Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
122. Semangat kembali


__ADS_3

Tampak Kensi sedang berbicara dengan istrinya. Mereka sedang membicarakan perihal Takeshi dan Akira di masa lalu.


" Mama benar-benar tidak menyangka kalau ternyata keluarga Kyoto masih ada hubungan dengan Akira!" ucap ibunya Takeshi sambil menatap kepada suaminya.


" Memang sesuatu yang sangat mengejutkan tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena sekarang Akira sudah meninggal!" ucap Kenshi menghela nafas dengan berat. Terlihat Dia sangat terpukul dengan kenyataan itu. Bahwa ternyata keluarga yang dia gadang-gadang untuk menjadi besan ternyata masih memiliki hubungan dengan Akira, wanita yang pernah membuat putranya sangat terpuruk karena ditinggalkan begitu saja tanpa alasan.


" Sekarang apa yang harus kita lakukan Pah? Tidak mungkin kan kalau kita membatalkan rencana pernikahan yang sudah disusun begitu matang dengan keluarga Kyoto?" ucap ibunya Takeshi sambil menatap kepada suaminya yang tampak sedang berpikir keras mengenai hubungan antara Kyoto dan Takeshi.


" Tidak apa-apa kalau kalian ingin kita untuk melanjutkan rencana pernikahan itu, saya akan menerimanya!" ucap Takeshi tiba-tiba sudah bergabung dengan kedua orang tuanya.


Ibunya langsung mendekati Takeshi dan membimbing putranya untuk duduk di sofa bersama dengan mereka.


" Kamu kan belum sehat benar kenapa sudah keluar istirahat saja di kamarmu!" ucap ibunya sambil mau nonton Sang putra untuk duduk di sofa di sampingnya.


" Tidak apa-apa Mah. Saya baik-baik saja saya tadi hanya syok saja mengetahui tentang Akira yang sudah meninggal!" Ucap Takeshi mengulas senyum kepada ibunya agar ibunya tidak khawatir terhadap keadaannya.


" Apakah kau yakin ingin melanjutkan rencana pernikahan ini papa benar-benar merasa ragu untuk kita melanjutkannya!" ucap Kenshi sambil menatap kepada putranya.


" Apalagi yang mama dengar kalau Kyoto itu sangat menggilai Kaisar. Mama khawatir akan terjadi masalah kedepannya!" ucap ibunya Takeshi kepada putranya agar berubah pendiriannya untuk menerima pernikahan antara Takeshi dan Kyoto.


Takeshi tampak menatap ibunya dengan lekat kemudian dia menatap ayahnya dengan sejuta pertanyaan yang ada di dalam hatinya.


" Masalah saya dengan Akira sudah berlalu sangat lama sekali dan saya kira tidak ada masalah antara saya dengan dia! Saya sudah menerima kepergiannya dengan ikhlas dan untuk saat ini, saya akan mencoba untuk bangkit dan bersemangat lagi untuk memulai kehidupan baru bersama dengan Kyoto!" Ucap Takeshi berusaha untuk meyakinkan kedua orang tuanya. Bahwa dia saat ini baik-baik saja dan tidak terpengaruh dengan fakta tentang Kyoto dan juga Akira yang ternyata bersaudara.


" Lalu bagaimana dengan Kyoto yang mencintai Kaisar? Apakah kau bisa menerima itu?" tanya ibunya sambil menatap kepada Takeshi yang terdiam untuk sesaat.

__ADS_1


Kenshi menatap dengan tajam Takeshi yang masih belum mengatakan apapun tentang pertanyaan tersebut.


" Katakanlah! Papa pun merasa penasaran. Apa yang kau rasakan saat ini, mengenai kenyataan bahwa Kyoto mencintai Kaisar?" tanya Kenshi kepada Takeshi.


" Aku yakin Kyoto akan melupakan Kaisar secara perlahan. Apalagi dia sudah mengetahui bahwa Kaisar adalah kakakku!" Ucap Takeshi dengan perlahan.


" Apa kau yakin dengan hal itu?" tanya Kenshi.


" Iya Pah! Sudahlah enggak usah dipikirkan! Semua itu tidak penting sama sekali! yang penting sekarang kita harus mempersiapkan pernikahan yang layak untuk kami berdua jangan sampai membuat keluarga kita malu di hadapan publik!" ucap Takeshi kemudian dia pun bangkit dari duduknya dan berniat untuk kembali ke kamarnya.


" Mari! Mama bantu sayang. Mama takut kalau kamu jatuh pingsan lagi seperti tadi!" ucap ibunya Takeshi berusaha untuk membantu putranya yang tampak begitu pucat wajahnya.


Takeshi menatap kepada ibunya kemudian dia mengulas senyum kepada wanita yang telah melahirkannya dan selalu mencintainya selama ini.


" Apa kau yakin dengan apa yang kau putuskan? Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa diputuskan dengan begitu mudah!" ucap Kenshi menasehati putranya.


" Takeshi yakin Pah. Untuk menjadikan Kyoto sebagai istriku!" ucap Takeshi sambil menatap kepada ayahnya yang tampak meragukan keputusan yang sudah dia ambil.


" Pikirkanlah lagi jangan sampai kelak kau akan menyesalinya!" ucap Kenshi.


"Saya baik-baik saja Pah!" sekali lagi Takeshi berusaha untuk meyakinkan kepada kedua orang tuanya bahwa dia baik-baik saja.


" Ya sudah. Kau pergilah istirahat kami pun akan beristirahat dan besok kami akan mempersiapkan apa yang kau inginkan!" akhirnya Takeshi merasa lega karena ayahnya percaya dengan apa yang sudah dia putuskan dengan kemantapan hati untuk menerima Kyoto sebagai istrinya.


' Akira aku akan memenuhi apa yang kau inginkan sebelum kau meninggal dengan menikahi adikmu. Semoga Kau di sana bisa bahagia dan juga tenang!' batin Takeshi sambil menatap ke atas seakan sedang berbicara dengan Akira yang sudah meninggal sangat lama.

__ADS_1


" Takeshi istirahat dulu!" ucapnya kemudian dia langsung pergi ke kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Kyoto yang saat ini sedang ada di dalam kamarnya sedang memikirkan Langkah apa yang akan diambil Setelah semua yang terjadi hari ini terhadap keluarganya dan juga Takeshi.


" Kak! Apakah kakak akan senang kalau aku menerima perjodohan yang ditawarkan oleh kedua orang tua kita? Ataukah Kakak akan merasa cemburu karena aku menikahi laki-laki yang kau cintai?" ucap Kyoto sambil terus menatap foto kakaknya yang ada di dinding kamarnya.


Karena kelelahan yang luar biasa akhirnya Kyoto pun terjatuh dalam tidur dan bermimpi bertemu dengan Akira.


" Adikku, aku akan sangat senang sekali kalau kau bisa menikah bersama Takeshi. Tolong kau buat dia untuk berbahagia bersamamu. Karena dia, karena dia adalah seorang laki-laki yang sangat baik dan dia adalah seorang laki-laki yang setia!" ucap Akira sambil memegang tangan Kyoto yang saat itu sedang berbaring di atas ranjangnya.


" Apakah kakak serius membiarkan aku untuk menikah dengan Takeshi? Apakah kakak tidak akan cemburu?" tanya Kyoto sambil menatap wajah Akira yang begitu bercahaya saat ini.


" Kakak serius Dek! Bukankah sejak dulu Kakak memang menyuruhmu untuk menikah dengan Takeshi? Karena umur kakak yang pendek, membuat Kakak tidak bisa untuk berjodoh dengannya!" ucap Akira sambil memegang tangan adiknya.


" Baiklah Kak Saya akan berusaha untuk membahagiakan Takeshi dan semoga Kakak juga bahagia melihat pernikahan kami!" ucap Kyoto sambil tersenyum ke arah kakaknya yang sekarang bangkit dari duduknya dan akan meninggalkannya.


" Kakak mau pergi ke mana? Saya masih merindukanmu Kak!" ucap Kyoto sambil menggenggam tangan kakaknya agar tidak meninggalkannya.


" Waktu kakak hanya sebentar untuk bicara denganmu. Sekarang sudah waktunya untuk kakak kembali. Kakak berdoa semoga kalian bahagia!" ucap Akira kemudian dia pun Menghilang dari hadapan Kyoto.


"Kak!" teriak Kyoto sambil terbangun dari tidurnya. Nafas Kyoto sampai terlihat begitu tersengal-sengal. Terlihat betapa lelahnya dia setelah berteriak dengan kencang memanggil kakaknya setelah bermimpi bertemu dengan Akira yang memintanya untuk menikah dengan Takeshi laki-laki yang dia cintai.


" Ya Tuhan! Semuanya, ternyata itu hanya sebuah mimpi?" ucap Kyoto sambil menatap foto kakaknya yang ada di dinding kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2