
"Katakan keputusanmu sekarang maka aku akan langsung membebaskan putrimu dan mengantarkannya ke pelukanmu!" ucap Kaisar dengan wajah datarnya yang sangat menakutkan bagi Grace.
"Apa yang akan kau lakukan? Kalau aku menolak keinginanmu untuk mengembalikan perusahaan yang kau berikan kepada Delia?" tanya ibunya Stella dengan suara gemetar.
"Tentu saja aku akan melanjutkan tuntutan Ayah Mertuaku untuk memenjarakan anakmu selama 40 tahun! Apa kau pikir uang 20 miliar itu sedikit?" tanya Kaisar sambil menatap tajam kepada Grace yang saat ini langsung Limbung dan terjatuh di sofa.
Kaisar tersenyum penuh kemenangan melihat Grace yang saat ini wajahnya sudah pucat Pasi. Ketakutan dan juga kebingungan.
"Kau benar-benar kejam! Bagaimana mungkin kau tega melakukan seperti ini kepada seorang perempuan?" ucap ibunya Stella dengan tatapan penuh kebencian terhadap Kaisar yang di matanya sekarang seperti seorang monster.
Hilang sudah semua kekaguman yang selama ini dia miliki terhadap seorang Kaisar. Yang dulu dia imimpikan untuk menjadi menantunya sebagai suaminya Stella.
Dia tersenyum penuh penyesalan ketika dirinya pernah berpikir untuk menjadikan Kaisar sebagai menantunya. Sehingga dia pernah menghalalkan segala cara untuk bisa mewujudkan impian itu.
"Kau benar-benar manusia yang tidak beradab!" ucap Grace kembali memaki Kaisar.
"Amora! Segera kau hubungi Ayah Mertuaku untuk melanjutkan laporan mengenai Stella agar segera ditindak di pengadilan di Amerika!" ucap Kaisar menatap tajam kepada ibunya setelah ada pancaran kebencian di mata Kaisar saat ini.
Bagaimana tidak? Kaisar masih ingat dirinya seperti orang kesetanan ketika Delia meninggalkan dirinya tanpa kabar berita berbulan-bulan bersama putranya. Semuanya gara-gara kelakuan Stella yang trik bermain kepada dirinya. Yang menipu pandangan Delia seakan-akan dirinya sedang memeluk setelah dalam pandangan Delia saat itu.
"Tunggu Kaisar! Kau belum mendengarkan jawabanku. Bagaimana mungkin kau langsung memberikan keputusan seperti itu?" ibunya Stella berteriak di hadapan Kaisar sehingga membuat Kaisar merasa Jengah terhadapnya.
"Sejak tadi Anda tidak memberikan keputusan apapun. Tetapi Anda hanya memaki saya dengan penuh kebencian di mata Anda. Apakah saya perlu memberikan belas kasihan kepada orang seperti Anda?" tanya Kaisar sambil mengintimidasi ibunya Stella yang saat ini seperti putus asa.
__ADS_1
Sungguh bagaikan buah simalakama keadaan ibunya Stella saat ini.
Bagaimana mungkin dirinya tega membiarkan Putri kesayangannya tinggal di dalam penjara selama 40 tahun?
Bagaimana mungkin dirinya dan juga keluarganya akan bisa hidup, tanpa perusahaan yang selama ini menjadi kebanggaan hidupnya? Apabila dia memberikan kembali perusahaan yang sudah atas nama Delia kepada Kaisar?
Semua pilihan tidak ada yang baik untuk dirinya dan semuanya memberikan risiko yang besar kepada dirinya.
Oleh karena itu. Ibunya Stella mencoba untuk mencari keberuntungannya dengan mencoba bernegosiasi kembali dengan Kaisar.
"Bagaimana kalau aku hanya memberikan sertifikat perusahaan itu kepadamu dan juga deviden dari saham akan langsung ditransferkan ke rekening Delia. Tetapi perusahaan tetap kami yang mengelola?" ucap ibunya Stella mencoba untuk menguatkan hatinya sendiri untuk mengemis sesuatu yang sangat mustahil baginya untuk diberikan oleh Kaisar.
"Bagaimana mungkin saya bisa mempercayai manusia khianat seperti kamu? Bahkan suamimu saja rela kau bunuh demi mendapatkan yang kau mau. Apalagi hanya seorang Delia yang sejak dulu selalu menjadi duri di dalam dagingmu?" ucap Kaisar dengan menatap sinis kepada ibunya Stella yang langsung melotot matanya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kasian kepadanya.
Tampak Kaisar tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Grace saat ini yang sangat lucu dan menggemaskan baginya.
"Mungkin anda berpikir, tidak akan ada yang tahu tentang Kejadian 30 tahun yang lalu. Tetapi anda lupa siapa seorang Kaisar. Saya bisa mencari informasi apapun yang saya inginkan hanya dengan menjentikkan jari saya! Hahahaha!" ucap Kaisar Sambil tertawa terbahak-bahak bagaikan seorang Devil yang begitu menakutkan bagi Grace.
Tubuh Grace sudah meremang seluruhnya. Dia sudah ketakutan melihat ekspresi Kaisar saat ini yang seakan-akan siap menelannya hidup-hidup dengan segala dosa yang pernah dia lakukan selama hidupnya.
"Cepat sekarang kau putuskan! Jangan kau membuang-buang waktu berhargaku untuk segala omong kosongmu yang tidak ada gunanya itu!" ucap Kaisar sambil menatap tajam kepada Grace yang saat ini sudah hilang segala daya kekuatannya.
"Baiklah aku akan menyerahkan perusahaan atas nama Delia. Lalu bagaimana keluarga kami akan hidup? Kalau tidak ada perusahaan itu?" tanya Grace suara yang gemetar. Dia masih berusaha untuk mengadu nasib dengan Kaisar.
__ADS_1
"Kau sungguh benar-benar manusia yang tidak punya rasa malu sama sekali. Sepanjang hidup Delia berada di sisimu. Kau dan juga anak-anak kamu. Hanya mampu memberikan tekanan batin dan penderitaan kepada gadis tak berdosa itu dan sekarang kau masih menginginkan belas kasihan darinya? Cih! Tidak tahu malu!" ucap Kaisar berdecih merasa jijik terhadap Grace yang saat ini sedang mengemis di hadapannya.
"Berikanlah 20% keuntungan dari perusahaan untuk mereka?" tiba-tiba saja Delia sudah berada di antara mereka. Sehingga membuat Kaisar dan Grace langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara.
"Sayang? Sejak kapan kau berada di sini?" tanya Kaisar gugup karena sebenarnya negosiasi ini tidak diketahui oleh Delia. Oleh karena itu Kaisar merasa ketakutan juga.
"Delia! Tolonglah! Tolonglah! Kau selamatkan Stella. Suamimu mengancam ibu untuk memenjarakan Stella selama 40 tahun kalau Ibu tidak mau menyerahkan perusahaanmu kepadanya!" ucap ibunya Stella sambil memegang lengan Delia dan menatapnya dengan penuh permohonan.
'Cih benar-benar ular berbisa satu itu tidak punya malu sama sekali. Dia bahkan sekarang berani mengemis di depan istriku!' batin Kaisar dengan penuh rasa jijik terhadap ibunya Stella yang betul-betul tidak tahu malu.
"Tenanglah Ibu saya pasti akan membantu Stella agar bisa keluar dari penjara!" Delia kemudian mendekati Kaisar dengan tatapan sendunya dan juga tampak kecewa terhadap suaminya, Kaisar.
Lama sekali Delia menatap wajah suaminya. Delia berusaha mencari kejujuran dan ketulusan di sana. Sehingga ibunya Stella seakan mempunyai angin segar bisa ditolong oleh Delia. Kaisar kesulitan menelan ludahnya sendiri melihat tatapan Delia yang begitu menakutkan baginya.
"Berikanlah perusahaan itu kepadaku dan aku bisa menjanjikan kepadamu 20% dari keuntungan perusahaan. Akan langsung saya transfer ke rekening Papa Adrian untuk biaya kehidupan kalian!" ucap Delia dengan suara lantang dan keras sehingga membuat Kaisar langsung terjatuh di kursinya saking terkejutnya.
Seketika terbit senyum di wajah Kaisar. Dia sangat bahagia karena ternyata istrinya begitu bijaksana dan tidak menyimpan dendam terhadap dirinya yang sudah menyalahi diskusi di antara mereka berdua.
Delia mendekati Kaisar kemudian mengecup bibir suaminya di hadapan ibunya Stella. Sehingga ibunya Stella merasa sangat jijik karena melihat pemandangan yang menyesakan hatinya.
Delia adalah orang yang paling tahu kalau ibu angkatnya itu paling tidak senang melihat dia bahagia.
Oleh karena itu Delia sengaja memperlihatkan kemesraannya dengan sang suami tercinta di hadapan ibu angkatnya yang selama hidupnya selalu membuat dia kesulitan dan menyiksa dirinya dengan anak-anaknya.
__ADS_1