
Setelah merasa tenang, akhirnya Takeshi meninggalkan Delia di apartemen seorang diri. Karena berbahaya baginya, untuk berduaan bersama dengan seorang wanita yang sudah memiliki seorang suami.
"Ya sudah, ya! Aku pulang! Jaga diri kamu! Kalau ada apa-apa, kamu bisa menghubungi aku!" ucap Takeshi.
"Terimakasih banyak, karena kamu selalu ada untuk aku!" ucap Delia, sambil mengantarkan Takeshi ke pintu.
"Ya, gak apa-apa! Santai saja!" ucap Takeshi.
Setelah Takshi pergi dari apartemen, Delia pun akhirnya memutuskan untuk tidur. Karena sejujurnya kepalanya pusing sekali dan dia membutuhkan istirahat yang cukup Setelah kehamilannya yang sudah masuk angka 6 bulan, membuat Delia selalu merasa cepat lelah.
"Maafin Mama ya, Nak! Karena Mama sudah jauhin kamu dari Papa kamu! Semoga kamu di sana bisa ngerti keadaan ini!! Bukan niat Mama untuk memisahkan kamu dengan Papa kamu!" tanpa terasa air mata sudah berlinang di pipi Delia. Delia memikirkan nasib rumah tangganya yang tidak jelas seperti ini. Tetapi untuk kembali kepada Kaisar pun, Delia merasa bahwa dia tidak sanggup. Karena Delia memikirkan kemungkinan bahwa Kaisar masih mencintai mantan kekasihnya.
"Apakah kamu di sana memang benar merindukanku? Apakah benar yang dikatakan Takeshi,bahwa perasaan ini adalah karena kamu yang sedang memikirkan aku? Bahwa kamu yang sedang menginginkan aku untuk kembali ke sisimu? Apakah itu benar?" begitu banyak pertanyaan di hati Delia, mengenai perasaannya yang saat ini,terus saja bergejolak. Ya benar! Itu karena di sana, Kaisar sedang memikirkan tentang dirinya memikirkan tentang anak mereka berdua. Perasaan mereka berdua terikat satu sama lain, sehingga bisa merasakan perasaan satu sama lain,walaupun jarak dan waktu yang terpisah.
"Kamu di mana sayang? Aku benar-benar merindukan kamu! Aku benar-benar ingin kita bertemu lagi! Aku ingin kembali bersama dengan kamu, sayangku! Aku ingin kita mengurus anak kita bersama!" ucap Kaisar.
Tanpa mereka sadari mereka berdua tidur di saat yang bersamaan. Walaupun waktu yang berbeda, karena negara yang mereka tempati juga berbeda, yang memiliki lerbedaan waktu yang cukup jauh. Tetapi mereka bertemu di alam mimpi, di satukan oleh rasa cinta mereka berdua.Mereka meluahkan segala kerinduan yang mereka rasakan selama perpisahan selama beberapa bulan ini.
"Sayang! Benarkah ini kamu? Benarkah kamu telah kembali ke sisiku lagi?" dengan perasaan penuh kebahagiaan dan kegembiraan Kaisar memeluk sang istri yang sudah sangat dia rindukan.
__ADS_1
Delia yang juga merindukan sang suami, akhirnya jatuh juga dalam pelukan Kaisar. Dan mereka melepaskan rasa rindu mereka bersama. Di alam mimpi yang sempurna.
Saat keduanya bangun, tampak air mata mengalir di mata keduanya. Ya! Perasaan cinta yang telah menyatukan mereka berdua. Delia pun merasakan getaran cinta yang dikirimkan oleh Kaisar. Anak yang ada di dalam perutnya terus bergerak-gerak, seakan mengatakan hal yang sama Kerinduan akan ayahnya.
"Sayang! Apakah kamu merindukan ayahmu? Mama juga sebetulnya merindukan ayahmu! Hanya saja, Mama belum yakin! Apakah benar Ayahmu masih mencintai kita berdua? Atau jangan-jangan mungkin sekarang ayahmu sudah bersatu dengan kekasihnya yang sangat ia cintai itu!" ucap Delia dengan penuh kesedihan sambil mengelus perutnya. Sampai sang anak di dalam perutnya berhenti bergerak-gerak dan tenang kembali.
Sementara di Indonesia Kaisar pun mengalami hal yang sama. Dia terbangun dalam mimpinya dan air mata mengalir deras tanpa bisa dia kendalikan. Kaisar merasa sedih karena dirinya berjauhan dengan sang istri dan anaknya yang entah kini berada di mana.
"Kamu ada di mana sekarang, sayang? Betapa dinginnya malam ini, tanpa kehadiran kamu, sayang! Apakah anak kita kini baik-baik saja?" Kaisar terus bermonolog dengan menatap foto dirinya bersama dengan Delia.
Kaisat kemudian mencari ponselnya, kemudian dia membuka pesannya kepada Delia. Tampak Delia online sekitar dua hari yang lalu. Tetapi pesannya tidak di baca. Kaisar mengerutkan keningnya, kenapa Delia belum juga membaca pesan-pesan yang dikirimkan oleh dirinya.
"Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini! Aku harus segera ke kantor lagi, dan mulai aktif lagi seperti dulu! Aku yakin, Delia lebih mencintai diriku yang dulu, daripada aku yang sekarang, lemah dan tidak mempunyai semangat hidup!" setelah mengambil keputusan, akhirnya Kaisar bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Kaisar memberikan banyak sugesti positif ke dalam pikirannya. Sehingga semangatnya kembali lagi.
"Akhirnya Tuan kembali!" ucap Sekretaris dan asistennya. Sejak di usir dulu, Sofia belum menunjukkan Batang hidungnya. Entah apa yang saat ini sedang dikerjakan oleh Sofia. Karena Kaisar sudah tidak perduli lagi. Saat ini fokus Kaisar adalah ingin segera menemukan istrinya.
"Bagaimana, apakah kau sudah menemukan lokasi istriku?" tanya Kaisar kepada karyawan yang tadi pagi diberikan tugas olehnya untuk melacak keberadaan Delia.
"Ponsel itu berada di sebuah alamat di Jepang!" ucap karyawan yang masih muda itu.
__ADS_1
"Jepang?" tanya Kaisar seakan tidak percaya.
"Benar, Tuan! Disebuah rumah, atas nama Tuan Kenshi Yamada!" ucapnya dengan keyakinan.
"Apa kau yakin?" tanya Kaisar lagi.
"Yakin, Tuan! Sudah saya lacak dengan alat paling canggih dan berkali-kali saya lakukan. Saya yakin, itu valid!" ucapnya. Lalu dia keluar setelah mendapatkan izin Kaisar.
"Bagaimana mungkin, ponsel Delia ada di rumah pria itu?" ucap Kaisar seakan tidak percaya. Tapi melihat keyakinan pegawainya, Kaisar juga tidak bisa menyepelekan hal itu.
"Aku harus ke sana. Meyakinkan diriku sendiri." kemudian Kaisar menghubungi Sekretarisnya, meminta untuk disiapkan pesawat miliknya.
"Segera atur, keberangkatanku ke Jepang sore ini juga!" setelah memberikan perintah, Kaisar kemudian fokus untuk memeriksa berkas yang ada di meja.
" Begitu banyaknya pekerjaan yang terbengkalai gara-gara aku selalu memikirkan Delia!" ucap Kaisar menyesali kebodohannya. "Aku sebagai seorang pria ternyata terlalu lemah, hanya masalah wanita, telah berhasil menjatuhkan aku! musuh-musuhku pasti sedang bahagia sekali! aku pasti bisa bangkit kembali." Kaisar kembali fokus dengan pekerjaannya. Memberikan sugesti positif kepada dirinya sendiri. Dan hal itu berjalan dengan baik.
Semangat juang Kaisar kembali lagi. Semangat kerja kini kembali disegarkan kembali. "Aku akan menyelesaikan ini, lalu mencari Delia di Jepang. Akan aku buktikan, apakah Delia benar-benar ada di sana! Di rumah manusia itu!" ada kemarahan di mata Kaisar. Ketika mengetahui ponselnya Delia ada di rumah ayahnya sendiri.
"Semoga itu hanya sebuah kesalahan! Tidak mungkin istriku berada di tangan manusia itu!" Kaisar masih berusaha menyangkal hal itu.
__ADS_1