
Begitu sampai di kediaman utama, Takeshi langsung lari menuju ruang kerja ayahnya. Takeshi mencari keberadaan ponsel yang dimaksud oleh Delia. Akhirnya Takeshi berhasil menemukan ponsel tersebut, berada di laci meja kerja sang ayah. Takeshi langsung membawa ponsel tersebut ke dalam kamarnya.
"Ah, sial! Baterainya pakai acara lowbat lagi! Aku harus mengcarge dulu, agar aku bisa membuka ponsel ini!" Takeshi kemudian ngecarge ponselnya Delia, setelah itu dia disibukkan dengan pekerjaan di ruang kerjanya sendiri.
Takeshi tampak fokus dengan pekerjaannya. Kemudian setelah dua jam lamanya, dia membuka ponsel Delia, tampak banyak pesan masuk di aplikasi WhatsApp. Takeshi tidak berniat membacanya, karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Aku hanya perlu melihat video yang dikatakan oleh Delia!" ucap Takeshi kepada dirinya sendiri.
Setelah hampir setengah jam mengotak Atik ponselnya Delia, akhirnya Takeshi menemukan apa yang dia inginkan.
Takeshi terbelalak melihat video yang berdurasi lebih dari 40 menit tersebut. Dimana menampakkan wajah wanita cantik yang selama ini menjadi kembang tidurnya. Wanita yang pernah membuat dirinya hampir nekat, mengejar ke Amsterdam. Takeshi kecewa berat, mengetahui kenyataan yang begitu besar. Sofia ternyata adalah mantan kekasih yang diceritakan oleh Delia.
"Ya Tuhan! Apa ini?" berkali-kali Takeshi menggelengkan kepalanya pelan, tidak mau percaya dengan apa yang terjadi. "Aku tahu, kalau Sofia memang perempuan jal@ng, dia pasti bukan hanya pernah tidur dengan aku! Jadi aku tidak usah khawatir, dia akan hamil anakku!" ucap Takeshi akhirnya mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri.
Tampaknya Takeshi tidak tahu, kalau Sofia sudah melakukan operasi Vasektomi, sehingga dia tidak pernah takut hamil walaupun melakukan hubungan badan secara aktif selama hidupnya dengan beberapa pria sekalipun.
"Aku harus segera melupakan wanita itu! Dia tidak layak mendapatkan kesucian cintaku!" Takeshi melempar semua yang ada di atas meja kerjanya. Melampirkan segala amarah dalam hatinya.
"Oh Tuhan! Aku telah jatuh dalam jeratnya!" Takeshi mendesah frustasi, benar-benar tidak bisa melupakan pesona seorang Sofia. Hati dan jiwa Takeshi benar-benar telah terjebak dalam cinta yang mendalam tanpa dia sadari. "Aku harus mulai membuka hatiku untuk perempuan yang lebih baik dari dia! Pasti seiring berjalannya waktu, aku pasti bisa melakukannya!" Takeshi lalu memilih untuk keluar dari kamarnya. Takashi menyembunyikan ponselnya Delia di dalam berangkas yang ada di dalam ruang kerja miliknya.
Takeshi mengambil keputusan untuk segera menemukan seorang wanita yang bisa membuat dirinya mampu melupakan Sofia di dalam hidupnya.
"Stop pikiran perempuan itu! Jangan bodoh, Takeshi!" Takeshi benar-benar seperti orang hilang akal. Berteriak-teriak di tengah jalan. Sampai kena semprot pengguna jalan lainnya. "Woi.. kalau mau gila jangan di jalan! Ganggu tahu!" teriak seorang pengendara mobil di sebelah Takeshi. Takeshi tahu kalau dirinya salah, dia hanya mengangguk pelan, tanda memohon maaf kepada orang tersebut. Yang akhirnya pergi meninggalkan Takeshi.
__ADS_1
"Sial! Setan kecil itu memang layak mati berkali-kali!" sengit Takeshi kesal setengah mati.
"Aku akan pergi ke klub. Siapa tahu aku akan bertemu dengan perempuan yang bisa membuat aku melupakan Sofia!" Takeshi lalu melajukan mobilnya ke arah club langganan dirinya dan juga teman-teman malamnya.
Kedatangan Takeshi langsung di sambut oleh para wanita malam yang biasa memanjakan dirinya. Takeshi benar-benar bersenang-senang. Tidak perduli akan hari esok.
Sejak tadi, ponselnya berdering, tetapi Takeshi tidak memperdulikan hal itu. Ayahnya menelpon karena dia mencari ponsel Delia, tetapi sudah tidak ada di tempat dia menyimpan benda tersebut.
"Kemana anak itu? Katanya mau pulang, malah menghilang! Di telpon juga gak mau di angkat! Bikin khawatir orang tua saja!" Kenshi lalu bergabung dengan istrinya, bersiap untuk makan malam.
"Ada apa, Pah?" tanya Yulia.
"Ini, Takeshi. Dihubungi dari tadi, tapi gak di angkat! Apa tadi dia pulang ke rumah?" tanya Kenshi mulai makan malam. Yulia melayani suaminya sendiri.
"Terimakasih, sayang!" Kenshi lalu mulai makanan yang tadi di ambilkan oleh istrinya.
"BI, apakah tadi Tuan Muda ada pulang ke rumah?" tanya Yulia ke arah pelayan yang setia di rumahnya.
"Tuan Muda ada pulang, tapi langsung pergi dengan marah-marah gitu! Bibi tidak tahu, ada masalah apa. Bibi cuma melihat, Tuan Muda berdiam di ruang kerjanya sejak pulang sampai pergi lagi!" lapor pelayan itu.
"Apa ada masalah di kantor, Pah?" tanya Yulia.
"Entah, Papah juga tidak tahu. Semua pekerjaan yang ada di kantor yang di bawah kendalinya, Papah tidak pernah ikut campur. Papah hanya ingin menjaga perasaan putra kita!" ucap Kenshi mulai serius.
__ADS_1
"Apa dia punya kekasih baru, ya? Soalnya, tingkah dia itu agak aneh, Pah! Suka marah-marah gak jelas. Ketawa ngakak kebodohan, aneh pokoknya!" ujar Yulia heran.
"Nanti Papah akan kirim seseorang untuk menyelidiki hal itu! Jangan sampai putra kita berhubungan dengan wanita yang gek benar!" ucap Kenshi merasa geram.
"Apa Mamah perlu mengatur kencan buta untuk putra kita, Pah?" tanya Yulia berhati-hati. Takut suaminya marah.
"Ya, lakukan saja! Pilih wanita yang sederajat dengan keluarga kita!" ucap Kenshi lalu bangkit dari kursinya, setelah selesai makan malam. Yulia mengikuti suaminya ke ruang tengah.
"Pah, bagaimana dengan perempuan yang Papah tabrak waktu di Indonesia?" tanya Yulia hati-hati.
"Takeshi membawa perempuan itu ke apartemennya. Dia sudah mulai membaik. Mama tidak usah khawatir!" ucap Kenshi sambil fokus dengan televisi yang sedang menampilkan berita di Indonesia.
Mata Kenshi terbelalak ketika melihat berita pencarian orang hilang, Kaisar berdiri di sana, di ruang tamu rumahnya. Sedang mengadakan konferensi pers, memberitakan kehilangan istrinya sejak beberapa bulan yang lalu. "Istri saya sedang mengandung, tampak di CCTV terakhir yang terekam di depan rumah saya, bahwa seseorang menabraknya. Saya berharap istri dan anak saya baik-baik saja! Kepada istriku, dimana pun kamu berada! Aku akan selalu mencintaimu! Aku akan selalu menunggu kepulangan kamu, sayang!" kemudian berita menampilkan gambar Kaisar dan Delia saat mereka menjalani hidup bahagia bersama.
"Perempuan itu, istri Kaisar? Istri, Putramu?" tanya Yulia berpura-pura tidak tahu. Ingin melihat reaksi suaminya.
"Setelah keadaan Delia mulai membaik, aku akan segera mengembalikan dia kepada Kaisar! Aku tidak MU, putraku akan semakin membenci aku! Karena menyembunyikan istri dan anaknya!" ucap Kenshi galau.
Ya, Kenshi mulai merasakan kerinduan akan Kaisar sebagai anaknya. Tidak tahu kenapa, sejak bertemu dengan Delia. Rasa sayang Kenshi terhadap Kaisar semakin besar. "Tampaknya, Kaisar sangat mencintai Istrinya. Lihatlah! Betapa kurus dan pucat dia saat ini!" ucap Kenshi tanpa dia sadari.
"Semua suami pasti akan mencintai istrinya, Pah! Apalagi kalau istrinya itu sedang hamil anak laki-laki!" ucap Yulia.
Tanpa terasa, ucapannya itu menohok perasaan Kenshi. "Dahulu aku meninggalkan istriku, setelah dia melahirkan Kaisar. Aku memang pria brengsek! Disaat istriku berjuang maut demi melahirkan putraku. Aku malah main gila dengan perempuan lain!" ucapan itu keluar tanpa di sadari oleh Kenshi. Tampak ada air mata yang menggenang di kelopak mata tuanya.
__ADS_1
"Apakah, Papa menyesal menikah dengan ku?" tanya Yulia.
"Oh... maafkan Papah!" ucap Kenshi ketika menyadari keberadaan Yulia di sampingnya. Yulia hanya menatap suaminya dengan tatapan sendu. Penuh kesedihan.