
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" Delia langsung mengucapkan salam ketika dia bertemu dengan kedua orang tuanya dan juga keluarga kaisar yang saat ini sedang berada di Indonesia.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" ucap mereka semua serempak menjawab salam yang diucapkan oleh Delia untuk mereka yang ada di dalam ruangan itu.
Kyoto yang hadir dan berdiri di samping Takeshi dia menatap kagum kepada Kaisar yang saat ini berdiri di hadapannya dan mendorong kursi roda sang istri yang tampak pucat dan terlihat sakit.
' Ada apa dengan Delia? Kenapa dia menggunakan kursi roda dan wajahnya juga terlihat sangat pucat!' batin Kyoto sambil menatap kepada Delia yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.
" Terima kasih Kyoto karena kau juga mau berkunjung ke kediaman kami! Putraku mengatakan kalau kau akan menikah dengan Takeshi. Apakah itu benar?" tanya Delia sambil menatap Kyoto.
" Benar! Kami memang berencana untuk menikah. Akan tetapi kami semua masih belum memutuskan kapan waktunya dan tempat pernikahannya di mana." ucap Kyoto sambil melirik ke arah Kaisar yang terus menundukkan kepalanya.
" Alhamdulillah saya senang sekali dengan berita ini. Semoga ada progres dari rencana itu dan membuat keluarga kita semakin erat kedepannya!" ucap Delia sambil tersenyum.
" Apakah kau sedang sakit Delia? Kenapa wajahmu begitu pucat?" tanya Kensi yang saat ini sedang memeluk Deka dan juga menciumnya dengan sangat senang.
Istri Kenshi hanya menatap kepada semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Satu persatu dia memperhatikan mereka dan ketika matanya berhadapan dengan Kaisar, dia tidak berani untuk menatapnya.
" Sayang aku harus segera ke kantor, karena jam makan siang sudah selesai! Kalian semua. Nikmatilah pesta yang sudah dipersiapkan oleh para pembantu yang bekerja di rumah ini!" ucap Kaisar sambil mencium kening istrinya.
" Tinggallah di sini sayang! Sungguh tidak sopan tuan rumah meninggalkan tamunya!" ucap Delia sambil menatap suaminya.
" Please sayang. Tolong ngertiin aku!" ucap Kaisar sambil menatap kepada istrinya.
__ADS_1
Hati kaisar yang sampai saat ini belum bisa memaafkan ayahnya dan juga istrinya. Mau tidak mau harus meninggalkan kediamannya sendiri. Karena bagaimanapun dia berusaha untuk tetap menjaga perasaan dan menghormati Delia karena istrinya yang sudah mengundang mereka untuk datang ke rumahnya demi anaknya.
" Aku ada rapat penting dan juga klien penting dari Jerman yang tidak bisa aku tinggalkan!" ucap Kaisar berdusta kepada istrinya.
Delia yang mengetahui tentang suaminya yang pasti belum siap untuk bertemu dengan ayahnya maupun keluarganya. Dia berusaha untuk menekan hatinya agar tidak marah kepada Kaisar yang ingkar janji.
" Baiklah sayang. Kau boleh pergi. Tapi Ingat kau tidak boleh pulang terlalu malam. Karena aku takut kalau aku akan membutuhkanmu nanti!" ucap Delia pada akhirnya berusaha untuk mengerti kesulitan Kaisar.
" Terima kasih sayang karena kau mau mengerti dengan perasaanku saat ini. Kau jangan khawatir sayang. Aku hanya akan berada di taman di belakang rumah ini. Kau panggillah aku ketika kau membutuhkanku. Setelah mereka semua pulang dari rumah kita!" bisik Kaisar di telinga istrinya.
" Baiklah sayang untuk kali ini aku akan memaafkanmu. Akan tetapi lain kali tolong jangan kau ulangi lagi hal seperti ini!" bisik Delia di telinga suaminya.
" Baiklah semuanya Saya permisi dulu!" ucap Kaisar berpamitan kepada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Tampak Satria dan Kenshi bercakap-cakap dengan begitu seru. Percakapan khas laki-laki yang membicarakan tentang perusahaan dan bisnis yang mereka geluti selama ini.
" Maafkan saya Nyonya Delia pestanya sudah kami persiapkan di ruangan belakang sesuai dengan perintah anda!" ucap pembantu yang bekerja di kediaman Kaisar.
" Ayo kita ke belakang dan merayakan pertemuan kita hari ini. Sekaligus Saya ingin selamatan untuk kehamilan saya yang kedua. Semoga bisa lancar dan juga kembali sehat seperti dulu!" ucap Delia mengulas senyum kepada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
" Kau sedang hamil lagi? Alhamdulillah kita akan punya cucu lagi!" ucap istrinya Kenshi dengan perasaan bahagia. Delia hanya mengangguk dan tersenyum kepada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.
" Alhamdulillah mah ini adalah rezeki yang harus kami syukuri!" ucap Delia bahagia.
__ADS_1
" Semoga pernikahan Takeshi dan Kyoto juga lancar dan keluarga kita akan semakin besar dan bisa menjaga tali silaturahmi di antara kita semua!" ucap Kenshi.
Takeshi yang saat ini sedang bermain dengan Deka dia tersenyum ketika namanya disebutkan oleh ayahnya. Sementara Kyoto yang dari tadi hanya menjadi pendengar saja. Da tampak heran ketika melihat Kaisar yang meninggalkan pertemuan sebelum acara selesai.
' Ada masalah apa sebenarnya antara Kaisar dengan ayahnya? Kenapa mereka tidak bertutur sapa satu sama lain? Aku bisa merasakan Aura permusuhan dari wajah Kaisar ketika menatap ayahnya!' batin Kyoto sambil menatap kepada Delia.
" Ayo kita semua sekarang pergi ke area belakang dan melakukan pesta kebersamaan kita di sana!" ucap Delia sambil berusaha untuk mendorong kursi rodanya sendiri.
" Biarkan aku membantumu Delia!" ucap Takeshi sambil menatap kepada Delia yang langsung menggelengkan kepalanya dan menolak niat baik seorang Takeshi Yamada.
" Kau temanilah calon istrimu. Dia masih asing dengan kediamanku. Biarkan ayahku yang mendorong kursi rodaku!" ucap Delia sambil menatap kepada Satria.
" Mari Papah akan mendorong kursi roda mu!" Satria langsung mendekati Delia dan mengambil alih kursi roda yang tadi hendak didorong oleh Takeshi.
" Tapi om saya bisa mendorong kursi roda Delia agar bisa segera sampai ke sana!" ucap Takeshi bersikeras untuk mendorong kursi roda Delia.
' Ya ampun! Betapa beruntungnya seorang Delia yang dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya! Bahkan Kaisar saja sangat mencintainya dan selalu menjaga perasaannya!' batin Kyoto sambil terus menatap interaksi antara Takeshi dan Satria yang sedang berebut untuk mendorong kursi roda Delia yang ada di hadapannya.
" Sudah saya saja yang akan mendorongnya kalian tidak perlu berdebat!" ucap Kyoto memisahkan perdebatan antara kedua orang pria tampan dengan beda generasi.
" Bagus itu! Kau lakukanlah sehingga kami berdua tidak perlu berantem hanya untuk mendorong kursi roda milik Delia!" ucap Satria sambil menatap tajam kepada Takeshi yang masih bersikeras ingin mendorong kursi roda milik Delia.
" Om saya hanya tidak tega melihat Delia yang saat ini sedang sakit. Tolong Om tidak boleh berpikir bahwa saya sedang memanfaatkan situasi Delia saat ini!" ucap Takeshi sambil menatap kepada Satria yang masih tersenyum kepadanya.
__ADS_1
" Kalian cepat berangkat ke belakang. Aku bisa menangani kursi rodaku sendiri karena kursi roda ini adalah otomatis jadi tidak perlu kalian membantuku!" ucap Delia pada akhirnya mengalah agar tidak melihat perdebatan antara Takeshi dan Satria.