
Ketika Kaisar sudah berada di dalam mobilnya, seketika dia termenung. Entah karena apa, tiba-tiba hatinya berdesir, dadanya bergetar begitu kencang. Seketika itu juga, Kaisar menoleh kepada perempuan yang sedang berjalan di pinggir trotoar, dengan diikuti oleh dua orang bodyguard wanita. Seketika Kaisar membuka pintu mobilnya dan berlari menuju ke arah wanita tersebut.
"Delia!" teriaknya, sambil memegang tangan wanita yang dia curiga adalah sang istri. Tetapi kedua Bodyguard tersebut, tidak mengizinkan Kaisar untuk mendekati perempuan yang sedang hamil tua tersebut.
Delia yang kini sudah menatap Kaisar dengan jarak yang begitu dekat pun, tampak terkejut. Tetapi dia berusaha untuk menenangkan dirinya. Dia sadar, bahwa dirinya dalam penyamaran. Sehingga tidak mungkin Kaisar akan mengenalinya. Selama kedua bodyguardnya bisa menghalangi Kaisar, dirinya bisa tetap aman.
"Delia! iIu kau, kan? Sayangku! Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Itu kamu kan? Kenapa kamu pergi dariku, dan menghindari dari aku? Ayo kita kembali, Delia sayang! Aku merindukan kamu! Aku ingin kita bersama lagi!" Kaisar terus berteriak. Memanggil nama istrinya seperti orang gila. Para bodyguardnya, yang menunggu dan sejak tadi mengawalnya pun, kini tampak bersitegang dengan kedua Bodyguard yang dikirim oleh Takeshi, untuk melindungi Delia. Saat kedua bodyguardnya Delia tersebut sudah mulai dikalahkan. Delia pun mulai panik. Dia berusaha untuk lari. Tetapi dia takut terjadi apa-apa dengan kandungannya. Sehingga ketika sudah terpepet, dia pun Hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini.
Tiba-tiba, Takeshi datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan Takeshi berhasil membawa lari Delia dengan mobilnya. Delia sampai menangis karenanya hal itu.
"Delia! Apakah kau baik-baik saja? Bagaimana dengan kandunganmu?" Takeshi tampaknya sangat khawatir dengan keadaan Delia, yang wajahnya tampak pucat.
"Takeshi! Tolong, antarkan aku ke rumah sakit! Tampaknya, anakku akan lahir. Tolonglah, aku! Tolonglah! Tolonglah selamatkan anakku! Aku gak mau kehilangan dia!" ucap Delia panik.
Takeshi yang mendengar ucapan Delia, bahwa Delia akan segera melahirkan pun, akhirnya melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit keluarganya. Sementara itu, Kaisar yang berusaha mengejar mobil Takeshi pun, akhirnya kehilangan jejak. Karena Takeshi mengendarai mobilnya dengan begitu kencang.
Takeshi jelas mengetahui jalanan Tokyo secara akurat. Sementara Kaisar, yang baru beberapa hari menjejakkan kakinya di Jepang, hanya bisa meraba-raba keberadaan Takeshi saat ini. Sehingga akhirnya, Kaisar pun tertinggal jauh dan kehilangan jejak mereka berdua.
__ADS_1
Kaisar tampak menelepon anak buahnya, memerintahkan mereka untuk menahan kedua bodyguard tersebut. Untuk dimintai keterangan tentang keberadaan Delia saat ini.
"Jangan biarkan kedua Bodyguard itu pergi dari kita! Kalian harus bisa mencari informasi tentang keberadaan istriku di mana!" perintah Kaisar.
Setelah putus asa, karena kehilangan jejak sang istri akhirnya Kaisar memutuskan untuk mendatangi alamat ayahnya yang diberikan oleh karyawannya di Indonesia.
"Aku harus bertanya kepada orang itu! Kenapa dia sampai bisa menahan istriku bersamanya!" ucap Kaisar dengan geram dan marah yang sudah memuncak.
"Aku yakin sekali, laki-laki yang membawa kabur Delia tadi adalah Takeshi! Anaknya laki-laki itu! Aku tidak boleh melepaskan mereka berdua. Mereka sudah lancang menyembunyikan istriku!" Kaisar tidak henti-hentinya melampiaskan kemarahannya, kepada ayah kandungnya. Yang telah tega meninggalkan dirinya sejak dia masih kecil. Demi pergi bersama ibunya Takeshi yang saat ini membawa kabur istrinya.
"Pastikan kalian bisa mendapatkan istriku! Kalau tidak, kalian akan menerima akibatnya!" ancam Kaisar dengan keras.Sehingga anak buahnya ketakutan.
"Siap bos! Kami pasti akan memastikan bahwa Nyonya Delia akan kembali bersama kami!" ucap kepala bodyguardnya Kaisar. Kaisar gemas sekali.
"Kamu pria bodoh! Hanya pintar beromong besar! Berbulan-bulan, aku menugaskan kamu untuk mencari istriku, tetapi tidak ada hasilnya sama sekali! Sekarang, kau masih berani menyombongkan dirimu, huh? Lihat saja kalau kau tidak bisa juga, berhasil membawa istriku ke tanganku! Maka, jangan harap aku akan mengampunimu!" sengit Kaisar dengan penuh emosi terhadap anak buahnya yang tidak becus bekerja itu.
"Maafkan saya Tuan! Kali ini, saya pasti akan memperbaiki kesalahan saya. Baiklah Tuan! Saya akan segera bergerak untuk membawa Nyonya Delia ke sisi Anda!" kemudian Kaisar pun menutup ponselnya dan membiarkan anak buahnya bekerja. Sementara dirinya segera menyusul mereka menuju alamat ayahnya.
__ADS_1
"Awas saja! Kalau orang itu, tidak mau menyerahkan istriku! Akan ku abrak-abrik rumahnya dan perusahaannya! Sehingga dia menyesali apa yang sudah dia perbuat kepadaku!" tangan Kaisar mengepal, karena menahan emosi yang begitu besar saat ini. Yang bergejolak di dadanya. Kaisar menarik nafas dalam-dalam berusaha untuk menenangkan dirinya agar bisa berpikir jernih.
Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di kediaman Kenshi Yamada, di sana tampak beberapa orang pengawal yang mengawasi kediaman tersebut.
"Kenshi! Pria pengecut! Segera kau keluar dari rumahmu! Jangan kau hanya bersembunyi di balik para Bodyguard bodohmu ini! Segera kau serahkan istriku! Atau akan ku hancurkan seisi rumahmu ini!" ucap Kaisar terus berteriak lantang, sehingga membuat Yulia dan Kenshi, yang sedang beristirahat di dalam rumah. Akhirnya pun keluar dan melihat situasi di luar yang begitu kacau dan porak-poranda. Para bodyguardnya masing-masing kini sedang sibuk bertarung. Mengalahkan musuh-musuh majikan mereka masing-masing.
"Ada apa ini Kaisar? Kenapa kau datang ke sini? Dan malah membawa keributan? Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Kenshi tidak senang dengan perbuatan Putra pertamanya dari istri pertama yang telah dia tinggalkan demi Yulia, ibunya Takeshi.
"Di mana kau sembunyikan istriku? Cepat serahkan istriku kepadaku! Kalau kau, tidak mau menyesali hidupmu selama 60 tahun ini!" ucap Kaisar dengan kemarahan.
"Kaisar! Sabarlah! Duduklah dulu di dalam. Kita bicarakan baik-baik. Kenapa kau datang-datang menemui ayahmu, dengan marah-marah seperti itu? Sungguh anak yang tidak punya sopan santun sama sekali!" ucap Yulia dengan kesal.
"Sopan santun kau bilang? Apakah wanita pel@cur macam kau? Masih memiliki yang namanya sopan santun? Kalau kau memang memiliki sopan santun, maka kau tidak akan pernah merebut suami orang lain! Kau paham itu?" mata elang Kaisar, telah mengeluarkan lasernya, sehingga Yulia gemetar ketakutan.
"Kenapa kau masih mengingat masa lalu yang sudah berlalu puluhan tahun itu, Kaisar? Apakah kau tidak bisa berdamai dengan masa lalu kita? Bagaimanapun kita ini adalah keluarga!" ucap Kenshi.
"Cih! Siapa sudi jadi keluargamu! Pria pengecut! Cepat kau serahkan istriku! Sebelum aku habis kesabaran dan menghancurkan rumahmu ini!" ancam Kaisar dengan kemarahan yang luar biasa.
__ADS_1