tuan! Tampaknya, Nyonya Besar dibawa ke rumah sakit milik keluarga Yamada. Di sana! Lihatlah di parkiran ini! Ada terlihat, mobil milik Takeshi Yamada. Bukankah tadi Tuan mengatakan, bahwa istri Tuan di bawah lari oleh Takeshi Yamada?" ucap salah seorang karyawan Kaisar.
Kaisar memperhatikan CCTV yang ditunjukkan oleh karyawannya tersebut.
Di mana sebuah mobil sedang terparkir di sana. Kemudian terlihat seorang laki-laki yang berlari masuk ke dalam mobil tersebut secara terburu-buru. Diperhatikan terus oleh kaisar. Wajah pria tersebut. Yang memang dia kenali adalah Takeshi Yamada. Adik tirinya dari perempuan yang telah membawa kabur ayahnya dari ibunya. Ketika dirinya masih kecil.
Seketika Kaisar mengepalkan kedua tangannya sampai buku-buku jarinya terlihat memutih.
__ADS_1
Saking geramnya dia, mengetahui fakta bahwa Delia selama ini berada di tangan keluarga itu.
Mengetahui fakta bahwa istrinya melarikan diri darinya dan lebih memilih pergi bersama Takeshi.
"Cepat gerakan semua anak buah kita! Untuk mengobrak-abrik Rumah Sakit tersebut! Sampai kalian semua dapat menemukan keberadaan istriku!" perintah Kaisar.
Kaisar sendiri langsung mempersiapkan mobilnya dan segera pergi ke rumah sakit yang ada di dalam CCTV tersebut. Dia langsung pergi begitu saja, tanpa menunggu sopirnya yang sedang pergi ke toilet.
Kaisar sudah tidak sabar lagi untuk bisa bertemu dengan istrinya. Setelah beberapa saat lamanya mereka berpisah. Karena kesalahpahaman Delia terhadap Sofia dan Kaisar.
"Aku pasti bisa membawa kamu pulang kembali ke rumah kita! Pasti, sayangku!" ucap Kaisar, seperti kehilangan akalnya.
Hatinya cemburu buta melihat Delia yang lebih memilih untuk pergi bersama Takeshi dan melarikan diri ketika melihat dirinya. Hati Kaisar benar-benar sakit saat ini.
Tidak henti-hentinya, Kaisar terus menggeram dan menggerutu, mengutuk perbuatan Takeshi yang berani sekali membawa lari istrinya.
Sementara itu, Takeshi yang mendengarkan kabar bahwa rumahnya diobrak-abrik oleh Kaisar, langsung berlari ke di kediaman Yamada.
Untuk memastikan apa yang dikatakan oleh sang ayah. Itulah, tadi yang dilihat oleh kaisar di CCTV ketika Takeshi berlari menuju mobilnya dan langsung meninggalkan Rumah Sakit tersebut.
Begitu Kaisar sampai di rumah sakit. Kaisar langsung mencari keberadaan Delia di semua ruangan.
Semua ruangan di sisir oleh Kaisar, seperti orang gila. Tapi, ternyata Takeshi telah menyembunyikan Delia lagi.
Sehingga Kaisar tidak bisa menemukan keberadaan Delia saat ini.
Kaisar benar-benar marah sekali hatinya karena Takeshi telah berhasil membawa pergi istrinya lagi, entah ke mana.
Kaisar mengamuk, menghancurkan setiap ruangan yang dia datangi seperti orang gila.
__ADS_1
Anak buahnya Kaisar yang datang bersamanya, berusaha untuk menenangkan Kaisar. Agar Jangan membuat kegaduhan di rumah sakit.
Bagaimanapun Rumah Sakit adalah tempat orang-orang sakit yang sedang dirawat.
Jangan sampai nanti akan menimbulkan masalah ke depannya bersama pihak yang berwajib.
"Tuan! Tenanglah! Tuan! Tenanglah! Jangan membuat keributan di sini! Tuan Tolonglah! Tenanglah sebentar! Kita bisa mencari Nyonya besar di tempat lain. Tuan Tolong dengarkan saya! Ini adalah rumah sakit jangan Tuan menghancurkan reputasi Tuan dengan berperilaku seperti ini! Ayo Tuan! Ikuti saya, kita cari dulu Nyonya besar di tempat lain!" kepala pengawal tersebut langsung menarik tangan Kaisar untuk segera meninggalkan rumah sakit.
Karena orang-orang mulai banyak yang berdatangan dan menyaksikan kegilaan yang dilakukan oleh kaisar saat ini.
Bahkan ada stasiun televisi yang berani merekam kegilaan tersebut. "Kato! Rebut rekaman yang dia ambil tadi! Cepat! Jangan sampai ada stasiun televisi yang merekam Apa yang dilakukan oleh Tuan kita saat ini!" perintah kepala pengawal yang saat ini sudah berada di mobil bersama Kaisar, yang sudah mulai tenang.
"Sabarlah Tuan! Jangan terbawa emosi! Tuan, jangan menggunakan emosi dalam menyikapi masalah ini! Kita tidak bisa melakukan hal seperti itu. Itu malah akan semakin merunyamkan keadaan. Kita harus sabar dan pelan-pelan untuk mencari Nyonya!" nasehatnya.
"Kau pikir kau siapa? Sehingga kau berani menasehati aku? Tuanmu! Huh? Lancang kau! Sepertinya kau sudah bosan hidup!" teriak Kaisar hilang kendali.
"Maafkan saya Tuan! Kalau saya dinilai lancang. Saya hanya tidak ingin Tuan sampai mengalami kerugian karena perbuatan ceroboh semacam ini. Itu akan merusak Citra Tuan sebagai pemimpin sebuah perusahaan besar. Ingatlah Tuan! Tuan membangun itu semua dengan susah payah! Jangan hancurkan seketika dengan emosi sesaat saat ini!" ucapnya lagi dengan gemetar.
Kaisar tampak terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh Kepala pengawalnya itu.
Untuk sesaat Kaisar menarik nafasnya dalam-dalam, lalu meraup wajahnya dengan kedua tangannya. Kaisar tampak sangat frustasi menghadapi permasalahannya saat ini.
"Tenangkan dirimu Tuan! Saya berjanji saya pasti akan membawa Nyonya ke sisi Anda! Anda harus tenang, Tuan! Pikirkan sebuah strategi untuk membuat Nyonya kembali kepada anda dengan kesadarannya sendiri!" ucapnya lagi.
"Strategi? Strategi apa yang bisa aku lakukan untuk membuat istriku kembali kepadaku? Aku sudah hilang akal! Aku sudah tidak bisa berpikir lagi saat ini!" ucap Kaisar sedih.
Hatinya pilu, ketika menyadari, istrinya pergi lagi dari sisinya. Tepat di depan matanya.
'Sungguh bodoh!' tuturnya dalam hati.
__ADS_1