
Setelah dokumen-dokumen yang dibutuhkan Delia dan Kaisar akhirnya berangkat ke Amerika untuk mencari tahu tentang kebenaran cerita yang disampaikan oleh Adrian, ayah angkat Delia.
"Kau harus tenang! Tidak boleh sampai terpengaruh oleh apapun. Kalau memang benar mereka adalah keluargamu, kita pasti dapat menemukan kebenarannya!" ucap Kaisar berusaha menenangkan istrinya yang saat ini masih terisak sedih.
Delia masih belum percaya tentang cerita yang disampaikan oleh ayah angkatnya yang mengaku bernama asli Adrian.
"Aku berharap mereka memang benar-benar keluargaku. Memang benar-benar keluargaku! Sehingga aku tidak sendirian di dunia ini. Setidaknya aku masih memiliki keluarga!" Ucap Delia terus berulang-ulang, hatinya saat ini kacau balau.
Saat ini hati Delia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Rasa sedih dan bahagia bercampur aduk di dalam hatinya. Ketika Delia mengetahui tentang kebenaran hidup yang selama ini disembunyikan oleh Adrian. Orang yang mengaku mengadopsinya ternyata adalah orang yang telah menculik dia dari keluarganya sejak masih kecil.
"Laki-laki yang selama ini aku sayangi, ternyata dia adalah orang yang telah membuatku kehilangan segalanya. Apakah ada hal yang lebih menyedihkan daripada itu Kaisar?" ucap Delia sambil menangis di pelukan suaminya.
Saat ini Delia dan Kaisar dengan menggunakan jet pribadi milik Kaisar corporation menuju Amerika untuk menemui keluarga yang diceritakan oleh Adrian.
"Aku berdoa semoga mereka bisa langsung mengenalimu. Sehingga tidak akan ada banyak drama dalam proses pengakuanmu sebagai keluarga mereka!" ucap Kaisar sambil mengelus bahu istrinya.
Berusaha memberikan kekuatan kepada Delia agar bisa bertahan dalam menghadapi cobaan terberat dalam hidupnya saat ini.
"Apakah kau berpikir bahwa kedua orang tuaku tidak akan percaya padaku kalau aku adalah anak mereka?" tanya Delia dengan menatap tajam kepada Kaisar.
__ADS_1
Kasian bisa menangkap, bahwa Delia memiliki keraguan di dalam setiap pertanyaan yang dia tanyakan kepada dirinya.
"Delia mereka itu pengusaha terkenal, bisa dikatakan orang hebat di dunia bisnis di Amerika. Bisnis mereka menjamur bahkan sampai ke Asia Tenggara. Apakah kau pikir tidak ada orang lain yang datang juga kepada mereka dan mengaku sebagai Putri mereka?" tanya Kaisar sambil menatap Delia yang kini seperti ketakutan akan kebenaran yang dikatakan oleh kaisar kepadanya.
"Kita bisa membuktikannya dengan tes DNA bukan? Kita pasti bisa melakukan hal itu bukan sayang?" mata kelinci Delia menatap kepada Kaisar dengan sendu. Sehingga membuat Kaisar merasakan iba kepada sang istri yang sangat dia cintai.
"Percayalah padaku sayang! Aku pasti akan selalu membantumu dan menolongmu dalam setiap situasi. Kalau mereka memang benar-benar keluargamu, mereka pasti bisa mengenalimu, walau apapun keadaanmu?" ucap Kaisar berusaha menghibur dan meyakinkan istrinya.
"Aku juga percaya, bahwa darah tidak akan pernah berbohong. Aku yakin kalau memang benar mereka adalah keluargaku, mereka pasti bisa mengenaliku dan tidak akan tertipu oleh orang yang pura-pura menjadi diriku!" ucap Delia kemudian tersenyum kepada Kaisar yang selalu mendampingi dirinya.
"Sekarang kau istirahatlah sayang! Wajahmu sangat sembab. Karena Kau dari kemarin menangis terus. Tidak baik kalau sampai orang tuamu tidak mengenalimu gara-gara kau berubah jadi jelek! Hahaha!" ucap Kaisar berusaha untuk menggoda Delia. Agar Delia bisa tertawa, karena sejak kemarin istrinya itu selalu saja serius dan tampak sedih.
"Terima kasih karena kau telah bertahan selama ini, dan hidup dengan baik, untuk kita bisa bersama lagi!" ucap Kaisar sambil memeluk Delia yang kembali terisak.
"Setiap hari aku selalu mengingatmu dan kamu adalah mood booster bagiku. Setiap kali aku mengingatmu, hal itu akan selalu membangkitkan semangat dalam hidupku!" ucap Delia tersenyum.
"Berarti apa yang dikatakan oleh orang itu benar ya? Ketika kita mengingat seseorang yang kita cintai, itu artinya bahwa dia pun sedang memikirkan kita!" ucap Kaisar sambil mencubit hidung bangir Delia yang selalu membuat dia merasa gemes dan ingin mencubit dan menggigitnya.
"Sakit tahu Sayang! Kenapa sih kamu suka sekali menganiaya aku seperti itu? Kalau tidak mencubit di hidungku, pasti kau selalu menghendas-ngelus leherku hingga aku kegelian!" protes Dahlia sambil misuh-misuh tampak bibir Delia yang mengkerucut, sehingga membuat Kaisar jadi gemas dan akhirnya menciumnya dengan penuh hasrat.
__ADS_1
Karena bersama dengan orang yang dicintai. Maka perjalanan yang begitu panjang antara Indonesia - Amerika tidak terasa berlalu begitu cepat di antara mereka berdua.
Bahkan mereka tidak menyadari keberadaan Putra mereka sendiri yang diasuh oleh baby sisternya di ruangan yang lain. Kaisar memang sengaja menyediakan ruangan khusus untuk Deka. Di mana di sana tersedia ruangan arena bermain untuk putranya sehingga Deka tidak merasakan bosan berada di dalam pesawat yang begitu lama.
Setelah asyik bercumbu dan menikmati kisah cinta mereka berdua yang seakan kembali bersemi. Setelah mengalami musim gugur dan musim kemarau yang berkepanjangan.
Mereka pun akhirnya mengingat Putra mereka berdua yang sejak mereka naik pesawat itu, mereka berdua belum bertemu dengan Deka.
"Sebentar ya Sayang! Aku akan melihat Deka, tiba-tiba aku merasa rindu dengannya!" ucap Kaisar sambil mengelus pipi Delia dengan lembut. Kemudian dia bangkit dan meninggalkan Delia di tempat duduknya.
"Jangan lama-lama ya sayang, ajak Deka ke sini juga. Karena aku juga merindukannya! Sayang, kau suruh saja Baby sisternya untuk istirahat. Sehingga dia tidak mengganggu kebersamaan kita bersama Putra kita!" ucap Delia sebelum Kaisar meninggalkannya dan pergi ke ruangan di mana Deka sedang bersama dengan baby sisternya.
"Ya sayanh! Aku akan menuruti apapun yang kau mau. Kau cukup duduk di sini dan juga beristirahat ya? Atau mungkin kau bisa mandi agar lebih segar dan semakin cantik!" ucap Kaisar dengan senyum nakalnya menatap sang istri yang saat ini tersipu mendengar ucapannya.
"Semuanya gara-gara kamu sayang! Kau membuat penampilanku jadi berantakan seperti ini. Lihatlah lukisan-lukisan yang kau buat di Leherku ini. Ya Tuhan! Ini sungguh membuatku malu terhadap para pramugari itu?" ucap Delia sambil melemparkan sebuah selimut ke arah suaminya yang sekarang malah melarikan diri dari amukan cinta sang istri, sambil tertawa penuh kemenangan.
"Tuan Kaisar, sungguh benar-benar mencintai istrinya ya? Sejak Nyonya Delia kembali ke dalam hidupnya. Dia semakin bahagia saja dia selalu tertawa bahagia dan kau lihatlah! Wajahnya juga bersinar sungguh sangat tampan dan menggoda imanku!" ucap salah seorang pramugari yang melihat interaksi antara Delia dan Kaisar di ruangan yang lain.
"Kau jangan macam-macam! Tuan Kaisar tidak akan mengampunimu kalau dia tahu kau memiliki pikiran liar tentang dia!" ucap salah satu rekannya yang lain. Dia mengingatkan kepada teman kerjanya untuk tidak berpikiran aneh-aneh terhadap majikan mereka.
__ADS_1
"Sejak Tuan Kaisar kembali bersama dengan Nyonya Delia, dia selalu tegas terhadap perempuan-perempuan yang mencoba untuk menggoda dia. Saya bahkan mendengar di kantor pusat. Sudah banyak karyawan wanita yang di pecat katanya, karena selalu memandanginya dengan penuh kekaguman!" ucap pramugari yang lain bergidik ngeri.