Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
116. Kekesalan Kyoto


__ADS_3

Kyoto menatap tajam kepada Takeshi yang sajak tadi terus saja menggenggam tangannya tanpa mau melepaskan.


"Ih, apaan sih? Cepat lepasin! Kamu nggak ada kerjaan apa dari kemarin gangguin aku terus?" tanya Kyoto dengan sengit.


"Kalau kamu menjawab panggilanku dari tadi, aku juga tidak akan ada di sini!" ucap Takeshi sambil menarik tangan Kyoto dan memasukkannya ke dalam mobilnya.


"Heh jangan bilang padaku, kalau kau ingin menculiku!" ucap Kyoto dengan ketakutan ketika Takeshi langsung mengunci otomatis pintu di sebelahnya.


"Kenapa? Apakah seorang Kyoto takut diculik olehku? Wah, tampaknya ide yang bagus juga! Terima kasih ya atas ide yang kau berikan padaku!" ucap Takeshi dengan senyum devilnya yang membuat Kyoto menjadi merinding ketika melihatnya.


"Jangan gila ya! Ayahku tidak akan membiarkanmu hidup, kalau dia tahu kau berbuat aneh-aneh terhadapku. Putri satu-satunya dari Himamura Takuya." ucap Kyoto sambil menatap tajam kepada Takeshi yang sekarang sudah mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Kau tenang saja sayang! Ayahku di Jepang sudah datang ke rumah kedua orang tuamu dan memintamu untuk menjadi istriku!" Ucap Takeshi sambil mengulas senyum kepada Kyoto yang langsung melotot ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Takeshi kepadanya.


"Kau jangan berbohong ya? Ayahku tidak mungkin sembarangan menerima seorang laki-laki untuk menjadi suamiku!" ucap Kyoto dengan sengit sambil menebarkan Aura pembunuhan di dalam mobil milik Takeshi.


"Lihatlah! Apa kau pikir seorang Takeshi Yamanda adalah laki-laki sembarangan? Anda salah nona!" Ucapkan kasih sambil tersenyum Devil kepada Kyoto yang sudah ketakutan karena membayangkan sesuatu hal yang buruk yang akan terjadi kepada dirinya.


"Cepat buka pintunya atau akan ku buat kita celaka di jalan!" ancam Kyoto dengan terus memukuli tangan Takeshi yang sedang fokus menyetir. Takeshi langsung memalingkan wajahnya lalu dengan tangannya yang bebas, dia menarik tengkuk Kyoto dan langsung melihat bibir perempuan yang sejak tadi tidak mau diam dan selalu memaki-makinya.


Untuk sejenak Kyoto terkesiap dengan apa yang dilakukan oleh Takeshi terhadap dirinya.

__ADS_1


Keahlian Takeshi dalam mengendarai mobil memang patut diacungi jempol. Hanya dengan satu tangan Dia bisa mengendarai mobilnya dengan mulus tanpa hambatan. Dengan bibir yang sibuk menghukum Kyoto yang sejak tadi mulutnya tidak mau diam.


Setelah merasa puas dengan aksi gilanya, Takeshi lalu melepaskan ciumannya terhadap Kyoto. Lalu kembali fokus menyetir.


"Kalau kau masih mengoceh juga. Percayalah aku pasti akan memberikan hukuman yang lebih berat padamu!" ucap Takeshi sambil mengulas senyum semanis mungkin kepada Kyoto yang saat ini sedang melotot kepadanya.


"Dasar pria gila, psikopat! Lihat saja, aku pasti tidak akan mengampunimu!" ucap Kyoto dengan menahan amarah di hatinya.


Ketika melihat Takeshi hendak mendekatkan mulutnya kepada dirinya, serta merta Kyoto langsung menutup mulutnya.


Jantung Kyoto saat ini sedang marathon, gara-gara apa yang sudah dilakukan oleh Takeshi terhadapnya.


'Dasar gila! Sungguh berani dia melakukan ini padaku. Awas saja Takeshi Yamada! Aku tidak akan melepaskanmu. Aku pasti akan membalas penghinaan ini!' batin Kyoto dengan penuh amarah terhadap seorang Takeshi Yamada yang begitu berani sudah mengganggu hidupnya dengan semua kelakuan tengilnya yang kurang ajar sekali.


Takeshi tertawa terbahak-bahak. ketika melihat wajah dan ekspresi Kyoto yang sangat menggemaskan baginya.


"Walaupun kau galak seperti harimau, tapi kau sangat menggemaskan dan aku merasa tertantang untuk membuatmu jinak Seperti kucing yang manis!" ucap Takeshi sambil melirik sekilas kepada Kyoto yang mulai diam dan tetap menutup bibirnya yang terasa kebas gara-gara Takeshi yang mencium dirinya dengan rakus dan penuh tuntutan.


"Lepaskanlah tanganmu! Jangan bilang kalau kau sedang menagih untuk aku melakukan hal itu lagi!" ucap Takeshi.


"Anda terlalu percaya diri Bung!" ucap kyoto kemudian dia menaruh tangannya di samping badannya dan menatap lurus ke depan, melihat jalanan.

__ADS_1


Kyoto mengurutkan keningnya. Ketika dia mendapatkan kenyataan bahwa takeshi membawanya menuju kediaman ayahnya.


"Apa yang kau lakukan Kenapa kita pergi ke kediaman ayahku?" tanya Kyoto dengan gugup dan mulai merasa ketakutan.


"Kan tadi aku sudah bilang kepadamu! Kalau Ayahku sudah datang untuk melamarmu jadi sekarang mereka semua ada di Indonesia untuk membicarakan tentang pernikahan kita berdua!" ucap Takeshi dengan tanpa merasa berdosa sama sekali.


Demi apapun yang ada di alam semesta! Saat ini Kyoto benar-benar sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Takeshi.


"Kau, kau jangan bercanda! Pria gila! Jangan berkhayal untuk menikah dengan seorang Kyoto! Tidak mungkin Ayahku menerima laki-laki seperti kamu untuk menjadi menantunya. Cepat lepaskan aku! Karena aku tidak mau bertemu dengan ayahku!" ucap Kyoto dengan gugup dan dia berusaha untuk membuat Takeshi menghentikan mobilnya dengan terus memukuli tangan Takeshi secara membabi buta. Sehingga sekarang keseimbangan mobil tersebut menjadi terganggu gara-gara perbuatan Kyoto.


"Jangan coba-coba kau membuat orang lain celaka Nona besar!" ucap Takeshi sambil menggenggam erat kedua tangan Kyoto dengan satu tangannya yang bebas agar tidak berulah lagi dan membuat mobil mereka menjadi oleng sehingga mengakibatkan hampir saja mereka mengalami kecelakaan.


"Baik-baiklah kau jadi perempuan! Kalau ingin aku memperlakukanmu dengan baik. Semakin Kau berontak dan melawanku, maka semakin banyak hukuman yang akan kau terima dariku!" ucap Takeshi dengan nada serius dan mengulas senyum Devil kepada yang sekarang menatapnya dengan tajam dan penuh kebencian.


'Sungguh berani dia berurusan dengan seorang Kyoto! Coba lihat saja! Berapa lama kau akan mempertahankan keangkuhanmu itu? Takeshi ayo kita lihat, siapa yang akan menang dalam peperangan ini!' ucap Kyoto sambil menatap tajam kepada Takeshi yang sekarang mulai fokus untuk menyetir kembali menuju kediaman ayahnya Kyoto.


Sementara itu di dalam kediaman ayahnya Kyoto, tampak kedua orang tua Kyoto dan Takeshi sedang berbicara secara serius mengenai kerjasama perusahaan mereka berdua apabila kelak Kyoto dan Takeshi berhasil menjadi suami istri yang sah.


"Saya rasa kalau untuk kedua Perusahaan kita digabungkan akan jauh lebih baik dan akan menjadi Mega perusahaan di Jepang. Saya yakin sekali, perusahaan hasil penggabungan kedua perusahaan itu akan memberikan banyak keuntungan antara kedua pihak." ucap ayahnya Kyoto dengan penuh keyakinan.


"Saya rasa melakukan hal seperti itu sangat riskan sekali. Karena kita tidak tahu apakah mereka akan terus melanjutkan pernikahan mereka atau di tengah jalan mereka menemukan hambatan dan akhirnya bercerai!" ucap ayahnya Takeshi dengan wajah serius menatap kepada ayahnya Kyoto yang saat ini sedang menggeleng-gelengkan kepalanya karena tak percaya dengan apa yang dia dengarkan dari calon besarnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan! Belum apa-apa kau sudah mendoakan yang buruk-buruk terhadap kedua anak kita!" ucap ayahnya Kyoto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sehingga membuat ayahnya Takeshi menjadi tidak enak perasaan hatinya.


"Bukan seperti itu maksudku. Akan tetapi kita tetap harus mempunyai planning yang kedua untuk segala situasi dan kondisi agar kedepannya kita tidak mengalami rasa penyesalan ataupun kerugian antar kedua pihak!" ucap Kenshi pelan dengan menatap ayahnya Kyoto.


__ADS_2