
Setelah Menunggu sangat lama akhirnya operasi itu pun selesai.
" Alhamdulillah operasi berhasil dengan lancar sekarang mereka sudah berada di ruangan pemulihan!" ucap dokter mengabarkan kepada pihak keluarga.
" Terima kasih Dokter atas usaha keras anda!" ucap ayahnya Takeshi menyalami sang dokter mengucapkan rasa syukurnya atas keberhasilan operasi tersebut.
" Sama-sama Pak ini adalah kewajiban saya sebagai dokter mereka!" ucapnya kemudian dia pun meninggalkan keluarga pasien.
Mereka pun kemudian datangi ruang administrasi untuk bertanya di mana keberadaan Kaisar dan Takeshi saat ini.
menemukan ruangan itu mereka pun kemudian menemui Takeshi dan kaisar yang saat ini belum sadar dari obat bius.
" Alhamdulillah kalau mereka baik-baik saja semoga tidak akan ada lagi hal buruk yang terjadi dalam keluarga kita!" ucap Kenshi sambil melihat ke arah Delia yang saat ini sedang menangis melihat keadaan suaminya yang masih tak berdaya.
" Delia duduklah jangan berdiri saja kasihan bayi yang ada dalam perut mu Nak!" ucap Satria kepada putrinya.
" Iya Pah semoga suamiku baik-baik saja!" ucap Dahlia dengan suara serak karena terlalu banyak menangis.
" Percayalah suamimu adalah seorang laki-laki yang kuat dia pasti bisa melewati semua ini!" ucap Satria sambil tersenyum kepada putrinya.
" Oh tidak lupakan lah!" ucap Delia membatalkan apa yang ingin dia katakan kepada ayahnya.
" Sudahlah sayang cobalah untuk berpikir positif Papa yakin suamimu pasti akan bisa bangun kembali!" ucap Satria sambil mengelus kepala putrinya.
" Terima kasih kan apa-apa sudah ada di sini bersamaku Kalau tidak ada kalian berdua aku tidak mungkin bisa melewati semua ini!" ucap Delia dengan mata berkaca-kaca.
" Iya sayang papa dan mama pasti akan selalu bersamamu dan mendukungmu kami berdua tidak akan lagi meninggalkanmu!" ucap Satria dengan suara yang begitu lembut dan penuh kasih sayang terhadap putrinya.
__ADS_1
Sementara itu di kejauhan tampak Adrian yang sudah memberhentikan ayah dan anak itu dengan penuh khusyuk.
" Maafkan Pak Bapak sudah melakukan apa?" Tegur seorang suster yang saat itu sedang memperhatikan Adrian yang tampak begitu mencurigakan di matanya.
" Tidak apa-apa suster saya hanya sedang melihat putri saya di sana!" ucap Adrian dengan suara gemetar.
" Kalau dia adalah putrimu. Kenapa kau malah bersembunyi temuilah!" kecap Suster itu merasa terheran dengan Adrian.
" Ya suster nanti saya pasti akan menemui putri saya!" ucap Adrian sambil tersenyum kepada Suster itu yang kemudian meninggalkannya seorang diri.
Adrian pun kemudian menatap kembali Delia dan Satria yang saat ini sedang menatap ke arahnya.
Karena gugup Adrian pun meninggalkan rumah sakit tetapi Satria yang sudah duluan mengejarnya dan memegang tangannya.
" Kau mau ke mana Adrian? Apakah kau tidak ingin menjelaskan kepadaku setelah melakukan hal yang sangat mengerikan kepada putri kami?" tanya Satria kepada Adrian yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
" Kamu terpaksa melakukannya? Apakah kau sedang bercanda?" tanya Satria dengan wajah mangkerut.
" Yah saya sangat terpaksa melakukannya. Karena perasaan Saya yang sakit hati dengan tuduhan anda bahwa saya melakukan korupsi di perusahaan! Padahal susah payah Saya berusaha dan berjuang untuk membantu anda tetapi balasan saya adalah dapat fitnah dan juga tuduhan masalah korupsi!" ucap Adrian dengan mata berapi-api.
" Kau sungguh picik seharusnya Kalau kau memang tidak bersalah kau harus memberikan bukti-bukti kepadaku. Bukan Dengan melakukan hal bodoh seperti itu! kau menculik putriku Apa kau tahu bagaimana kehidupan Zahra? Setelah Kau Mengambil Putri kesayangan kami?" tanya Satria dengan amarah yang memuncak di dadanya.
" Zahra setiap hari hanya menangis dan juga bersedih karena menginginkan putrinya kembali!" ucap Satria sambil menudingkan telunjuknya kepada Adrian yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
" Kau benar-benar seorang manusia yang tidak punya perasaan. Bagaimana mungkin kau tega menculik putri kami setelah kami melakukan begitu banyak kebaikan dalam hidupmu?" tanya Satria dengan wajah penuh kekecewaan.
" Maafkan saya tuan sekali lagi saya minta maaf!" WhatsApp Adrian dengan wajah penuh penyesalan.
__ADS_1
" Sudahlah Pah jangan menyerahkan lagi bapak Adrian dia sudah sangat berusaha untuk menjadi ayah yang baik untukku!" ucap Delia mendekati mereka berdua yang sama-sama menyayanginya.
" Bagaimana kabarmu sayang? Papa sangat merindukanmu!" ucap Adrian sambil tersenyum kepada Delia.
" Alhamdulillah baik-baik saja Pah. Bagaimana dengan papa?" tanya Delia.
" Papa juga baik-baik saja sayang. Terima kasih karena kau mau memaafkan Papa. Setelah kau mengetahui kejahatan apa yang Papa lakukan kepadamu!" ucap Adrian sambil menundukkan kepalanya.
" Tidak apa-apa Pah. Sungguh! Delia benar-benar merasa berterima kasih kepada papa karena selama Papa menjaga Delia, Papa selalu memberikan yang terbaik untuk Delia!" ucap Delia sambil memeluk tubuh Adrian yang saat ini sedang sesegukan dalam tangisnya.
" Ya iyalah kau merasa berterima kasih kepada Ayahku selama kehadiranmu Ayahku tidak pernah melirikku sebagai anaknya. Di matanya hanya ada kamu!" tiba-tiba Stella dan Ibunya sudah berdiri di hadapan mereka berdua dengan mata berapi-api.
" Kamu sungguh jahat ternyata Delia! Kau dan suami kamu telah menggunakan statusku sebagai narapidana untuk merebut perusahaan dari tangan keluargaku!" ucap Stella dengan sengit penuh kebencian kepada Delia.
" Sekarang aku paham kenapa papa selalu kalian marahi apabila dekat denganku. Kenapa kalian selalu memojokkanku dan juga mengasingkanku ternyata karena aku bukanlah bagian dari kalian!" ucap Delia sambil menatap Adrian yang saat ini sedang menatap kepadanya.
" Maafkan keluarga Papa Delia mereka hanya merasa bahwa Papa terlalu mencintaimu sehingga mereka selalu mempermalukan rumah dan juga memperlakukanmu dengan buruk! Semua itu adalah kesalahan Papah yang tidak becus mendidik mereka!" ucap Adrian merasa sangat malu kepada Satria karena sudah melihat perlakuan keluarganya terhadap putrinya yang berharga.
" Jadi seperti itu perlakuanmu kepada putriku selama Dia hidup bersama kalian?" tanya Satria dengan mata berapi-api menatap kepada Stella yang dulu pernah mengaku-ngaku sebagai putrinya.
" Kalau dulu aku tahu kau memperlakukan putriku dengan begitu jahat. Maka aku tidak akan mau untuk melepas kamu dari penjara walaupun harus menukar 10 perusahaan dengan kebebasanmu!" ucap Satria dengan penuh kemarahan.
" Begitu lancangnya kau datang mengaku sebagai putriku kepada kami berdua Kami benar-benar tidak akan pernah memaafkanmu Stella!" ucap Satria sambil melirik ke arah Delia yang dari tadi terus menggelengkan kepalanya.
" Sudah Papa! Lupakanlah! Jangan pernah menyimpan dendam kepada siapapun. Karena dendam tidak akan pernah memberikan kebaikan apapun kepada kita!" ucap Delia sambil menyentuh tangan ayahnya dan mengajaknya untuk meninggalkan mereka bertiga.
" Pah ayo kita kembali lagi ke ruangan Kaisar semoga saja Kaisar sudah siuman dari pingsannya!" ucap Delia mengajak Satria untuk meninggalkan mereka.
__ADS_1