
"Rupanya selain kau berprofesi sebagai seorang pel@cur, kau juga seperti anjing gila yang tidak mempunyai otak!" ucap Kaisar menatap tajam ke arah Jasmine.
Hati Kaisar saat ini benar-benar marah karena dengan berani dan lancanfnya Jasmine telah mendorong tubuhnya.
"Kau benar-benar seorang laki-laki yang sangat keterlaluan! Kau tidak menghormati seorang perempuan sama sekali!" ucap Jasmine dengan berderai air mata.
"Heh! Kau dengarkan aku! Apakah kau pikir kelakuanmu itu pantas untuk dihormati sebagai seorang perempuan? Kalau kau memang menghormati dirimu sebagai seorang perempuan, kau harus menjaga kehormatanmu dulu sebagai seorang perempuan! Dan kau juga harus bersikap sopan terhadap orang lain!" tegur Kaisar kemudian langsung pergi meninggalkan Jasmine tanpa menoheh lagi.
Jasmin mengikuti kepergian Kaisar dengan amarah yang membuncah di dadanya. Dia tidak terima dihina begitu saja oleh Kaisar.
"Kalian dengarkan aku, dan ingat-ingat dengan jelas wajah perempuan itu! Jangan biarkan dia melangkahkan satu langkah pun kakinya, ke Kaisar corporation. Kalau sampai dia berani menemuiku, maupun sampai di dalam ruangan ini, maka kalian semua akan saya pecat hari itu juga!" Kaisar memberikan perintah tegas kepada semua bawahannya yang berada di lantai itu.
"Cepat seret perempuan itu! Dari gedung ini jangan biarkan dia datang lagi ke sini!" perintah Sarah kepada security yang kini ada di lobby. Sarah benar-benar emosinya tersulut, ketika melihat tubuh Kaisar didorong oleh Jasmine dengan tidak sopan.
Jasmine menatap Kaisar dengan penuh kebencian. "Orang sepertimu pasti tidak akan pernah menemukan kebahagiaan, aku bisa pastikan itu!" teriak Jasmine di sela-sela dirinya ditarik paksa oleh security untuk meninggalkan perusahaan itu.
"Lepaskan aku! Kalian tidak punya hak untuk membawaku. Aku bisa pergi sendiri!" ucap Jasmine dengan penuh emosi dia pun menepiskan tangan security yang mencekal tangannya.
Setelah security itu melepaskannya. Jasmine pun langsung menuju mobilnya dan meninggalkan Kaisar corporation dengan penuh emosi dan dendam membara di dalam hatinya yang merasa terhina dengan perlakuan dan semua ucapan yang dikatakan oleh Kaisar tentang dirinya.
Sementara itu kaisar yang sekarang akan bersiap untuk kembali ke restoran Delia, memberikan perintah kepada Sarah.
"Kau harus memastikan, untuk menarik semua investasi kita, di perusahaan Tuan Benjamin! Jangan berikan ampunan sama sekali!" perintah tegas diberikan oleh Kaisar kepada Sarah asistennya.
__ADS_1
Kaisar tadi siang telah memecat sekretaris sementaranya, dan sekarang posisi itu di ganti oleh Sarah dengan posisi sebagai seorang asisten.
"Baik Tuan! Akan segera saya laksanakan!Semoga hari Anda menyenangkan Tuan, selamat malam!" ucap Sarah sambil membungkukkan tubuhnya mengantarkan kepulangan Kaisar.
Kaisar kemudian memerintahkan kepada sopir pribadinya, untuk langsung berangkat menuju restoran milik Delia. Kaisar merasa kesal karena waktunya untuk pulang telah tersita habis dengan melayani seorang Jasmine yang berkelakuan Barbar itu.
"Aneh! Kenapa di dunia ini ada perempuan seperti itu? Yang tidak malu dengan kelakuannya sendiri, dan malah beraninya dia marah-marah di hadapan orang lain!" ucap Kaisar menolong pada dirinya sendiri.
Ditatapnya jalanan Turki yang padat merayap di saat jam-jam pulang kantor seperti ini. Kaisar benar-benar merasakan pusing kepalanya saat ini, melihat kemacetan yang begitu menyita banyak waktunya.
"Apakah bisa kalau besok kau mengatur kepulanganku dari kantor dengan menggunakan helikopter?" tiba-tiba saja Kaisar bertanya hal seperti itu kepada sopirnya.
"Kita bisa mengusahakannya Tuan! Kalau anda menginginkan hal seperti itu!" jawab Sopir itu tanpa menoleh ke arah Kaisar.
"Lakukanlah karena aku sangat tidak suka dengan kemacetan semacam ini, sungguh buang-buang energi sekali!" ucap Kaisar sambil memejamkan matanya.
"Kau Lihatlah di sekitar gedung restoran itu, apakah ada kemungkinan untuk menjadi landasan helikopter?" ucap Kaisar dengan Ketus tampak sekali Dia tidak menyukai apa yang dikatakan oleh sopirnya tadi.
"Baik Tuan! Nanti akan saya lihat-lihat di sekitar gedung restoran Nyonya Delia! Apakah kita bisa menggunakan helikopter untuk menjemput kepulangan anda dari kantor!" ucap Sopir itu dengan begitu ketakutan. Dia tahu sikap Kaisar yang tegas dan galak dengan bawahannya yang tidak becus bekerja yang membuat marah dirinya.
Kaisar memejamkan matanya kembali dan berusaha untuk tidur. Sambil menunggu mobilnya yang masih juga merayap di antara kerumunan ribuan kendaraan yang juga sedang menuju ke rumah mereka.
Begitu sampai di restoran milik Delia, Kaisar langsung masuk tanpa tedeng aling aling.
__ADS_1
Kaisar mencari keberadaan Delia saat ini tetapi tidak menemukannya. Kemudian Kaisar memanggil salah seorang karyawan yang bekerja di restoran itu.
"Ke mana perginya istriku dan juga Putraku?" tanya Kaisar dengan suara dingin dan datar.
"Nyonya Delia sedang pergi keluar, Tuan! Bersama dengan Tuan Takeshi!" jawab karyawan itu dengan suara gemetar.
"Apa yang kau katakan? Capat ulangi lagi?" bentak Kaisar dengan nada tinggi sehingga membuat karyawan yang tadi menjawab pertanyaannya kini semakin gemetar ketakutan.
"Nyonya Delia sedang pergi keluar Tuan, bersama dengan Tuan Takeshi sekitar 30 menit yang lalu!" ulang karyawan itu memberi informasi kepada Kaisar dengan suara yang gemetar ketakutan.
Tampak kemarahan di wajah Kaisar, dia mengepalkan kedua tangannya sampai buku-buku jarinya memutih. Kaisar benar-benar emosi saat ini.
"Cepat kau hubungi Nyonya mu itu, untuk segera kembali ke sini, atau akan kuratakan restoran ini!" perintah Kaisar dengan nada tingginya sehingga menjadi perhatian para pengunjung maupun karyawan lainnya.
Dengan emosi yang membuncah di dadanya, Kaisar pun lalu masuk ke bagian dalam yang menjadi kediaman Delia selama ini.
Kaisar menunggu kedatangan Delia dengan tidak sabar. Kaisar membanting setiap barang yang dekat dengan dirinya. Melampiaskan emosi yang sedang ada di dalam hatinya.
Sementara itu di ruangan pekerja, wanita yang tadi memberikan laporan kepada Kaisar langsung menghubungi Delia.
"Maafkan saya, Nyonya! Karena sudah mengganggu waktu anda. Suami Anda saat ini sedang ada di restoran dan dia sedang mengamuk. Dia meminta anda untuk segera kembali ke sini, Nyonya. Kalau tidak dia akan meratakan restoran Kita!" ucap karyawan perempuan itu dengan suara gemetar.
Para karyawan yang kemarin memuji ketampanan Kaisar, saat ini mereka menatap ketakutan melihat Kaisar yang sedang mengamuk di kediaman majikan mereka.
__ADS_1
"Kau, Tenanglah! Aku akan segera pulang jam melakukan apapun Sampai aku datang!" ucap Delia sambil menutup telepon tersebut.
"Maafkan aku Takeshi, tapi aku harus segera kembali ke restoran. Kaisar saat ini sedang mengamuk dan Dia mengancam akan meratakan restoranku kalau aku tidak segera pulang!" ucap Delia berpamitan kepada Takeshi. Yang sedang sibuk memilihkan pakaian untuk Deka, putranya bersama Kaisar.