Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
32. Berburu Dengan Waktu


__ADS_3

Hari itu, Takeshi menengok Delia di rumah sakit. Tampak wajah Delia sudah mulai berbinar-binar. "Apakah, aku sudah boleh pulang?" tanya Delia masih agak lemas.


"Ya, kita akan pulang. Apakah kau rindu dengan suasana di rumahmu?" pancing Takeshi. Seketika wajah Delia mulai berkabut. Takeshi bisa merasakan ada kesedihan dalam mata itu. "Apakah kau ingin pulang ke keluarga kamu?" ulang Takeshi, namun Delia menggeleng.


"Kenapa?" tanya Takeshi.


"Aku hanya ingin memulai hidupku yang baru!" hanya itu yang dikatakan oleh Delia. Selebihnya, Delia lebih banyak diam. Takeshi bertanya-tanya dalam hati.


'Apakah Kaisar adalah suami yang buruk? Kenapa Istrinya lebih memilih memulai kehidupan yang baru, ketimbang hidup bersamanya? Ada apa sebenarnya dengan kehidupan Kakak tiriku itu?' bathin Takeshi.


"Aku akan mengurus kepulangan kamu. Baik-baik, ya?" Takeshi menyentuh pundak Delia dengan pelan, Delia hanya mengangguk tanpa banyak komentar.


Setelah semua administrasi terselesaikan Takeshi kemudian membawa Delia ke apartemen miliknya. Karena Takeshi tidak ingin keberadaan Delia diembus oleh media apabila Delia tinggal bersama keluarga besarnya.


Diakui atau tidak, keluarga Takeshi selalu menjadi sorotan pihak media, semenjak Takeshi yang selalu berurusan dengan para model dan artis cantik di negeri tersebut.


"Untuk sementara, Kamu akan tinggal di apartemenku ini. Kamu tidak usah khawatir, aku tidak tinggal di sini. Kau akan tinggal sendiri. Aku akan tinggal bersama keluargaku di rumah utama. Nanti setiap pagi akan ada seseorang yang akan membantumu untuk membereskan Apartemen ini dan juga melakukan pekerjaan rumah. Jadi kau tidak usah khawatir untuk memikirkan masalah kebersihan maupun makanan di apartemen ini!" ucap Takeshi.


"Terima kasih karena kamu sudah beebaik hati mau mengurusi semua kebutuhanku. Dan, terima kasih juga karena kamu sudah sangat berusaha sekali untuk menjaga anakku yang masih dalam kandungan!" ucap Delia sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Apakah aku boleh tahu? Sebenarnya ada masalah apa! Antara kamu dengan suamimu? Sehingga kamu lebih memilih untuk tinggal di luar dari pada bersama dengan suamimu? Bukankah saat ini kau akan lebih bahagia ketika dekat dengan suamimu? Pasti bayi dalam kandunganmu membutuhkan belaian kasih sayang seorang ayah!" ucap Takeshi berhati-hati, bagaimana pun juga, hal itu adalah hal yang sangat sensitif bagi seorang wanita.


"Malam itu, aku baru tahu, bahwa ternyata hubungan suamiku dengan mantan kekasihnya tidaklah sesederhana itu. Mereka ternyata sering Menghabiskan malam bersama dalam kehangatan cinta. Aku ternyata telah merusak hubungan indah mereka berdua. Aku tidak bisa menahan perasaan di dalam hati ini bahwa aku, bahwa aku merasakan rasa sakit itu! Sakit sekali!" ucap Delia dengan derai air matanya.


"Bukankah itu hanya sebuah masa lalu? Kenapa kau tidak bisa berdamai dengan masa lalu suamimu? Bukankah yang penting sekarang, suaminya hidupannya hanya untuk kamu?" ujar Takeshi berusaha membuka pikiran Delia.


"Siapa yang bisa menjamin? Bahwa itu hanya sebuah masa lalu? Siapa yang bisa menjamin? Bahwa hatinya tidak terpaut dengan mantan kekasihnya itu? Mereka berhubungan selama lebih dari 10 tahun. Apakah tidak ada kemungkinan? Kalau ternyata Suamiku masih memikirkan kekasihnya itu?" tanya Delia dengan tatapan berapi-api.


"Apakah kau pernah melihat suamimu bercumbu dengan kekasihnya itu?" tanya Takeshi sangat hati-hati.


"Yah! Aku pernah melihat mereka berdua bercumbu di depan mataku sendiri. Aku bahkan sampai menyaksikan sendiri aksi mereka di depan mataku sendiri. Saat itu, aku bahkan merekam aksi mereka dengan ponselku. Apakah kau ingin tahu? Video itu masih tersimpan rapi di ponselku!" ucap Delia dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah Kau bisa beristirahat dengan baik di apartemen ini. Aku akan kembali ke kantor karena dari tadi asistenku sudah terus-terusan menelponku. Pasti banyak pekerjaan di sana. Ya, oke? Aku pergi dulu ya? Kamu tenang-tenang lah tinggal di sini. Anggaplah sebagai rumahmu sendiri!"


"Terima kasih atas kebaikanmu ini, Aku pasti akan selalu menyimpannya dalam hatiku!" ucap Delia tersenyum.


"Baiklah, jangan sungkan! Aku pergi dulu!" Takeshi kemudian pergi meninggalkan Delia di apartemen itu sendirian. Sementara itu, Takeshi menghubungi ayahnya untuk menanyakan keberadaan ponsel yang dikatakan oleh dilihat tadi.


"Halo Ayah! Apakah ketika terjadi di kecelakaan itu, Papa melihat sebuah ponsel yang berada bersama dengan Delia?" tanya Takeshi.

__ADS_1


"Ponsel? Sepertinya memang ada. Kenapa memangnya?" tanya Kenshi merasa heran.


"Di mana sekarang ponsel itu, Pah? Karena Delia menanyakan ponsel itu. Katanya dia ingin menghubungi keluarganya di Indonesia, agar tidak merasa khawatir dengan keberadaannya saat ini!" dusta Takeshi.


Hal yang sebenarnya adalah Takeshi ingin melihat video yang dimaksud oleh Delia. Takeshi berpikir mungkin bisa menggunakan video tersebut, untuk mengancam sang kakak agar tidak selalu mencari masalah dengan perusahaan ibunya.


"Sepertinya ada di ruang kerja Papa. Nanti kalau kita sudah di rumah Papa akan berikan kepadamu. Kau sekarang ada di mana?" tanya Papahnya.


"Takeshi sekarang di kantor, Pah! Baiklah selamat bekerja! Nanti kita bertemu di rumah!" setelah itu Takeshi menutup panggilan tersebut.


Saat Takeshi membuka laptopnya, iseng-iseng dia mencari berita tentang Kakaknya di internet. Betapa terkejutnya Takeshi ketika mendapati kenyataan bahwa saat ini, Kakaknya sedang terbaring di rumah sakit.


"Oh rupanya dia sedang sakit! Apakah sakitnya Kaisar ada hubungannya dengan menghilangnya Delia? Apakah Kakakku ini memang mencintai istrinya sedemikian besar? Sehingga kepergian Delia mempengaruhi kesehatan tubuhnya?" banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam diri Takeshi tentang Kakak tirinya.


"Aku merasa penasaran, Siapa mantan kekasih yang dimaksud oleh Delia itu ya? Apakah mungkin, mantan kekasihnya itu juga ada di dalam berita? Sebaiknya Aku mencari tahu tentang hal itu!" kemudian Takeshi browsing, mencari tahu tentang mantan kekasih Kaisar, yang ternyata bejibun di dunia Internet. Berbagai berita dan gambar tersaji di sana. Sontak membuat Tqkeshi terbelalak, setelah mengetahui ternyata mantan kekasih Kaisar itu adalah Sofia. Wanita yang beberapa saat yang lalu telah menarik perhatiannya.


"Ya Tuhan! Ternyata mantan kekasih Kaisar adalah Sofia!" sontak Takeshi langsung pergi ke kantor ayahnya. Merasa penasaran dengan video yang di maksud oleh Delia.


"Aku harus membuktikan dengan mata kepalaku sendiri! Bahwa mantan kekasih Kaisar itu, benar-benar adalah Sofia! Wanita yang aku cintai!" Takashi melajukan kendaraannya, merasa tidak sabar menunggu kepulangan ayahnya. Takeshi akan mencari sendiri keberadaan ponsel itu di ruang kerja ayahnya.

__ADS_1


"Aku harus segera menemukan ponsel itu! Sebelum Papa sempat membuka galeri ponsel tersebut!" Takeshi semakin melajukan kendaraannya, berburu dengan waktu.


__ADS_2