
Begitu sampai ke apartemen Kaisar langsung mandi, setelah itu istirahat karena dirinya merasa sangat lelah sekali setelah seharian berada di luar. Mencari keberadaan Delia dan mengantarkan Sofia ke Bandara.
"Kamu sebenarnya ada di mana? Seluruh Jepang telah aku obrak abrik, kenapa masih belum ketemu juga?" Kaisar mendesah frustasi. Pikirannya sangat kalut sekali.
"Apa aku kembali saja ke Indonesia ya? Aku akan menempatkan beberapa orang detektif di depan rumahnya itu, mengawasi para penghuninya." Kaisar kemudian menghubungi anak buahnya yang sedang bertugas.
"Tolong bantu aku mencari informasi tentang Takeshi Yamada segera berikan laporannya hari ini juga!" perintah Kaisar, setelah itu dia meletakkan ponselnya di nakas, di samping tempat tidurnya.
Kaisar memejamkan matanya, kembali mengingat semua kenangan dirinya ketika bersama dengan Delia, hari-hari bahagia mereka berdua di saat bersama. "Kamu di mana, sayang? Aku sangat merindukanmu kamu!" tanpa terasa, Kaisar jatuh pulas. Kelelahan yang berlebihan pada tubuh dan pikiran, membuat Kaisar jadi mudah terlelap.
Sementara itu, Delia yang sudah sampai di Turki pun, memulai kehidupan barunya di sana. Setelah beberapa hari Takeshi berada di Turki, dalam rangka membantu kehidupan baru Delia. Takeshi pun akhirnya kembali lagi ke Jepang, karena tidak ingin membuat orang-orang pada curiga terhadap kepergiannya, maka itu akan berbahaya untuk keberadaan Delia.
"Ingat Delia! Kalau kamu membutuhkan apapun, kamu harus segera menghubungi aku! Kamu nggak usah merasa sungkan ya? Aku akan selalu membantu kamu. Karena kamu itu Kakak iparku juga kan? Walaupun Kaisar tidak pernah menganggap aku dan keluargaku, tapi kita tetap keluarga. Darah yang sama, yang menyatukan kami. Dan aku tidak akan membiarkan keponakanku hidup dalam kekurangan!" ucap Takeshi.
"Ya! Takeshi aku pasti akan menghubungi kamu. Ya udah! Kamu hati-hati di jalan ya? Salam buat ayah serta ibumu dan sampaikan terima kasihku, kepada mereka. Karena mereka sudah sangat banyak sekali membantuku selama ini bersama dengan Deka!" ucap Delia dengan sendu.
__ADS_1
"Kamu yakin? Kalau kau bisa tinggal di Turki sendirian? Kalau kamu mau, aku bisa kok, nemenin kamu! Membantu kamu memulai bisnis barumu. Gini-gini, aku ini ahli loh, dalam hal Manajemen perusahaan!" bangga Takeshi.
"Aku percaya kok, kalau kamu seorang ahli. Buktinya, Yamada grup berkembang begitu pesat bukan? Dan itu adalah semuanya karena keahlian kamu. Tetapi sekarang, kalian kamu nggak dibutuhkan di sini. Keahlian kamu lebih berguna di grup kamu. Mereka lebih membutuhkan kamu, Takeshi, sebagai seorang pemimpin!" ucap Delia.
"Ya sudah, kalau seperti itu. Aku percaya kalau kamu bisa mengurus semua hal di sini. Ya udah aku pergi dulu ya? Tidak baik juga, kalau aku berlama-lama di sini. Nanti orang-orang bisa curiga! Untung saja, aku sudah wanti-wanti ke orang rumah dan juga sekretarisku, bahwa aku saat ini sedang sakit dan beristirahat di rumah. Kalau tidak, itu akan sangat berbahaya!" ucap Takeshi.
"Bahaya? Bagaimana?" tanya Delia heran.
"Kalau sampai Kaisar mengirimkan detektif untuk menyelidiki tentang keberadaanku, dan mereka menemukan catatan perjalananku, maka keberadaanmu, akan bisa dengan mudah dilacak oleh Kaisar. Kaisar itu bukan sembarangan orang. Dia memiliki banyak koneksi dan banyak anak buah. Tidak mudah bagi kamu, untuk bisa melarikan diri terus dari dia. Cepat atau lambat, dia pasti akan mengetahui keberadaan kamu di sini!" ucap Takeshi. Delia termenung sejenak.
"Oh! Ayolah Delia! Jangan katakan kalau kau sebodoh itu! Apa kau tidak ingat? Kalau kau memiliki hal yang sangat diinginkan oleh kaisar?" tanya Takeshi.
"Hal apa yang sangat diinginkan oleh Kaisar, dan dimiliki olehku? Setahuku, aku tidak membawa apapun dari rumahnya ketika pergi. Bahkan Uang sepeser pun, aku tidak membawanya. Aku pergi begitu saja pada malam itu. Dan akhirnya, ayahmu menabrakku malam itu dan membawaku pergi dari Indonesia." ucap Delia.
"Kau membawa pergi Deka bersamamu! Delia, Apa kau lupa? Kaisar sangat menginginkan Deka. Bukankah karena itu, kalian menikah secara tiba-tiba? Karena Kaisar yang menginginkan seorang turunan untuk keluarganya!" ucap Takeshi sambil melirik ke arah bayi mungil yang saat ini tengah terlelap di box bayi yang dia beli kemarin.
__ADS_1
"Ah, kau benar! Kaisar memang benar-benar menginginkan seorang keturunan. Oke! Sekarang aku mengerti, kenapa Kaisar begitu berusaha keras untuk menemukan aku. Dia pasti akan mengambil Deka dariku. Apabila dia bisa menemukank. Dan aku, aku tidak akan membiarkan itu sampai terjadi. Aku pasti akan selalu melindungi Deka, agar tidak diambil oleh ayahnya!" ucap Delia dengan suara parau, tampak perasaannya kini jadi terganggu.
"Kamu tenanglah Delia! Aku pasti akan berusaha untuk membantu kamu. Walaupun Kaisar itu adalah kakak tiriku, Tetapi dia itu sudah sangat keterlaluan terhadap keluarga kami. Dia menghancurkan usaha keluarga kami di mana-mana. Sungguh benar-benar, Kaisar itu telah memberikan kesusahan yang sangat besar terhadap keluargaku. Ayahku bahkan sampai sekarang masih terbaring di rumah sakit. Ayahku merasa terganggu bathinnya, karena perbuatan Kaisar yang selalu balas dendam kepada dia!" ucap Takeshi dengan geram.
"Udah Takeshi sebaiknya kamu cepat berangkat, kalau tidak, pesawatmu nanti akan meninggalkanmu. Bukankah ayahmu juga membutuhkanmu di sana? Kamu harus percaya, bahwa aku pasti bisa melewati semua hal itu di sini. Pulanglah dengan tenang Takeshi. Jangan kamu memikirkan kami berdua lagi ya?" ucap Delia.
Setelah berpamitan dengan Delia. Takeshi pun, akhirnya kembali ke Jepang menggunakan jet pribadi memilik keluarga Yamada. Hal itu dilakukan agar kepergiannya kali ini tidak terdeteksi oleh anak buahnya Kaisar. Takeshi kembali ke Jepang dengan begitu hati-hati.
"Semoga saja, kepergianku kali ini tidak akan diketahui oleh anak buahnya Kaisar, jangan sampai keberadaan Delia bisa ditercium oleh mereka!" ucap Takeshi kepada dirinya sendiri.
"Pastikan perjalanan ini tidak dicatat. Karena aku tidak mau, ada orang yang akan menyelidiki kepergianku kali ini. Kalian ingat semuanya! Kalau sampai perjalananku kali ini ada yang mengetahui, maka kalian semua yang bertugas hari ini akan aku pecat, tanpa pesangon sepeser pun!" ancam Takeshi dengan garang.
"Siap! Tuan! Kami pasti akan merahasiakan kepulangan anda dari Turki kali ini. Anda bisa tenang dengan perjalanan Anda. Perjalanan kali ini, pasti tidak akan ada yang mengetahuinya!" ucap kapten pesawat milik Yamaha grop itu. Takeshi mengangguk-angguk mengerti.
"Baiklah! Kau bisa kembali ke tempatmu. Terima kasih atas pelayananmu dan kerja kerasmu!" ucap Takeshi dengan santai. Kapten itu pun akhirnya kembali ke tempat kerjanya. Mereka pun akhirnya lepas landas menuju Jepang. Takeshi menarik nafas dalam-dalam.
__ADS_1
"Aku berharap, kamu bisa memulai kehidupan barumu di sini Delia. Dan, semoga hanya ada kebahagiaan untukmu dan Deka di tempat ini!" doa Takeshi.