
"Apa yang saat ini sedang kau ceritakan? Kenapa kami tidak mengerti sama sekali?" tanya Satria sambil menatap tajam kepada Delia yang saat ini sedang menangis terisak dalam pelukan Kaisar.
"Diamlah, Pah! Mama ingin mendengarkan ceritanya!" kitab Zahra sambil menatap tajam kepada Satria yang saat ini sedang melihat ke arahnya tampak protes.
"Putri kita sudah ketemu mah! Jangan dengarkan omong kosong mereka berdua! Pasti mereka hanya ingin membodohi kita!" ucap Satria sambil menarik tangan Zahra untuk dekat kepada dirinya.
Tetapi Zahra menepiskan tangan Satria. Dia kemudian mendekati Delia yang masih terisak di pelukan Kaisar.
"Aku bisa melihat kejujuran di mata Delia. Aku yakin bahwa dia memang adalah putriku. Pah, kita harus menyelidiki perempuan yang ada di dalam kamar itu!" ucap Zahra sambil memegang tangan Delia dan menariknya ke dalam pelukannya.
Author nangis ih.. adegan mengharu biru.. 😭
Zahra memeluk Delia di dalam pelukannya dan dia tidak kuasa untuk menahan gejolak yang ada di dalam hatinya saat ini. Kerinduan dan juga kasih sayang yang selama ini dia tahan untuk putrinya yang telah menghilang selama 20 tahun lamanya.
"Putiku! Mama yakin kalau kau adalah putriku. Percayalah Mama pasti akan membuktikan bahwa kau memang adalah putriku!" Zahra sambil membelai wajah Delia yang terus berlinang air mata sejak tadi.
"Mama! Akhirnya aku menemukanmu! Setelah begitu lama! Akhirnya aku menemukan! Mama akhirnya Aku Menemukanmu!" ucap Delia terus menerus sambil memeluk Zahra dengan erat. Air matanya tak henti berlinangan. Sehingga membuat Zahra semakin terhanyut dalam suasana yang mengharu biru.
Para tamu yang saat ini hadir di pesta itu, tampak menyaksikan drama pertemuan antara Zahra dan juga Delia yang dari tadi terus saling memeluk dan menangis satu sama lain.
Para tamu tampak keheranan. Kenapa pesta yang tadi berjalan dengan penuh kebahagiaan sekarang berubah menjadi sebuah pesta yang menyedihkan penuh dengan air mata.
"What wrong in here?" ucap salah seorang tamu.
__ADS_1
"I dont know! We can see, all its!" jawab temannya sambil menatap keheranan kepada Zahra dan Delia yang kini sedang menangis.
"I think they are never meet for long Time! That why, they are sad in this time. Maybe!" ucap temannya yang lain seakan sedang menganalisis kejadian yang sedang mereka lihat saat ini.
"Just look its and we can understand What's wrong in here!" jawab temannya yang lain yang dianggap oleh mereka semua yang akhirnya mereka hanya bisa menatap apa yang terjadi saat ini.
"Kita akan melakukan tes DNA Agar kalian tidak ragu untuk mengakui Delia adalah Putri kalian yang sesungguhnya!" ucap Kaisar dengan penuh keyakinan kepada Satria dan Zahra yang saat ini tampaknya masih bingung dengan situasi yang sedang terjadi.
"Lalu, siapa wanita yang kemarin datang kepada kita dan mengaku sebagai putri kita?" tanya Satria sambil menatap kepada istrinya yang masih memeluk Delia dengan erat.
"Papa harus tugaskan detektif Papa untuk menyelidiki perempuan yang sudah lancang mengaku sebagai anak kita. Kita harus memberi dia pelajaran atas kelancangannya karena telah berani menipu kita!" ucap Zahra dengan mata berapi-api menatap kepada suaminya Satria.
"Baiklah, papa akan segera mencari gadis itu untuk mencari tahu kenapa dia melakukan hal seperti ini!" Satria kemudian mengerahkan anak buahnya untuk mencari Stella yang saat ini sedang bersembunyi di dalam kamar yang telah disediakan oleh Zahra di mansion itu.
Sementara itu, Stella sudah lari jauh dari mansion. Karena dia sudah ketakutan ketika melihat Zahra dan Delia saling berpelukan satu sama lain. Feelingnya sudah berkata bahwa kejahatannya sudah terbongkar.
"Untung aja gue pintar dan menggunakan otak gue. Gue cuma sehari di sana, tapi dapat black card ini yang no limited! Gue bisa hidup kaya raya walaupun tanpa bekerja apapun. Sekarang juga gue harus belanja yang banyak dari kartu ini sebelum mereka memblokir kartu ini!" Stella kemudian langsung mencari mall besar dan berbelanja barang-barang branded yang sangat banyak sekali dengan menggunakan kartu itu.
Tas branded, pakaian branded, sepatu dan banyak sekali perhiasan yang harganya super fantastis. Stella seperti orang yang kesurupan saja saat ini.
Dia berbelanja segala sesuatu yang tidak dibutuhkan sebenarnya. Tetapi dia gunakan kartu itu sebaik mungkin sebelum diblokir oleh pemiliknya yang sesungguhnya, yaitu Satria Bramantyo.
"Gue bisa menjual barang-barang ini, ketika Gue butuh uang. Tidak masalah, lagi pula ini adalah uang mereka! Hahah!" ucap Stella dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Dia tidak tahu bahwa apa yang dia lakukan saat ini adalah kebodohan besar yang mengundang perkara untuk dirinya sendiri.
Setiap kali dia melakukan transaksi akan selalu mendatangkan notifikasi di ponsel milik Satria dan dengan menggunakan notifikasi itu Satria melacak keberadaan Stella saat ini. Satria sudah melaporkan Stella ke pihak Kepolisian dengan kasus pencurian dan juga penipuan.
Jadi, hanya masalah waktu saja. Masalah Stella akan selesai. Tidak perlu banyak drama untuk Stella bisa ditangkap oleh Polisi dengan menggunakan notifikasi yang terus berdatangan ke ponsel Satria. Polisi langsung mengetahui keberadaan Stella saat itu juga.
"Segera angkat tangan anda dan segera ikuti kami kantor polisi!" ucap petugas polisi yang saat ini sedang berhadapan dengan Stella yang sedang bersiap untuk pulang ke apartemennya yang kemarin di sewa selama berada di Amerika.
"Apa maksud anda ingin menangkap saya? Saya bukan penjahat!" ucap Stella berusaha melarikan diri dari petugas tersebut.
"Anda ditangkap atas laporan dari tuan Satria Bramantyo tentang kasus pencurian dan juga penipuan. Sekarang Anda harus mengikuti kami ke kantor polisi. Anda berhak diam selama kasus penyelidikan ini dan anda berhak menyewa pengacara untuk membela anda di pengadilan nanti!" ucap petugas tersebut langsung meringkus Stella saat itu juga. Stella sampai kebingungan dengan yang terjadi kepada dirinya saat ini.
Beberapa petugas Polisi menyita semua barang-barang yang tadi Stella beli dengan menggunakan Black card untuk dijadikan sebagai barang bukti ke kantor polisi.
'Sial! Sial! Hidup gue betul-betul sial sekali. Semuanya gara-gara Delia. Itu orang kenapa sih, untuk apa sih, Delia pake acara datang jauh-jauh ke sini? Sudah hidup bahagia bersama Kaisar di Indonesia. Dia masih juga datang-datang ke sini mengganggu semua rencana dan kebahagiaan gue!' bathin Stella penuh dengan kekesalan dan kebencian kepada Delia.
'Awas lu Delia! Gue nggak akan pernah maafin lu, kalau sampai gue di penjara gara-gara lu! Gue pasti akan menuntut balas sama lu!' maki Stella di dalam hatinya. Tidak ada habis-habisnya dia membenci Delia. Saudara angkat yang selama 20 tahun hidup bersama dengan dirinya dan juga keluarganya.
Petugas polisi langsung memasukkan Stella ke dalam penjara selama menunggu proses pengadilan untuk memproses kasus yang dilaporkan oleh Satria Bramantyo terhadap Stella. Kasus penipuan dan juga pencurian.
Polisi juga telah menyita Black card yang diambil oleh Stella dari Satria. Black card itulah polisi jadi menemukan keberadaan Stella dari notifikasi yang masuk ke dalam ponsel Satria dari semua transaksi menggunakan Black card tersebut.
__ADS_1
Black card inilah yang telah membawa petaka ke dalam hidup Stella sehingga membuat Dia ditangkap oleh Polisi dengan tuduhan pencurian dan penipuan oleh Satria Bramantyo Ayah kandungnya Delia.
Jangan lupa dukung author terus ya, dengan live, vote, favorit dan gift semampu kalian, love ❤ banyak-banyak buat reader sayang..