
Kaisar saat ini sedang berada di taman yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kediamannya.
" Tuan mau sampai kapan kita berada di sini? Bukankah lebih menyenangkan kalau Tuan bergabung dengan mereka dan menikmati pesta yang ada?" tanya sopir pribadi Kaisar sambil menatap kepada tuannya.
" Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menyendiri di sini. Kalau kau bosan pulanglah. Toh di sini juga tidak terlalu jauh dengan rumah. Aku bisa jalan kaki nanti!" ucap Kaisar berkata kepada sopirnya.
" Bukan seperti itu maksudnya saya tuan. Tetapi saya tidak tega melihat anda di sini hanya sendirian saja bersama saya!" ucap Sopir itu sambil menatap Kaisar.
" Tidak apa-apa kau pulanglah. Pasti keluargamu sudah menunggumu aku akan menunggu sebentar lagi. Kau boleh membawa mobilnya nanti aku akan jalan kaki menuju rumahku!" ucap Kaisar sambil mengulas senyum kepada sopirnya.
" Mari tuan saya antarkan saja. Saya tidak enak kalau harus meninggalkan anda di sini sendirian. Nanti Nyonya Delia pasti akan marah pada saya!" ucap sang sopir sambil menatap Kaisar.
" Sudahlah! Jangan pikirkan apapun.kau pulang saja. Aku tidak apa-apa kok. Aku hanya ingin menyendiri saja di sini. Sebentar lagi aku juga pulang!" ucap Kaisar.
" Bagaimana kalau anda____ Ah! Sudahlah! Lupakan! Kalau begitu saya pulang dulu Tuan!" Sopir itu pun kemudian naik ke dalam mobil dan meninggalkan Kaisar sendiri di sana.
Ketika berada di dalam mobil. Dia kemudian langsung menelpon Delia mengabarkan tentang Kaisar kepada Delia.
" Selamat malam nyonya. Saya ingin mengabarkan tentang Tuan Kaisar. Beliau saat ini sedang berada di taman yang ada di belakang rumah kita. Saya sudah berkali-kali mengajaknya untuk pulang. Tetapi dia selalu menolak saya!" ucap Sopir itu mengatakan semuanya.
" Baiklah saya akan mengutus seseorang untuk menjemputnya! Terima kasih atas informasinya!" Delia kemudian menutup telepon dan memanggil Takeshi untuk mendekat kepadanya.
" Maafkan aku Takeshi. Tapi, apakah bisa kau menjemput Kaisar di taman belakang? Taman yang ada tepat di belakang rumahku!" ucap Delia kepada Takeshi yang tanpa ragu-ragu untuk menyetujuinya.
" Aku akan menemanimu, ayo!" Kyoto langsung menarik tangan Takeshi dan bergegas masuk ke dalam mobil untuk menjemput Kaisar.
" Kau semangat sekali kalau berhubungan dengan kakakku!" ucap Takeshi cemberut.
Kyoto hanya tersenyum simpul mendengarkan perkataan Takeshi.
" Apa segitunya kau mencintai kakakku? Padahal dia sudah punya istri dan anak!" tanya Takeshi dengan Ketus.
" ku hanya mengidolakannya. Dulu memang sempat kalau aku berpikir mencintainya. Tapi sekarang tidak lagi. Karena sudah ada laki-laki yang kucintai!" ucap Kyoto sambil tersenyum manis kepada Takeshi.
__ADS_1
Takeshi mengurutkan keningnya karena dia bingung dengan apa yang dikatakan oleh Kyoto.
" Apa maksudnya?" tanya Takeshi.
" Ya aku sekarang sudah jatuh cinta kepada laki-laki yang lain dan aku sangat mencintai dia!" ucap Kyoto sambil menaik turunkan alisnya dan terus menggoda Takeshi sehingga membuat tape Sin menjadi jengkel.
" Sudahlah aku tidak mau berbicara denganmu lagi. Kau selalu saja nembuatku menjadi tidak senang!" ucap Takeshi misuh-misuh.
" Apa kau tahu? Kau itu sangat keren kalau lagi marah seperti ini. Kau sungguh sangat menggemaskan sekali!" ucap Kyoto sambil mencubit kedua Takeshi.
" Kau tersenyum di atas penderitaan orang lain. Apa kau tahu? Saat ini aku sedang marah karena kau mengaku telah mencintai laki-laki lain. Padahal aku adalah calon suamimu!" ucap Takeshi kesal dan memilih untuk langsung tancap gas dan segera berangkat ke taman di mana Kaisar saat ini sedang di sana.
" Kenapa kau tidak bertanya padaku, siapa laki-laki yang kucintai?" tanya Kyoto.
" Aku tidak perlu tahu! Bagiku yang penting kau tidak membawanya ke hadapanku dan tetap menghormati pernikahan kita nanti!" ucap Takeshi tanpa melirik kepada Kyoto.
" Kenapa kau tidak peduli dengan siapa aku jatuh cinta? Hmmmmm?" ucap Kyoto gemes sambil terus mengguncangkan tangan Takeshi yang sedang menyetir.
" Pernikahan kita itu sedang dibicarakan ya? Jadi kau tidak usah berencana untuk bunuh diri hari ini!" ucap Takeshi dengan Ketus.
" Ya maaf! Aku nggak maksud mencelakai kita berdua kok. Hanya saja kenapa kau tidak berminat untuk mengetahui laki-laki yang kucintai?" tanya Kyoto kesal.
" Kalau kau mau mengatakannya. Tinggal katakan saja. Kenapa harus menunggu aku bertanya? Kau sungguh kekanakan sekali!" rutuk Takeshi merasa kesal karena hampir saja dirinya dan mobilnya nyungsep ke parat gara-gara perbuatan Kyoto.
" Aku tidak memberitahumu. Malau kau tidak bertanya!" ucap Kyoto sambil cemberut kepada Takeshi.
" Kau benar-benar merepotkan!" ucap Takeshi kemudian dia pun mulai fokus untuk menyetir kembali.
setelah sampai di taman yang dimaksud oleh Delia. Takeshi kemudian mengedarkan pandangannya dan mencari keberadaan Kaisar saat ini.
" Tuh Kaisar ada di ayunan. Mau kau atau aku yang mendekatinya?" tanya Kyoto sambil menatap Takeshi.
" Kita bertemu dengan dia bersama saja!" ucap Takeshi agak ragu karena dia tidak tahu saat ini Apa yang dipikirkan oleh kaisar tentangnya dan juga keluarga nya.
__ADS_1
" Kenapa tampaknya kau dan Kaisar tidak akur? Apakah kalian ada masalah?" tanya Kyoto penasaran.
" Sudahlah lebih baik kau tidak usah banyak tahu tentang masalah keluarga kami. agar hidupmu damai dan tidak perlu memikirkan masalah kami semua!" ucap Takeshi menolak untuk menjelaskan permasalahannya dengan Kaisar.
' Kau tidak perlu tahu aib keluargaku. Cukup kau tahu bahwa kami baik-baik saja!' batin Takeshi sambil melirik sekilas kepada Kyoto yang saat ini sedang menggenggam tangannya.
" Kau kenapa sih? Berjalan saja harus menggenggam tanganku. Apa kau takut kepleset?" tanya Takeshi sambil menatap kepada Kyoto yang memutar bola matanya dengan malas.
" Sudah jadi laki-laki itu nggak usah cerewet! Memangnya kau tidak suka kalau aku memegang tanganmu?" tanya Kyoto.
" Tidak apa-apa sih. Kalau kau ingin berjalan sambil memegang tanganku. Aku tidak keberatan kok! Hanya saja bagaimana kalau laki-laki yang kau cintai melihatmu melakukan ini padaku! Dia pasti akan marah padamu dan akan meninggalkanmu!" ucap Takeshi sambil menatap kepada Kyoto.
" Apa kau khawatir padaku?" tanya Kyoto penasaran.
" Berhentilah melakukan hal seperti itu! Kau tidak lucu sama sekali!" ucap Takeshi tidak senang.
" Kenapa?" tanya Kyoto heran.
" Karena aku takut kalau sampai aku akan benar-benar jatuh cinta padamu dan aku tidak bisa melepaskanmu suatu saat nanti!" ucap Takeshi sambil menatap kepada Kyoto.
" Kenapa kau ingin melepaskanku? Apakah kau berencana untuk bercerai denganku?" tanya Kyoto dengan hati berdebar.
" Kalau kau mencintai laki-laki lain. Tentu saja aku harus menceraikanmu. Tentu kau pun suatu saat akan memimpikan untuk hidup bersama dengannya, bukan?" tanya Takeshi sambil menatap kepada Kyoto.
' Aku hanya ingin bersamamu. Tentu saja kalau kau menginginkanku. Tapi kalau kau tidak menginginkanku, apa boleh buat? Tentu aku harus mengikhlaskanmu!' batin Kyoto sambil melirik sekilas kepada Takeshi yang terus berjalan mendekati kaisar yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
" Kak Kaisar! Delia mengutusku untuk segera menjemputmu. Cepatlah pulang! Karena dia khawatir denganmu!" ucap Delia sambil menatap kepada kaisar yang tampaknya tertidur di ayunan.
Kyoto mendekati Kaisar dan berusaha untuk mengguncangkan tubuhnya agar Kaisar terbangun.
Tetapi tiba-tiba saja tubuh Kaisar terjatuh dari ayunan. Sehingga membuat Kyoto merasa terkejut dibuatnya.
" Ya ampun! Apa yang sudah terjadi dengan kakakmu? Takeshi cepat periksa!" perintah Kyoto kepada Takeshi.
__ADS_1