Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
93. Kebahagiaan kecil


__ADS_3

"Iya! Kami beruntung karena kalian berdua menemui kami di sini. Entah bagaimana nasib kami berdua, kalau kalian tidak pernah menemui kami di sini!" ucap Satria dengan penuh penyesalan dan juga merasa menderita ketika membayangkan apabila Delia dan Kaisar tidak pernah menemui mereka berdua.


Apakah bisa dibayangkan, bagaimana kehidupan mereka? Apabila mereka selamanya tidak mengetahui bahwa Stella adalah Putri palsu yang mengaku-ngaku sebagai Putri mereka?


Perasaan ditipu oleh seseorang itu sangat menyakitkan. Dan mereka bersyukur karena mereka tidak mengalami hal itu dalam waktu berkepanjangan. Kejahatan Stella yang telah menipu mereka berdua langsung terungkap pada hari kedua kedatangannya masuk ke dalam keluarga mereka.


Walaupun mereka harus membayar mahal penipuan yang dilakukan oleh Stella itu. Karena Stella telah menggunakan Black card milik mereka dan membelanjakannya seperti orang kesurupan. Sehingga mereka harus membayar semua barang-barang branded yang dibeli oleh Stella senilai lebih dari 20 Milyar hanya dalam satu malam!


Stella memang tidak waras otaknya. Dia berbelanja seakan dunia mau berakhir hari itu. Karena dia merasa sangat beruntung menemukan Black Card di atas nakas kamar tidur miliknya beserta pasword yang tertulis di dalam secarik kertas.


Stella merasa bahagia memiliki Black Card tanpa harus bekerja keras. Dia berpikir bahwa dia tidak akan tertangkap karena hal itu. Tapi ternyata otak udangnya tidak bisa bekerja. Bahwa akan selalu ada notifikasi dari penggunaan kartu tersebut ke dalam ponsel pemilik yang sesungguhnya.


"Semoga Stella akan mendapatkan hukuman. Karena dia sudah sangat lancang sekali berani melakukan hal semacam ini!" ucap Zahra yang masih memeluk Delia.


Dia sangat bahagia Tetapi air matanya terus mengalir tanpa henti. Air mata kebahagiaan tentu saja.


Setelah 20 tahun tidak bertemu dan berpikir bahwa dia adalah anak yatim piatu, ternyata dia sekarang memiliki kedua orang tua yang ternyata adalah seorang Sultan yang begitu kaya raya. Walaupun mungkin harta kekayaannya masih bisa dibandingkan dengan Kaisar yang juga memiliki harta yang melimpah dan uang yang tidak berseri lagi.

__ADS_1


"Mama dan papa akan mengadakan pesta penyambutan untuk kalian. Akan kami perkenalkan kepada dunia. Bahwa kami memiliki seorang putri yang begitu cantik seperti kamu!" ucap Satria begitu bahagia.


"Besok kita harus ke rumah sakit dulu. Kita akan melakukan tes DNA. Agar semua menjadi jelas dan meyakinkan. Apakah benar Delia dan anda memang memiliki hubungan darah!" ucap Kaisar menginterupsi semua kebahagiaan mereka.


"Tidak apa-apa kami percaya bahwa Delia adalah anak kami. Kita tidak usah melakukan tes DNA lagi!" ucap Satria menatap tajam kepada Kaisar yang sedang menggelengkan kepala, tidak setuju.


"Maafkan saya! Tetapi kita tetap harus melakukan tes DNA. Karena saya yakin Delia pun pasti ingin mengetahui tentang sejarah kebenaran dalam kehidupannya!" ucap Kaisar sambil meremas tangan Delia yang saat ini ada di dalam genggamannya.


"Benar apa yang disampaikan oleh suamiku. Aku pun sangat penasaran tentang sejarah kehidupanku dan aku pasti akan sangat bahagia kalau secara medis saya terbukti sebagai putri dari kalian!" ucap Delia, menyetujui apa yang di katakan oleh Kaisar.


Jauh di dalam lubuk hati Delia, dia memang ingin kebenaran yang terungkap secara hitam dan putih. Jelas dan menyakinkan.


"Kami berdua merasa sungguh sangat beruntung sekali. Selain kami telah berhasil menemukan putri kami kembali. Kami juga mendapatkan seorang menantu dan juga ternyata kami juga sudah memiliki seorang cucu yang begitu tampan seperti Deka!" ucap Satria yang sekarang sedang bermain-main dengan cucunya yang sangat tampan dan juga menggemaskan.


"Benar, Deka kita ini benar-benar sangat mirip dengan Delia ketika dia masih seusia Deka saat ini. Oleh karena itu, mama sangat curiga waktu melihat Deka dan Delia di antara kita!" ucap Zahra mengungkapkan perasaannya ketika pertamab kali melihat Delia dan Deka.


"Kalian pasti sudah sangat lelah setelah melakukan perjalanan jauh Indonesia Amerika. Dan mengalami begitu banyak drama untuk bisa berkumpul kembali bersama kami. Sekarang Istirahatlah! Karena besok kita akan berkumpul kembali dan semoga hari esok akan menjadi lebih baik!" ucap Satria meminta kepada Delia, Kaisar dan juga Deka untuk beristirahat di kamar yang sudah mereka sediakan di mansion itu.

__ADS_1


"Mama belum merasa puas untuk bermain dengan Deka!" ucap Zahra sambil mencium dan memeluk cucu yang saat ini bersamanya.


"Kaisar tolong izinkan istri saya, untuk bisa tidur bersama dengan Deka. Dia pasti sangat bahagia sekali, karena ternyata dia sudah mempunyai seorang cucu setampan Deka!" siap Satria meminta izin kepada kaisar untuk bisa tidur bersama dengan Deka di kamar mereka berdua. Karena Satria melihat sang istri yang tampaknya begitu bahagia, karena mempunyai seorang cucu yang setampan dan menggemaskan seperti Deka.


"Iya tidak apa-apa! Kalian bisa tidur bersama cucu kalian. Karena kami pun sangat lelah sekali dan akan sangat menyenangkan kalau Deka tidur bersama kalian!" ucap Kaisar sambil melirik genit kepada Delia. Sehingga membuat Delia mencubit pinggang Kaisar karena sudah membuat dirinya malu di hadapan orang tuanya.


"Apaan sih kamu mengatakan hal seperti itu? Kau jelas saja yang senang kalau putramu bersama dengan kedua orang tuaku!" ucap Delia misuh-misuh dan kemudian meninggalkan Kaisar di sana bersama dengan kedua pengetahuannya.


"Istriku yang satu itu memang sangat menggemaskan. Oleh karena itu, aku sangat mencintainya. Baiklah! Aku akan mengejar dia. Kalau tidak, dia bisa mengambek selama semalaman dan itu sangat berbahaya untuk kesejahteraan hidupku, hahaha!" Kaisar berseloroh kepada kedua mertuanya yang tampak begitu bahagia melihat kerukunan antara Kaisar dan Delia.


Kebahagian kecil karena telah bertemu dan berkumpul dengan Putri, menantu dan juga cucunya. Kini membuat Zahra kembali meneteskan air matanya. Air mata kebahagiaan tentu saja. Ketika dia mengingat begitu banyak malam-malam yang telah dia lalui bersama sang suami. Ketika dia tiba-tiba saja ehilangan Putri kecil mereka dalam pelukan mereka.


"Apakah kita perlu memaafkan Adrian? Yang tekah menculik putri kita? Bagaimana pun juga, dia telah membawa lari Putri kita. Tetapi Adrian juga telah merawat putri kita dengan begitu baik sehingga Delia tumbuh menjadi wanita yang begitu cantik dan juga baik hatinya!" ucap Zahra bertanya kepada suaminya mengenai Adrian yang telah menculik Putri mereka sejak kecil.


Tampak Satria mengerutkan keningnya dan berpikir sangat keras. Mengenai keputusan dia tentang Adrian. Laki-laki yang pernah menjadi sahabatnya sejak dulu. Adrian yang selalu menemani dia dalam suka dan dukanya saat dia merintis bisnisnya.


Persahabatan mereka hancur karena ulah Fabian yang telah mengadu domba mereka berdua sehingga akhirnya terlibat dalam perselisihan yang membuat Adrian nekat menculik Putri mereka berdua karena merasa tersinggung telah difitnah sebagai seorang pengkhianat di dalam perusahaan yang dikelola oleh Satria.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, Vote, favorit dan juga gift semampu kalian. Supaya author selalu bersemangat untuk update setiap harinya. Banyak love 😍😘 untuk kalian semua readerku sayang.


__ADS_2