Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
63. Pemecatan


__ADS_3

"Lebih baik, kalau aku mulai mengurangi kunjunganku ke sini. Daripada memberikan masalah untukmu!" ucap Takeshi sambil menatap ke arah Delia.


"Tidak usah mendengarkan omongan mereka semua. Mereka itu sepertinya sudah bosan bekerja di tempat ini. Makanya mereka lebih banyak menggunjing daripada bekerja!" ucap Delia sambil tersenyum ke arah Takeshi.


"Apa yang akan kau lakukan pada karyawan seperti mereka? Bahkan berani mengkritikmu saat kau ada di hadapan mereka?" tanya Takeshi penuh dengan rasa penasaran.


Takeshi ingin melihat ketegasan seorang Delia, ketika menjadi seorang pimpinan dari sebuah restoran yang cukup terkenal di Turki.


"Tentu saja memecatnya! Apalagi? Untuk apa aku menggaji mereka? Kalau mereka tidak bekerja? Tetapi malah menggunjing tentang majikan mereka. Aku tidak mau mengotori hatiku dengan orang-orang seperti mereka!" ucap Delia dengan mata berapi-api.


"Aku suka kalau kamu sudah mulai sadar dengan peranmu, sebagai seorang pimpinan dari sebuah usaha yang profesional!" Puji Takeshi kepada Delia.


"Kau selalu saja memuji apapun yang kulakukan. Walaupun itu buruk. Apapun itu! Padahal memecat orang itu adalah perbuatan yang buruk. Tetapi kau masih juga bisa untuk memujinya! Hahaha!" ucap Delia Sambil tertawa bahagia.


Takeshi pun tertawa bersama dengan Delia. Yah mereka selalu merasakan kebahagiaan, apabila sudah bersama seperti itu.


"Ayo cepat selesaikan makan siangmu. Aku hanya takut, kalau nanti Kaisar akan kembali lagi ke sini dan dia akan membuat lagi keributan!" ucap Dahlia meminta kepada menghabiskan makanannya.


Takeshi akhirnya menurut dengan apa yang dikatakan oleh Delia. Takeshi bergegas untuk menghabiskan makanannya. Kemudian Takeshi juga bersiap untuk meninggalkan restoran.


"Oh iya, Delia! Tadi aku melihat suamimu pergi dengan sangat berburu-buru. Kenapa memangnya?" tanya Takeshi menatap Delia.


"Aku mengajukan syarat kepada dia, untuk melakukan ijab kabul lagi. Kalau dia ingin aku kembali ke pelukannya lagi sebagai istrinya!" ucap Delia sambil tersenyum ke arah Takeshi.

__ADS_1


Takeshi tampak manggut-manggut, ketika dia mendengarkan ucapan dari Delia.


"Tampaknya Kaisar itu sudah menemukan pawangnya, sehingga dia begitu menurut padamu!" ucap Takeshi sambil melemparkan senyum kepada Delia.


Delia hanya tersenyum, ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Takeshi. Yang mengatakan bahwa dirinya adalah pawang dari seorang Kaisar. Owner dari Kaisar Corporation.


"Ya sudah, aku pulang dulu ya? Kemungkinan aku akan di Turki sekitar tiga hari. Karena kebetulan, ada beberapa tugas yang harus aku kerjakan dalam rangka kesepakatan bisnis bersama pengusaha berasal dari Turki!" ucap Takeshi berusaha menerangkan keberadaan dirinya kepada Delia.


"Kau jangan hanya sibuk bekerja. Carilah seorang wanita yang akan menemanimu dan memberikan kebahagiaan untukmu!" Delia berusaha untuk memberikan nasehat kepada adik iparnya itu.


"Kau tidak usah mengkhawatirkan hal itu. Aku juga tidak pernah memikirkannya. Bagiku, pernikahan itu sesuatu yang sangat mustahil. Karena aku tidak percaya dengan itu!" ucap Takeshi mulai sendu suaranya.


"Kenapa begitu? Bukankah menikah itu akan menyempurnakan ibadah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa?" hanya Delia tampak kebingungan dengan prinsip hidup Takeshi.


"Lupakanlah apa yang kukatakan. Sebaiknya kau masuk saja ke dalam. Kasihan Deka. Kalau bersama dengan orang asing!" ucap Takeshi kemudian dia pun kembali ke hotel tempat dia menginap selama tinggal di Turki.


Delia kemudian masuk kembali ke dalam restorannya dan memanggil ketiga orang karyawannya, yang tadi dia lihat sedang azyik menggunjingkan dirinya bersama dengan Takeshi. Delia benar-benar sudah tidak bisa memaafkan kelakuan itu.


"Apa kalian tahu kenapa kalian dipanggil ke ruangan ini?" tanya Adelia mengawali percakapan dia bersama karyawannya.


"Kami tidak tahu, Nyonya ! Karena anda tiba-tiba saja memanggil kami!" jawab salah seorang karyawannya yang tampaknya memang asli orang Turki.


Delia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Karena dia pun merasakan kesulitan untuk memberikan keputusan final kepada ketiganya. Karena mereka sudah berani sekali menggunjingkan dirinya, bersama dengan Takeshi. Itu artinya bahwa dihati mereka tidak menghargainya sebagai atasan mereka.

__ADS_1


"Aku akan memberikan keputusan final ku kepada Kalian bertiga. Mengenai hobi kalian yang sangat suka sekali menggunjing orang lain. Maafkan aku! Karena aku tidak bisa memperpanjang kontak kerja kalian di restoran ini. Mohon untuk kalian bertiga untuk segera meninggalkan tempat ini!" ucap Delia kemudian bangkit dari duduknya.


"Kalian bisa mengambil gaji dan pasangan kalian di bagian keuangan!" ucap Delia, kemudian meninggalkan ketiganya yang tampak syok menerima keputusan tersebut.


"Nyonya tunggu dulu! Tolong dengarkan dulu penjelasan kami. Kami semua minta maaf, kalau kami sudah menyinggung perasaan Anda. Tapi kami benar-benar sangat tidak bisa untuk meninggalkan pekerjaan kami saat ini!" Delia hanya mengerutkan keningnya, ketika mendengarkan pembelaan dari salah seorang karyawannya yang tadi begitu lantang menghina dirinya.


"Kenapa kamu tidak bisa meninggalkan pekerjaanmu di sini? Kalau kau memang mencintai pekerjaanmu? Seharusnya kau bekerja dengan baik. Bukannya malah sibuk menggunjingkan orang lain. Apalagi, Orang itu yang memberikan kamu makan!" ucap Delia dengan tetap menatap perempuan itu dengan sinis. Mungkin karena sangking sakit hatinya dia mendengarkan gunjingan tadi.


"Kami benar-benar minta maaf, Nyonya! Kami berjanji. Kami tidak akan mengulanginya lagi. Maafkanlah kami, Nyonya!" ucap salah seorang dari mereka, dengan mata yang mulai berderai air mata.


"Maafkanlah kami, Nyonya! Kami mempunyai tanggungan di rumah dan sekarang sangat sulit sekali mencari pekerjaan. Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi!" ucap yang lainnya sambil menangis memohon pengampunan dari Delia.


Delia adalah seorang wanita yang memiliki hati yang lembut. Ketika melihat mereka semua tampak kesulitan untuk meninggalkan pekerjaan di restoran yang dia kelola.


Sedikit banyak, membuat hati Delia merasa kasihan juga. Delia menatap mereka satu persatu, melihat ketulusan yang ada di wajah mereka. Ketika mereka meminta untuk kembali bekerja di restorannya.


"Aku akan memberikan kompensasi untuk kalian. Aku akan memberikan pengecualian untuk kalian. Dalam satu bulan ini, aku akan memperhatikan kinerja kalian bertiga. Apakah kalian masih layak untuk tetap bekerja di sini ataukah kalian layak untuk dipecat di restoran ini!" ucap Delia kemudian membubarkan mereka semua.


" Terima kasih, Nyonya! Atas kebaikan hati anda. Kami berjanji kami akan bekerja lebih baik lagi mulai sekarang. Dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama!" janji mereka bertiga kepada Delia.


Delia hanya menatap mereka dengan sekilas, kemudian meninggalkan mereka tanpa mengatakan apa-apa lagi.


Tampak mereka bertiga mengucapkan rasa syukur mereka, karena tidak jadi dipecat oleh Delia. Atas kesalahan yang telah merrka perbuat terhadap majikannya.

__ADS_1


"Mulai sekarang, kita tidak boleh lagi untuk menggunjingkan majikan kita lagi. Untung saja, Nyonya Delia wanita yang baik, sehingga dia mau memaafkan kita!" ucap wanita yang tadi menangis paling kencang, ketika menerima peringatan pemecatan dari Delia.


__ADS_2