Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
87. Tidak Percaya


__ADS_3

Delia menatap nanar kepada Adrian. Ayah angkatnya yang baru saja mengakui sebuah kenyataan yang begitu pahit di telinga Delia.


Bagaimana mungkin orang yang selama ini diangkat sebagai ayahnya yang dianggap menyayanginya ternyata adalah orang yang telah menculiknya dari keluarga kandungnya.


Surat adopsi yang di tunjukkan kepada Delia adalah kepalsuan untuk menutupi kejahatan yang sesungguhnya yaitu menculik dirinya dari kedua orang tuanya.


Delia benar-benar tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh ayah angkatnya, yang mengaku bernama asli sebagai Adrian.


"Ya Tuhan ternyata identitas papa selama ini pun palsu. Bagaimana bisa Papa dapat menyembunyikan diri begitu lama?" tanya Delia seakan tidak percaya.


"Papa menggunakan identitas adik Papa yang sudah meninggal! Sewaktu dia meninggal, orang tuaku tidak melaporkan kematian dia kepada pemerintah. Sehingga papa dapat menggunakan identitasnya hingga sekarang!" ucap Adrian sambil memejamkan matamu.


Kaisar menarik nafasnya dalam-dalam dia tidak mengerti kenapa ada kejadian semacam itu di dalam kehidupan istrinya.


"Sudahlah Sayang! Ayo kita pulang tidak usah mendengarkan omong kosong yang dia ceritakan!" ucap Kaisar kemudian langsung menarik tangan Delia untuk meninggalkan ruangan perawatan laki-laki yang mengaku bernama asli Adrian.


Apakah ada hal yang lebih membagongkan dari semua itu? Ketika kita berpikir bahwa orang yang menyayangi kita selama ini, ternyata dia adalah orang yang telah memisahkan kita dari kedua orang tua kandung yang menyayangi kita?


Sepanjang perjalanan menuju mansion, Delia terus melamun di dalam pelukan Kaisar.


"Tenanglah Sayang! Saya pasti akan menyelidiki semua ini kau jangan khawatir. Kita pasti akan menemukan kebenaran yang sesungguhnya!" ucap Kaisar berusaha menenangkan Delia sambil mengelus kepala Delia yang mulai mengguguk menangis dengan sedih.


"Aku hanya tidak menyangka kalau aku masih memiliki orang tua!" ucap Delia bergetar suaranya karena dia masih terisak.


"Besok kita akan terbang ke Amerika dan kita akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Kalau bisa kita akan langsung menemui Tuan Satria dan mengkonfirmasi semuanya!" ucap Kaisar tersenyum, sambil menggenggam tangan istrinya.


"Apakah benar kau bersedia menemaniku untuk bertemu dengan kedua orang tuaku?" tanya Delia seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kaisar tadi.

__ADS_1


"Tentu sayang! Aku pasti akan menemanimu kau jangan khawatir. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam kondisi apapun!" janji Kaisar kepada Delia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di ruangan perawatan Ayah angkatnya Delia. Tampak Stella kini tengah menatap ayahnya dengan tajam.


Stella terus mondar-mandir di depan ayahnya. Sehingga membuat ayahnya merasa bingung dan keheranan dengan kelakuan putrinya.


"Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau terus mondar mandir seperti itu? Apa kau tahu kau membuat kepala Papa pusing!" tegur Adrian kesal kepada Stella.


"Katakan pada Stella yang sejujurnya Pah! Apakah yang Papa katakan tadi kepada Delia semuanya adalah kenyataan?" tanya Stella sambil menatap Ayahnya lekat.


Adrian tampak gugup. Dia kemudian segera memalingkan wajahnya tidak mau menatap Stella yang terus menelisik ke dalam relung hatinya yang saat ini sedang gelisah.


"Apa yang kau katakan Stella? Papa tidak mengerti!" tanya Adrian pura-pura tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh putrinya saat ini. Tapi Stella menggelengkan kepalanya.


"Pokoknya Stella tidak mau tahu. Papa harus membuat orang tuanya Delia itu percaya bahwa Stella adalah anak kandung mereka!" ucap Stella mengatakan hal yang sangat diluar logika dan membuat Adrian hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kau semakin tidak waras saja Stella, seperti ibumu!" ucap Adrian kemudian dia memilih untuk memejamkan matanya. Dia tidak mau mendengarkan lagi omong kosong yang dikatakan oleh Stella.


"Papa harus membuat kedua orang tua Delia percaya, bahwa Aku adalah Putri kandung mereka!" Stella kembali mengulang keinginannya kepada ayahnya.


"Kau lakukan saja keinginanmu sendiri! Papa tidak akan pernah membantumu!" ucap Adrian kesal sekali.


"Kenapa sih Papa sejak dulu selalu lebih menyayangi Delia daripada Stella? Padahal Stella adalah anak kandung papa!" tanya Stella keheranan dengan sikap ayahnya.


"Kalau untuk hal itu, kau bisa bertanya kepada ibumu. Apakah kau benar anak kandungku atau bukan!" ucap Adrian pelan. Kemudian dia memejamkan matanya dan tidak mau lagi menanggapi apapun yang dikatakan oleh Stella.

__ADS_1


"Berapa banyak rahasia yang Papa miliki?Kenapa hidup papa penuh dengan rahasia?" tanya Stella dengan kesal kemudian dia pun meninggalkan Papanya di kamar dan mencari ibunya di rumah mereka.


Begitu sampai di kediaman, Stella langsung mencari ibunya dan bertanya tentang yang dikatakan oleh ayahnya tadi.


"Mah cepat katakan yang jujur! Stella ini anaknya Papa atau bukan?" tanya Stella to the point begitu dia melihat ibunya sedang menonton televisi.


Ibunya Stella ini benar-benar seorang istri yang durhaka. Bagaimana mungkin ketika suaminya ada di rumah sakit dan dia malah enak-enak nonton televisi di rumah tanpa memperdulikan keadaan suaminya sama sekali.


"Kamu ini bicara apa Stella pulang-pulang bicara omong?" tanya ibunya kesal.


"Papa yang bilang, katanya Stella di suruh bertanya kepada Mama. Apakah benar kalau Stella adalah anak kandung papa?" ketika ibunya Stella langsung menatap putrinya.


"Papamu berkata seperti itu?" tanyanya kepada Stella seakan terkejut dengan apa yang dia dengar saat ini.


"Papa bilang suruh bertanya pada Mama. Apakah betul bahwa setelah ada anak kandung papa? Cepat jujur sama Stella. Apakah mama pernah berselingkuh dari papa?" tanya Stella dengan tidak sabar lagi.


"Papamu itu memang harus segera kita habisin! Dia sudah tidak bisa lagi kita andalkan!" Stella sangat terkejut sekali ketika mendengarkan perkataan ibunya.


"Jawab saja pertanyaan Stella! Apakah benar Stella bukan anak kandungnya papa?" tanya Stella mulai berderai air mata.


"Memangnya Apa pentingnya menjadi anak kandungnya atau bukan? Laki-laki itu sama sekali tidak berguna. Lebih baik kita tinggalkan saja rumah ini. Toh semua hartanya sudah ada di tangan mama!" ucap ibunya Stella dengan wajah liciknya.


"Mama betul-betul seorang wanita yang jahat selain menjadi penghianat dari pernikahan kalian. Mama juga sudah berniat untuk mencuri kekayaan papa! Stella sangat kecewa sama Mama!" Stella kemudian meninggalkan kediamannya dan pergi dari rumah itu.


"Aku harus menemukan di mana alamat orang tuanya Delia dan aku akan merebut posisi Delia di sana. Aku tidak mau hidupku kalah daripada Delia!" kemudian Stella membuka ponselnya dan dia mencari informasi tentang Satria Bramantyo yang disinyalir adalah ayah kandung dari Delia.


" Ya ampun ternyata orang tuanya Delia sangat luar biasa! Ternyata dia orang kaya dan mereka adalah seorang Sultan!" ucap Stella, memekik tidak percaya dengan apa yang dia temukan tentang kedua orang tua Delia yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Aku harus segera ke Amerika dan aku harus bisa meyakinkan mereka bahwa aku adalah anak kandung mereka!" ucap Stella dengan senyum kebahagiaan di wajahnya.


__ADS_2