
Satria kemudian mendatangi ruangan administrasi untuk menanyakan tentang keberadaan Kaisar saat ini.
" Kalau saja tadi Delia membawa ponsel pasti kita bisa menghubungi Takeshi dan mengetahui keberadaan mereka saat ini!" ucap Delia menyesali kecerobohannya karena terburu-buru dia meninggalkan dompet dan juga ponselnya di rumah.
" Sudahlah sayang tidak apa-apa. Ada Papa di sini. Kau duduklah dulu. Papa akan ke bagian administrasi untuk menanyakan keberadaan suamimu saat ini!" ucap Satria.
Delia hanya mengangguk saja. Satria kemudian pergi ke bagian administrasi untuk menanyakan keberadaan Kaisar.
" Selamat malam suster! Saya ingin menanyakan tentang keberadaan menantu saya yang bernama Kaisar. Sebelumnya dia berada di ruang ICU!" ucap Satria kepada suster yang berjaga.
" Sebentar ya saya akan periksa!" ucap Suster itu sambil tersenyum kepada Satria.
Satria mendekati Delia yang tengah menunggunya.
Ketika Suster itu memanggilnya Satria pun mendekat kepadanya.
" Tuan Kaisar saat ini sudah ada di ruang perawatan. Kamar VVIP ruang 980!" ucap Suster itu menginformasikan keberadaan Kaisar saat ini.
" Baiklah terima kasih atas informasinya suster!" ucap Satria kemudian dia pun meninggalkan bagian informasi.
" Suamimu sekarang berada di kamar VVIP ruang 980!" ucap Satria kepada Delia.
Mereka berdua pun kemudian langsung menuju kamar VVIP ruang 980. Di mana Kaisar saat ini sudah berada di sana.
" Semoga Kaisar baik-baik saja Pah? Entah kenapa perasaan saya tidak enak!" ucap Delia sambil menggenggam tangan ayahnya semakin erat.
" Berdoalah yang baik-baik sayang! Papa yakin Kaisar pasti akan segera sembuh dan kembali sehat!" ucap Satria kepada Delia.
" Ya Pah! Semoga saja!" ucap Delia.
__ADS_1
Begitu mereka sampai di ruangan yang dituju. Mereka pun mengetuk pintu.
Tampak Takeshi membukakan pintu ruangan untuk mereka berdua.
" Ya ampun Delia! Tadi aku ingin mencarimu tetapi aku lupa tadi tidak bertanya kepadamu kau pergi ke bagian apa!" ucap Takeshi.
" Tidak apa-apa Takeshi yang penting kita sekarang sudah bertemu. Bagaimana dengan keadaan suamiku?" tanya Delia khawatir.
" Kaisar sudah di dalam. Ayo dia dari tadi menunggumu!" Takeshi kemudian mengajak Delia untuk masuk ke dalam ruangan perawatan yang besar dan bersih.
Tampak di sana kedua orang tua Takeshi dan juga Kyoto yang sedang menemani Kaisar.
" Sayang kenapa kau lama sekali untuk datang kemari?" tanya Kaisar langsung tersenyum ketika melihat kedatangan Delia bersama dengan Satria.
" Maafkan aku. Tadi aku bersama dengan Papa pergi untuk memeriksa kandunganku. Tadi di sana sangat ramai sehingga kami lama sekali untuk menggantri!" ucap Delia.
"Ya gak apa-apa sayang! yang penting kamu baik-baik saja!" ucap Kaisar sambil memeluk Delia.
" Baik-baik saja sayang! Alhamdulillah saya hanya kekurangan vitamin saja dan dokter sudah memberikan obat untukku. Mungkin karena bawaan bayi yang menyebabkan aku menjadi sangat lemah dan kurang bersemangat!" ucap Delia menerangkan kondisinya saat ini.
" Lalu bagaimana dengan kondisimu? Kenapa tadi kau begitu lama berada di ruang ICU?" tanya Delia kepada kaisar.
" Entahlah aku juga belum berbicara dengan Dokter tadi aku lihat dokter bicara dengan Takeshi dan juga Papa mungkin kau bisa menanyakan kondisiku kepada mereka!" ucap Kaisar sambil melirik kepada adik dan ayahnya yang saat ini tampak sedang berbincang-bincang di sofa yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kaisar dan Delia.
" Baiklah nanti aku akan bertanya pada mereka!" ucap Delia sambil tersenyum kepada Kaisar.
" Kalian Istirahatlah ke rumah biar suamiku. Aku yang akan menjaga bersama Papaku!" ucap Delia kepada keluarga Kaisar.
" Tidak apa-apa Delia. Kami tidak masalah kalaupun harus menjaga Kaisar sampai sembuh. Kebetulan kami sudah memesan satu kamar hotel di dekat sini agar kami bisa bergantian beristirahat di sana!" ucap Kenshi.
__ADS_1
" Kalian pulanglah! Tidak baik berlama-lama di dalam rumah sakit. Kalian juga butuh istirahat!" ucap Kaisar.
" Baiklah kalau seperti itu. Kami besok akan kembali untuk menengok keadaanmu!" ayahnya Kaisar kemudian bangkit dari kursi dan berpamitan untuk pulang ke rumah mereka. Begitu pula dengan Kyoto yang mengikuti Takeshi.
" Kenapa kau harus bersikap dingin kepada mereka sayang? Sejak Kau masuk rumah sakit mereka begitu setia menunggumu!" ucap Delia sambil mengelus telapak tangan suaminya.
" Aku tidak butuh perhatian palsu dari mereka!" ucap Kaisar sambil memalingkan wajahnya berusaha menghindari tatapan Delia.
" Tolong jangan seperti itu sayang. Aku benar-benar merasa kasihan terhadap ayahmu. Dia benar-benar menyayangimu. Tak bisakah kau membukakan pintu hatimu untuknya?" tanya Delia sambil menatap mata suaminya yang tampak berkaca-kaca.
Satria yang tidak mengerti permasalahan di antara Kaisar dan keluarganya. Dia hanya menjadi pendengar saja dan terus memperhatikan apa yang terjadi di dalam ruangan itu.
" Aku hanya belum bisa melupakan sakit hati itu. Tolong kau mengerti sayang! Bukan tak Inginku untuk memaafkan. Hanya saja luka itu masih terasa perih!" ucap Kaisar sambil untuk menatap Delia yang tampak merasa sedih.
" Kau Lihatlah aku. Aku diculik oleh Papa Adrian sejak bayi dan dipisahkan dari kedua orang tuaku. Akan tetapi aku tak pernah merasa membenci Papa Adrian maupun Papa Satria. Karena aku tahu mereka pasti memiliki kesulitan sendiri-sendiri. Cobalah untuk berpikir seperti itu sayang. Sehingga hatimu menjadi lebih damai dan bisa hidup dalam bahagia!" ucap Delia berusaha untuk menasehati suaminya agar bisa melupakan dendamnya terhadap Ayah maupun ibu tirinya.
" Aku sudah berusaha untuk melupakan itu sayang. Akan tetapi tetap tidak mampu. Sayang! Tolong beri aku waktu lagi untuk bisa berdamai dengan masa lalu yang teramat menyakitkan dalam hidupku selama ini!" ucap Kaisar berusaha untuk mengulas senyum kepada istrinya.
Delia bisa melihat senyum kegetiran yang terukir di wajah tampan sang suami.
" Kok bisa bayangkan? Sejak aku kecil. Sejak aku bisa mengingat sesuatu. Satu hal yang aku ingat adalah ibuku yang selalu menangis karena merindukan suaminya yang telah mencampakan dia demi perempuan lain!" ucap Kaisar dengan suara yang serak.
' Ternyata masa lalu Kaisar begitu menyakitkan. Pantas saja membentuk karakter yang begitu keras dan seperti singa yang selalu siap sedia untuk bertarung dengan siapapun yang melukainya.' batin Satria terus memperhatikan interaksi antara Kaisar dan Delia yang begitu Intens dan juga lekat. Satria bisa melihat betapa besar cinta Kaisar terhadap istrinya begitu juga Delia yang begitu mencintai suaminya.
" Papa sudah berusaha untuk mencarimu selama puluhan tahun sayang. Papa telah mengerahkan banyak sekali detektif di hampir setiap kota. Akan tetapi karena Adrian yang mengganti namanya da nama kamu. Sehingga kami mengalami kesulitan untuk menemukan kalian berdua!" ucap Satria menerangkan semua situasi dan kondisi yang saat itu terjadi kepadanya dan juga Zahra.
" Kami memberikanmu nama Delia Bramantyo. Akan tetapi Adrian tampaknya mengganti nama tersebut. Sehingga kami sangat kesulitan untuk mencari namamu di hampir setiap sekolah yang ada di Jakarta maupun beberapa kota lainnya!" ucap Satria menceritakan segalanya.
" Ibumu sangat tertekan ketika tinggal di Jakarta. Hingga akhirnya papa memutuskan untuk kami pindah ke Amerika dan memulai bisnis kami di sana. Untuk bisa membuat ibumu bisa melupakan tentang kehilanganmu sehingga ibumu bisa kembali ceria dan tersenyum kembali. Tetapi kami tidak pernah menyerah untuk mencarimu sayang. Detektif tetap kami kerahkan dimanapun untuk mencari Keberadaanmu!" ucap Satria.
__ADS_1
" Oleh karena itu ketika Stella mendatangi kami dan mengatakan bahwa dia adalah putri kami. Sungguh Delia! Itu adalah sebuah kebahagiaan yang sangat besar untuk kami berdua. Kami bahkan tidak berpikir untuk mengecek. Apakah dia benar-benar putri kami atau tidak. Karena saat itu yang ada hanyalah kebahagiaan di hati kami. Karena akhirnya kami menemukan anaknya setelah puluhan tahun lamanya kami cari!" tampak Satria yang mulai berkaca-kaca.