Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
108. Kyoto bertemu dengan Takeshi


__ADS_3

Kyoto terdiam mendengarkan penawaran Delia yang benar-benar luar biasa baginya Bagaimana mungkin seorang baru bertemu dan sudah memberikan kebaikan begitu besar kepada orang asing?


' Apakah perempuan ini memang sebaik itu bagaimana mungkin dia baru bertemu denganku dan sudah menawariku untuk bekerja sebagai asisten chef?' batin Kyoto seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat dari diri seorang Delia.


"Bagaimana, apakah kau mau? Kalau kau mau aku akan langsung merekomendasikanmu sekarang sebagai asisten chef!" tanya Delia sambil menatap kepada Kyoto yang masih diam melamun.


Tiba-tiba saja datang seorang pelayan yang mencari Delia. Delia menemui pelayan tersebut.


"Ada apa?" tanya Delia.


"Nyonya di depan ada Tuan Takeshi ingin bertemu dengan anda!" ucap pelayan tersebut sambil menundukkan badannya di hadapan Delia.


"Suruh dia masuk ke ruangan ini ya? Saya tunggu!" ucap Delia sambil menepuk bahu pelayan tersebut kemudian dia kembali ke ruangan VVIP yang ditempati oleh Kyoto saat ini bersama dengan dirinya.


Tidak lama kemudian pelayan itu datang bersama Takeshi yang penuh dengan binar kebahagiaan ketika bertemu dengan Delia.


Di saat Takeshi akan memeluk Delia. Tiba-tiba saja Kaisar langsung memeluk tubuh istrinya dengan posesif. Sehingga membuat Takeshi membolakan matanya dengan sempurna.


"Ya ampun Kak, kau sudah seperti setan! Ada di mana pun!" ucap Takeshi sambil menatap Kaisar dengan Jengah.


"Kau itu yang seperti setan! Dari tadi pagi kau terus saja mengganggu istriku. Sudah kubilang jangan menemui dia lagi!" ucap Kaisar sambil menatap tajam kepada Takeshi.

__ADS_1


Delia kemudian langsung menarik daun telinga Kaisar dan Takeshi untuk masuk ke ruangan VVIP di mana sekarang Kyoto masih menunggunya.


"Kalian kenapa sih? Setiap bertemu selalu seperti kucing dan anjing. Padahal kalian berdua ini bersaudara satu Ayah. Apa tidak bisa akur? Bikin malu aja!" ucap Delia tidak mau melepaskan daun telinga Takeshi dan Kaisar yang sekarang sedang meringis kesakitan karena perbuatan dirinya.


"Sakit sayang, kok tega sekali! Kau kira aku anak kecil? Ayolah lepaskan sayang!" pinta Kaisar sambil memegang Telinganya yang saat ini masih di jewer oleh Delia.


Tidak berbeda dengan Takeshi yang juga sedang kesakitan karena daun telinganya juga dijewer oleh Delia.


"Ya ampun Delia! Kau jahat sekali. Kau tabu tidak, ini sakit sekali. Lagi pula Aku bukan anak kecil!" ucap Takeshi sambil meringis kesakitan dan menatap Delia dengan penuh permohonan agar dia melepaskan daun telinganya yang saat ini sedang dijewer oleh Delia karena sudah hilang kesabaran melihat dua orang itu yang selalu saja berantem di manapun berada.


Setelah sampai di dalam ruangan VVIP di mana Kyoto saat ini sedang menatap mereka bertiga dengan keheranan. Melihat Delia yang sedang menjewer Kaisar dan seorang pria tampan lainnya yang asing baginya. Kyoto hanya bisa mengerutkan keningnya merasa heran dengan apa yang saat ini dia lihat.


'Ya ampun! Bagaimana mungkin pria idamanku diperlakukan seperti itu oleh strinya dan dia tidak berdaya sama sekali? Oh tidak jauh sekali dari impianku!' batin Kyoto sambil terus menatap kepada kaisar yang belum bisa melepaskan daun telingannya dari Delia yang masih melotot kepadanya.


Delia sudah seperti seorang ibu yang sedang mentatar dua anak nakalnya.


"Aku paling tidak suka ya, kalau lihat kalian setiap kali bertemu selalu aja kayak gitu. Kalian nih seperti sedang syuting film Tom And Jerry saja!" ucap Delia sambil menatap Kaisar dan Takeshi bergantian.


"Dia yang selalu bikin aku kesal! Kan aku sudah bilang, buat jangan mendekatimu lagi dia yang ngeyel!" sungut Kaisar sambil menatap Takeshi dengan penuh permusuhan.


"Aku bertemu dengan kakak iparku sendiri, masa kau larang? Memangnya aku ngapain? Aku kan hanya silaturahmi saja dengan Delia. Kau saja itu yang otaknya nggak bener!" ucapkan Takeshi sambil melotot kepada Kaisar tidak mau kalah pokoknya.

__ADS_1


Kedua laki-laki dewasa itu sekarang sudah seperti layaknya anak berusia 6 tahun yang sedang memperebutkan mobil-mobilan di depan matanya.


Delia sangat jengkel sekali melihat kelakuan dua bersaudara itu yang selalu tidak pernah akur di manapun mereka berada. Sangking jengkelnya Delia alhirnya menggebrak meja yang ada di hadapannya dan membuat Takeshi dan Kaisar akhirnya terdiam. Karena mereka terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Delia.


"Kalian stop atau tidak? Atau akan pergi dari sini!" ucap Delia sudah kehilangan kesabaran menghadapi Kaisar dan Takeshi yang terus saja berdebat tidak mau berhenti.


Kyoto yang melihat perdebatan 3 orang itu hanya bisa membuka mulutnya. Seakan tidak percaya laki-laki yang selama ini menjadi impiannya ternyata bersikap begitu kekanak-kanakan sekarang di hadapan dirinya bersama seorang laki-laki tampan lainnya yang dia tidak kenal.


'Ya ampun! Apakah dia adalah Kaisar yang aku cintai? Kenapa beda sekali dengan orang yang pertama aku lihat? Kenapa dia begitu kekanakan?' ucap Kyoto di dalam hatinya sambil terus menggeleng-gelengkan kepalanya merasa ajaib melihat kelakuan kaisar yang saat ini sedang bersitegang dengan Takeshi.


'Tidak mungkin laki-laki itu adalah Kaisar, seorang owner dari Kaisar Corporation?' batin Kyoto seakan tidak mempercayai pandangan matanya sendiri ketika melihat Kaisar yang bisa dianiaya dengan mudah oleh Delia.


"Sudahlah Delia, lebih baik aku pergi dari aja dari sini aku tidak suka melihat suamimu yang selalu saja menganiayaku!" ucap Takeshi bangkit dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan ruangan VVIP tersebut. Karena merasa jengkel dengan Kaisar yang selalu saja mengusirnya setiap akan bertemu dengan Delia.


"Aku ikut! Aku juga mau kembali ke pos pekerjaanku. Terima kasih ya kak Delia! Semoga suatu saat kita bisa ngobrol lagi. Oh iya boleh aku minta nomor telepon Kak Delia?" kembali Kyoto menyerahkan ponselnya agar Delia memberikan nomor ponselnya kepada dirinya.


Tetapi Kaisar langsung mengambil ponsel tersebut dan menatap tajam kepada Kyoto.


"Jangan coba-coba kau berani-berani minta nomor telepon istriku. Aku tidak akak pernah mengizinkannya. Siapa kau berani sekali kau mendekati istriku huh? Apa niatmu?" ucap Kaisar sambil berdiri di depan Kyoto sehingga membuat Delia memutar bola matanya dengan malas melihat kelakuan suaminya yang super luar biasa.


" Ya ampun bukan hanya sama laki-laki sama perempuan pun kau sangat posesif betul-betul tidak bisa ditolong!" Sungut Takeshi kesal dan langsung meninggalkan mereka bertiga yang membuat Delia menjadi kesal terhadap Kaisar yang selalu membuat dirinya malu dengan kelakuan absurdnya.

__ADS_1


"Kau Maklumi ya? Dia ini bucin tingkat akut yang sudah nggak bisa ditolong pokoknya. Udah ayo kita tinggalin aja mereka berdua, lama-lama bikin mataku sakit!" ucap Takeshi sambil menarik tangan Kyoto untuk meninggalkan Delia dan Kaisar.


__ADS_2