
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Kaisar tiba, yaitu saat mereka kembali ke Indonesia.
"Terima kasih ya, sayang! Karena kamu mau kembali bersamaku ke Indonesia!" ucap Kaisar sambil menggenggam tangan Delia.
"Apakah kau ingin kita menemui kedua orang tuamu? Mereka pasti merindukanmu, setelah lama tidak bertemu denganmu!" ucap Kaisar kembali.
Delia tampak terdiam sepertinya sudah memikirkan sesuatu.
"Tampaknya kedua orang tuaku tidak pernah merindukanku. Bukankah kau lihat, mereka tidak pernah satu kali pun menghubungiku!" Delia dengan suara yang bergetar.
Kaisar bisa merasakan perasaan dunia saat ini, pasti perasaan Delia sangat terpukul dan sakit karena merasa telah dibuang oleh keluarganya sendiri.
Keluarganya demi bisnis keluarga, mereka telah memaksa Delia untuk menikah dengan Kaisar. Bahkan mereka tidak pernah sekali pun mempertanyakan bagaimana keadaan Delia saat ini setelah menjadi istri Kaisar.
"Tidak apa-apa, kita kunjungi mereka, sebagai bentuk silaturahmi Kita sebagai anak!" ucap Kaisar sambil menggenggam tangan Delia. Kaisar sekarang menatap Deka yang sedang terlelap di dalam pelukannya.
"Kita akan memperkenalkan Deka kepada mereka sebagai cucu mereka!" ucap Kaisar kembali.
Delia menatap Kaisar dengan tatapan sebelumnya ada kesedihan di sana yang bisa dilihat oleh Kaisar.
"Mungkin mereka juga tidak peduli dengan Deka. Sudahlah, jangan menyakiti hati sendiri dengan datang kepada mereka!" ucap Delia dengan nada sarkas.
Kaisar kemudian memeluk Delia dengan erat. Kaisar berusaha untuk memberikan kekuatan kepada istrinya. Yang tampaknya sedang bersedih memikirkan tentang keluarganya. Keluarga yang sudah lama tidak pernah berhubungan lagi dengannya. Sejak menikah dengan Kaisar.
"Percayalah padaku, pasti kedua orang tuamu memiliki kesulitannya sendiri!" Kaisar berusaha menghibur istrinya.
"Lalu, kenapa kau juga tidak bisa mencoba untuk mengerti, kesulitan dari ayahmu sendiri? Bahkan, sampai sekarang kau belum bisa memaafkan dia?" ucap Delia dengan menatap mata Kaisar.
__ADS_1
"Masalahku dengan ayahku, itu adalah kasus yang berbeda. Bagaimanapun aku menjelaskannya, kau tidak akan pernah mengerti!" ucap Kaisar kemudian mengalihkan pembicaraan.
"Kalau kau tidak ingin menemui kedua orang tuamu, tidak apa-apa! Aku tidak akan memaksamu!" ucap Kaisar sambil menatap Delia.
Delia menggelengkan kepalanya, lalu dia merebahkan kepalanya dipelukan Kaisar.
"Tidak apa-apa. Ayo kita kunjungi mereka. Masalah nereka menerima kita atau tidak, biarkan itu menjadi urusan nanti!" ucap Delia akhirnya memutuskan untuk ikut bersama Kaisar menemui kedua orang tuanya.
Setelah mereka sampai di kediaman l Kaisar, Delia kemudian membereskan semua barang-barangnya. Tampak Delia sangat merindukan rumah itu, yang sudah sangat lama dia tinggalkan.
"Tinggalkanlah semua itu, biarkan pembantu yang mengurusnya. Ayo, kau Istirahatlah! Karena nanti malam, kita akan mengunjungi kedua orang tuamu!" ucap Kaisar sambil meraih tangan Delia dan mendudukkannya di atas kasur.
Deka sudah diserahkan kepada pegawai yang akan telah diatur oleh Kaisar untuk menjadi pengasuh anak mereka.
Delia masih terdiam belum ada keinginan untuk berbicara dengan Kaisar. Kaisar bisa menangkap Aura kesedihan di wajah sang istri.
"Sebenarnya, aku adalah anak angkat dari kedua orang tuaku. Mereka mengadopsiku, ketika mereka tidak bisa mempunyai anak. Aku digunakan sebagai pancingan oleh mereka, agar mereka memiliki anak sendiri!" ucap Delia dengan suara yang gemetar.
"Jadi kau bukan anak kandung mereka?" tanpa Kaisar sangat terkejut dengan berita yang baru dia ketahui itu.
Delia mengangguk dengan derai air mata yang sudah tidak bisa dia bendung lagi.
"Pantas saja, mereka begitu tega untuk menjadikanmu sebagai jaminan untuk investasiku di perusahaan mereka!" ucap Kaisar dengan menggeram tampak ada kemarahan di mata Kaisar saat ini.
"Tidak apa-apa. Biarlah itu menjadi semacam penebusan, atas waktu mereka yang sudah mau dan sudi untuk merawatku lebih dari 20 tahun lamanya!" ucap Delia dengan suara tersekat di tenggorokannya karena kesedihan yang terlalu mendalam.
Delia bangkit dari kasur, kemudian dia membuka galeri ponselnya, yang kini tengah memperlihatkan sebuah foto keluarga.
__ADS_1
"Bukankah ini foto keluarga ayahmu? Kenapa tidak ada kamu di dalamnya?" tanya Kaisar dengan mengurutkan keningnya.
"Tadinya Ibu angkat, dia membiarkanku untuk ikut di dalam foto keluarga itu. Tetapi, Stella dan Bima, anak kandung mereka tidak mengizinkannya. Katanya, tidak ingin merusak foto keluarga mereka dengan orang asing seperti aku! Hiks hiks!" tangis Delia pun kemudian pecah seketika.
Kaisar menggenggam kedua tangannya menahan kemarahan yang sedang bergejolak di dalam dadanya. Buku-buku jarinya bahkan sampai memutih.
"Keluarga yang sungguh keterlaluan! Aku berjanji padamu. Aku tidak akan memaafkan mereka!" ucap Kaisar dengan matanya yang berapi-api. Tapi Delia menggelengkan kepalanya.
"Tidak usah menyimpan dendam untuk mereka. Mereka tidak layak menerimanya. Bagaimanapun, mereka sudah berjasa dalam hidupku. Kalau mereka saat itu tidak mau memeliharaku, mungkin saja aku akan menjadi gelandangan atau menjadi anak terlantar! Aku tetap berterima kasih atas kebaikan mereka!" ucap Delia sambil menghapus air matanya.
Kaisar langsung mencium kelopak mata Delia, yang kini mulai membengkak karena sejak tadi Delia terus menangis.
"Sudahlah, sayang! Kau jangan menangis lagi, ok? Bukankah kau bilang, bahwa mereka tidak layak untuk Aku benci? Maka mereka pun tidak layak untuk kau tangisi!" ucap Kaisar berusaha untuk menghibur hati Delia yang sedang merasakan kesedihan yang luar biasa.
Benar! Semua orang pasti merasa sedih ketika diperlakukan berbeda oleh orang yang kita anggap sebagai keluarga. Lepas itu dari keluarga sesungguhnya ataukah keluarga angkat. Sebenarnya apa arti dari keluarga?
Delia mereka adopsi dan telah menjadi keluarga mereka. Tetapi mereka tidak pernah merasa atau menganggap Delia sebagai bagian dari keluarga mereka.
Kaisar saat ini benar-benar bisa memahami perasaan yang sedang dirasakan oleh istri yang dia cintai dengan setulus hati.
"Kalau kau mau aku akan menarik semua investasiku di perusahaan itu!" ucap Kaisar kepada Delia.
"Apa kau lupa? Kalau perusahaan itu telah kau alihkan namanya atas namaku?" tanya Delia kepada Kaisar.
"Benarkah? Kapan?" tanya Kaisar karena dia merasa tidak mengingatnya.
"Ketika aku pertama kali meninggalkanmu, dan berniat untuk bercerai denganmu ke pengadilan. Waktu itu, kau telah mengalihkan semua aset milik keluargaku atas Namaku?" ucap Delia mengingatkan kembali kejadian itu kepada Kaisar.
__ADS_1
"Aku tidak melakukan hal itu, karena ayahmu menolaknya. Jadi waktu itu aku hanya menipumu. Mengatakan bahwa perusahaan itu sudah atas namanya. Maafkan aku Delia!" ucap Kaisar dengan rasa penuh penyesalan.
"Aku sudah menduga semua itu. Pasti Ayah angkatku tidak akan mungkin merelakan kekayaan mereka, yang sudah didapatkan dengan susah payah, diberikan begitu saja kepadaku!" ucap Delia dengan wajah yang sendu. Tetapi Kaisar sudah bisa melihat bahwa Delia sudah mulai tenang pikirannya.