Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
106.Pertemuan Takeshi dan Kaisar


__ADS_3

Hingga akhirnya Kaisar mengikuti Delia untuk menemui adiknya di ruang tamu. Hanya dengan menggunakan boxernya saja. Sehingga membuat Delia merasa kesal di buatnya dengan kelakuan kekanak-kanakan suaminya.


"Apa yang kau lakukan? Kau keluar hanya menggunakan itu? Apakah kau gila?" tanya Delia dengan terkejut ketika melihat Kaisar yang hanya menggunakan boxernya lalu duduk di samping Delia sambil memeluknya dengan posesif. Membuat Delia jadi salah tingkah di depan Takeshi.


Takeshi sampai menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan yang dilakukan oleh Kaisar di hadapannya.


'Ya ampun entah apa yang sedang dia lakukan. Benar-benar konyol!" batin Takeshi melihat aksi Kaisar yang menurutnya sungguh luar biasa.


"Pergi sana, pakai bajumu kau bikin aku malu aja!" ucap Delia sambil mendorong tubuh Kaisar agar menjauh darinya.


"Kau malu kenapa sayang? Lihatlah badanku yang berotot ini. Tidak akan mungkin bisa dibandingkan dengan tubuhnya yang kerempeng itu!" ucap Kaisar sambil menatap sinis kepada Takeshi.


Takeshi dan Delia hanya bisa memutar bola mata mereka melihat kelakuan Kaisar yang benar-benar hanya konyol.


"Udah sana kau mandi dulu. Nanti Kau terlambat ke kantor loh, tadi katanya ada rapat pagi-pagi?" tanya Delia sambil menatap tajam kepada suaminya.


"Biarlah aku akan meng-cancel rapatnya sayang. Karena aku tidak suka kalau kau berduaan dengan Takeshi. Kau hanya boleh berduan denganku!" ucap Kaisar sambil memeluk tubuh Delia semakin erat.


"Maaf ya Takeshi. Begini nih kalau bayi besar sedang kumat!" ucap Delia sambil mengelus rambut kaisar yang saat ini sedang menaruh kepalanya di bahunya.


Takeshi hanya tersenyum melihat interaksi antara Delia dan Kaisar yang membuatnya menjadi iri dan ingin segera mempunyai pasangan.


"Ya sudah Delia aku permisi dulu ya? Aku juga harus segera ke kantor. Gara-gara kemarin ada seseorang yang membatalkan pembelian perusahaan yang mau aku beli. Aku sekarang jadi punya banyak PR dari papa!" ucap Takeshi sambil melirik kepada Kaisar yang kini melotot kepadanya.


"Kenapa kau ingin membeli perusahaannya Delia?? Di sini kau berlaku seperti seorang sahabat dan adik yang baik. Tapi di belakang istriku, kau ingin membeli perusahaannya. Dasar munafik!" sengit Kaisar sambil mencibir di depan Takeshi yang hanya bisa menundukkan kepalanya. Ketika dia mendengarkan ke sinisan suara Kaisar ketika berbicara dengannya.


"Bukan aku yang ingin membeli. Tetapi wanita itu yang menawarkannya kepadaku. Mana aku tahu, kalau itu adalah perusahaannya Delia? Dia mengakui itu adalah perusahaan suaminya!" ucap Takeshi sambil menatap Kaisar yang masih melotot kepadanya.


"Sudah Takeshi, sana kau katanya tadi mau pulang. Gak usah dilayani Kakakmu ini. Dia kalau lagi kumat emang kayak gini. Udah nanti aku hubungin kamu kalau kita mau ketemu ya?" ucap Delia sambil berdiri dan mempersilahkan Takeshi untuk pulang dari mansonnya.

__ADS_1


Delia mengantarkan Takeshi sampai ke gerbang pintu membuat Kaisar menjadi marah kepadanya.


"Maaf ya Takeshi dengan sikap Kaisar dia masih belum menerima kalian sebagai bagian dari keluarganya tolong berilah dia waktu Sebentar lagi aku yakin sebentar lagi ya pasti bisa menerima kalian dan memaafkan kalian!" ucap Delia meminta maaf kepada Takeshi atas semua perlakuan Kaisar terhadap adik iparnya.


"Iya Delia, tidak apa-apa. Aku dan Papa pasti akan terus bersabar untuk membuat Kaisar bisa menerima kehadiran kami dalam kehidupannya!" Ucap Takeshi sambil berpamitan kepada Delia.


"Ya udah hati-hati Takeshi. Nanti aku akan menelponmu!" ucap Delia.


Delia langsung masuk ke dalam rumah dan dia mendapatkan Kaisar yang sedang cemberut kepadanya.


"Apa?" tanya Delia keheranan.


"Kau sering bertemu dengan Takeshi?" tanya Kaisar sambil menatap dengan curiga kepada Delia.


Delia menarik nafasnya dengan dalam kemudian dia menatap Kaisar dengan lekat.


"Takeshi baru sampai dari Jepang pagi ini. Dia datang ke Indonesia karena ingin bertemu dengan keponakannya tetapi keponakannya sedang tidak ada di sini. Ketika tadi dia meneleponku, mendengar aku berteriak. Dia mengira aku dalam bahaya makanya dia datang ke sini. Sudah cukup?" ucap Delia menjelaskan semuanya kepada Kaisar agar dia tidak marah lagi terhadap dirinya.


"Ya karena Takeshi sayang dengan Deka. Emang Kau keberatan?" tanya Delia melotot.


"Ya ampun bahkan kau sekarang mulai melotot padaku demi belain Takeshi!" ucap Kaisar kesal.


Delia meninggalkan Kaisar dan dia langsung menuju ke garasi mobil.


"Kau mau ke mana? Aku belum selesai bicara denganmu!" tanya Kaisar sambil mengikuti Delia yang sudah bersiap untuk segera meninggalkan Mansionnya.


"Mau kerja! Capek saya dengerin ocehan kamu dari tadi yang unfaedah. Terserah kamu mau apa!" ucap Delia sambil mengeluarkan mobilnya dan meninggalkan Kaisar.


"Wah! Lihatlah istriku dia lebih membela orang luar daripada suaminya!" ucap Kaisar sambil menggeleng-gelengkan kepala tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Delia.

__ADS_1


Sementara itu Delia yang saat ini sedang menuju ke restoran miliknya. Dia tidak memperdulikan sama sekali kemarahan Kaisar kepadanya. Dia sudah biasa melihat tingkah Kaisar yang absurd apabila berkaitan dengan Takeshi.


"Heran sudah besar, tapi kelakuan dia masih seperti anak kecil!" Delia hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. Dia berusaha sabar dalam menghadapi Kaisar yang selalu bertingkah seperti itu. Apabila ada seorang laki-laki yang mendekat kepadanya.


Begitu sampai di restoran. Delia langsung masuk dan mengecek semua kebutuhan untuk operasional restoran hari ini.


Dahlia tidak tahu kalau di kejauhan ada Kyoto yang sudah memperhatikan semua gerak-geriknya.


"Itu dia! Yang aku tunggu sejak kemarin. Akhirnya datang juga!" ucap Kyoto sambil terus menatap ke arah Delia.


"Hari ini aku pasti bisa berteman dengan Delia dan aku akan cari tahu, apa kelebihan dia. Sehingga membuat Kaisar begitu tergila-gila padanya!" ucap Kyoto sambil terus menatap kepada Delia dengan tajam.


"Kyoto! Kenapa kau sejak tadi terus melotot ke arah bos kita? Apa kau sudah bosan bekerja di sini?" tanya rekan kerja Kyoto yang sejak tadi memperhatikan terus Kyoto.


"Aku hanya penasaran saja dengan wajah bos kita aku sudah bekerja di sini satu minggu baru bertemu dengan dia!" ucap Kyoto sambil tersenyum kepada rekan kerjanya.


"Bu Delia itu bos yang baik. Jadi kalau nggak usah macam-macam sama dia!" ucap rekannya sambil menepuk bahu Kyoto kemudian dia meninggalkan Kyoto seorang diri di tempat kerjanya.


Kyoto bekerja di restoran Delia dan bertugas di bagian pencucian sayur.


"Kyoto mana sayurnya? Cepat aku mau masak nih. Tuh pelanggan sudah pada menunggu." ucap chef yang saat ini sedang bertugas untuk memasak.


"Ya, chef! Tenang, sebentar lagi tunggu!" kemudian Kyoto langsung bergegas menyelesaikan pekerjaannya sehingga tidak diomeli oleh atasannya.


' Wah sialan kalau kayak gini gimana caranya aku bisa bertemu dengan Delia aku sudah keteteran dengan pekerjaan sendiri. Mana Delia ke sininya cuman seminggu sekali. Percuma dong gue di sini, kalau nggak dapat apapun?' batin Kyoto menyesali apa yang sudah menjadi keputusannya bekerja di bagian pencucian sayur.


'Kalau kemarin aku mengambil pekerjaan sebagai waiters. Minimal aku masih bisa mengawasi dia. Lah ini di dapur, hah! Coba bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan Delia?' Kyoto terus menggedumel di dalam hatinya karena tidak bisa bertemu dengan Delia ketika Delia berkunjung ke restoran itu.


"Bagaimana chef? Apakah pekerjaan hari ini lancar?" tanya Delia kepada chef yang hari ini bertugas.

__ADS_1


Kyoto yang mendengarkan suara Delia dia terperangan dan segera beranjak dari tempat duduknya. Menyapa Delia dan tersenyum kepada Delia. Delia hanya mengangguk kecil sebagai tanda penghormatan kepada karyawannya.


__ADS_2